Semprot !!!, Eit Pikir Pikir Dulu ....
 
Go Back   Home > Kesehatan

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Semprot !!!, Eit Pikir Pikir Dulu ....


Tahun-tahun dimana tahapan pencampuran hingga aplikasi pestisida tidak memakai alat pelindung diri yang dipersyaratkan, seperti masker khusus pestisida, sarung tangan & sepatu karet, serta ketelpak, helm & kacamata. Atau jikapun ada alat-alat pelindung diri tersebut lebih dianggap sebagai gangguan, sehingga lebih banyak berfungsi sebagai hiasan dibadan, menambah sangar penampilan.

Sebut saja namanya Yat, begitu biasa dipanggil … saat sprayer mengalami masalah pada sticknya yang menyebabkan aliran menjadi buntu, tak segan-segan Yat merogohkan tangannya kedalam tanki, mengocok-ngocok sampai aliran normal kembali.

Atau Tsjani yang dengan gagahnya berdiri melawan arah angin, hingga asap fogging bergumpal menyelimuti wajah & sekujur tubuhnya. “AKU SAKTI … AKU KUAT, AKU NGGAK APA-APA kok !”, begitulah kesan yang seakan hendak ditimbulkan. @?@ Atau Yat & Tsjani lainnya, para pekerja pestcontrol yang dengan gembira melayani masyarakat untuk membasmi nyamuk demam berdarah, tanpa menghiraukan kelayakan alat pelindung diri yang dipakai.

Yat & Tsjani dalam kurun waktu antara 3 - 5 tahun kemudian memperlihatkan gejala-gejala keracunan pestisida yang ditandai dengan fungsi motorik mulai menurun, menjadi pelupa, mual, muntah yang berulang, hingga kemudian terdeteksi menderita gangguan lever akut, yang berakhir pada kematian.


Paradigma yang berkembang luas dimasyarakat tentang pemberantasan nyamuk, asap tebal, suara menderu-deru memekakkan telinga, plus sepasukan tukang semprot.

Nyamuk, semut, lalat, kecoa mengganggu, …. semprot saja & selesai sudah. Mudah, praktis, dan cepat.

Gambaran seperti itu erat menempel di benak warga. Celakanya lagi para tukang semprot yang cenderung tidak memiliki pengetahuan yang cukup & pendidikan yang memadai semakin memperparah keadaan. Menjadi simbiosis mutalisma, saling menguatkan, mereka tidak menghayati benar betapa besar ancamannya jika pestisida diaplikasikan secara serampangan. Bukan hanya terhadap kesehatan si tukang semprot tapi juga pemakai, mahluk hidup lainnya & lingkungan.

Seperti kita ketahui bersama bahan kimia/ pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui 3 cara ;

1). Termakan atau terminum bersama makanan atau minuman yang telah tercemar.

2). Terhirup dalam bentuk gas atau uap, lewat pernafasan ke paru-paru lalu ke aliran darah.

3). Terserap melalui kulit.

Pestida = Racun

“Setiap Obat Adalah Racun, Tapi Tidak Semua Racun Adalah Obat”


Nah, karena pestisida identik dengan racun serangga, maka yang namanya obat antinyamuk-pun mestilah termasuk dalam kelompok racun itu. Umumnya ada 3 macam bahan aktif yang digunakan di dalam obat semprot antinyamuk yaitu; dichlorvos, propoxur, & pyrethroid, atau kombinasinya.

Dichlorvos sangat berpotensi menyebabkan kanker, menghambat pertumbuhan organ serta kematian prenatal, merusak kemampuan reproduksi, dan menghasilkan susu. Bagi lingkungan, bahan aktif jenis ini menimbulkan gangguan cukup serius bagi hewan dan tumbuhan, sebab bahan ini memerlukan waktu yang lumayan lama untuk dapat terurai baik di udara, air, dan tanah.

Propoxur termasuk racun kelas menengah. Jika terhirup maupun terserap tubuh manusia dapat mengaburkan penglihatan, keringat berlebih, pusing, sakit kepala, dan badan lemah. Propoxur juga dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi, dan berpengaruh buruk pada hati dan reproduksi.

Pyrethroid oleh WHO juga dikelompokkan dalam racun kelas menengah. Efeknya, mengiritasi mata maupun kulit yang sensitif, dan menyebabkan penyakit asma.

Secara umum semua kelompok pestisida bersifat karsinogenik.

Berbicara soal semua bahaya itu, maka konsep Integrated Pest Management atau disingkat IPM dalam mengeliminasi serangga & hama pengganggu lainnya sampai ketingkat tidak menimbulkan bahaya, pantas menjadi konsen bersama. Konsep ini lebih mengedepankan tehnik pemberantasan nonkimiawi, yang menurut penelitian mampu mengeliminir hingga 75%, dibanding dengan pemberantasan kimiawi yang cuma mampu mengeliminir 25%.

Meski tidak bisa dihindari 100%, pemilihan pestisida sedapat mungkin berdampak paling minimal, baik terhadap manusia, lingkungan & harus mudah terdegradasi. Aplikasi pestisida hendaknya menjadi pilihan ke 10 atau lebih & hanya boleh dilaksanakan setelah aplikasi nonkimiawi tidak membuahkan hasil maksimal atau serangan hama sedemikian massive pada satu ketika. Pestisida harus telah terdaftar & mendapat izin dari Dep. Pertanian.

Pestisida sintetis memang harus dibiasakan menjadi alternatif terakhir. Itu pun harus dipilih yang tidak terlalu berbahaya bagi manusia dan lingkungan, serta digunakan dalam dosis rendah. Bila menggunakan metode ini sebaiknya bersamaan dengan metode-metode ramah lingkungan lain dan yang terpenting serahkan pada ahlinya.

Pemeriksaan cholinesterase untuk pekerja yang terlibat dengan aplikasi pestisida, harus rutin & secara berkala dilaksanakan guna deteksi dini dampak negatif aplikasi pestisida.

Integrated Pest Management akan memberi hasil maksimal jika warga ikut melakukan ;


MEMAHAMI bahwa dilingkungan rumah tangga sesungguhnya eliminasi hanya perlu dilakukan jika menyebabkan penyebaran penyakit, merusak tanaman, makanan atau bangunan. Lalu melaksanakan tindakan secara berkala & teratur, seperti ;

MENJAGA KEBERSIHAN, hama pengganggu pada umumnya senang tinggal di daerah kotor, seperti tempat sampah, tempat-tempat lembap dan bau, seperti alas tidur binatang peliharaan dan tempat menyimpan kompos. Nyamuk berkembang biak di air tergenang seperti di parit, dalam ban-ban bekas, dalam vas yang lama tidak diganti, dan kubangan sekitar rumah. Lakukanlah secara rutin acara bersih-bersih rumah & halaman.

DILARANG MASUK ! … Usaha pertama adalah mencegah masuknya hama ke dalam rumah. Misalnya menggunakan tirai atau kawat nyamuk, menutup lubang dan celah-celah, menjaga kebersihan rumah dari sampah tercecer atau tertimbun, serta menjaga tempat sampah selalu tertutup. Meletakkan perangkap nyamuk atau tikus di lokasi-lokasi strategis.

VACUSAID, memusnahkan habitat hama dengan secara rutin membersihkan rumah dan halaman, terutama tempat-tempat persembunyian hama seperti nyamuk, lalat, dan kecoa, serta memusnahkan telur-telurnya. Kecoa cenderung tinggal dan bertelur di tempat-tempat terlindung yang hangat seperti sudut rak dan laci, di celah-celah kayu yang lembap, di bawah tempat cuci piring, dan tempat-tempat sampah. Pemakuman dapat membasmi hama pengganggu sebesar kurang lebih 50% dari populasi.

MENUTUP celah atau retakan pada dinding & lantai rumah, karena celah & retakan dapat menjadi tempat persinggahan sementara atau bahkan menjadi tempat menaruh telur.


MENGUSIR HAMA, Tanamlah disekitar rumah tanaman-tanaman yang juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk, seperti lavender, zodia, dll. Sebisa mungkin jika tak bisa dihindari, pakailah hanya pestisida organik dan pengusir hama dari tumbuh-tumbuhan yang mudah terurai di alam. Meski diakui efektivitas pestisida organik tidak seketika & perlu aplikasi berulang-ulang.

MENANGKAP nyamuk bersama keluarga dengan menggunakan pemukul nyamuk listrik, atau piring melamin yang diolesi minyak goreng. Lakukan sambil bernyanyi, pasti asyik tuch. Sementara mencegah serangan nyamuk kala santai didepan tv bisa dengan mengoleskan minyak kayu putih atau minyak tawon. Beda jika saat berkebun, remaslah kulit tomat lalu airnya oleskan pada tangan, kaki & wajah jika perlu.


Hebatnya langkah perang terhadap hama pengganggu diatas tanpa aplikasi pestisida, praktis telah mengeliminasi hama pengganggu sebesar 75% dari populasi yang ada disekitar kita.

Mulai sekarang kita perlu melatih diri sendiri, keluarga dan lingkungan untuk menggunakan bahan-bahan aman bagi kesehatan dan lingkungan. Kalau bukan kita sendiri yang memulai, siapa lagi?
gusrus
gusrus gusrus is offline
City Level

Post: 161
 
Reputasi: 2

       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Bls: Semprot !!!, Eit Pikir Pikir Dulu ....

yuhuu klo aku sih cenderung memilih yang non kimiawi deh.. kek bersih bersih itu tadi... lebih aman....
dulu pernah euy pas masih sekolah gitu di sekitar sekolah ada semprotan, asap foggingnya buanyak banget.. pe rasanya aku juga hampir keracunan, karena kepala pusing terus mulut jadi pahit banget...
klo sekarang sih kayaknya ga ada lagi semprotan kek gitu.. terakhir kali ada kek gituan aku tutup kamar, jendela rapat2 biar asapnya ga masuk...
bla_bla_bla
bla_bla_bla bla_bla_bla is offline
Continent Level

Post: 7.567
 
Reputasi: 245

__________________
Nyi Belang







Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Semprot !!!, Eit Pikir Pikir Dulu ....

setujuuuu ....

yang alami dan indah ...
gusrus
gusrus gusrus is offline
City Level

Post: 161
 
Reputasi: 2

Reply
 

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.