The Rose Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #121   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Adegan tersebut membuat Putri Jean dan Nicole jadi heran. Mereka belum tau, ada apa dengan mereka.
Rose: "Damian.. aku.. aku.."
Damian langsung memeluk Rose.
Damian: "Aku minta maaf, Rose.. Aku minta maaf, karena telah merahasiakan semua ini darimu. Aku menyesal.."
Rose melepaskan pelukan itu.
Rose: "Aku tidak yakin, bisa memaafkanmu, setelah melihat semua ini.."
Damian: "Rose.."
Damian tak sanggup bertahan. Ia berlutut pada Rose.
Damian: "Aku mohon.. aku sangat mencintaimu.."
Putri Jean dan Nicole dibuat terkejut, saat mendengar kalimat itu terucap dari mulut Damian, untuk Rose.
Rose: "Jangan kau ucapkan kalimat itu lagi. Aku tidak pantas menerimanya."
Damian: "Kau tidak adil, Rose.. kau juga merahasiakan tempat penugasanmu dariku. Bukan di medan perang, tapi di istana ini.."
Rose menangis sesenggukkan.
Putri Jean dan Nicole yang sangat menyaksikan mereka, tak berani mengusik. Mereka hanya menyaksikan.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   

 






Reply With Quote     #122   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Rose menoleh pada Damian. Ia tak sanggup melihat wajah kekasihnya.
Rose: "Berdirilah.. kau kan pangeran. Mana boleh berlutut pada seorang perawat sepertiku.."
Damian langsung memeluk Rose lagi.
Damian: "Aku sangat mencintaimu.. Aku.. selalu merindukanmu, Rose.."
Rose: "Aku juga, Damian.."
Damian menciumi wajah Rose dengan mesra.

Putri Jean dan Nicole tidak menyangka, kalau ternyata, kekasih Rose adalah Damian. si pangeran yang pura-pura jadi pemburu rusa.
Damian: "Aku tau, aku telah salah merahasiakan ini darimu, Rose.. Tapi aku terpaksa."
Setelah memanggil Dr. Isaac dan Lucifer, Damian baru berani menjelaskan semua.
Damian: "Aku takut polisi menangkapku. Lalu membuat posisiku terancam, dan membuat ayah ibuku marah besar."
Rose: "Polisi?"
Damian mulai takut untuk cerita.
Lucifer: "Begini, Rose.."
Ia mulai jujur.
Lucifer menceritakan peristiwa penembakan yang tak sengaja dilakukan oleh Damian dan Leigh, saat mereka sedang berburu di lereng pegunungan Kerry. Tak satu pun yang dirahasiakan Lucifer saat cerita.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #123   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Damian menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Rose: "Jadi, yang menembakku..?"
Damian: "Tapi, ini semua karena Leigh. Dia yang mendesakku. Dia duluan yang menemukan rusa warna putih itu."
Rose menatap Damian. Ia bingung. Apakah Damian harus disalahkan atau dimaafkan?
Nicole: "Rose.. maafkanlah dia.."
Rose terus fokus menatap Damian.
Rose: "Lalu.. untuk apa kau mendekatiku? Untuk menutupi kebohonganmu?"
Damian: "Bukan begitu.. itu karena.. aku ingin menebus semua kesalahan ini. Hingga tidak menyadari, kalau aku telah jatuh cinta padamu sejak awal.."
Dr. Isaac: "Itu benar, Rose.."
Lucifer berdiri. Ia mengusap keningnya.
Lucifer: "Akulah yang harus disalahkan. Dari awal, akulah yang menyuruh Damian untuk berbohong. Jadi Rose.. aku mohon, maafkanlah dia.."
Rose terdiam. Lalu..
Rose: "Aku.. memaafkanmu, Damian.."
Lalu, ia menunjukkan bekas luka tembak di dadanya. Bekasnya tak bisa hilang.
Rose: "Belas luka ini.. akan selalu membuatku ingat, bagaimana pertama kali kita bertemu.."
Lalu, Rose tersenyum.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #124   Report Post  

re: The Rose

cie cie . . suit suit . .
jd iri
ada yg mw g y
lol
Larc
Continent Level

Post: 5.888
 
Reputasi: 133

__________________





Reply With Quote     #125   Report Post  

re: The Rose

hwaaa....
princess_newbie
Continent Level

Post: 3.497
 
Reputasi: 273

__________________
Kupu Kupu Air Terjun

Jangan jadi orang lain untuk mendapatkan apa yang kamu harapkan.
Jadilah dirimu sendiri
.
Biasakanlah, posting dan komen yang bermanfaat..





Reply With Quote     #126   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

14

Hubungan Rose dan Michael belum sepenuhnya di aman. Dengan bantuan Putri Jean, Nicole, dan Lucifer, mereka bisa merahasiakannya. Nasihat mereka semua sangat berharga. Salah satunya dari Dr. Isaac.
Dr. Isaac: "Jangan sering-sering bertemu. Karena nyawa kami bergantung pada kalian berdua.
Damian terus memeluk Rose.
Damian: "Aku janji, semua akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Roseku, Sayang.."
Rose tersenyum penuh haru.

Di kamarnya, Rose masih murung. Ia tampak masih shock.
Nicole: "Aku tidak menyangka, kalau kau dan Pangeran Damian.."
Ia memotong kalimatnya sendiri. Ia melihat Rose menangis.
Nicole: "Rose.. kau kenapa?"
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #127   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Rose masih menangis.
Rose: "Aku.. takut, Nicole.. Aku tidak ingin berpisah dari Damian."
Nicole: "Percayalah satu hal, Rose. Dari caranya menatapmu dan memperlakukanmu dengan baik seperti itu, aku bisa melihat, bahwa dia sangat mencintaimu. Kalian tidak akan berpisah.."
Rose masih belum tenang. Hingga akhirnya lelah dan tidur.

Keesokan harinya, Rose mengawali hari dengan pekerjaan yang kurang baik. Ia banyak melamun, dan menumpahkan obat-obatan.
Nicole: "Kau sakit, Rose?"
Rose: "Tidak.. aku tidak apa-apa.."
Nicole: "Sungguh?"
Rose menganggukkan kepala.

Di kediaman Putri Jean..
Damian: "Mungkin.. aku akan sering-sering kemari."
Putri Jean tersenyum. Ia tau maksud Damian.
Jean: "Kau tenang saja.. Rose masih punya kewajiban tugas di kediamanku ini. Jadi, kau bisa bertemu dia.."
Damian: "Aku tidak menyangka. Mulai hari dengan ini, aku sudah tidak perlu menutupi rahasia apa pun darinya. Hidup terasa lebih ringan."
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #128   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Kemudian, Rose datang. Ia bersama Nicole. Tapi.. ia sama sekali tidak menatap Damian secara langsung. Membuat Damian jadi merasa aneh.
Tapi, Damian pikir, Rose masih sibuk dengan pekerjaannya. Dan.. tidak mau diganggu.
Nicole: "Tuan Putri, dari hari ke hari, kesehatan anda semakin baik."
Lalu, tanpa menatap Damian sedikit pun, Rose keluar. Ia pergi ke dapur istana, untuk menyiapkan makanan sehat.
Saat kembali lagi, Rose tidak juga memperhatikan Damian sedikit pun.
Rose: "Yang Mulia, sayur bayam ini, baik untuk memulihkan tenaga."
Jean: "Masakanmu ini lezat, Rose.."
Rose tersenyum merendah.
Setelah pekerjaan selesai, Rose dan Nicole keluar dari kediaman Putri Jean. Karena tak juga diperhatikan, Damian jadi tidak sabaran. Ia mengejar Rose, dan menarik tangan gadis itu.
Damian: "Rose, tunggu.."
Rose segera melepaskan diri dari tangan Damian, dan bersikap sangat sopan.
Rose: "Ada apa, Pangeran?"
Damian heran. Kenapa Rose memanggil dirinya dengan sebutan 'Pangeran'?
Damian: "Rose, kau ini kenapa?"
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #129   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Rose: "Maaf, Pangeran. Kami sedang banyak pekerjaan. Bila Kami tidak ada yang bisa kami bantu, kami permisi dulu."
Rose berbalik, dan pergi bersama Nicole. Tanpa ditahan lagi, air matanya tumpah. Ia langsung mengusapnya dengan sapu tangan.
Nicole kasihan pada Rose. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa, selain menghibur.

Rose mengunjungi Selir Ramona di kediamannya. Ada seorang perawat yang menjaganya. Perut wanita itu belum terlalu besar, karena baru dua bulan.
Ramona: "Rose, kau ke mana saja? Kenapa tidak mengunjungiku?"
Rose: "Maaf, Yang Mulia. Pekerjaan saya banyak sekali. Dan baru sekarang sempat menjenguk Yang Mulia."
Ramona tersenyum.
Rose: "Bagaimana, Yang Mulia? Apa ada rasa tak nyaman, yang anda rasakan?"
Ramona: "Sejauh ini.. semua baik-baik saja. Para perawat baru itu, bekerja sama baiknya dengan kau dan Maria sebelumnya."
Rose: "Saya senang mendengarnya, Yang Mulia.."
Ramona tersenyum. Diikuti dengan senyum Rose juga.

Dr. Isaac memanggil Rose ke ruangannya. Rupanya, Damian sudah cerita semua.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #130   Report Post     Original Poster (OP)

re: The Rose

Dr. Isaac: "Apakah.. kau belum memaafkan Damian?"
Rose terdiam. Ia menahan air matanya. Tapi tak bisa. Ia terpaksa menumpahkannya.
Dr. Isaac: "Damian tidak salah. Yang salah adalah aku, Lucifer, dan Leigh. Kamilah yang menyuruhnya untuk berbohong. Aku mohon, Rose.. maafkanlah Damian. Dia.. sangat mencintaimu."
Rose: "Aku juga sangat mencintainya. Hanya saja.. apa yang terjadi kali ini.. benar-benar membuatku bingung. Sekarang, status kami sudah jelas. Kami tidak mungkin bisa bersama. Jadi, aku bersikap layaknya seorang perawat istana, pada pangeran di istana ini.."
Oh.. kenapa jadi begini? Dr. Isaac benar-benar bingung.

Damian sudah pasrah.
Damian: "Baiklah.. Kalau itu maunya. Terserah padanya. Aku hanya akan menurut."
Damian: "Jangan menyerah, Damian.."
Damian tidak lagi mendengarkan omongan Dr. Isaac. Ia membenamkan kepalanya di bawah bantal.

Lagi-lagi, Damian dan Rose berpapasan di depan kediaman Putri Jean. Kala itu, Damian baru pulang sekolah, dan lewat di depan kediaman adiknya.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.200
 
Reputasi: 317

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Nn C-500 With Rose Hip nicegalz Kesehatan & Kecantikan 2
The Rose: The Past That Shakes The Future KalinaMaryadi Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung 2
ROSE Online ragnaroklover Games 1


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.