Bumi : Ditinjau dari Keadaan Geologis dan Geografis Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Science & Penemuan
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Bumi : Ditinjau dari Keadaan Geologis dan Geografis

BATU-BATUAN BUMI

Bumi terdiri atas 3 kelompok batu-batuan. Batu-hatuan runtuhan atau batu-batuan sedimen. Batu-batuan nii terjadi dari reruntuhan batu-batuan lain yang terlepas karena pengaruh mekanik alan kimiawi.

Kalau setelah itu terjadi perpindahan di dalam air atau udara, hal itu dapat terjadi dengan meloncat, menggelinding, di dalam endapan atau larutan. Setehah mengalami perubahan keadaan selama perpindahan -- antara lain, daya kepindahan semakin berkurang jika kecepatan arus air atau udara berkurang -- terjadi pengendapan (sedimentasi) si dartan, suatu danau, sungai atau di laut.

cara demikian dapat terbentuk :

Sedimen klastik (konglomerat, batu pasir, arkos, tanah liat, endapan vulkanik) terbentuk dari bagian-bagian batuan atau butir-butir mineral, yang terlepas oleh gerakan-gerakan mekanik. Nama batuan ditentukan menurnt besarnya, mineral yang terkandung dari bahan pengikat yang dimilikinya.

Sedimen kimiawi (batu kapur, dolomit, gips) terbentnk oleh endapan dari suatu larutan.

Sadimen organogene (batu kapur tahan fosil, radiolorit) terbentnk dari sisa-sisa hewan dan tanaman, yang dapat tersimpan sebagai fosil. Di samping itu juga dijumpai peralihan dan ke-3 jenis batuan tersebut. Pembentukan sedimen terjadi pada lapisan teratas dari kerak bumi. Proses pembatuan yang dapat terjadi setelah pelepasan tersebut diagnese.

Batuan metamorf Kelompok batuan ini terbentnk dari batu-batuan lain karena perubahan keadaan suhu dan/atau lekanan.

Perubahan ini menyebabkan penyimpangan ciri-ciri mineralogi dan tekstural semula, baik sebagian maupun menyeluruh. Metamorfosa regional terjadi kanena ada suatu paket batuan jatuh ke suatu kedalaman lain di kerak bumi. Pada proses ini terjadi peruhahan tekanan serta suhu dan ada kemungkinan terjadi kristalisasi.




Proses itu dapat berlangsung terus sampai sedemikian rupa, sehingga (tergantung dari susunan kimiawi batuan asalnya) dapat terbentuk granit (granisasi). Melainorfosa kontak (karang tanduk) terutama tarjadi karena suatu lapisan magma yang muncul, menyebabkan kenaikan suhu pada lapisan bagian diantaranya.. Batu-atuan ini terjadi karena penggumpalan cairan atau magma. Magama atau batuan itu terbentuk jauh di kedalaman kerak atau lapisan kulit (basal, peridotit) yang susunannya dapat berbah karena percampuran, pencairan atau diferensiasi batuan lain. Sifat-sifat batuan
penggumpalan diakibatkan oleh susunan kimiawi cairan bahan asalnya (batuan yang kaya akan Si02 adalah asam, yang kurang mengandung Si02 bersifat basa) dan cara pengkristalan selama penggumpalan pendinginan yang cepat atau lambat dan tinggi-rendahnya kondisi tekanan.
batuan dalam (peridotit, gabro, granit) terjadi oleh penggumpalan jauh di dalam kerak atau kulit Batuan saluran (diabas) terjadi oleh penggumpalan di dalam celah-celah kedalaman yang tidak seberapa jauh.

Batuan lalehan (basal, riolit) terjadi oleh penggumpalan setelah pelimpahan di atas tanah daratan atau dasar laut. Klasifikasi lebih lanjut dari batuan lelehan didasarkan pada sifat-sifat terjadinya (kesempurnaan pengristalan), hubungan antara kristal-kristal itu (bentuk, massa dasar dan ukuran) dan perbandingan
susunan mineralnya.

Pada pendinginan lambat, terjadi pengristalan sempurna dan terbentuk batuan bergaris kristal penuh. Pada pendinginan cepat, seperti pada batuan limpahan, hanya mungkin terjadi pengristalan sebagian. Mineral-mineral besar (yang disebut fenoknis atau batuan pertama) yang sudah mengalami kristalisasi sejak masih berbentuk magma, memiliki garis-garis kristal sangat halus atau bermassa dasar halus dan terbentuk pada penggumpalan di permukaan bumi. Pada jenis kuarsa atau kadar gelas tertentu, perbandingan antara feldspat dan mineral plagioklas sangat menentukan dalam melakukan
klasifikasi. Jika tidak mengandung gelas dan kuarsa, perbandingan itu jelas terlihat pada kadar tertentu dan mineral pengganti veldspat.
Village Level

Post: 34
 
Reputasi: 0

 






Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Struktur Kerak Bumi

STRUKTUR KERAK BUMI

Dari ilmu alam kita ketahui, bahwa getaran atau gerak gelombang pada bidang-bidang batas antara zat-zat dengan sifat fisis yang berbeda, yang masuk dengan suatu sudut tertentu akan dipantulkan kembali dan sewaktu menembus bidang baas itu dipatahkan menurut sudut yang berbeda; artinya mendapat kecepatan rambat yang berbeda.


Dengan memanfaatkan gelombang-gelombang gempa bumi, dapat diperoleh data, baik tentang susunan bagian dalam bumi maupun bangun kerak bumi. Rambatan kecepatan getaran-getaran gempa bumi yang searah dengan bidang rambat (longitudinal) dan yang tegak lurus pada bidang rambat (transversal), antara lain tergantupg dari sifat elastisitas batu-batuan yang dilalui; di mana kecepatan ke-2 jenis gelombang selalu berbeda. Dengan demikian, antara lain dapat kita peroleh keterangan tentang kedalaman bidang antara berbagai lapisan batuan dan elastisitas jenis batuan dalam lapisan itu.

Gejala tersebut, oleh ahli geologi Belanda, van Bemmelen, dijelaskan secara geologis berdasarkan teorinya tentang pembentukan pegunungan; dengan menggunakan istilah-istilah yang umum dipakai dalam teori tentang peralihan tempat dan bentuk pada lapisan-lapisan bumi (geologi tektonik).

Kecepatan gelombang longitudinal meningkat secara bertahap sampai kedalaman 10—15 km. Bagian kedalaman ini merupakan lapisan kristal yang keras dan bersifat granit (SIAL batuan Sllisium-ALuminium). Setelah itu secara bertahap pula kecepatan makin menyusut; kecepatan paling kecil terdapat pada kedalaman 20—25 km. Daerah yang oleh van Bemmelen dinamakan ‘sofar channel’ itu disamakannya dengan daerah di mana lapisan batu-batuan diubah oleh pencairan dan kegiatan kimiawi sehingga kurang elastis (daerah migmatisasi). Dalam lapisan basal (SIALMA = batuan SI-ALMAgnesium) kecepatan meningkat lagi.

Pada kedalaman yang berkisar antara 20—60 km kita jumpai bidang diskontinuitas dan Mohorovicci, yang merupakan batas antara lapisan basal tersebut di atas dengan lapisan silisium dan magnesium (SIMA batuan SI-MA) yang lebih dalam.

Lapisan ini agaknya juga menunjukkan gejala pencairan di bagian bawahnya, karena pada kedalaman sekitar 60—300 km kecepatan seismik dan gelombang secara tiba-tiba maupun bertahap sangat menyusut. Menurut dugaan para ahli, kedalaman ini merupakan awal dari substratum (SIFEMA = batuan SI-besi (Lat.: FErrum)-MA); suatu cairan yang sangat liat di mana kadar silisium makin ke dalam makin berkurang, sedang kadar besi magnesium makin meningkat.

Lipatan batu-batuan di alam adakalanya dapat terlihat jelas.
Dalam gambar tampak lapisan lipatan pada baits kapur.




Pembentukan pegunungan biasanya muncul di daerah-daerah di mana suatu cekungan di dalarn 4 rak bumi bergerak turun perlahan-lahan (penurunan geosinklinal) selama suatu jangka waktu lama, tingga cekungan itu penuh air garam dan untuk sebagian besar terisi dengan batu-batuan yang dilimhkan ke laut.

Pelepasan itu hampir selalu bermula dengan suatu keadaan di dalam suatu cekungan, di mana lapisan tanah berada di bawah suatu sudut lain (sudut diskordansi) dan suatu lapisan pecahan batuan (konglomerat dasar) yang terlepas karena kikisan tanah di bawah air, kemudian dilepaskan lagi jika therah kikisan bergeser makin jauh.




Diskordansi dan kemungkinan juga konglomerat dasar selalu akan timbul jika pelepasan berhenti sementara waktu dan dapat muncul gejala erosi.
Lapisan batuan yang dilepaskan tergantung dan sejumlah faktor; antara lain jenis batuan yang tergempur, pengangkutan bahan-bahan lepasan oleh sungai dan lain-lain, jarak ke pantai, kedalaman aut, arus serta ada atau tidak adanya organisma. Faktor-faktor itu akan selalu berubah-ubah menurut tempat dan waktu; sehingga baik pada arah melintang maupun mendatar secara berganti-ganti dapat terjadi pelapisan berbagai bahan sepenti pasir, tanah hat, kapur.

Kalau suatu lapisan melimpah secara mendatar ke atas lapisan batuan lain, gejala itu dikatakan pergantianfacies (secara harfiahfacies = rupa; suatu istilah yang dipakai untuk menunjukkan seluruh ciri-ciri batuan lepasan; misalnya facies pantai, facies laut dalam, facies karang dan sebagainya). Organisma dapat berperan penting pada pembentukan batuan lepasan. Binatang-binatang karang misalnya, mampu membangun bukit karang dengan kerangka kapur mereka. Suatu fosil karang juga disebut hioherin.
Village Level

Post: 34
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #3   Report Post  

Musim Dan Perbedaan Waktu Pada Bumi

MUSIM DAN PERBEDAAN WAKTU PADA BUMI


Bumi bergerak mengelilingi matahari menurut suatu lintasan yang agak berbentuk elips, dan terletak pada bidang ekliptika. Dalam gerak ini sumbu bumi boleh dikatakan selalu berada pada arah yang tetap dalam ruang angkasa; sudut antara bidang ekuator dengan bidang ekliptika adalah 23°27’.
Matahari berada pada sebuah titik api dan lintasan elips itu; jarak matahari-bumi yang terpendek adalah pada tanggal 3 Januari (147 juta km, perihelium); yang terpanjang pada tanggal 3 Juli (152 juta km, aphelium).

Berdasarkan Hukum Petak Kepler (Hukum Kepler ke-2) ternyata bahwa bumi menempuh lintasannya lebih tepat pada bulan September sampai Maret daripada dan bulan Maret sampai September.
Dengan demikian musim rontok dan musim dingin bagi belahan bumi utara agak lebih singkat daripada musim semi dan musim panasnya.
Adanya siang dan malam adalah akibat perputaran bumi pada sumbunya sendiri.

Jangka waktu siang, yaitu selama matahari berada di atas kaki langit, berbeda-beda untuk setiap garis lintang; bergantian dengan titik kulminasi matahari pada tengah hari.

Perbedaan dalam jangka waktu siang antara musim panas dan musim dingin semakin besar pada garis lintang yang lebih besar. Di daerah kutub terjadi pergantian 6 bulan siang dan 6 hulan malam;
pada garis ekuator siang dan malam selalu sama panjang. Perputaran bumi mengakibatkan bahwa waktu, yang diperhitungkan menurut matahari, berbeda-beda pada setiap garis bujur.
Bilamana di Amsterdam matahari berada pada puncaknya pukul 12 tengah han - di New York masih pagi sekali; sedangkan di Moskow sudah menjelang sore.


Untuk menetapkan waktu menurut tinggi matahari setempat, seyogianya kita pada setiap perjalanan ke timur atau barat selalu menyesuaikan arloji.
Dengan adanya waktu-waktu regional atau daerah, maka kerepotan itu dapat diatasi. Setiap daerah sebesar 15 derajat garis bujur menetapkan waktu yang tepat untuk bagian pertengahan daerah itu (waktu menengah).
Tempat-tempat yang menunjukkan ciri musim secara khas, tercermin dan warna-warna pemandangan alamnya; musim rontok menampilkan warna-warna musim rontok yang lunak, musim panas dengan warna-warna yang cerah.
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #4   Report Post  

Atmosfer Bumi

ATMOSFER BUMI

Atmosfer bumi pada dasarnya terdiri atas campuran zat asam dan zat lemas, yang terikat oleh gaya berat bumi.Lapisan-lapisan massa gas yang lebih tinggi makin lama makin menekan lapisan yang lebih rendah; dengan demikian makin dekat ke lapisan bumi, kekedapan lapisan atmosfer makin besar.

Sinar-sinar elektromagnetik yang berasal dan matahari berpengaruh besar pada atmosfer, terutama dalam hal suhu. Dalam lapisan paling bawah, lapisan troposfer (daerah yang menentukan gejala-gejala cuaea) suhu rata-rata terutama ditentukan oleh penyerapan sinar-sinar infra merah yang menembus ke lapisan itu, oleh uap air dan karbondioksida.

Pada lapisan-lapisan yang lebih tinggi, suhu rata-rata ditentukan oleh efek penyinaran sinar-sinar röntgen dan ultra ungu yang Iebih berenergi pada zat asam dan sat lemas.

Sinar-sinar yang diserap atmosfer hampir tidak dapat terlihat di permukaan bumi; hanya beberapa sinar dengan panjang gelombang tertentu yang diteruskan ke permukaan bumi, sehingga dengan demikian dapat ditangkap mata, sensor sinar infra merah dan teleskop radio. Untuk alat terakhir in sinar sinar dan zat air antarbintang adalah sangat penting. Sinar röntgen dan ultra ungu memiliki suatu efek pembelahan elektron pada bagian-bagian atmosfer (ionisasi).

Bagian dan atmosfer di mana terjadi ionisasi dinamakan ionosfer. Bagian itu terletak di atas mesosfer; di situ seperti pada troposfer, suhu menurun dengan tajam; hal mana berbeda dengan di stratosfer, di mana suhu tetap konstan (pada lintang geografik yang sama).

Di dalam ionosfer yang Iebih rendah dijumpai ion-ion positif dan NOt (terbentuk oleh reaksi N2t dengan zat asam atomer); di lapisan yang lebih tinggi terutama dijumpai 0+ dan sejumlah kecil N+.

Berkat adanya elektron-elektron yang bebas karena proses ionisasi itu, kita memperoleh gelombang-gelombang radio.

Lapisan ionosfer dibagi atas beberapa daerah herdasarkan derajat ionisasinya; dinyatakan sehagai lapisan C, D, F, F1, F2 di atas itu masih terdapat lapisan heliosfer yang mengandung helium dan protonosfer.

Signal-signal radio bergelombang panjang dipantulkan oJeh lapisan F; signal yang bergelombang pendek dapat meneapai lapisan F. Setelah matahari terbenam, lapisan C, D, F dan F1 pun lenyap karena penggabungan ion-ion dan elektron-elektron kembali; pada lapisan F2, proses itu terjadi sedemikian lambat sehingga lapisan mi tetap ada sepanjang malam dan dengan demikian hubungan radio tetap dimungkinkan.



Di samping penyerapan, juga terjadi pemancaran sinar; sinar dengan panjang gelombang kecil mengalami pemancaran yang makin kuat. Gejala ini menyebabkan langit berwarna biru pada siang han dan merah jika kedudukan matahari semakin rendah di sore hari.

Atmosfer juga bereaksi terhadap bagian-bagian yang bermuatan; yang antara lain dipancarkan dengan kecepatan tinggi pada lidah api matahari (Bel.: zonneviammen).

Di samping menimbulkan gangguan dalam hubungan radio dan apa yang disebut taufan magnetik, reaksi itu juga menimbulkan eahaya kutub.
Lebih jauh atmosfer juga terus-menerus dibenturi bagian-bagian bermuatan dan tak bermuatan dan sinar-sinar kosmik, yang mengakibatkan perubahan inti pada lingkaran uap bumi dan menimbulkan nuklida-nuklida radioaktif.
Di dalam lapisan atmosfer dijumpai sejumlah angin kuat, dengan perbedaan kecepatan yang makin tajam pada berbagai ketinggian. Yang tercepat, lebih dan 100 m/detik, terdapat pada ketinggian 105— 110km.

Atmosfer bumi terbentuk oleh lapisan gas, yang pada siang hari yang cerah agak berwarna kebiru-biruan (dan sini dikenal istilah ‘langit biru’). Pada hakikatnya lapisan gas mi terdiri atas susunan yang sangat rumit dengan struktur yang senantiasa berubah-ubah; di dalamnya terjadi sejumlah proses fisis dan kimiawi yang kuat, oleh pengaruh berbagai penyinaran, magnetisme dan sejumlah faktor-faktor primer dan sekunder.
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #5   Report Post  

Bls: Atmosfer Bumi

mari kita jaga atmosfer kita
gupy15
Mod

Post: 2.759
 
Reputasi: 131

__________________

Recent Blog: Galaxy Alpha   





Reply With Quote     #6   Report Post  

Sirkulasi Udara Secara Umum

SIRKULASI UDARA SECARA UMUM


Sirkulasi udara secara umum di dalam atmosfer bumi, terutama disebabkan oleh pemanasan bumi dan karenanya menimbulkan pçmanasan atmosfer di daerah tropik dan subtropik. Di samping itu juga disebabkan oleh pendinginan di daerah-daerah lintang geografik yang lebih tinggi. Lapisan udara di daerah-daerah tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan suhu dalam iklim; dengan demikian di dalam atmosfer tentu terjadi peralihan dari panas ke dingin.

Peralihan itu tidak berjalan langsung dan utara ke selatan (secara meridional),
tetapi mendapat pengaruh dan perputaran bumi; sehingga di belahan utara membelok ke kanan dan di belahan selatan membelok ke kiri. Penyimpangan mi terlihat paling jelas pada angin-angin pasat, yang secara tetap bertiup dan daerah-daerah bentekanan tinggi di sekitar garis lintang 300 ke arah khatulistiwa. Di daerah-daerah lintang yang lebih tinggi, pada umumnya dijumpai aliran lebih ke barat.




Di daerah yang terletak antara garis lintang 30° utara dan selatan, permukaan bumi rata-rata setahun menenima lebih banyak panas dan sinar matahari dani pada jumlah panas yang hilang karena penyinarannya sendiri. Di luar daerah garis lintang itu, permukaan bumi kehilangan lebih banyak panas karena penyinarannya sendiri daripada energi yang diterima dan matahari. Namun demikian setiap tahunnya daerah tropik tidak menjadi lebih panas dan daerah kutub tidak menjadi lebih dingin. Hal itu adalah berkat daya pengaturan dan atmosfer. Dalam hal mi atmosfer dapat kita anggap suatu mesin termodinamika, yang digerakkan oleh tenaga yang berasal dan perbedaan suhu yang ada, akibat pembagian tak merata dan energi matahari di dalamnya.

Oleh pengaruh dan pemanasan pada permukaan bumi, di troposfer terdapat suatu penurunan suhu dari lintang yang rendah ke lintang yang tinggi. Di tempat yang tinggi, suhu semakin menurun sampai ke lapisan tropopauze.
Di udara tropik dan subtropik yang panas, garis tropopauzé terletak lebih tinggi daripada di udara arktik dan polarik yang dingin. Gejala ini mengakibatkan bahwa ± 18 km di atas daerah tropik terdapat suhu terendah.
Pada lapisan terbawah dan stratosfer terjadi suatu peningkatan suhu. Hal itu di sebabkan oleh pemanasan yang diakibatkan penyerapan sinar ultra ungu di dalam lapisan ozon.

Di semua daerah garis lintang, sampai ketinggian ± 30 km dijumpai suhu yang hampir sama pada musim panas di musim dingin atmosfer di atas daerah lintang tinggi tidak menenima penyinaran cahayamatahari langsung; dengan demikian di daerah itu tidak terjadi penyerapan di dalam lapisan ozon, raga suhu menjadi sangat rendah.

Akibat pemanasan yang tidak merata di dalam atmosfer tenjadi aliran udara yang oleh pengaruh
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #7   Report Post  

Arah Perputaran Bumi

perputaran bumi mengarah sepanjang lingkaran lintangnya.



Aliran udara ini tidak memiliki arah dan kecepatan yang tetap; tetapi selalu berubah-ubah.

Perubahan itu untuk sebagian berlangsung bersama dengan pergantian musim yang teratur, tetapi untuk sebagian juga menunjukkan sifat lain yang sangat tak beraturan. Dekat permukaan bumi, aliran udara menunjukkan penyimpangan sistematik terbesar terhadap lingkaran-lingkaran lintang.
Hal itu timbul akibat perbedaan suhu yang terjadi karena pembagian daratan di bumi dan pengaruh arus laut serta hambatan-hambatan dan rangkaian pegunungan maupun karena gcsekan pada permukaan bumi.
Pola aliran udara yang agak teratur -- disebut sirkulasi udara umum - berhubungan sangat erat dengan pembagian tekanan rata-rata. Ciri-ciri terpenting dalam sirkulasi tersebut ialah: aliran yang mengarah agak ke barat pada semua ketinggian di troposfer antara sabuk tekanan tinggi subtropik dan sel-sel tekanan rendah sekitar daerah lintang 60°. Aliran mi sangat berubah-ubah wataknya. Pada peta suhu sudah dapat dilihat bahwa garis-garis Jintang sedang membentuk suatu daerah peralihan; di daerah-daerah sebelah timur dan tekanan udara rendah (depresi), udara dingin yang lebih berat mcndesak di bawah udara panas ke arah daerah khatulistiwa.

Di atas bidang front dan aliran udara dingin itu dijumpai aliran ke barat.
Terbentuknya daerah-daerah bertekanan rendah yang bergerak cepat di sisi kutub dan daerah aliran udara dan pembentukan daerah bertekanan tinggi di daerah khatulistiwa dapat dijelaskan sebagai berikut -- berdasarkan sifat umum dan aliran udara -- bahwa pada tepi aliran itu terjadi pusaran, yang sebagai akibat dan berkurangnya kecepatan, di sebelah utara memutar berlawanan dengan jarum jam dan di sebelah selatan memutar sesuai dengan jarum jam.
Pusaran ini ikut mengalir bersama arus dan barat dan tidak berlangsung lama (hanya beberapa hari).




Di dalam pusaran-pusaran itu, udara panas didorong ke daerah kutub dan udara dingin ke khatulistiwa.
Keadaan depresi di daerah kutub jelas menunjukkan sifat pusaran yang terjadi secara tak teratur.

Pembentukan pusaran di atas daerah subtropik menunjukkan suatu pemadatan secara periodik dan peluasan daerah bertekanan tinggi tempat itu.
Di atas daerah-daerah khatulistiwa (ekuatonal) aliran udara mengarah ke timur; menjelang permukaan bumi, udara di daerah pusat membelok ke khatulistiwa.

Di aliran timur terjadi gangguan berbentuk gelombang, yang disebut ‘eas/er/y waves’; gangguan itu menimbulkan gangguan cuaca (hujan)
pada cuaca tropik yang sebenarnya tidak sering berubah dan agaknya juga turut berperan dalam terjadinya sikion tropik.

Juga di sini angin mencapai kecepatan tertinggi dalam suatu daerah aliran yang tenletak 25 km di atas stratosfer. Pada belahan musim panas, aliran udara adalah terkuat dan terdalam.

Di arah kutub dan sel-sel bertekanan rendah, di sekitar lintang 60°, aliran udara di troposfer sangat berubah-ubah, meskipun masih tetap mcngarah ke timur. Pada musim dingin, di dalam stratosfer terdapat suatu aliran udara ke barat, hal itu berkaitan dengan kemerosotan suhu yang besar pada waktu itu; sebaliknya pada musim panas, di tempat itu aliran udara ke timur semakin kuat.

Aliran-aliran udara itu ternyata merupakan bagian esensial dan mesin termodinamika atmosfer. Kecuali pusaran-pusaran besar yang sudah dibicarakan, dalam aliran udara itu juga terjadi gerakangerakan turbulasi secara kecil-kecilan yang tak teratur; gerakan itu menyebabkan percampuran udara eoara intensif dan membawa pergantian panas antara daerah tropik dan subtropik di satu pihak, serta aerah subtropik dan daerah kutub di lain pihak. Perputaran arus air juga memegang peranan penting
dalam peralihan panas. Penyimpangan dalam sirkulasi udara secara umum, pada akhirnya menyebabkan terjadinya penggantian iklim.
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #8   Report Post  

Berbagai Iklim Di Bumi

BERBAGAI IKLIM DI BUMI


Sistem iklim yang sudah disusun W.*Koppen pada tahun 1918, ternyata merupakan salah satu sistem paling tepat.
Koppen yang sebenarnya berpendidikan biologi itu, ternyata berhasil menetapkan daerah-provinsi-iklim hanya atas dasar 2 unsur klimatologi, yakni suhu udara dan curah hujan.
Daerah-provinsi-iklim tidak hanya dapat dibedakan karena memiliki alam tumbuh-tumbuhan (flora) tersendiri, tetapi juga menunjukkan iklim yang sangat khas.

Lambang huruf-huruf tertentu menunjukkan rumusan iklim; setiap huruf berikut dalam lambang menunjukkan perincian lebih lanjut.
Angka-angka suhu dan curah hujan adalah angka rata-rata dalam uatu jangka waktu yang cukup lama. Di atas permukaan perairan, perumusan itu dilakukan secara hipotetik.



A. Iklim kaya hujan tropik.


Suhu bulan terdingin masih lebih panas daripada 18°C; meliputi:
iklim hutan tropik, curah hujan pada bulan terkering Iebih dan 6 cm.
Iklim sabana, memiliki saat-saat kering di musim panas dan dingin.
Angka curah hujan (a cm) dan bulan terkering, kurang dan 6 cm; curah hujan tahunan (r cm) kurang dan 25 (10-a) cm.
Di daerah-daerah r>25(10-a) cm dan a<6 cm terdapat suatu iklim muson.



B. Iklim kering


BW Iklim gurun. Jika / menyatakan suhu rata-rata setahun dalam °C dan r menyatakan jumlah curah hujan setahun dalam cm, maka benlaku r<i jika musim hujan jatuh pada musim dingin;
r<t + 14 jika musim hujan jatuh pada musim panas; r<t + 7 jika curah hujan terbagi merata6epanjang tahun. BS 1klim slepa. Kini berlaku r <2t; r<2 (t + 14); r<2 (t + 7) untuk waktu-waktu yang sama. Suatu pembagian lain mencakup: Ii = iklim kering panas (t>18°C) dan iklim kening dingin, K = (t<18°C).



C. Iklim kaya hujan sedang



Bulan terdingin Lebih panas dan -3°C, tetapi lebih dingin dan 18°C.
Cw: iklim C dengan musim dingin kering atau iklim Cina.
Pada bulan terbasah, curah hujan setidak-tidaknya 10 kali lipat daripada bulan terkering.
Cs: iklim C dengan musim panas kering, yang juga disebut etesis atau iklim Laut Tengah. Curah hujan pada bulan terbasah 3 kali lipat daripada bulan terkering.
Cf: iklim C tanpa saat kering yang menyolok. Perbedaan antara bulan-bulan dengan curah hujan terbesar dan terkecil lebih kecil daripada iklim Cw dan Cs.



D. Iklim hujan salju


Bulan terpanas, lebih panas daripada 10°C, bulan terdingin lebih dingin dan -3°C.
Df: iklim D tanpa niasa kening yang menyolok.
Dw: iklim D dengan musim dingin kering, juga disebut iklini Transbaikal atau iklim boreal kontinental. Pada butan-bulan terbasah, curab hujan setidak-tidaknya 3x curah hujan pada bulan tenkening.
Pada iklim C dan D masih dapat dilakukan pembagian lain sebagai berikut: a:
musim panas yang sangat panas (bulan terpanas lebih panas dan 22°C); b: musim panas yang panas (bulan terpanas lebih dingin dan 22°C,
dan selama 4 bulan lebih panas daripada 10°C); c: musim panas yang pendek dan dingin (1—4 bulan lebih panas dan 10°C, bulan terdingin lebih pnas dan -38°C); d: sama dengan c, tetapi bulan terdingin lebih dingin dan -38°C.


E. Iklim salju


ET: iklim tundra. Bulan terpanas lebih dingin dan 10°C.
EF: iklim saiju abadi.Bulan terpanas lebih dingin dan 0°C.
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #9   Report Post  

Pembagian Curah Hujan Dan Suhu Di Bumi

PEMBAGIAN CURAH HUJAN DAN SUHU DI BUMI


Beberapa ciri umum pembagian daerah-daerah curah hujan di bumi adalah:

a. curah hujan besar di daerah sabuk khatulistiwa, di mana angin pasat dan ke-2 belahan bumi saling bertemu;
b. di atas daratan daerah-daerah khatulistiwa sering terjadi gangguan cuaca pada siang hani, yang biasanya disertai banyak hujan.
c. pengaruh pegunungan sangat menentukan. Tempat-tempat di mana angin harus menanjak karena terbentur dinding pegunungan yang tinggi, mengalami curah hujan besar; misalnya daerah-daerah pantai pegunungan Canada dan Amerika Senikat, daerah Chili Selatan sepanjang Pegunungan Andes dan sepanjang lereng barat Pegunungan Himalaya di mana iklim musim dan Cherrapunji (India) sangat banyak membawa hujan (dalam bulan Juli sampai 2.400 mm).
d. daerah-daerah pantai barat dan daratan sekitar garis-garis lintang
subtropik sangat miskin akan hujan, karena daerah itu tenletak di sebelah timur sel-sel tekanan tinggi subtropik di mana udara menurun dan sangat stabil;
e. di daerah yang selalu bertekanan tinggi (subtropik) dan di batik rangkaian pegunungan tinggi sepanjang angin pembawa hujan dijumpai daerah-daerah gurun;
f. daerah-daerah daratan pantai barat dan garis-garis lintang sedang, merupakan daerah kaya hujan sedang.
g daerah-daerah pantai yang pada musim panas mengalami muson darat, mengenal hujan musim panas.
Untuk daerah lautan perkiraan itu dilakukan secara hipotetik.
Tentang pergantian musim tahunan dapat dibedakan beberapa tipe klimatologik
Tipe Khatulisuiwa (Ekuatorial) : dengan curah hujan maksimum dua kali setahun pada saat matahari berada dalam kedudukan tertinggi;
Tipe Tropik : pada daerah-daerah lintang tinggi, tetapi tidak sampai melebihi garis balik, dengan hujan musim panas konvektif.
Tipe Muson : angin muson membawa hujan musim panas. Di musim dingin terdapat periode kering panjang.
Tipe Laut Tengah : dengan hujan musim dingin, musim semi serta musim rontok dan musim panas yang kering,
dijumpai di daerah pantai barat dan daratan antara 30° — 40° Lintang Utara dan Selatan.
Tipe ini berkaitan dengan peralihan kedudukan sel-sel bertekanan tinggi subtropik yang berlangsung lap setengah tahun.
Tipe Kontinental : hujan musim panas di atas daerah daratan pada garis lintang sedang.
Di pantai barat daerah daratan mi setiap musimnya kaya akan hujan; curah hujan terbesar terjadi di musim rontot
National Level

Post: 727
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #10   Report Post  

Bangun Dan Susunan Bumi

BANGUN DAN SUSUNAN BUMI


Bumi tidak merupakan suatu benda homogen, tetapi terdiri atas sejumlah kulit bola knnsentrik dengan ciri-ciri yang berbeda-beda. Kulit bola itu adalah: kerak, lapisan kulit dan inti. Pengamatan ,azasing hanya dapat dilakukan terhadap bagian kerak paling luar.
Bagian-bagian lain dan bumi hanya dapat diselidiki secara tak langsung, terutama melalui penelitian getaran dan gaya berat (dalam hal ini: penelitian seismik dan gravimetnik), serta melalui penelitian meteorit.
Penelitian seismik dilakukan dengan meneliti getaran-getaran yang terjadi pada gempa bumi.




dari sejumlah faktor; yang penting antara lain: batu-batuannya, struktur geologinya, cara terbentuknya dan iklim lingkungannya (erosi, pengikisan).
Suatu daerah akan menderita erosi jika menjulang ke atas perrnukaan daerah sekitarnya dan permukaan laut. Untuk itu ada beberapa faktor penyebab: gejala gunung api, orogenese dan gerakan-gerakan permukaan air laut.
Gejala gunung api menyebabkan terjadinya gunung-gunung berbentuk kerucut yang khas dengan menyemburkan lava, bom, lapili dan abu; atau gunung-gunung datar dan lebar karena aliran lava saja.

Selama sebuah gunung lebih banyak menyemburkan bahan ke atas daripada yang dikikis erosi, ketinggiannya akan terus meningkat. Tetapi jika proses letusan dan dalam makin berkurang dan akhirnya berhenti, gunung itu akan cepat runtuh.

Sebagian besar dan gunung-gunung yang ada di bumi adalah sisa-sisa erosi,
dan dengan demikian merupakan akibat dan pembentukan lembah. Jika suatu perairan sungai memotong suatu tanah dataran tinggi yang menjulang,
dapat terbentuk relief tajam dan dataran tinggi itu kemudian menjadi serangkaian sisa-sisa gunung yang lepas.

Pegunungan-pegunungan besar kebanyakan terjadi karena orogenese. Berdasarkan bentukbentuk lembah dan gunungnya, pegunungan yang demikian dapat kita perhitungkan umurnya.

Pegunungan alpin muda sangat tinggi; rangkaian pegunungannya memiliki bentuk-bentuk tajam; lembah-lembahnya dalam dan sempit. Di atas daerah batas salju biasanya terdapat gunung-gunung ripe tanduk: puncak-puncak yang terjal dan runcing, yang terbentuk oleh kikisan es dan salju pada dinding gunung.

Pegunungan-pegunungan tua (juga disebut pegunungan rangka) biasanya lebih rcndah, dengan lembah-lembah lebar dan bentuk-bentuk gunung yang lebih bulat.

Semua pegunungan lambat laun terkikis menjadi tanah-tanah jazirah yang landai, di mana bukit-bukit dan batuan yang sangat resisten menjulang di atasnya.

Pada akhirnya: suatu daerah yang menderita erosi akan kehilangan berat (bobot) dan akan mendapat dukungan gaya isostatik agar keseimbangannya pulih kembali.

curan Eslandia) adalah sumber air panas yang sewaktu-waktu menyernburkan uap dan air ke udara;
uap yang terjadi dalam ruangan-ruangan di bawah permukaan bumi karena arus panas magmatik,
ketika keluar dan melalui titik tekanan tertentu, akan mendesakkan air dan berbagai saluran dan ruangan ke udara (sampai setinggi 60 m).
Di sekitar titik sembur dapat terbentuk kerucut indah dan kolam berisi larutan asam silikat (gaisint) atau kapur (travertin).
Gejala gunung api merupakan salah satu dan sejumlah faktor yang berkaitan dengan proses pembentukan batuan di dalam perut bumi,
yang masih tetap merupakan sasaran penelitian bidang geologi. Magma pasti tidak berasal dan segumpal besar inti batuan cair dan panas di dalam inti burni;
hal itu ditunjukkan oleh berbagai data seismik yang dimiliki manusia.
Meskipun demikian jika kita ingin mencari suatu kaitan, memang ada kaitan yang cukup memadai antara saat-saat letusan dengan produk-produk limpahan dan gunung api tetangga.

Kita harus selalu ingat, bahwa setiap gunung api memiliki suatu pusat magma tersendiri,
yang terletak di suatu kedalaman yang berbeda-beda; dan seperti pusat-pusat magma dan gunung api tetangga - mempunyai hubungan dengan pusat utama yang lebih besar dan terletak jauh Iebih ke dalam.
Kita anggap bahwa pusat utama itu terdapat di suatu kedalaman, di mana batu-batuan berada di sekitar titik lelehnya dengan tekanan tinggi;
sehingga suatu peningkatan suhu (misalnya akibat radioaktivitas) atau pengurangan tekanan (misalnya karena gerakan tektonik) dapat mempengaruhi proses pencairan. Kemudian masih ada lagi kawah-kawah non-vulkanik yang terbentuk di bumi karena ledakan dan benturan meteorit;
kawah-kawah ini dapat disamakan dengan kepundan bom.
City Level

Post: 241
 
Reputasi: 2

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
12 Keajaiban Geologis di Dunia shisio Art & Design 10
Afsel ditinjau dari sektor wisata agungsuhada Travel, Transportasi, Penerbangan & Hotel 0
Hukuman Mati Ditinjau Dari Agama Buddha singthung Buddha 2
Masturbasi (Onani) Ditinjau Dari Sisi Agama, Kesehatan dan Psikologis(I) T-Rex Islam 1


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.