Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

Status
Not open for further replies.

Dipi76

New member
Ketika mendengar kata kondomisasi, yang tergambarkan di pikiran adalah ada 2 sisi cara pandang yang berbeda.
Di salah satu sisi, kondomisasi ditujukan untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS) dan berusaha memutuskan mata rantai menularnya PMS dalam hal ini HIV/AIDS, yang salah satu sebabnya dikarenakan hubungan seks yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, kondomisasi diklaim sebagai hal yang semakin ikut mendorong seks bebas dan dianggap sebuah cara yang tidak tepat untuk memutuskan rantai penularan PMS. Biasanya bagi mereka yang berada pada kelompok ini lebih mengutamakan pendekatan agama dalam menanggulangi dan mencegah semakin berkembangnya PMS termasuk HIV/AIDS.

Nah, menurut anda gimana dengan hal ini?

Silahkan dikemukakan pendapatnya, dan lebih elok jika disertakan argumen yang baik.

Dan berdiskusilah dengan bersih dan jernih. :D


-dipi-
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

ini persoalan pelik
ketika dinas kesehatan membagi2kan kondom gratis d tempat lokalisasi maka banyak yang protes dan berkata bahwa pemerintah melegalisasi pelacuran. Dan jika tak menggunakan kondom seseorang melakukan hubungan seks yg sudah tertular virus HIV/AIDS maka ini sangat fatal. Dia dapat menularkan penyakit mematikan itu pada pasangan seksnya.

Menurutku tak ada yang salah dalam pembagian kondom pada masyarakat dengan catatan d barengi dengan penyuluhan tentang bahaya penyakit kelamin itu
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

ndak usah dibagiin.. biar tau rasa yang suka free sex pas kena HIV/AIDS
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

Tuul.. berani berbuat ya.. siap mati eh.. ketularan :D
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

menurutku sih mending penyuluhan aja ttg betapa berbahayanya penyakit AIDS, alasan pertama: terkesan peduli (bukannya malah melegalkan pelacuran),
kedua: sepertinya lebih hemat :D,
ketiga: gak dosa
keempat: biar yg tetep ngelakuin seks bebas ngerasain sendiri akibatnya, huahahaha
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

setuju untuk penyuluhan :D

penyuluhan tentang pencegahan penularan dari orang2 yang terkena AIDS ke orang yang tidak terkena penyakit ..
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

hmm...gimana jika begini...
Ada satu perempuan, seorang istri, seorang ibu rumah tangga...setia pada suaminya, tidak pernah neko-neko hanya mengabdi kepada suaminya. The other side, sang suami yang bekerja di luar, sedikit brengsek, main perempuan dan tidak diketahui istrinya. Sang suami akhirnya tertular HIV karena melakukan seks yang berisiko, sebelum HIV nya terdeteksi, sang suami "memberi" nafkah batin kepada sang istri yang baik dan setia, dan diujung cerita sang istri yang setia, tidak pernah neko2, mengabdikan dirinya kepada suaminya akhirnya tertular HIV.

Apakah "mampus" juga bagi istri yang setia, karena sang suami tidak melakukan seks yang aman? :D


-dipi-
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

hmm...gimana jika begini...
Ada satu perempuan, seorang istri, seorang ibu rumah tangga...setia pada suaminya, tidak pernah neko-neko hanya mengabdi kepada suaminya. The other side, sang suami yang bekerja di luar, sedikit brengsek, main perempuan dan tidak diketahui istrinya. Sang suami akhirnya tertular HIV karena melakukan seks yang berisiko, sebelum HIV nya terdeteksi, sang suami "memberi" nafkah batin kepada sang istri yang baik dan setia, dan diujung cerita sang istri yang setia, tidak pernah neko2, mengabdikan dirinya kepada suaminya akhirnya tertular HIV.

Apakah "mampus" juga bagi istri yang setia, karena sang suami tidak melakukan seks yang aman? :D


-dipi-
tentu ini wajib pk kondom saat berhubungan
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

hmm...gimana jika begini...
Ada satu perempuan, seorang istri, seorang ibu rumah tangga...setia pada suaminya, tidak pernah neko-neko hanya mengabdi kepada suaminya. The other side, sang suami yang bekerja di luar, sedikit brengsek, main perempuan dan tidak diketahui istrinya. Sang suami akhirnya tertular HIV karena melakukan seks yang berisiko, sebelum HIV nya terdeteksi, sang suami "memberi" nafkah batin kepada sang istri yang baik dan setia, dan diujung cerita sang istri yang setia, tidak pernah neko2, mengabdikan dirinya kepada suaminya akhirnya tertular HIV.

Apakah "mampus" juga bagi istri yang setia, karena sang suami tidak melakukan seks yang aman? :D


-dipi-

yah, mau gimana lagi, salahin si suami dong:mad:), kan uda dikasi penyuluhan!
Misal begini, si A dikasi penyuluhan untuk tidak membunuh si B, tapi ternyata si B dibunuh juga ama si A. Gimana? ya mau gimana lagi, si B kena hukuman jadinya

lagipula, apakah si suami harus nunggu ada yg bagi-bagi kondom gratis dulu? kan harusnya dia beli sendiri bisa ;)
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

yah, mau gimana lagi, salahin si suami dong:mad:), kan uda dikasi penyuluhan!
Misal begini, si A dikasi penyuluhan untuk tidak membunuh si B, tapi ternyata si B dibunuh juga ama si A. Gimana? ya mau gimana lagi, si B kena hukuman jadinya

lagipula, apakah si suami harus nunggu ada yg bagi-bagi kondom gratis dulu? kan harusnya dia beli sendiri bisa ;)
Lha, kita belum bicara soal penyuluhan itu di sini. :D
Dan terus terang cara berpikir Mas Musthaf nggak bisa saya jangkau dengan pikiran saya. Kalo sudah bicara "gimana lagi" semua usaha dalam hal apapun jadi terlihat tidak ada gunanya.

Dan dari postingan Mas Musthaf di atas, secara nggak langsung menyinggung soal Safe sex, dan salah satu cara untuk melakukan safe sex adalah dengan penggunaan kondom.

Di luar dari itu, semua cara dan metode dalam penanggulangan HIV/AIDS itu nggak bisa berjalan sendiri2. Penyuluhan itu bagus, ceramah2 agama itu hal yang terbaik, tapi jangan lupakan juga bahwa di sini kita beradu cepat dengan perkembangan dan penyebaran virus. Dan cara2 yang dianggap paling cepat itu adalah dengan cara salah satunya adalah pemakaian kondom dalam konteks safe sex. Tapi tentunya jelas tidak dengan meninggalkan penyuluhan2, penanaman akhlak melalui pendekatan agama dll.
Lain ceritanya jika, setiap kita memberikan pengertian kepada orang lain, entah itu melalui penyuluhan ataupun ceramah2 agama, saat itu juga orang bisa langsung sadar. Tapi kita lihat aja deh yang sesuai dengan kenyataan, apakah itu mungkin bisa dilakukan?? In fact pendekatan begini memerlukan cukup waktu, jadi sembari jalan tentu usaha2 yang lain tidak dapat diabaikan begitu saja.

Tanpa kondom, hub sex diluar nikah tetap terjadi, dengan kondom hub sex diluar nikah tetap berlangsung. Jadi mana yang lebih 'mending' sudah terlihat dengan sendirinya.


-dipi-
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

Lha, kita belum bicara soal penyuluhan itu di sini. :D
Dan terus terang cara berpikir Mas Musthaf nggak bisa saya jangkau dengan pikiran saya. Kalo sudah bicara "gimana lagi" semua usaha dalam hal apapun jadi terlihat tidak ada gunanya.

Dan dari postingan Mas Musthaf di atas, secara nggak langsung menyinggung soal Safe sex, dan salah satu cara untuk melakukan safe sex adalah dengan penggunaan kondom.

Di luar dari itu, semua cara dan metode dalam penanggulangan HIV/AIDS itu nggak bisa berjalan sendiri2. Penyuluhan itu bagus, ceramah2 agama itu hal yang terbaik, tapi jangan lupakan juga bahwa di sini kita beradu cepat dengan perkembangan dan penyebaran virus. Dan cara2 yang dianggap paling cepat itu adalah dengan cara salah satunya adalah pemakaian kondom dalam konteks safe sex. Tapi tentunya jelas tidak dengan meninggalkan penyuluhan2, penanaman akhlak melalui pendekatan agama dll.
Lain ceritanya jika, setiap kita memberikan pengertian kepada orang lain, entah itu melalui penyuluhan ataupun ceramah2 agama, saat itu juga orang bisa langsung sadar. Tapi kita lihat aja deh yang sesuai dengan kenyataan, apakah itu mungkin bisa dilakukan?? In fact pendekatan begini memerlukan cukup waktu, jadi sembari jalan tentu usaha2 yang lain tidak dapat diabaikan begitu saja.

Tanpa kondom, hub sex diluar nikah tetap terjadi, dengan kondom hub sex diluar nikah tetap berlangsung. Jadi mana yang lebih 'mending' sudah terlihat dengan sendirinya.


-dipi-

ya tapi setelah dpikir-pikir, kalo sampe masalah kondom aja harus pake "dibeliin" segala, kayaknya berlebihan deh. trus, kalo ngasih kondom aja sempat, ya minimal kasih info dikit juga udah pasti sempet kan?

Menurutku sih, yg wajib itu tetep penyuluhan, klo seandainya juga pake bagi-bagi kondom, ya diaturlah biar infonya ikut tersampaikan. seandainya saya yg jadi aktivis gerakan ini, saya tetep ga mau uang saya abis cuma buat "mbeliin" kondom bwt orang-orang nakal itu
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

ada benarnya ucapan non dipi bahwa tanpa bagi2 kondom, perselingkuhan atau hubungan d luar nikah tetap terjadi, sementara kita tak bisa menutup mata bahwa penularan virus HIV/AIDS sangat cepat dan tanpa pandang bulu. Berarti alangkah bijaksananya jika memang pembagian kondom ini d lakukan
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

ya tapi setelah dpikir-pikir, kalo sampe masalah kondom aja harus pake "dibeliin" segala, kayaknya berlebihan deh. trus, kalo ngasih kondom aja sempat, ya minimal kasih info dikit juga udah pasti sempet kan?
Program ini bukan sebuah program yang memberikan "sarana", jadi istilah "dibeliin" atau "disediakan" tidak tepat. Kondomisasi pun tidak dilakukan di sembarang tempat, dan juga bukan hanya memberikan kondom terus udah begitu saja, tapi tentu saja ada pengarahan-pengarahan apa saja yang perlu dilakukan dalam mencegah penularan. Ketika pembagian kondom dilakukan di Mal-mal itu bukan tempat yang tepat, karena sama saja dengan memberikan kondom, lalu secara nggak langsung bilang, "Nih ada kondom, dipakai check in sono". Sebagai aktivis pun daku menentang soal pembagian dengan cara seperti ini. Lain halnya jika kondomisasi dilakukan di tempat-tempat yang sekiranya berfaktor resiko tinggi, seperti tempat-tempat lokalisasi. Di sini, orang datang memang dengan niat untuk "jajan", jadi pembagian kondom sangat tepat dilakukan. Tanpa ada kondomisasi itu orang tetep ML, dengan dibagi kondom dia juga tetep ML.

Menurutku sih, yg wajib itu tetep penyuluhan, klo seandainya juga pake bagi-bagi kondom, ya diaturlah biar infonya ikut tersampaikan. seandainya saya yg jadi aktivis gerakan ini, saya tetep ga mau uang saya abis cuma buat "mbeliin" kondom bwt orang-orang nakal itu
Penyuluhan memang tidak akan berhenti dengan adanya program kondomisasi, den. Istilahnya, semua cara akan jalan bersama.
Dan sebagai aktivis, saya juga nggak pernah keluar uang apalagi sampai bela-belain untuk beli kondom lalu saya bagi-bagi. Ini program pemerintah kok. Jadi persediaan kondomnya banyak. :))
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

Yah boleh" aja sih bagi kondom.. tapi ya jangan di kampus" dong.. yah sama aja nyuruh maksiat tuh.. Mending bagi" Al qur an deh.. lebih manfaat..
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

.....

Penyuluhan memang tidak akan berhenti dengan adanya program kondomisasi, den. Istilahnya, semua cara akan jalan bersama.
Dan sebagai aktivis, saya juga nggak pernah keluar uang apalagi sampai bela-belain untuk beli kondom lalu saya bagi-bagi. Ini program pemerintah kok. Jadi persediaan kondomnya banyak. :))

ya, ya, setuju deh, semacam kerjasama antara kata-kata dan kondom>8o

wkwkwk, smoga aja persediaan kondom pemerintah ga ada ngorupsi, hehe:))
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

wkwkwk, semoga aja persediaan kondom pemerintah ga ada ngorupsi hehe..

Kl aktivis ak yakin ga ada yg mau korupsi tp ak kuatir dari pihak oknum pemerintah aja yg kadang gatel jika tak melakukan hal yg tak terpuji
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

Aktivis nggak ada yang bisa dikorupsi.
Makanya si Dipe sekarang pontang panting cari kerja :))


-dipi-
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

pembagian kondom kadang salah sasaran... dan justru hal itu dilakukan oleh 'orang dalem' alias yang ngebagiin kondom gratis tsb.... sebelum dibagikan ke pihak2 tertentu yang emang udah ditetapkan,, eh.. malah dibagi2in ke temen2nya dolo.. :D
 
Bls: Kondomisasi Menurut Pandangan Anda.

@redbastard

Ya iyalah namanya juga sesama kucing garong hehehh

Pada dasarnya kondomisasi ini sering tak berjalan semestinya
blm lagi penolakan tokoh masyarakat akan program tsb
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top