Sejarah Samurai & Ninja Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sejarah & Budaya
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum


Sejarah Samurai & Ninja




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #21   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Honda Tadakatsu

    Honda Tadakatsu (1548-1610) adalah samurai dimasa perang saudara Jepang/ periode Sengoku yang mengabdi pada Tokugawa Ieyasu sejak memulai kariernya dari awal hingga menjadi Shogun yang mempersatukan Jepang. Namanya mulai dikenal sejak Pertempuran Anegawa (1570) dimana pasukan gabungan Tokugawa dan Oda Nobunaga mengalahkan pasukan klan Azai dan Asakura.


    Dalam Pertempuran Mikatagahara (1572), bersama Okubo Tadayo dia berhadapan dengan pasukan klan Takeda. Honda memimpin sayap kiri pasukan Tokugawa dan bertempur melawan pasukan Takeda yang dikomandani Naito Masatoyo. Dalam pertempuran itu pasukan Tokugawa kalah, namun dapat meloloskan diri dari kehancuran tragis berkat kepemimpinannya.

    Tiga tahun kemudian, dia memimpin pasukan senapan dalam Pertempuran Nagashino (1575). Disinilah dendam atas kekalahannya dulu terbalaskan, pasukan Takeda dibawah pimpinan Takeda Katsuyori kehilangan lebih dari 10.000 pasukannya dan Katsuyori sendiri melarikan diri.

    Keperkasaannya di medan perang dibuktikannya sekali lagi dalam Pertempuran Komaki-Nagakute dimana pasukan Tokugawa berhadapan dengan pasukan Toyotomi Hideyoshi. Saat itu Tokugawa kalah dan terpaksa melarikan diri dari kejaran Hideyoshi. Hanya dengan beberapa prajutitnya, Honda bersama Ishikawa Yasumichi menghadang pasukan pengejar yang jumlahnya jauh lebih besar (sekitar 1 banding 50) di sekitar Sungai Shonai. Hideyoshi takjub melihat keberanian dan keperkasaannya sehingga dia memerintahkan pasukannya agar jangan mencelakainya. Tahun 1586, dia mengawal Tokugawa ke Kyoto dan dianugerahi gelar Nakatsukasa-taiyu.

    Tahun 1590, setelah Tokugawa dan Hideyoshi berdamai, dia turut berpartisipasi dalam pengepungan Kastil Odawara menundukkan klan Hojo. Selanjutnya dia juga ikut dalam invasi Hideyoshi menaklukkan Korea.

    Setelah Hideyoshi mangkat, dia turut berperang dalam Pertempuran Sekigahara (1600), pertempuran besar yang paling menentukan dalam sejarah Jepang melawan keturunan Hideyoshi dan daimyo-daimyo yang pro padanya. Atas jasanya itu, Tokugawa menganugerahinya daerah yang subur dan luas di Izu (Kuwana). Honda wafat pada tahun 1610, dia dianggap sebagai salah satu jendral Tokugawa yang paling setia dan paling perkasa, bahkan konon kabarnya dia tidak pernah terluka serius sekalipun dalam setiap pertempurannya. Dalam medan perang dia dapat dikenali dari helmnya yang berhiaskan tanduk rusa. Pelayanannya pada Tokugawa diteruskan oleh anak-anaknya Tadamasa (1575-1638) dan Tadatomo (1582-1615) yang keduanya juga berjasa dalam pertempuran berikutnya, yaitu Pertempuran Osaka (1614 dan 1615).


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

 

    Anda mengendarai mobil atau sepeda motor setiap hari?
** Download software yang membantu
banyak orang berkendara di jalan raya, klik disini **







Reply With Quote     #22   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Akashi Takenori


    Akashi Takenori (1566-1618) alias Akashi Teruzumi adalah seorang samurai Kristen pada masa perang sipil Jepang/periode Sengoku, nama baptisnya adalah John. Ia bekerja untuk klan Ukita dari Bizen. Pada tahun 1600, bersama atasannya, Ukita Hideie, ia berdiri di pihak pasukan barat dan bertempur di garis depan dalam Pertempuran Sekigahara. Pasukannya bertempur dengan gagah berani melawan Fukushima Masanori. Setelah pasukan barat kalah dalam pertempuran ini, ia tidak bisa melakukan seppuku karena bertentangan dengan ajaran agamanya, maka ia terus bertempur mati-matian dengan harapan agar gugur dengan terhormat, namun karena terlalu tangguh tidak ada seorang pun musuh yang sanggup mengalahkannya. Ketika dia menghadapi seorang jenderal pasukan timur, Kuroda Nagamasa, yang masih kerabatnya, Kuroda memintanya agar menyelamatkan diri dan sengaja memberinya jalan untuk meloloskan diri.

    Pasca Sekigahara, Ukita Hideie dibuang ke pengasingan. Takenori pun hidup mengembara sebagai ronin. Setelah 14 tahun bersembunyi, ia memutuskan untuk kembali mengangkat senjata untuk melawan shogun Tokugawa Ieyasu atas penganiayaannya terhadap orang-orang Kristen. Kebetulan di saat yang sama, Toyotomi Hideyori sedang menghimpun kekuatan untuk membalas kekalahan klan Toyotomi di Sekigahara dulu. Para samurai yang dulu kalah di Sekigahara kini berkumpul di Kastil Osaka untuk menyusun rencana pembalasan.

    Mendengar hal itu, Takenori bersama sejumlah kecil pengikut meninggalkan tempat pengungsiannya di Kyushu untuk bergabung dengan Toyotomi. Sepanjang perjalanan ke Osaka banyak orang Kristen yang bergabung dengan mereka untuk bangkit melawan Tokugawa. Hingga mereka tiba di Osaka jumlah mereka telah mencapai 5000 orang, mereka mengusung enam panji besar bergambar salib. Pertempuran pertama terjadi pada musim dingin 1614, karena pertempuran yang berlarut-larut, Tokugawa mengajukan gencatan senjata dan mundur, namun pertengahan tahun 1615, Tokugawa kembali menyerang Kastil Osaka. Pasukan Toyomi dikalahkan oleh Tokugawa dalam pertempuran ini. Takenori bertempur dengan gigih hingga detik-detik terakhir kejatuhan kastil itu dan sekali lagi ia lolos serta menolak bunuh diri. Nasibnya tidak jelas setelah pertempuran ini walau ada yang mengatakan dia meninggal dalam kemelaratan tiga tahun setelahnya.



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #23   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Shima Kiyooki



    Shima Kiyooki (9 Juni 1540 - 21 Oktober 1600) adalah seorang samurai di zaman Azuchi-Momoyama, sekaligus penasihat militer dan pengikut Ishida Mitsunari. Lebih terkenal dengan nama Shima Sakon, Shima Kiyooki merupakan nama yang digunakan dalam dokumen resmi.

    Nama Shima Sakon yang sebenarnya adalah Katsutake. Putrinya menjadi istri Yagyū Toshiyoshi yang waktu itu telah menjadi duda, dan memiliki cucu seorang ahli beladiri pedang bernama Yagyū Yoshikane.

    Pengikut klan Tsutsui dan klan Toyotomi

    Sakon lahir dari garis keturunan kokujin (samurai lokal) di Provinsi Yamato. Klan Shima diperkirakan menguasai wilayah sekitar kota Heguri, Distrik Ikoma, Prefektur Nara. Pada awalnya Sakon bertugas sebagai shugo (penjaga wilayah) di Provinsi Kawachi yang bertetangga, namun meluaskan pengaruhnya dengan membantu klan Hatakeyama di Provinsi Yamato. Sakon berada di pihak Hatakeyama Takamasa sewaktu bertempur melawan Miyoshi Nagayoshi dalam Pertempuran Kyōkōji. Pihak Hatakeyama mengalami kekalahan besar, dan Sakon melarikan diri.

    Berkat pengalaman bertempur di bawah komando Tsutsui Junsei, Sakon diterima bergabung dengan klan Tsutsui, dan menjadi salah seorang pemilik tanah. Kecerdasan dan kemampuan militer Sakon menjadikan dirinya diangkat sebagai samurai daishō yang memimpin pasukan milik Tsutsui Junkei yang meneruskan kekuasaan ayahnya, Tsutsui Junsei. Sakon memimpin perang berkelanjutan melawan Matsunaga Hisahide yang sedang berusaha merebut Provinsi Yamato. Pada waktu itu, Tsutsui Junkei terkenal dengan dua penasehat militer yang mendampinginya, Matsukura Shigenobu yang terkenal dengan sebutan Ukon, dan Shima Sakon. Duet kedua penasehat militer tersebut dikenal dengan sebutan Ukon-Sakon.

    Setelah tewasnya Tsutsui Junkei, klan Tsutsui dipimpin penerusnya yang bernama Tsutsui Tadatsugu. Sakon merasa tidak cocok dengan Tadatsugu dan meninggalkan klan Tsutsui. Setelah sempat menjadi pengikut Hashiba Hidenaga dan Toyotomi Hideyasu, Sakon menjadi ronin dan mengasingkan diri di Provinsi Ōmi.

    Pengikut Ishida Mitsunari

    Penguasa Ōmi waktu itu, Ishida Mitsunari bermaksud mempekerjakan Sakon yang sedang menjadi ronin. Selama menjadi ronin, Sakon terus menolak tawaran dari klan yang ingin mempekerjakannya. Tawaran Mitsunari juga ditolak Sakon, namun Sakon setuju setelah dibujuk Mitsunari dengan imbalan 15 ribu koku. Imbalan tersebut hampir setengah dari 40 ribu koku penghasilan yang didapat Mitsunari. Penjelasan lain mengatakan Sakon baru bekerja untuk Mitsunari setelah Mitsunari menjadi penguasa Istana Sawayama dengan penghasilan 190 ribu koku.

    Setelah Toyotomi Hideyoshi tutup usia (1598), Tokugawa Ieyasu berusaha merebut pemerintahan dari klan Toyotomi. Sakon menyusun rencana untuk membunuh Ieyasu setelah posisi Mitsunari dan pemerintahan klan Toyotomi dalam keadaan bahaya. Mitsunari tidak menyetujui cara menyingkirkan Ieyasu seperti yang diusulkan Sakon, dan rencana tersebut batal. Dalam rencana Sakon yang banyak diragukan sejarawan, Sakon dibantu Natsuka Masaie, penguasa Istana Minakuchi di Provinsi Ōmi. Sakon meminta Masaie agar mengundang Ieyasu yang sedang perjalanan dalam misi penaklukan Aizu agar datang ke Istana Minakuchi. Di sana, rencananya Ieyasu akan dibunuh oleh Sakon dan kawan-kawan. Masaie menyetujui rencana Sakon, dan berhasil membuat Ieyasu berjanji untuk datang ke Istana Minakuchi. Namun, Ieyasu membatalkan kedatangan ke Istana Minakuchi setelah menerima informasi rencana pembunuhan dari mata-mata Ieyasu.

    Pertempuran Sekigahara

    Sehari sebelum Pertempuran Sekigahara, Sakon memimpin 500 prajurit kubu pasukan barat dalam pertempuran kecil melawan kubu pasukan timur dalam Pertempuran Sungai Kuise. Pertempuran dimenangkan pasukan barat yang dipimpin Sakon dengan bantuan Akashi Takenori (pengikut Ukita Hideie). Malam sebelum pecahnya Pertempuran Sekigahara, Sakon bersama Shimazu Yoshihiro dan Konishi Yukinaga merencanakan serangan mendadak di malam hari terhadap kubu pasukan timur. Rencana tersebut batal karena ditolak Mitsunari. Kubu pasukan barat awalnya unggul dalam Pertempuran Sekigahara, tapi keadaan berubah menjadi keunggulan kubu Ieyasu setelah Kobayakawa Hideaki membelot ke kubu pasukan timur. Sakon tahu dirinya segera akan mati, dan menyerang pasukan timur yang dipimpin Tanaka Yoshimasa dan Kuroda Nagamasa langsung dari depan. Sakon tewas terkena tembakan musuh.



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

mojave:





Reply With Quote     #24   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Niwa Nagahide


    Niwa Nagahide (1535-1585) adalah seorang samurai semasa perang sipil Jepang/ Periode Sengoku yang mengabdi pada daimyo Owari, Oda Nobunaga sejak berumur 15 tahun. Saat itu dia menjadi salah satu kepala staff dan menikah dengan salah seorang kemenakan Nobunaga. Dia banyak terlibat dalam perang-perang Nobunaga termasuk Pertempuran Anegawa (1570), Nagashino (1575), Honganji (1570-1580), Tedorigawa (1577), dan Invasi Iga II (1581) dan diangkat sebagai salah satu administrator Kyoto setelah Nobunaga memasuki kota itu tahun 1568.

    Tahun 1571, dia merebut Kastil Sawayama milik klan Azai di Provinsi Omi dan kastil itu pun dianugerahkan padanya. Dia hadir dalam pengepungan Kastil Odani yang merupakan kejatuhan klan Azai tahun 1573. Tahun 1575 dia juga berpartisipasi dalam Pertempuran Nagashino dan penghancuran Echizen. Nobunaga memberinya tugas untuk membangun Kastil Azuchi, atas jasanya ini Provinsi Wakasa diberikan sebagai daerah kekuasaannya. Tahun 1582, sepulang dari penaklukan klan Takeda, Niwa mendapat tugas untuk mendampingi Oda Nobutaka dalam invasi Shikoku dan dengan segera dia bertolak ke Provinsi Settsu untuk memulai persiapannya.

    Juni 1582, Akechi Mitsuhide, salah seorang bawahan Nobunaga memberontak dalam peristiwa yang dikenal dengan Insiden Honnoji. Nobunaga bunuh diri dalam peristiwa ini. Pada saat yang sama Niwa dan pasukannya juga sedang dalam perjalanan ke Kyoto untuk bertemu Nobunaga disana. Dia ragu-ragu menyerang Mitsuhide sendirian, maka dia bergabung dengan pasukan Toyotomi Hideyoshi, bawahan Nobunaga lainnya di Osaka dan kemudian ambil bagian dalam Pertempuran Yamazaki menumpas pemberontakan Mitsuhide. Kemungkin besar Niwa lah yang membakar Kastil Azuchi untuk mencegahnya direbut oleh Mitsuhide.

    Pasca kematian Nobunaga, dia mendukung Toyotomi dalam Konfrensi Kiyosu dan mendapatkan Omi sebagai daerah kekuasaannya. Niwa bersikap netral dalam perseteruan antara Toyotomi dengan Shibata Katsuie, namun belakangan dia mendukung Toyotomi. Karena sakit dan tidak bisa mengikuti pertempuran, dia mengirimkan anaknya, Nagashige untuk menghadapi Sassa Narimasa yang pro Shibata.

    15 Mei 1585, dia meninggal karena penyakitnya, namun beberapa teori mengatakan dia melakukan bunuh diri karena ketidaksetujuannya pada Hideyoshi yang menggunakan kesempatan selagi menjadi wali bagi pewaris Nobunaga yang masih muda untuk menumpuk kekuasaan bagi dirinya sendiri.


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

mojave:





Reply With Quote     #25   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Sanada Yukimura



    Sanada Yukimura (1567 - 3 Juni 1615) adalah samurai Jepang, anak kedua dari daimyo Sanada Masayuki pada masa perang saudara/periode Sengoku yang mengabdi pada klan Takeda. Nama lainnya adalah Sanada Nobushige mengikuti nama adik Takeda Shingen, Takeda Nobushige yang adalah seorang prajurit yang berani dan terhormat.

    Tahun 1582, aliansi Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyasu menghancurkan klan Takeda sehingga klan Sanada pun menyerah pada Oda Nobunaga. Namun setelah Nobunaga terbunuh dalam Insiden Honouji, klan Sanada menjadi independen tanpa tuan. Mereka berturut-turut mengabdi pada klan-klan kuat pada masa itu seperti Uesugi, Hojo, dan Tokugawa. Tahun 1585, Yukimura dikirim sebagai sandera untuk klan Uesugi oleh ayahnya, dia tinggal di sana, di bawah pengawasan Suda Chikamitsu. Setelah kembali, dia menikahi salah seorang anak perempuan Otani Yoshitsugu.

    Tahun 1600, Pertempuran Sekigahara meletus antara pasukan barat yang dipimpin Ishida Mitsunari, wali klan Toyotomi dan pasukan timur yang dipimpin Tokugawa Ieyasu. Dalam pertempuran ini Yukimura dan ayahnya, Masayuki berpihak pada pasukan barat, namun kakaknya, Sanada Nobuyuki berpihak pada Tokugawa. Yukimura meraih popularitasnya dalam pertahanan Kastil Ueda dimana dia menahan 40.000 tentara yang dipimpin Tokugawa Hidetada hanya dengan 2000 orang. Tokugawa Ieyasu hampir menghukum mati seluruh klan Sanada karena perlawanan mereka yang keras itu, namun karena memandang Nobuyuki yang berpihak padanya, dia hanya mengasingkan Yukimura dan Masayuki ke Kudoyama, provinsi Kii. Disana, Masayuki meninggal, desas-desus mengatakan dia dibunuh atas perintah Tokugawa Ieyasu.

    Duabelas tahun kemudian, hubungan antara klan Tokugawa dan Toyotomi mulai memanas kembali, Ieyasu merasa Toyotomi Hideyori yang telah menginjak usia dewasa menjadi ancaman baginya. Klan Toyotomi sendiri juga mulai menghimpun kekuatan kembali untuk membalas kekalahan di Sekigahara, mereka merekrut para ronin/ samurai tak bertuan untuk menghadapi Tokugawa. Tahun 1614, Yukimura meloloskan diri dari Kii dan mengabdikan diri pada Toyotomi. Musim dingin tahun itu, Kastil Osaka kediaman Toyotomi dikepung. Yukimura memperkuat pertahanan di sebelah selatan kastil yang lemah, dari sini dia bertempur dengan pasukan Tokugawa dengan menggunakan senjata api. Pasukannya yang berjumlah 7000 orang bertahan dengan gigih menahan 10.000 pasukan Tokugawa selama sebulan. Menghadapi situasi ini, Tokugawa menawarkan negosiasi damai. Hideyori menerima negosiasi ini sehingga memberi kesempatan bagi Tokugawa untuk menghimpun kekuatan untuk mengadakan penyerangan lagi tahun berikutnya.

    Mei 1915, dalam Pertempuran Musim Panas Osaka, Yukimura tidak lagi bertempur secara defensif, kali ini dia melancarkan penyerbuan berskala besar langsung ke posisi penting pasukan musuh. Serbuannya begitu dahsyat sehingga beberapa kali berhasil menerobos kemah utama Tokugawa. Bahkan konon kabarnya Tokugawa sendiri hampir melakukan bunuh diri karenanya, namun cerita ini sepertinya hanya dramatisasi saja. Yukimura menerobos kemah utama sebanyak tiga kali dan hampir mendekati Tokugawa dalam jarak beberapa meter saja. Dalam kepungan pasukan Tokugawa dia bertempur dengan gagah berani. Namun dia harus tumbang karena jumlah pasukan musuh yang demikian banyaknya, tubuhnya sudah lelah dan penuh luka. Dalam kondisi demikian, dia membuka helmnya dan berseru “Aku Sanada Yukimura, seorang musuh yang sepadan dengan kalian, namun aku sudah terlalu lelah untuk bertempur !”. Seorang samurai Tokugawa, Nishio Nizaemon menerjang ke arahnya dan mengakhiri hidupnya.

    Yukimura adalah seorang jago pedang, ahli strategi dan jendral berbakat yang disegani kawan maupun lawan. Tokugawa sendiri mengaguminya dan memendam rasa takut padanya hingga ajalnya. Kematiannya yang heroik membuatnya dianggap sebagai prajurit terhebat dan tokoh paling populer dalam periode Sengoku. Dia seringkali dijuluki pahlawan yang muncul setiap seratus tahun sekali. Legenda mengatakan dia juga anggota salah satu perkumpulan ninja dan mempunyai sepuluh bawahan yang dikenal sebagai Sepuluh Pendekar Sanada yang adalah kaum ninja.



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

mojave:





Reply With Quote     #26   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Ōtani Yoshitsugu

    Otani Yoshitsugu (1559-1600) adalah seorang samurai pada masa masa perang sipil Jepang/periode Sengoku. Dia adalah salah satu pengikut Toyotomi Hideyoshi dan ayah mertua dari pahlawan legendaris zaman Sengoku, Sanada Yukimura. Asal-usulnya tidak terlalu jelas, teori sejarah pada umumnya meyakini keluarganya pernah bekerja untuk klan Otomo, penguasa Bungo. Setelah kekalahan Otomo dari klan Shimazu, Yoshitsugu mengembara bersama keluarganya hingga tiba di daerah Hideyoshi. Dia direkomendasikan pada Hideyoshi sekitar tahun 1574 (kemungkinan oleh Ishida Mitsunari) dan sejak itu kariernya menanjak dengan cepat.

    Tahun 1583 turut berpartisipasi dalam Pertempuran Shizugatake melawan klan Shibata, dalam pertempuran ini dia berhadapan dengan Takigawa Kazumasu. Menyusul kekalahan Shibata Katsuie, Hideyoshi menganugerahinya daerah Tsuruga, di provinsi Echizen. Tahun 1587 dia membantu invasi Hideyoshi ke Kyushu dalam mengurus bidang logistik. Tahun 1590 dia juga berpartisipasi dalam pengepungan kastil Odawara, selain itu dia juga berperan dalam invasi Korea sebagai salah satu dari tiga birokrat bersama dengan Matshita Nagamori dan Ishida Mitsunari.

    Yoshitsugu terkenal akan penyakit kusta yang dideritanya dan persahabatannya dengan Ishida Mitsunari. Ada sebuah anekdot menceritakan tentang awal mula persahabatan sejati mereka. Dalam sebuah jamuan minum teh semua undangan saling meminum dari gelas yang diedarkan secara estafet di antara mereka. Ketika tiba pada giliran Yoshitsugu, tiba-tiba nanah dari wajahnya jatuh ke dalam gelas itu. Ketika dia menyadari hal itu, gelas itu sudah keburu dioper pada tamu berikutnya sehingga tamu yang menerima giliran selanjutnya menunjukkan ekspresi jijik pada wajahnya. Yoshitsugu sangat malu karenanya, namun Mitsunari tiba-tiba maju dan mengambil gelas itu lalu diminumnya dengan tenang sisa minuman di dalamnya beserta nanah itu. Mitsunari berkata, “Memang ini belum giliranku, tapi aku sedang sangat haus dan tidak bisa menahan diri untuk minum”. Yoshitsugu sangat terkesan akan hal ini, sejak itu dia bertekad untuk selalu setia pada Mitsunari.

    Sebelum Pertempuran Sekigahara, Yoshitsugu beberapa kali membujuk Mitsunari untuk mengurungkan niatnya berperang dengan Tokugawa Ieyasu, namun tidak berhasil mengubah keputusan sahabatnya itu. Pada saat yang sama, kesehatannya memburuk, matanya hampir buta, tubuhnya tidak bisa berdiri dan bertarung, namun dia tetap memimpin pasukannya ke medan perang di atas tandu. Dia mengepalai 600 prajurit bersama dengan 4000 lainnya di bawah komando Toda Shigemasa, Hiratsuka Tanehiro, Otani Yoshikatsu (putranya), dan Kinoshita Yoritsugu. Dalam pertempuran itu, Kobayakawa Hideaki yang diposisikan tidak jauh darinya di atas Gunung Matsuo tidak bergerak padahal Mitsunari beberapa kali memerintahkannya bergerak. Yoshitsugu mulai curiga, maka dia memerintahkan pasukannya mengatur posisi bersiap menghadapi kemungkinan serangan bokongan. Dan memang benar, begitu terdengar beberapa kali tembakan dari posisi Ieyasu, Kobayakawa menyerbu turun ke bawah gunung ke posisinya. Pembelotan ini disusul pula oleh Akaza Naoyasu, Ogawa Suketada, Kutsuki Mototsuna, dan Wakizaka Yasuharu sehingga total pasukan yang membelot mencapai lebih dari 20.000.

    Pasukan Yoshitsugu bertempur dengan para pembelot, di beberapa titik mereka berhasil menghalau pasukan Kobayakawa, namun pada akhirnya mereka kalah jumlah dan kekuatan di pihaknya semakin menyusut. Yoshitsugu bertanya pada bawahannya, Yuasa Goro, “Apakah kita kalah ?” Ketika bawahannya itu mengkonfirmasi kekalahan mereka, dia menyuruhnya untuk memenggal kepalanya dan menguburkannya di suatu tempat agar tidak diambil musuh sebagai piala kemenangan.



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

mojave:





Reply With Quote     #27   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Saigō Takamori



    Saigō Takamori (lahir di Kagoshima, 7 Februari 1827 – meninggal di Prefektur Kagoshima, 24 September 1877 pada umur 50 tahun) adalah samurai Domain Satsuma sekaligus perwira militer dan politikus Jepang. Bersama teman setia dari Satsuma bernama Ōkubo Toshimichi, dan Kido Takayoshi dari Domain Chōshū, Saigō adalah salah seorang tiga pahlawan Restorasi Meiji yang menumbangkan Keshogunan Tokugawa. Alur cerita film The Last Samurai didasarkan pada Pemberontakan Satsuma yang dipimpin Saigō Takamori.

    Karier

    Ia lahir sebagai putra sulung Saigō Kichibei Takamori. Nama kehormatan (imina) yang diterimanya sewaktu genbuku adalah Takanaga, dan kemudian sebagai Takeo dan Takamori. Nama kecilnya adalah Kokichi alias Zenbei atau Kichinosuke. Nama Saigō Takamori mulai dipakainya setelah namanya salah tulis sewaktu didaftarkan oleh salah seorang temannya yang bernama Yoshii Tomozane. Nama Saigō Takamori sebenarnya adalah nama ayahnya.

    Leluhur keluarga Saigō pindah dari Kumamoto ke Kagoshima. Ayahnya adalah generasi ke-7 setelah leluhurnya menetap di Kagoshima. Adik Saigō Takamori bernama Saigō Kichijirō tewas dalam Perang Boshin (Pertempuran Hokuetsu). Adik Kichijirō adalah politikus zaman Meiji bernama Saigō Jūdō. Adik Jūdō bernama Saigō Kohei, tewas dalam Pemberontakan Satsuma. Ōyama Iwao adalah kemenakannya, sementara Kawamura Sumiyoshi adalah kerabat dekatnya.

    Karier Takamori dimulai dari samurai kelas rendah di Domain Satsuma. Prestasinya membuat Shimazu Nariakira memberi kenaikan pangkat. Setelah tuannya, Nariakira meninggal dunia, Takamori ikut diasingkan ke Kepulauan Amami Ōshima. Ia pulang ke Kagoshima untuk sekali diasingkan ke pulau terpencil Okinoerabujima. Ia diasingkan karena tidak cocok dengan Shimazu Hisamitsu (ayah penguasa Satsuma yang baru). Namun, Takamori bisa pulang ke Satsuma setelah mendapat rekomendasi dari karō bernama Komatsu Kiyokado dan Ōkubo Toshimichi. Kariernya menanjak sejak membela pihak istana dalam Pemberontakan Hamaguri 1864. Ia membantu terbentuknya aliansi Satchō dan kembalinya kekuasan ke tangan kaisar. Takamori menjadi salah seorang pemimpin dalam Perang Boshin. Berkat hasil negosiasi Takamori dengan Katsu Kaishū, Istana Edo bisa diserahkan dengan damai. Pihak Inggris berada di pihak Takamori yang mendukung pemerintah baru dan tidak menginginkan terjadi perang.

    Setelah kembali ke kampung halamannya di Satsuma, Takamori ke Edo sebagai anggota sangi pada tahun 1871. Kariernya terus menanjak hingga menjadi jenderal angkatan darat kepala penjaga istana (konoe totoku). Sewaktu Ōkubo Toshimichi dan Kido Takayoshi sedang ke luar negeri bersama Misi Iwakura, Takamori bertindak penjabat pemerintah. Ia mengusulkan agar dirinya diangkat sebagai duta besar untuk Korea. Usulannya tidak disetujui Kido Takayoshi. Ketika terjadi perselisihan tentang rencana invasi ke Korea 1873, Takamori termasuk salah satu dari separuh anggota sangi yang mengundurkan diri. Ia lalu pulang ke Satsuma untuk menjadi guru sekolah. Mantan samurai yang kehilangan pekerjaan memberontak di sana-sini, dimulai dari Pemberontakan Saga, Pemberontakan Shimpūren, Pemberontakan Akizuki, hingga Pemberontakan Hagi. Pada tahun 1877, murid asuhannya membuat kekacauan. Takamori memimpin Pemberontakan Satsuma, dan akhirnya melakukan seppuku di tempat bernama Shiroyama.

    Kutip:
    Pemberontakan Satsuma

    Pemberontakan Satsuma (Seinan Sensō, Perang Barat Daya) adalah pemberontakan klan samurai Satsuma yang dipimpin Saigō Takamori terhadap Tentara Kekaisaran Jepang, yang berlangsung 11 bulan di awal era Meiji, dimulai pada tahun 1877. Perang saudara ini merupakan perang saudara terakhir dan terbesar di Jepang. Perang terjadi di Kyushu, tepatnya di tempat yang sekarang bernama Prefektur Kumamoto, Prefektur Miyazaki, Prefektur Oita, Prefektur Kagoshima.


    Latar belakang

    Pemberontakan Satsuma disebabkan oleh adanya perubahan sistem pada pemerintahan, yang menyebabkan kekecewaan para samurai. Modernisasi Jepang telah menyebabkan hilangnya kekuasaan samurai dan penghancuran sistem tradisional. Peraturan Penghapusan Pedang (Haitō-rei) yang melarang samurai membawa katana juga merupakan salah satu penyebab terjadinya pemberontakan ini.

    Pemberontakan ini dipimpin oleh Saigō Takamori, yang pada sepuluh tahun lalu memimpin pasukan Jepang untuk mengalahkan samurai klan Tokugawa. Mulanya, Saigō setuju dengan konsep Restorasi Meiji. Tapi, perlahan-lahan, ia jadi ikut membangkang, karena Restorasi Meiji menghapus segala bentuk samurai dan atributnya. Slogan para pemberontak adalah "Pemerintah Baru, Moralitas Tinggi" (Shinsei Kōtoku). Mereka tidak meninggalkan atribut Barat, seperti memakai meriam dan senjata api. Saigō sebagai panglima perang juga memakai baju militer ala barat. Barulah di saat stok senjata mereka habis, mereka memakai katana dan panah.

    Peperangan

    Pada Januari 1877, pasukan Angkatan Laut Jepang bergerak untuk menguasai kota Kagoshima, sebuah kota utama milik klan samurai dari Satsuma. Tentara ini disambut serangan oleh Saigō dan anak buahnya. Pasukan Saigō memakai senjata api untuk melawan pasukan AL Jepang, tapi mereka masih memakai taktik militer lama.

    Banyak pasukan Jepang yang dikirim merupakan bekas samurai dulunya yang pada waktu itu sudah mengadopsi sistem Barat dan sudah bersumpah kepada kaisar Meiji.

    Pada bulan Februari 1877, pasukan Saigō Takamori yang terdiri dari 25 ribu hingga 40 ribu prajurit bersiap-siap menantikan penyerangan pasukan pemerintah di garis depan kota Kagoshima. Hal ini dicatat oleh para sejarawan sebagai kesalahan dalam strategi berperang Saigō Takamori karena pasukan pemerintah di bawah komando Sumiyoshi Kawamura memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan penyerbuan dengan 300 ribu prajurit. Seorang samurai berhasil membunuh dua pasukan pemerintah seperti direncanakan sebelumnya. Namun, para samurai kalah dalam jumlah dibandingkan prajurit pemerintah. Pertempuran berlangsung selama enam minggu, dan Saigō Takamori hanya memiliki 300-400 prajurit yang tersisa. Pada pertempuran terakhir, yaitu pertempuran Shirōyama, Saigō luka berat. Dalam keadaan hampir tertangkap pasukan pemerintah, Saigō melakukan seppuku pada 24 September 1877. Peperangan ini menghabiskan dana besar di pemerintah Jepang, sekaligus merupakan akhir dari kelas samurai di Jepang. Sepuluh tahun kemudian, Kekaisaran Jepang meminta maaf dan memberikan gelar kemuliaan kepada Saigō Takamori sebagai samurai yang terakhir.



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #28   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Chōsokabe Motochika

    Chōsokabe Motochika adalah samurai dari zaman Sengoku hingga zaman Azuchi Momoyama. Sengoku daimyō dari Provinsi Tosa. Klan Chōsokabe berasal dari keturunan klan Hata yang leluhurnya adalah keturunan kaisar Shi Huang Di dari Dinasti Qin.


    Setelah menjadi kepala klan Chōsokabe generasi ke-21, Motochika memulai karier sebagai kokujin di Provinsi Tosa hingga diangkat sebagai daimyo. Istrinya adalah putri Ishigai Mitsumasa yang bernama Nana (adik lain bapak dari Saitō Toshimitsu, penasehat bagi Akechi Mitsuhide).

    Motochika menjadi penguasa Shikoku setelah menaklukkan klan Miyoshi dari Awa, klan Sogō dari Sanuki, dan klan Kōno dari Iyo. Kedudukannya sebagai penguasa Shikoku merupakan ancaman bagi Oda Nobunaga. Setelah ditaklukkan Toyotomi Hideyoshi, Motochika hingga akhir hayatnya mengabdi sebagai pengikut Hideyoshi.

    Pengangkatan sebagai kepala klan

    Dilahirkan tahun 1539 di Istana Okō, ayah Motochika bernama Chōsokabe Kunichika yang menjabat kepala klan Chōsokabe generasi ke-20. Klan Chōsokabe mengabdi kepada klan Ichijō yang bermarkas di Nakamura, bagian barat Provinsi Tosa. Ibunya yang bernama Shōhō adalah putri dari klan Saitō asal Provinsi Mino.

    Motochika sudah berumur 22 tahun, usia yang tergolong lambat bagi samurai, ketika pertama kali terjun ke medan perang. Pertempuran pertama adalah Pertempuran Nagahama pada tahun 1560. Lawannya adalah klan Motoyama yang menjadi penguasa Istana Asakura di Tosa. Bulan berikutnya, setelah sang ayah tutup usia, Motochika diangkat sebagai kepala klan Chōsokabe generasi ke-21.

    Pemersatu Provinsi Tosa

    Kekuatan militer Motochika bertambah kuat berkat didukung kelompok prajurit Ichiryō Gusoku yang di masa damai berprofesi sebagai petani. Motochika bersama pasukan klan Ichijō kembali menyerang Istana Asakura pada tahun 1562. Pernikahan Motochika dengan Nana, putri Ishigai Yoritoki berlangsung tahun 1563. Masih pada tahun yang sama, adiknya yang bernama Chikasada diangkat sebagai pewaris klan Kira. Sewaktu sang ayah masih hidup, adik laki-laki Motochika yang bernama Chikayasu sebelumnya juga diangkat menjadi pewaris klan Kōsokabe. Musuh Chikayasu adalah Aki Kunitora yang menguasai Tosa bagian timur.

    Pada tahun 1568, Motochika menghancurkan klan Motoyama yang sudah lama menjadi musuh klan Chōsokabe. Tahun berikutnya merupakan giliran klan Aki yang dihancurkan dalam Pertempuran Yaru 1569. Selanjutnya pada tahun 1571, Motochika menaklukkan klan Tsuno yang merupakan pengikut klan Ichijō. Putra ketiga, Chikatada dikirimnya untuk dijadikan putra angkat klan Tsuno. Pada tahun 1574, Motochika mengusir Ichijō Kanesada yang menjabat kepala klan Ichijō. Setelah Kanesada melarikan diri ke Provinsi Bungo, kekuasaan klan Chōsokabe mencakup hampir seluruh wilayah Tosa. Sewaktu berada di Provinsi Bungo, Kanesada menerima bantuan dari klan Ōtomo. Tahun berikutnya (1575), Kanesada datang menyerang untuk merebut kembali wilayah kekuasaannya. Dalam Pertempuran Sungai Shimanto, Motochika sempat terdesak, tapi berhasil ditolong oleh Kira Chikasada adiknya. Kanesada dan pasukannya berhasil ditaklukkan, dan seluruh Provinsi Tosa menjadi milik klan Chōsokabe.

    Pemersatu Shikoku

    Setelah bersekutu dengan Oda Nobunaga yang menguasai pemerintah pusat, Motochika berusaha memperluas kekuasaan dengan melakukan invasi ke Provinsi Iyo, Provinsi Awa, dan Provinsi Sanuki. Pada waktu itu, kekuatan militer klan Miyoshi di Awa dan Sanuki sudah mulai lemah. Klan Miyoshi yang disegani di wilayah Kinai sebelumnya sudah kalah berperang melawan Oda Nobunaga. Walaupun demikian, pengikut klan Miyoshi yang masih tersisa, antara lain Sogō Masayasu dan Miyoshi Yasunaga masih melakukan perlawanan. Usaha Motochika mempersatukan Shikoku juga tidak mengalami kemajuan. Adik Motochika, Kira Chikasada meninggal dalam usia muda pada tahun 1576.

    Kekuatan klan Miyoshi akhirnya melemah setelah Miyoshi Nagaharu tewas di medan perang pada tahun 1577. Keadaan tersebut dimanfaatkan Motochika dengan menyerang Awa dan Sanuki. Pada tahun 1578, Motochika mengirimkan putra keduanya, Chikakazu untuk dijadikan putra angkat oleh klan Kagawa. Dua tahun kemudian (1580), Provinsi Awa dan Provinsi Sanuki berada dalam penguasaan Motochika. Namun usaha Motochika menyatukan Shikoku terhenti di Provinsi Iyo. Pengikutnya yang bernama Hisatake Chikanobu tewas sewaktu menyerbu Istana Okamoto di Iyo.

    Nobunaga tidak senang dengan ambisi Motochika untuk mempersatukan Shikoku. Pada tahun 1580, Motochika diminta tunduk di bawah kekuasaan Nobunaga dengan imbalan pengakuan atas wilayah kekuasaan di Tosa dan Awa. Permintaan tersebut ditolak Motochika yang menjadikan dirinya musuh Nobunaga. Pada tahun 1581, Sogō Masayasu menyerbu masuk ke wilayah kekuasaan Motochika setelah mendapat bantuan dari Nobunaga.

    Tahun berikutnya (1582), Motochika berada dalam keadaan genting. Nobunaga mengutus putra ketiganya, Kanbe Nobutaka sebagai komandan pasukan gabungan untuk menaklukkan Shikoku. Motochika akhirnya lepas dari bahaya setelah Nobunaga tewas dalam Insiden Honnoji dan dibubarkannya pasukan gabungan pimpinan Nobutaka. Masih pada tahun yang sama, Motochika kembali bertempur melawan Sogō Masayasu musuh lamanya. Setelah Masayasu takluk dalam Pertempuran Sungai Nakatomi, Provinsi Awa dan Sanuki seluruhnya berada di bawah kekuasaan klan Chōsokabe.

    Tahun berikutnya dalam Pertempuran Shizugatake (1583), Motochika bertempur melawan Toyotomi Hideyoshi. Motochika menjadikan bekas pengikut Nobunaga, Shibata Katsuie sebagai sekutu. Motochika juga berada di pihak Oda Nobukatsu dan Tokugawa Ieyasu sewaktu melawan Hideyoshi dalam Pertempuran Komaki dan Nagakute tahun 1584. Pasukan di bawah pimpinan Sengoku Hidehisa yang dikirim Hideyoshi berhasil dihancurkan.

    Pada tahun 1585, Provinsi Iyo berada dalam kekuasaan Motochika setelah berhasil ditundukkannya Saionji Kinhiro dan Kōno Michinao. Namun ambisi Motochika sebagai penguasa seluruh wilayah Shikoku tidak pernah terwujud. Kekuasaan pusat sudah berada di tangan Toyotomi Hideyoshi yang menjadi pengganti Nobunaga. Hideyoshi sudah menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk menyerang Shikoku.

    Invasi Shikoku

    Penyerbuan ke Shikoku dilakukan Hideyoshi pada tahun 1585. Lebih dari seratus ribu prajurit dikirimnya dengan pimpinan adiknya sendiri, Hashiba Hidenaga. Setelah mempertimbangkan kekuatan militernya berada jauh di bawah kekuatan militer musuh, Motochika mengajak Hideyoshi untuk berdamai dengan iming-iming Provinsi Iyo. Usul tersebut ditolak mentah-mentah oleh Hideyoshi. Pasukan yang dipimpin Ukita Hideie mendarat di Sanuki sementara Kobayakawa Takakage dan Kikkawa Motonaga mendaratkan pasukan di Iyo. Hashiba Hidenaga dan Hashiba Hidetsugu secara bersamaan mendaratkan pasukan di Awa.

    Dimulai dari Tosa, satu demi satu benteng pertahanan Motochika jatuh ke tangan musuh. Ketika garis depan pertempuran sudah berada di Provinsi Awa, dan jalan menuju Istana Hakuchi yang menjadi markasnya sudah terbuka, Motochika menyerah. Saran untuk menyerah merupakan usul pengikutnya, Tani Tadasumi yang tidak setuju berperang melawan Hideyoshi. Provinsi Awa, Sanuki, dan Iyo diserahkan kepada Hideyoshi. Setelah bersumpah setia kepada Hideyoshi, Motochika tetap berhak menguasai Provinsi Tosa.

    Sebagai pengikut Toyotomi

    Pada tahun 1586, Motochika bersama putra pewarisnya, Chōsokabe Nobuchika berangkat membantu ekspedisi Penaklukan Kyushu yang dilancarkan Hideyoshi. Kepergian keduanya ke Provinsi Bungo untuk menolong klan Ōtomo dari kepungan klan Shimazu yang ingin menguasai seluruh Kyushu. Dalam Pertempuran Sungai Hetsugi yang terjadi akhir tahun 1586, komandan pasukan gabungan Shikoku, Jenderal Sengoku Hidehisa mengabaikan perintah mundur dari Motochika dan Sogō Masayasu. Pasukan Shimazu menghantam pasukan gabungan dari Shikoku hingga lari cerai-berai. Di tengah kacaunya pertempuran, Nobuchika tewas. Pertempuran berakhir dengan terusirnya klan Ōtomo, dan jatuhnya Provinsi Bungo ke tangan klan Shimazu.

    Pada tahun 1588, markas klan Chōsokabe dipindahkan ke Istana Ōtakasa. Kedudukan sebagai pewaris klan direbutkan kedua putra angkatnya, Kagawa Chikakazu dan Tsuno Chikatada. Motochika justru memilih untuk mewariskan jabatan kepala klan kepada putra ke-4, Chōsokabe Morichika. Keputusan tersebut ditentang oleh pengikut yang juga kerabatnya, Hieyama Chikaoki dan keponakan yang bernama Kira Chikazane. Motochika memerintahkan keduanya untuk melakukan seppuku demi memuluskan jalan bagi Morichika sebagai kepala klan.

    Pada tahun 1590, bersama angkatan laut klan Chōsokabe yang dipimpinnya sendiri, Motochika membantu pihak Hideyoshi dalam peristiwa Penyerbuan Odawara. Dibantu lebih dari seratus orang kurir dan belasan perahu, seekor ikan paus dipersembahkannya ke Istana Osaka. Hideyoshi dan penduduk kota Osaka menjadi terkejut. Paus yang panjangnya lebih dari 16 meter tersebut sebelumnya ditemukan terdampar di Teluk Orado, Provinsi Tosa. Pada akhir tahun, Motochika kembali ke markasnya di Istana Urato, Tosa.

    Motochika dan pasukannya juga ikut serta ketika Hideyoshi melakukan invasi ke Joseon tahun 1592. Pada tahun 1596, Hideyoshi menugaskan Motochika untuk menyelesaikan kasus kapal San Felipe dari Spanyol yang kandas di pantai Provinsi Tosa.

    Di bidang administrasi dan hukum, Motochika memerintahkan sensus kepemilikan tanah di Provinsi Tosa yang berlangsung dari tahun 1587 hingga 1598. Ia juga terus dikenang berkat sebuah undang-undang lokal zaman Sengoku, Seratus Pasal Chōsokabe Motochika yang ditetapkan di Tosa tahun 1597.

    Akhir hayat

    Setelah tutup usianya Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1598, Jepang dilanda ketidakstabilan politik. Sebagai bukti kesetiaannya terhadap Ieyasu, Motochika antara lain memenjarakan putra ke-3, Tsuno Chikatada.

    Motochika baru saja pindah ke Fushimi, Kyoto ketika jatuh sakit pada bulan April 1599. Walaupun sudah berusaha diobati, Chōsokabe Motochika, 61 tahun, tutup usia pada tanggal 19 Mei 1599. Putra pewarisnya, Morichika memihak Ishida Mitsunari dalam Pertempuran Sekigahara hingga akhirnya klan Chōsokabe kehilangan hak atas Provinsi Tosa.

    Menurut cerita turun temurun, makam Motochika berada di kota Kōchi, Prefektur Kōchi.


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #29   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Sanada Nobuyuki



    Sanada Nobuyuki (1566-12 November 1658), adalah seorang samurai Jepang pada periode Sengoku. Ia adalah anak daimyo Sanada Masayuki dan kakak dari Sanada Yukimura. Ia memihak Tokugawa Ieyasu setelah mendapat pertimbangan dari ayahnya Sanada Masayuki. Nobuyuki mempunyai tujuan mendukung pasukan Tokugawa dikarenakan setelah tunduknya klan Sanada terhadap Tokugawa, Ieayasu mengadakan perburuan terhadap keluarga Sanada, oleh karena itu dengan mengabdinya Nobuyuki, Ieayasu memperlonggar perburuan terhadap keluarga Sanada dan mengasingkan mereka ke Gunung Kudo.


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #30   Report Post     Original Poster (OP)

re: Sejarah Samurai & Ninja

  • Musashibō Benkei

    Musashibō Benkei (? - 15 Juni 1189) atau populer dengan sebutan Benkei adalah seorang sōhei (pendekar biksu) di akhir zaman Heian. Benkei adalah seorang biksu di Gunung Hiei yang menggemari seni bela diri. Pengikut setia Minamoto no Yoshitsune setelah kalah berduel dengannya di atas Jembatan Gojō, Kyoto.


    Yoshitsune dan Benkei

    Kisah kehidupan Benkei sulit dibedakan antara kisah nyata dan fiksi. Tokoh Benkei sering sekali ditampilkan dalam folklor Jepang. Dalam seni bercerita tradisional Kōdan, Benkei dikisahkan sebagai biksu eksentrik dengan kekuatan tanpa tanding. Kronologi sejarah Keshogunan Kamakura (Azuma Kagami) mencatat tentang tokoh bernama Musashibō Benkei di tahun 1185, tapi kisah kehidupan yang sebenarnya tidak diketahui pasti. Tokoh Musashibō Benkei dulunya bahkan sempat dianggap sebagai tokoh fiksi. Dalam buku Heike Monogatari, pasangan Yoshitsune dan Benkei merupakan dua tokoh utama.

    Perjalanan hidup

    Benkei memiliki asal-usul keluarga yang tidak jelas, namun sering disebut kelahiran Provinsi Kii. Dalam brosur pariwisata, kota Tanabe di Prefektur Wakayama sering disebut-sebut sebagai kota kelahiran Benkei. Ia dikisahkan sebagai putra dari pendeta Buddha di kuil Shinto bernama Tanzō yang menjabat penguasa wilayah sekaligus panglima angkatan laut Kumano. Dalam kisah Gikeiki, ayah Benkei disebut bernama Benshō, sedangkan dalam Benkei Monogatari ayah Benkei bernama Benshin.

    Benkei lahir sebagai anak luar nikah dari putri seorang pejabat Dainagon. Menurut Gikeiki, Benkei berada dalam kandungan ibunya selama 18 bulan, tapi menurut Benkei Monogatari, ia dikandung selama 3 tahun. Sewaktu baru dilahirkan, ia sudah memiliki penampilan fisik seperti anak berusia 2 atau 3 tahun. Panjang rambutnya sampai menutupi bahu, dengan semua gigi yang sudah tumbuh lengkap. Sewaktu masih kecil, ayahnya bermaksud membunuh Benkei yang dikira anak keturunan iblis. Perbuatan ini dicegah oleh bibinya yang lalu membesarkan Benkei di Kyoto, dan memberinya nama Oniwaka (anak jin).

    Selanjutnya, Oniwaka dititipkan ke kuil di Gunung Hiei namun diusir karena gemar berbuat kekerasan. Setelah mencukur sendiri rambutnya hingga gundul, Oniwaka menyebut dirinya sebagai Musashibō Benkei. Sebagai Benkei, ia berkelana ke Shikoku hingga ke Provinsi Harima, dan berulang kali menimbulkan keonaran di sana. Di Harima, Benkei sempat membakar menara di kuil Shoshazan Engyō-ji.

    Sesampainya di Kyoto, Benkei bercita-cita mengumpulkan 1.000 bilah pedang (Tachi). Pedang-pedang dirampasnya dengan cara menantang duel samurai yang kebetulan sedang lewat. Ketika bertemu dengan Yoshitsune yang sedang meniup seruling di atas Jembatan Gojō, Benkei sudah berhasil mengumpulkan 999 bilah pedang dan tinggal merampas satu bilah pedang lagi. Perhatian Benkei tertuju pada pedang bagus yang dibawa Yoshitsune, dan berusaha merampasnya lewat suatu pertarungan. Yoshitsune dengan lincah melompat-lompat di atas kisi-kisi jembatan untuk menghindari serangan Benkei. Pada akhirnya, Benkei justru berhasil ditaklukkan Yoshitsune. Sejak itu pula Benkei menjadi pengikut Yoshitsune yang setia, dan ikut bersama Yoshitsune dalam menghancurkan klan Taira. Kisah duel yang terkenal antara Yoshitsune dan Benkei di atas Jembatan Gojō merupakan cerita karangan orang, karena jembatan tersebut belum dibangun sewaktu Yoshitsune masih hidup. Menurut kisah Gikeiki, pertarungan terjadi di lingkungan kuil Kiyomizu-dera.

    Sewaktu Yoshitsune bertikai dengan Yoritomo, Benkei mendampingi Yoshitsune melarikan diri ke Provinsi Ōshu untuk meminta perlindungan kepada Fujiwara no Hidehira. Benkei membela Yoshitsune yang diserang pasukan Fujiwara no Yasuhira dalam pertempuran di Koromogawa no tachi. Pertempuran berjalan tidak seimbang. Benkei menghadapi pasukan lawan yang jumlahnya lebih banyak dengan mengayun-ayunkan naginata. Namun akhirnya Benkei tewas dihujani anak panah. Peristiwa kematian Benkei dikenal sebagai "Benkei tewas berdiri" (Benkei no Tachi Ōjō) karena Benkei tewas sambil berdiri kaku. Kisah kesetiaan Benkei merupakan kisah karangan orang berdasarkan buku Gikeiki. Dalam kronologi sejarah Azuma no Kagami, Benkei menyertai Yoshitsune dan Yukiie sewaktu diusir dari Kyoto, tapi tidak ditemukan catatan lebih jauh mengenai diri Benkei.

    Menurut legenda, Benkei dimakamkan di kota Hiraizumi, Prefektur Iwate.

    Noh dan kabuki

    Kisah pelarian Benkei dan Yoshitsune sering diangkat sebagai naskah sarugaku, noh, dan kabuki. Di antara kisah yang paling terkenal adalah peristiwa di pos pemeriksaan Ataka yang terletak di Provinsi Kaga. Ketika itu, Benkei dan Yoshitsune sedang menyamar sebagai pendeta Yamabushi yang meminta sumbangan untuk kuil Tōdai-ji di Nara. Di pos pemeriksaan, Yoshitsune dan Benkei dihentikan penjaga bernama Togashi Saemon (Togashi Suke menurut Gikeiki). Saemon meminta Benkei membacakan Kanjinchō (daftar para pemberi sumbangan) yang dibawanya. Benkei tidak memiliki daftar nama pemberi sumbangan, tapi dengan lantang membacakan nama-nama penyumbang dari gulungan kertas yang sebenarnya kosong. Saemon tahu bahwa dirinya sedang dikelabui, tapi membiarkan mereka lewat karena kagum dengan kecerdasan Benkei. Sebagai pelengkap untuk meyakinkan penjaga, Yoshitsune bahkan sempat dipukuli Benkei dengan tongkat besi.

    Kisah pelarian Benkei ke Jepang bagian barat juga diangkat sebagai naskah sarugaku yang berjudul Funa Benkei. Selain itu, Benkei tampil dalam naskah kabuki berjudul Yoshitsune Senbonzakura yang menceritakan kisah hidup Yoshitsune.


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Jual Samurai Rakhmat Alat Sports 1
Koga Ninja Samurai Ninja detecthief Anime, Manga & Komik 1
cari SAMURAI kolektor666 Alat Sports 4


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.