Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Saudi Arabia] Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

fakta baru tentang TKW indonesia terungkap ketika reporter Metro TV, Intan Fahdiana mewawancarai mereka yang tinggal d kolong jembatan d Jeddah, Arab Saudi. Para TKW ini jumlahnya ada ratusan orang dan mereka sudah 7 bulan d tinggal d kolong jembatan.

Menariknya pihak KJRI yang ada d Jeddah tak bisa berbuat banyak bahkan tidak melakukan apa2 terhadap mereka. Salah satu TKW yg nerada d kolong jembatan itu mengalami sakit kronis, kanker Payudara dan menunggu kematiannya tanpa pernah pihak KJRI menjenguknya minimal memulangkannya k indonesia.

Ironis memang, indonesia terkenal sebagai jemaah haji terbanyak d dunia tahun ini dan kenapa pemerintah tidak berupaya memulangkan mereka saat kepulangan jemaah haji balik dari haji ya...Hehehh pahlawan devisa nasibmu kini...
mojave
Mod

Post: 51.463
 
Reputasi: 1192

 






Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

kasian ya
Raniiagel
Continent Level

Post: 4.102
 
Reputasi: 516

__________________
Queen Juliette ~ The Vampire From Heaven






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

semoga fakta ini dapat mengurungkan niat para pencari kerja k luar negeri utamanya tujuan Arab Saudi
mojave
Mod

Post: 51.463
 
Reputasi: 1192






Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi



Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berkumpul di kolong jembatan Kandara, Jeddah, Arab Saudi menunggu pemulangan gratis dari pemerintah Arab Saudi.

Nasib TKI di tanah para nabi sungguh memilukan. Banyak di antara mereka yang disiksa, diperkosa, dan ditipu majikannya. Supaya bisa pulang, mereka berkumpul di bawah jembatan agar ditangkap polisi, ditahan, lalu dipulangkan. Itu pun harus membayar "calo polisi" sebesar 1.200 riyal (sekitar Rp 3 juta).
d-net
Mod

Post: 1.908
 
Reputasi: 33






Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

dengan pemberitaan ini berdampak baik bagi para TKW yg terlantar itu. Menakertrans Muhaimin Iskandar lgsg merespond dan bertemu dgn menteri tenaga kerja Arab Saudi utk membicarakan soal TKW yg bekerja d Arab. Serta para TKW yg terlantar itu akan segera d pulangkan dan yang sakit langsung d bawa k RS
mojave
Mod

Post: 51.463
 
Reputasi: 1192






Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

kata nya mereka ada yg di tangkap polisi, ada yg sakit lalu di bawa oleh polisi,, namun mereka di kembalikan lg ke jembatan
Raniiagel
Continent Level

Post: 4.102
 
Reputasi: 516

__________________
Queen Juliette ~ The Vampire From Heaven






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

sungguh sangat terlalu di mana pihak pemerintah indonesia
rizalolo
Mod

Post: 45.549
 
Reputasi: 262

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

pulangkan saja mereka, daripada terlantar di negara orang!



Tau ga, di caci maki majikan, saat sakit, ikut orang, itu sangat menyedihkan.
Apalagi kalau mengalami seperti di berita ini..


den mojave, sekalian
Update yang menjajakan tubuh di hargai bakso semangkok



Kan imbang, antara kerja halal dan haram..
MINA
World Level

Post: 12.536
 
Reputasi: 402






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

Kutip:
Oleh MINA View Post

den mojave, sekalian
Update yang menjajakan tubuh di hargai bakso semangkok



Kan imbang, antara kerja halal dan haram..
Tragis..Demi Menyambung Hidup, Sebagian Para TKW “Melacurkan diri”.!! Ironi di Tanah Para Nabi

Kutip:
ARAB SAUDI, RIMANEWS- Nasib TKI di tanah para nabi sungguh memilukan. Banyak di antara mereka yang disiksa, diperkosa, dan ditipu majikannya. Supaya bisa pulang, mereka berkumpul di bawah jembatan agar ditangkap polisi, ditahan, lalu dipulangkan. Itu pun harus membayar "calo polisi" sebesar 1.200 riyal (sekitar Rp 3 juta).

KANDARA adalah lokasi yang cukup "beken". Setiap sopir taksi pasti tahu karena di situlah para hidung belang biasanya mencari pelacur ketika malam tiba. Di bawah jembatan layang yang lebarnya sekitar 15 meter itu banyak sekali muka-muka orang Indonesia. Ada juga yang dari negara lain, seperti Pakistan, Bangladesh, dan Filipina.

Tak banyak yang mereka lakukan. Hanya duduk-duduk, bersenda gurau. Bunyi lalu lalang kendaraan di atas mereka tidak dihiraukan. Mereka tidur di trotoar, beralas tikar, dan berbantal tas-tas yang mereka bawa. "Di sini ngeri. Kalau malam, nggak bisa tidur tenang karena selalu ada keributan dengan orang-orang dari negara lain yang suka menggoda wanita kita,?" ujar Rokib, 32, TKI asal Kudus, Jawa Tengah.

Banyak pria hidung belang Arab yang menganggap wanita Indonesia "baik". Tapi, menurut Rokib, kata baik yang disebutkan mereka menjurus ke hal negatif terkait urusan ranjang dan organ kewanitaan. "Kadang mereka melintas pakai mobil seperti memilih-milih. Kita nggak terima, lalu kita lempari batu. Besoknya mereka balas, malah pernah pakai molotov," ujarnya.

Dia mengatkan, memang ada sebagian TKW asal Indonesia yang menjual diri kalau malam. Itu pun dilakukan untuk bertahan hidup di bawah kolong jembatan Kandara. Sementara TKW Indonesia yang memegang prinsip sampai rela tidak makan berhari-hari. "Sekarang Indonesia 150-an orang. Tinggal sedikit karena dua hari lalu ada pengambilan (oleh polisi Arab)," kata dia.

Rokib berada di tempat itu setelah tidak betah bekerja di Hotel Al Waton yang manajernya ringan tangan. Selama tiga bulan bekerja, setiap pergantian shif jam 10 pagi Rokib mendapat makian dari sang manajer asal Mesir. Tak jarang kepalanya ditempeleng hingga beberapa kali jika dia melakukan kesalahan kecil saja. "Saya kerja cleaning service. Tapi, kerjanya kayak militer," ujarnya.

Belum lagi dia merasa ditipu karena gajinya ternyata tidak sesuai dengan perjanjian kontrak (PK) yang diterima saat diberangkatkan PJTKI (perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia). "Janjinya, saya digaji 900 riyal (sekitar Rp 2,25 juta dengan kurs Rp 2.500 per riyal). Tapi, ternyata saya cuma dikasih 700 riyal plus tempelengan tiap hari," ungkapnya, lantas tersenyum kecut.

Daripada keselamatan jiwanya terancam, Rokib memilih kabur dari pekerjaannya. Sayang, paspor dan semua dokumennya dipegang manajemen hotel tersebut. Oleh karena itu, dia memutuskan pergi ke jembatan Kandara yang selama ini dikenal sebagai tempat pelarian para TKI di Saudi. "Semua TKI dari Makkah, Madinah, Jeddah, dan kota-kota lain kalau lari pasti ke sini," tuturnya.

Selain mendapatkan teman senasib, mereka berharap pihak kepolisian Saudi menangkap mereka agar bisa pulang gratis. Namun, hal itu tidak terjadi setiap waktu. Bisa seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan setahun sekali. Cara paling cepat agar bisa ditangkap polisi dan dipulangkan ke tanah air adalah membayar "calo polisi".

Hal itu diungkapkan Hani Marsiana, TKW asal Karawang, Jawa Barat. Dia pernah ditawari seorang "calo Indonesia" yang bisa mengatur agar dirinya ditangkap polisi Saudi dengan membayar 1.200 riyal. Triknya, sang calo bekerja sama dengan oknum polisi "menciduk" TKI di suatu tempat. "Setelah tertangkap, dibawa ke tarkhil (penampungan), lalu beberapa minggu kemudian dikirim pulang ke Indonesia," terangnya.

Akibat praktik kongkalikong itu, hanya TKI-TKI berduit yang bisa lepas dari Kandara. Sementara yang tidak punya duit terpaksa melacur untuk mencari uang sogok. Namun, sang calo pun tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Terkadang, setelah bayar sogokan, ditangkap polisi, tapi tidak dibawa ke tarkhil, dan malah dipereteli perhiasan dan telepon genggamnya. "Kadang malah diperkosa," ungkap Hani sambil terisak.

Hani berharap, pemerintah Indonesia mau melihat sendiri keadaan para TKI yang berada di Kandara. Sebab, konsulat jenderal (Konjen) di Arab Saudi tidak pernah memperhatikan mereka. "Mereka (staf Konjen) nggak pernah sekali pun ke sini. Di TV aja mereka kelihatan sok perhatian sama kami. Tidak seperti TKI Filipina yang dikirimi makanan oleh pemerintahnya. Coba, Bapak Presiden atau Menteri cek langsung ke sini (Kandara)," tantangnya.

Lain lagi cerita Zakaria, 40, asal Indramayu, Jawa Barat, yang pernah ditawari pulang menjelang pemilu tahun lalu. Informasi tentang pemulangan besar-besaran itu terdengar dari mulut ke mulut oleh para TKI di Saudi. Kabarnya, pemulangan ribuan TKI itu disponsori salah satu partai finalis pemilu. "Tiket sudah disediakan. Jadi, setelah ditahan di tarkhil sehari, langsung bisa pulang ke Indonesia. Tapi, ada syaratnya, harus pilih partai itu," jelasnya
mojave
Mod

Post: 51.463
 
Reputasi: 1192






Reply With Quote     #10   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Fakta Baru tentang TKW di Arab Saudi

barusan Metro Tv dalam liputannya d Mekkah menemukan puluhan TKW yg terlantar dan tinggal d kolong jembatan. Mereka lari dari majikan yg menyiksa mereka dan mendapatkan pelecehan seksual. Saat d wawancarai mereka bilang tinggal d kolong jembatan udah bulanan dan berharap polisi menangkap mereka dan memulangkan k indonesia. Kondisi TKW yg d kolong jembatan Mekkah ini sama memprihatinkan seperti yang tinggal d kolong jembatan Jeddah
mojave
Mod

Post: 51.463
 
Reputasi: 1192

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Fakta-fakta yang (mungkin) tidak Anda ketahui tentang kepemimpinan dian9ball Pengembangan Diri & Menjadi Lebih Baik 2
Burung Nuri Sholat, Tren Glamour Baru Di Arab Saudi jmw01 Politik, Ekonomi & Hukum 2
korma Arab Saudi Kasihku Makanan & Minuman 1
Ternyata Bioskop Baru Ada Di Arab Saudi SiegHart Politik, Ekonomi & Hukum 7


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.