Tentang HIV/AIDS Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Kesehatan
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post     Original Poster (OP)

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2006

1 Desember senantiasa diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS) yang merupakan hasil kesepakatan pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia untuk membahas Program Pencegahan HIV dan AIDS tahun 1988. Sejak saat itu, HAS diperingati setiap tahun diseluruh dunia.
Pada tahun 2006, kali ini Departemen Kesehatan ditetapkan sebagai penanggung jawab/koordinator peringatan HAS oleh Menko Kesra selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Dr.dr. Siti Fadillah Supari, Sp.Jp.(K) pada Jumpa Pers Menyambut Hari AIDS Sedunia tanggal 28 November 2006.


Pada Kesempatan yang sama Menteri Kesehatan juga mengatakan bahwa tema sentral HAS dalam 2 tahun terakhir adalah "Stop AIDS, Keep the Promise" dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian seluruh komponen bangsa di dunia terhadap pengendalian HIV dan AIDS khususnya dalam pencegahan, dukungan, perawatan dan pengobatan dan peningkatan akses universal terhadap layanan pengobatan ARV (anti retroviral). Tema Nasional HAS tahun 2006 adalah "Stop AIDS : Saatnya Melayani!!".


Pada saat ini sebanyak 40 juta orang telah terinfeksi HIV diseluruh dunia, diantaranya 2,3 juta adalah anak-anak dibawah 15 tahun. Pada tahun 2006 ini saja diestimasikan sekitar 4,3 juta orang baru terinfeksi HIV. Untuk tahun 2006 sebanyak 2,6 juta orang meninggal terkait dengan HIV dan AIDS. Di Indonesia , sampai akhir September 2006 dilaporkan sebanyak 6.987 orang penderita AIDS. Dari jumlah itu, 1.651 orang atau 23,63% penderita AIDS diantaranya telah meninggal dunia.


Menkes juga mengungkapkan, cara penularan kasus kumulatif yang dilaporkan, yaitu melalui pengguna Narkoba suntik atau Penasun (IDU = Injecting ####s User) : 52,6%, heteroseksual :37,2% dan Homoseksual :4,5%. Dilihat dari penyebaran kasus, hampir semua propinsi (32 propinsi, kecuali Sulawesi Barat) di Indonesia telah melaporkan adanya kasus ini. Dari 32 provinsi itu, 14 provinsi diantaranya yaitu Papua, DKI Jakarta, Riau, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara menunjukkan kenaikan kasus yang bermakna. Bahkan 6 provinsi (Papua, DKI Jakarta, Riau, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat), prevalensi kelompok-kelompok tertentu telah melewati angka 5% yang menurut kategori WHO telah memasuki concentrated phase.


Kasus HIV dan AIDS merupakan fenomena gunung es. Jumlah pengidap HIV dan AIDS yang dilaporkan jumlahnya lebih sedikit dibanding kondisi yang sebenarnya. Menurut estimasi Departemen Kesehatan tahun 2006 terdapat jumlah orang yang tertular HIV di Indonesia berkisar antara 169.000-216.000 orang, dimana 46% dari jumlah tersebut adalah Penasun atau Injecting ####s User (IDU). Sementara itu jumlah estimasi Penasun antara 190.000-247.000 orang.


Dari hasil estimasi pada sekitar 96.000 orang narapidana diseluruh Indonesia, sekitar 4.300-6000 diantaranya tertular HIV.Sementara itu estimasi terhadap wanita penjaja seks sebanyak 180.000-265.000 yang ada di Indonesia sebanyak 8.200-9.640 telah terinfeksi HIV. Padahal pelanggan wanita penjaja seks ini sekitar 2,5-3,8 juta orang hanya sekitar 15% yang menggunakan kondom. Tidak heran bila sebanyak 25-31 ribu pelanggan tersebut terinfeksi HIV. Kelompok inilah yang menjadi "bridging population" yang membawa virus ke pasangannya dan ke anaknya.


Menkes menambahkan bahwa kondisi tersebut diatas menjadi potensi terjadinya ledakan epidemi HIV dan AIDS yang akan merupakan ancaman besar tidak hanya bagi kesehatan masyarakat tapi juga bagi seluruh sektor sosial dan ekonomi. Ini berarti ancaman yang besar bagi keberhasilan pembangunan yang sudah kita capai selama ini.


Keprihatinan ini menjadi lebih mendalam karena angka-angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 90% mereka yang bermasalah ini berusia sangat muda atau paling tidak dalam usia produktif. Dengan demikian kemungkinan terjadinya penurunan daya saing dalam SDM yang produktif dan berkualitas, apabila kita tidak secara serius menangani upaya pengendalian HIV dan AIDS ini secara bersama-sama.


Di Indonesia, pada tahun 2010 diproyeksikan sebanyak 500.000 orang terinfeksi HIV. Angka ini terus meningkat menjadi satu juta orang bila intervensi yang dilakukan tidak signifikan. Ekskalasi upaya penanggulangan harus dilakukan secara terfokus, komprehensif dan berkesinambungan. Seluruh pihak harus saling bahu membahu untuk menekan laju ini dengan mencapai :

-Sebanyak 80% Penasun pada program komprehensif pada tahun 2010
-Sebanyak 50% orang terlibat dalam program 100% penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko.
-Sedikitnya satu rumah sakit di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia mampu memberikan pelayanan dan pengobatan ARV pada tahun 2008 serta 50% Puskesmas mampu memberikan layanan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berbasis masyarakat

Menteri Kesehatan selaku Wakil Ketua KPA dan Koordinator Peringatan HAS 2006 mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi dan bertindak dalam pengendalian HIV dan AIDS, dengan cara :

-Berbicara tentang HIV dan AIDS kepada keluarga dekat dan teman
-Berpartisipasi dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS mulai dari diri sendiri dan mengajak orang orang terdekatnya.
-Memberikan dukungan bagi keluarga atau teman yang terinfeksi HIV.
-Membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani Voluntary Counseling Testing (VCT)
-Membantu meningkatkan kesadaran ODHA untuk menjalani perawatan dan pengobatan ODHA baik dirumah sakit, puskesmas maupun fasilitas berbasis masyarakat lainnya.
-Secara bersama- sama seluruh komponen masyarakat bergerak untuk mencegah semakin meluasnya penularan HIV terutama ke masyarakat umum, ibu dan bayi.
-Menjadikan HAS 2006 sebagai momentum untuk membentuk opini publik dan meningkatkan kepedulian seluruh komponen bangsa terhadap pengendalian HIV dan AIDS di masa yang akan datang.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   

 






Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

HARI AIDS SE-DUNIA
Pesan Sekretaris Jenderal, Kofi A. Annan

1 Desember 2006

Sejak kasus AIDS pertama dilaporkan 25 tahun yang lalu, AIDS telah mengubah dunia. AIDS telah membunuh 25 juta orang dan menginfeksi 40 juta lainnya. AIDS telah menjadi penyebab utama kematian untuk kaum perempuan dan laki-laki yang berusia antara 15 hingga 59 tahun. Penyakit tersebut telah menjadi beban terbesar yang membalikkan sejarah perkembangan manusia. Dalam arti, penyakit tersebut telah menjadi tantangan terbesar untuk generasi kita.

Sudah cukup lama dunia tidak menghiraukan penyakit tersebut. Namun pada 10 tahun terakhir, banyak terjadi perubahan perilaku. Dunia sudah mulai melakukan perlawanan terhadap AIDS secara lebih serius, seperti yang sudah layak dilakukan.

Sumber keuangan mulai berkomitmen tidak seperti sebelumnya, masyarakat mulai memiliki akses untuk penyembuhan dengan perawatan antiretroviral, tidak seperti sebelumnya, beberapa negara mulai sanggup untuk melawan wabah penyebaran AIDS. Dengan bertambahnya jumlah pengidap penyakit AIDS, kita perlu memobilisasi keinginan politik dibandingkan sebelumnya.

Terbentuknya UNAIDS, satu dekade lalu, menyatukan kekuatan dan berbagai sumber daya dari berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menjadi sebuah tonggak bersejarah dalam mentransformasi reaksi dunia terhadap AIDS. Lima tahun lalu, semua anggota Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai sebuah tonggak sejarah baru dengan mengadopsi Deklarasi Komitmen -- berisikan sasaran-sasaran spesifik, lebih luas dan waktu yang mengikat dalam melawan epidemi tersebut.

Pada tahun yang sama, saya telah membuat HIV/AIDS sebagai prioritas pribadi dalam pekerjaan saya sebagai Sekretaris-Jenderal, saya menghimbau untuk diciptakannya sebuah ‘kotak perang’ yang berisi tujuh miliar dolar sebagai tambahan kepada 10 miliar pada setiap tahunnya. Hari ini, saya sangat bangga menjadi Figur dari Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkelosis dan Malaria, yang telah menyalurkan lebih dari 3 miliar dolar untuk berbagai program di dunia. Akhir-akhir ini, kita telah melihat penambahan dana secara signifikan dari para donor bilateral, keuangan nasional, masyarakat sipil dan berbagai sumber lainnya. Tanggapan terhadap AIDS di negara-negara pendapatan rendah dan menengah setiap tahunnya bertambah lebih dari 8 miliar dolar. Tentunya, masih banyak dana yang diperlukan; pada tahun 2010, kebutuhan total untuk menangani AIDS secara komprehensif akan mencapai lebih dari 20 miliar dolar per tahunnya. Setidaknya kita sudah memulai mendapatkan berbagai sumber dan berbagai strategi kini mulai tertata rapih.

Mengingat tanggapan yang kini mulai membuahkan hasil, #######nya pun meningkat dibandingkan sebelumnya. Kita tidak bisa mengambil resiko dengan mengorbankan apa yang sudah tercapai hancur kembali; kita tidak boleh membahayakan berbagai perjuangan banyak orang. Tantangan saat ini adalah untuk menempati janji-janji yang telah diikrarkan, termasuk sasaran-sasaran MDGs, yang telah disetujui oleh semua Pemerintah di dunia, yaitu untuk menghambat dan mengurangi penularan HIV sampai pada tahun 2015. Para pemimpin di setiap tingkatan harus menyadari bahwa dengan menghambat meluasnya penularan AIDS merupakan salah satu syarat dalam mencapai Tujuan-tujuan lainnya, yang secara bersama-sama disetujui komunitas internasional dalam membentuk sebuah cetak biru dalam membangun dunia yang lebih baik ada abad ke-21. Para pemimpin harus menganggap diri mereka bertanggungjawab dan juga bertanggung jawab terhadap kita semua.

Akuntabilitas -- ini adalah tema untuk Hari AIDS Se-Dunia -- yang meminta setiap Kepala Negara dan Perdana Menteri, setiap parlemen dan politikus, untuk memutuskan dan mendeklarasikan bahwa ‘AIDS berhenti mulai dari saya’. Mereka diperlukan untuk memperkuat perlindungan bagi semua kelompok yang rawan -- baik mereka yang mengidap HIV, kalangan pemuda, pekerja seks komersil, pemakai obat dengan cara suntik (IDU) atau kaum pria yang melakukan hubungan dengan sejenis. Mereka perlu bekerjasama dengan berbagai kelompok masayarakat madani yang begitu penting terhadap perlawanan ini. Mereka diminta untuk bekerja secara nyata, perubahan yang positif yang kelak akan memberikan mereka kekuatan dan percaya diri bagi kaum perempuan dan anak perempuan, serta mengubah hubungan antara sesame perempaun dan pria pada semua tingkat di dalam masyarakat.

Tetapi akuntabilitas tidak hanya berlaku untuk mereka yang memegang posisi kekuasaan. Ini berlaku untuk kita semua. Para pelaku bisnis diminta untuk bekerja dalam pencegahan HIV di tempat kerja mereka dan di lingkungan mereka yang lebih besar, serta memberikan perhatian khusus kepada pekerja atau anggota keluarga yang terjangkit HIV. Dibutuhkan juga pekerja kesehatan, pemimpin masyarakat dan kelompok keagamaan untuk selalu mendengar dan memberi perhatian, tanpa harus membeda-bedakan mereka. Dibutuhkan juga figur ayah, suami, anak laki-laki dan saudara laki-laki untuk memberi dukungan dan memperkokoh hak-hak perempuan. Guru juga dibutuhkan untuk memelihara impian dan aspirasi kaum perempuan muda. Kaum laki-laki juga dibutuhkan untuk selalu membantu meyakinkan sesamanya akan tanggungjawab mereka dan juga mengerti akan peran laki-laki adalah untuk melindungi yang lain dari resiko. Kita semua diperlukan untuk membawa keluar AIDS dari bayang-bayang dan menyebarluaskan pesan bahwa kematian itu sunyi.

Saya akan segera turun dari jabatan saya sebagai SekretarisJenderal Perserikatan Bangsa–Bangsa. Tapi selama saya mempunyai tenaga, saya akan terus menyebar luaskan pesan ini. Karena itu Hari AIDS Se-Dunia akan selalu menjadi hari yang khusus untuk saya. Pada Hari AIDS Se-Dunia, marilah kita berjanji untuk memegang teguh janji -- bukan hanya pada hari ini, atau tahun ini, ataupun tahun depan -- tetapi setiap hari dalam hidup kita, sampai epidemi ini terkalahkan.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

indonesia: Sebelumnya Solve Answer
__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #13   Report Post     Original Poster (OP)

Daftar Istilah Narkoba dan HIV/AIDS

TEMPO Interaktif

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia setelah sistem kekebalannya dirusak oleh virus yang disebut HIV. disebut HIV.

ANTIBIOTIK (Antibiotic)
Sejenis zat antimikroba yang berasal dari pengembangbiakan mikroorganisme dan dibentuk secara semi-sintetis. Zat ini bekerja untuk mematikan atau menghambat perkembangan bakteri dan digunakan untuk mengatasi infeksi.

ANTIBODI (Antibody)
Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri, virus atau toksin yang lain.

HALUSINOGEN (Hallucinogenic)
Obat yang dapat mengubah perasaan dan pikiran, sering kali dengan menciptakan daya pandang yang berbeda, meskipun seluruh perasaan dapat terganggu.

HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang kemudian dapat menimbulkan AIDS.

INFORMED CONSENT
Pernyataan tertulis dari pasien/klien, berdasarkan informasi lengkap yang diberikan, mengenai kesediaannya untuk menjalani tindakan medis, misalnya tes HIV.

METADON (Methadone)
Obat narkotik yang dipakai sebagai pengganti heroin dalam pengobatan pecandunya. Dengan memakai metadon, pecandu dapat menghentikan penggunaan heroin tanpa ada efek samping yang parah.

NARKOBA (####s)
Singkatan dari Narkotik dan Bahan Berbahaya.

ODHA
Istilah ini merupakan kependekan dari Orang dengan HIV/AIDS.

PENGURANGAN KERUGIAN (Harm Reduction)
Suatu upaya untuk mengurangi beban dan penderitaan penyalagunaan zat, seperti memberikan jarum suntik baru agar mereka bisa terhindar dari penyebaran virus yang ditularkan melalui darah.

PMS (STD--Sexually Transmitted Disease)
Singkatan dari Penyakit Menular Seksual.

PSIKEDELIK (Psychedelic)
Berhubungan dengan atau berciri halusinasi visual persepsi meningkat.

RESISTAN (Resistant)
Sifat tahan atau kebal terhadap suatu obat.

RESISTANSI (Resistance)
Kemampuan suatu virus, bakteri, atau jamur untuk menjadi resistan atau kebal terhadap zat tertentu.

SEMPRIT (Syringe)
Alat suntik yang terdiri dari tabung dilengkapi penghisap, naf jarum dan jarum.

UNAIDS
Singkatan dari Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (Program HIV/AIDS Bersama PBB)

VAKSIN (Vaccine)
Virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, yang disuntikkan ke dalam tubuh agar kebal terhadap virus atau bakteri yang sesungguhnya.

sumber: AIDS & Narkoba
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #14   Report Post     Original Poster (OP)

HIV dan AIDS di Bali 1.136 Kasus

TEMPO Interaktif, Denpasar:Sampai September 2006, jumlah kasus HIV dan AIDS di Bali mencapai 1.136 kasus. Rinciannya, HIV positif sebanyak 782 orang sedang AIDS sebanyak 354 orang.

Jumlah total kasus itu meningkat hampir 30 persen dibandingkan data tahun 2005 yang hanya sebanyak 880 kasus.

"Saat ini Bali menduduki peringkat 5 secara nasional dalam jumlah kasus," kata Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia di Bali dr. Made Judy Rachmanu, MKes, hari ini.

Peringkat tertinggi kasus HIV/AIDS berturut-turut diduduki DKI, Papua, Riau dan Jatim. Berdasarkan data, di Indonesia tercatat jumlah total penderita HIV 4.617 orang dan AIDS 6.987 orang.

Kasus HIV dan AIDS di Bali yang tertinggi ada di Denpasar sebanyak 614 orang, disusul Badung 282 orang, Buleleng (134), Tabanan (33), Jembrana (28), Gianyar (28), Klungkung (7), Karangasem (6) dan Bangli 4 orang. Jumlah penderita yang meninggal tercatat 83 orang. Rinciannya 81 meninggal akibat menderita AIDS dan 2 orang karena HIV.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Kasus HIV/AIDS di Papua Terus Meningkat

JayapuraPertumbuhan kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) di wilayah Provinsi Papua, terus meningkat.

Data kumulatif dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yang disebarkan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Papua, Minggu (29/1), hingga 31 Desember 2005 mencapai 2.163 kasus HIV/AIDS.

Padahal, tahun sebelumnya (2004) baru mencapai 1.749 kasus HIV/AIDS. Dan pada 2000, baru 427 kasus, setelah ditemukan pertama kali di wilayah Kabupaten Merauke pada 1992 sebanyak 6 kasus HIV.

Ketika dimintai komentarnya, Koordinator Pusat Tes dan Konseling Sukarela (Voluentary, Councelling and Testin/VCT) HIV/AIDS pada RSUD Jayapura, dr. Samuel Basso mengatakan, pertumbuhan data kumulatif pengidap HIV/AIDS itu dikarenakan warga masyarakat Papua semakin sadar akan pentingnya arti pemeriksaan diri ke pusat-pusat VCT pada berbagai RSUD yang tersebar di wilayah Papua.

"Karena masyarakat semakin sadar dan mau memeriksa darahnya, memudahkan pihak medis menemukan kasus-kasus baru," kata Samuel Basso di Jayapura, Minggu (29/1).

Upaya menekan tingkat penyebaran HIV/AIDS di Papua cukup gencar. Namun apakah warga masyarakat yang lazim melakukan hubungan seks berisiko sudah disiplin melakukan kiat-kiat pencegahan, masih perlu penelitian lebih mendalam.

"Sebagai contoh, ATM Kondom yang ditempatkan di kawasan Lokalisasi Pekerja Seks Komersial di Sentani, Jayapura yang sering dikunjungi berbagai pihak. Tapi, apakah setelah mengambil kondom itu, digunakan dalam aktivitas seksnya atau tidak. Bisa saja, kondom itu hanya diambil untuk memenuhi syarat perkunjungan ke lokalisasi," ungkapnya.

Menurut Basso, maraknya pertumbuhan panti pijat dengan fungsi ganda (pijat kesehatan dan kebugaran tubuh, tapi juga membuka peluang bagi transaksi seks) di Papua belakangan ini sulit dibendung. Ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, terutama perhatian dalam bentuk peningkatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS.

Dari pengamatan Media, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota se-Papua, panti pijat tradisionalnya memiliki fungsi ganda. Ini memiliki korelasi positif dengan data komulatif kasus HIV/AIDS paling akhir yang diterbitkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Diketahui, faktor heteroseks-lah sebagai faktor penyebab penularan HIV/AIDS paling dominan di Papua.

Buktinya, faktor heteroseks di Papua menyumbangkan 1.109 kasus HIV dari 1202 kasus HIV di Papua, dan 898 kasus AIDS dari 961 kasus AIDS di Papua hingga akhir 2005.

Dari sisi golongan umur, warga Papua berusia produktif antara 15 sampai 59 tahun merupakan golongan umur paling banyak terbukti mengidap HIV/AIDS (15 s/d 19 tahun, 190 kasus; 20 s/d 29 tahun, 898 kasus; 30 s/d 39 tahun, 537 kasus; 40 s/d 49 tahun, 200 kasus; dan 50 s/d 59 tahun, 66 kasus).

Dari segi penyebarannya menurut wilayah kabupaten / kota, peringkat tertinggi di Kabuapten Merauke sebanyak 769 kasus. Disusul Kabupaten Mimika dengan 592 kasus, dan Kota Jayapura sebanyak 214 kasus. Tiga kabupaten lain yang paling berpotensi adalah Kabupaten Biak, Nabire dan Jayapura, berturut-turut dengan 139 kasus, 117 kasus dan 116 kasus.

Sungguhpun demikian, data Dinas Kesehatan Provinsi Papua tersebut memperlihatkan penyebaran kasus HIV/AIDS itu telah tersebar diseluruh wilayah kabupaten / kota di Papua, tanpa kecuali.

Karena itu, Samuel Basso memprediksi, pertumbuhan angka kumulatif kasus HIV/AIDS di Papua masih akan terus meningkat paling cepat hingga lima tahun mendatang.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

AIDS: HANCURNYA BENTENG PERTAHANAN TUBUH

Apakah AIDS itu?

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome artinya kumpulan gejala penyakit yang disebabkan karena hilangnya kekebalan tubuh, sistem kekebalan tubuh berfungsi melawan kuman atau virus yang masuk kedalam tubuh. Penderita AIDS terserang berbagai penyakit, karena system kekebalan tubuhnya telah rusak.



Apa penyebab AIDS
AIDS disebabkan oleh virus bernama Human Immuno Deficiency Virus (HIV), yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh.


Mengapa AIDS perlu perhatian khusus
Belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah
Pengidap virus menjadi pembawa dan dapat menularkan penyakit seumur hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat.

Biaya pengobatan mahal.
Menurunkan mutu sumber daya manusia dan produktifitas kerja, sehingga dapat mengganggu perekonomian negara

Penyakit ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks.


Apa perbedaan antara penderita HIV positif dengan penderita AIDS

Penderita HIV positif adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, dapat menularkan penyakitnya walaupun nampak sehat dan tidak menunjukan gejala penyakit apapun.


Penderita AIDS adalah seseorang yang menunjukan tanda-tanda dari sekumpulan gejala penyakit yang memerlukan pengobatan, setelah sekian waktu terinfeksi HIV


Perjalanan waktu sejak seorang penderita tertular HIV hingga menderita AIDS dapat berlangsung lama antara 5 sampai 10 tahun.



Bagaimana virus HIV ditularkan
Walaupun AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya, tetapi hanya ada tiga cara penularan:

Hubungan seksual tanpa pelindung dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Resiko akan bertambah besar apabila ada penyakit kelamin lainnya yang diderita pasangan. Resiko penularan dari pihak pria kepada wanita lebih besar daripada sebaliknya.


Melalui alat suntik atau alat tusuk lainnya (Akupuntur, Tato, Alat Cukur, dll). Juga melalui transfuse darah yang tercemar HIV.


Dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kehamilan dan persalinan


Virus HIV tidak ditularkan dengan cara berikut, yaitu:
1. Berpelukan social, berjabat tangan
2. Pemakaian WC, wastafel atau kamar mandi bersama
3. Di kolam renang
4. Gigitan nyamuk atau serangga lain
5. Membuang ingus, batuk atau meludah
6. Pemakaian piring, alat makan atau makan bersama-sama

Pencegahan penularan

Menghindari hubungan seks di luar nikah

Pemakaian kondom pada mereka yang mempunyai pasangan HIV positif

Menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya yang terjamin sterilitasnya

Skrining pada semua kantong donor darah

Wanita dengan HIV positif tidak hamil

Kondom untuk kelompok resiko tinggi

Apakah transfuse darah aman dari penularan virus HIV

Saat ini pemerintah melaksanakan test pada setiap cadangan darah untuk mengetahui ada / tidaknya virus HIV. Bagi orang yang berperilaku resiko tinggi untuk terinfeksi HIV, janganlah sekali-kali menyumbangkan darah. Dan bagi penyumbang darah, tidak perlu kuatir akan terinfeksi, karena alat-alat yang digunakan sudah disuci-hamakan atau hanya sekali pakai.


Bagaimana gejala penyakit AIDS?

Gangguan pada susunan syaraf berupa lamban berpikir, pelupa, marah-marah, sakit kepala, kejang, libido menurun, dll

Demam dan berkeringat pada malam hari selama berbulan-bulan

Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas

Diare berat yang melelahkan

Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa

Kehilangan berat badan secara berlebihan tanpa alasan jelas

Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher, di ketiak dan di lipatan paha

Dapatkah kita mengetahui seseorang terjangkit HIV?
Kebanyakan orang pengidap HIV terlihat sehat dan tidak terlihat tanda atau gejala dari infeksi. Jadi sebenarnya tidak mungkin kita mengetahui seorang pengidap HIV dari penampilannya.

Adakah test darah untuk mengetahui infeksi HIV?
Ya. HIV positif dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.
Adakalanya hasil pemeriksaan negative walaupun sebenarnya ia telah terinfeksi dan dapat menularkan penyakitnya.
Hal ini dapat terjadi apabila pemeriksaan dilakukan pada stadium awal seseorang terinfeksi HIV (3 bulan pertama)
Bagaimana melindungi diri dari infeksi HIV?

Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah

Setelah menikah, setialah pada pasangan anda

Gunakan kondom, apabila pasangan adalah HIV positif

Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berpotensi HIV positif, misalnya pekerja seks

Jangan terlibat narkotika dan pemakaian jarum suntik bersama-sama

Apa yang dapat anda lakukan untuk memerangi AIDS?

Bertindaklah menghindari penularan kepada diri sendiri

Pelajari fakta yang benar tentang HIV dan AIDS, karena banyak beredar anggapan dan pemikiran yang keliru tentang hal ini.

Hindarkan diskriminasi terhadap pengidap HIV atau AIDS. Perlakukan mereka secara manusiawi

Adakan tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV/AIDS pada lingkungan Anda dan mencegah ketakutan yang tidak beralasan terhadap pengidap penyakit ini.

Apabila Anda merasa diri Anda mempunyai resiko terinfeksi HIV, hubungi dokter atau hubungi nomor telepon di bawah ini untuk informasi yang lebih jelas.
KalinaMaryadi
Mod

Post: 32.534
 
Reputasi: 321

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #17   Report Post  

Re: Tentang HIV/AIDS

OK juga bu...penulisannya....aku suka...aku juga lagi riset untuk skripsi aku...thanks...atas ilmuna...ringkas,padat n jelas.... aku lom dapet nih tentang perkembangan HIV/AIDS di dunia n ASEAN untuk tahun 2007nya aja...tapi...summary report program kerja dari ASEAN seh dah ada.hm...fokus aku seh ..fokus in organisasi internasionalna, jadi...lom dapet untuk materi ini di blogna.. anyway... thanks..ya..bu...
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #18   Report Post  

Re: Tentang HIV/AIDS

Sekedar tambahan coba click link ini;Wikipedia AIDS

Buat Moderator, boleh tahu apakah ini penulisan sendiri atau dari satu/beberapa sumber? Jika ada yang mengutip apakah di perbolehkan? Thanks!
Continent Level

Post: 4.408
 
Reputasi: 197






Reply With Quote     #19   Report Post  

Re: Tentang HIV/AIDS

Trus ada UNAIDS di http://unaids.org juga coba di klik di http://allafrica.com/aids/

Semoga bermanfaat, dan semoga juga bukan hanya sekedar berakhir dalam berbentuk tulisan dan ulasan semata. Bergabunglah bersama-sama melawan AIDS. AIDS tidak mengenal SARA, AIDS bisa mengenai siapa saja!
Continent Level

Post: 4.408
 
Reputasi: 197






Reply With Quote     #20   Report Post  

Re: Tentang HIV/AIDS

tulisannya bagus deh..tambah banyak in lg info ttg aids nya donk...
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Meningkatnya Jumlah Penderita HIV/AIDS di Indonesia andy_baex Politik, Ekonomi & Hukum 2
'IDU' Percepat Timbulnya AIDS nurcahyo Kesehatan 0
Khitan Hambat AIDS KalinaMaryadi Kesehatan 0
'IDU' Percepat Timbulnya AIDS nurcahyo Kesehatan 0
AIDS, Dapatkah Diobati? nurcahyo Kesehatan 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.