Kumpulan Cerita Petuah-Petuah Dari China

Dipi76

New member
Sebuah tanda di perahu


Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

Namun dia bimbang sesaat dan akhirnya berkata, “Itu tidak dapat dilakukan karena air ini dingin dan dalam. Namun saya memiliki ide yang cemerlang.”

Lalu dia mengambil sebuah pisau dan memberi tanda di sisi perahu pada tempat dimana pedangnya terjatuh. “Semuanya beres”, katanya kemudian.

Ketika perahu merapat, pria tersebut membuka bajunya dan langsung menyelam ke dalam air untuk mencari pedangnya pada tempat dimana dia memberi tanda. Sudah tentu dia tidak mendapatkannya.

Akhirnya dia muncul kepermukaan dan bergumam, “Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak dapat menemukan pedangku di air dibawah tempat aku memberi tanda?”. Tawa meledak diantara para penumpang.

Akhir kata, ada satu kesimpulan yang bisa ditarik, yaitu seseorang tidak boleh terlalu keras kepala terhadap pendiriannya, namun dia harus dapat membuat perubahan sesuai keadaan.


-dipi-
 
Satu Kali Sebulan

Oleh: Mencius

Ada seorang lelaki yang selalu mencuri ayam tetangganya setiap hari.

“Ini bukan sifat baik”, dia dinasehati.

“Baiklah, saya akan mengurangi jumlahnya”, jawabnya, “Saya hanya akan mencuri satu ayam setiap bulan dan tahun depan saya tidak akan mencuri lagi”.

Kenapa harus menunggu tahun depan?

Karena ia telah menyadari bahwa dirinya bersalah, ia harus menghentikan perbuatannya seketika itu juga.


-dipi-
 
Ular dengan Dua Mulut

Oleh: Han Fei Zi

Terdapat seekor ular yang sangat besar dan memiliki dua buah mulut yang saling menggigit, bertarung demi makanan.

Pertarungan itu berakhir dengan kematian sang ular.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-
 
Kejatuhan Sebuah Negara

Liu Che adalah seorang kaisar yang sangat berkuasa pada masa Dinasti Han. Disamping mahir dalam politik dan militer, Liu Che juga merupakan seorang sastrawan. Ia membentuk sebuah badan kerajaan yang bertugas mengumpulkan dan memadukan nyanyian-nyanyian rakyat, juga cerita-cerita rakyat.

Seorang ketua rombongan pemusik yang bernama Liyannian merupakan sastrawan yang sangat mahir, dan dapat memadukan banyak karya sastra dengan indah.

Suatu hari Liyannian membawakan sebuah lagu kepada kaisar, “Di utara terdapat seorang wanita cantik, sangat lain daripada yang lain. Satu pandangan mata menyebabkan jatuhnya sebuah kota, pandangan berikutnya menyebabkan sebuah negara jatuh. Siapakah yang mengetahui batas kecantikannya? Dialah yang tercantik.”

Sang kaisar sangat terkesan, lagu itu disamping memberikan kekaguman besar, juga memberikan kerisauan mendalam. Dengan penuh penyesalan, kaisar mengguman, “Betapa hebatnya jika terdapat wanita seperti itu di dunia ini.”

Kata-kata yang dilontarkan dengan tidak sengaja itu membuat adik perempuan sang kaisar ingin mencari wanita seperti itu di seluruh negeri untuk menjadi permaisuri bagi sang kaisar.

Pada akhirnya, ditemukan bahwa adik dari ketua rombongan pemusik adalah orang yang dicari. Seorang wanita yang berpendidikan, menawan dan sangat cantik. Ia menari dengan sangat indah dan menawan dihadapan kaisar, yang membuat kaisar sangat terpukau dan kagum. Sang kaisar mengikuti dengan seksama seluruh tarian yang dibawakan, dan akhirnya berkata, “Baiklah, jantung hatiku, negara akhirnya jatuh karena dirimu.”

Sejak saat itu, peribahasa “Kejatuhan sebuah negara” digunakan sebagai ungkapan untuk menggambarkan seorang wanita yang sangat cantik dan menawan.


-dipi-
 
Bulan di dalam sumur

Suatu malam, Huojia pergi mengambil air di sumur. Dia sangat terkejut ketika melihat ke dalam sumur, dia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur. “Oh, sedihnya! Bulan yang cantik tenggelam di sumur”.

Maka dia pulang ke rumah untuk mengambil kait pancing dan mengikatnya dengan seutas tali, lalu mengulurkan ke dalam sumur.

Setelah berburu beberapa waktu, Huojia mendapatkan sesuatu tertangkap di kaitnya. Dia berpikir, itu pasti bulan. Huojia menarik tali tersebut dengan keras. Karena tekanan yang besar, tali itu terputus sehingga Huojia terlempar dan jatuh terlentang di tanah.

Dari posisi tersebut, Huojia melihat bulan sudah berada di angkasa. Dia tersenyum sambil berkata, “Aha, akhirnya kembali ke asalnya! Pekerjaan hebat!”. Huojia sangat gembira dan menceritakan semuanya kepada semua orang yang dijumpai.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-
 
Membeli Sepatu


Oleh: Han Fei Zi

Seorang laki-laki dari negara Zheng ingin membeli sepasang sepatu. Ia mengukur kakinya dan menulis ukuran tersebut pada secarik kertas.

Ketika pergi ke pasar untuk membeli sepatu dan telah menemukan model sepatu yang disukai, ia baru menyadari bahwa dirinya lupa membawa kertas tersebut.

“Saya lupa ukurannya”, katanya.

Laki-laki itu lalu pulang ke rumah untuk mengambil kertas tersebut, dan ketika ia kembali ke pasar, toko sepatu itu telah tutup dan ia tidak mendapatkan apa-apa.

“Kenapa kamu tidak mencoba sepatu itu dengan kakimu?”, tanya teman laki-laki itu.

“Saya lebih mempercayai ukuran yang saya buat daripada kaki saya”, jawab laki-laki itu.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-
 
Kawan atau Lawan

Oleh: Han Fei Zi

Ketika Zhonghang Wenzi dari negara bagian Jun menjadi buronan, ia melewati beberapa daerah.

“Hakim daerah ini adalah teman lamamu”, kata teman Wenzi. “Kenapa kamu tidak berhenti dan beristirahat sebentar sementara menunggu iring-iringan lain di belakang kita?”

“Pada saat saya menyukai musik”, jawab Wenzi, “hakim itu memberikan sebuah qin (sebuah peralatan musik unik dari Tiongkok) yang bagus. Disaat lain ketika saya menyukai permata, ia memberikan sebuah cincin permata yang sangat indah. Ia selalu siap memenuhi segala permintaanku meskipun permintaan itu merupakan sesuatu yang tidak benar. Karena ia selalu berusaha memenuhi segala keinginanku, maka saya takut saat ini ia akan menangkapku untuk memenuhi keinginan orang lain”

Wenzi terus berlalu dari daerah itu.



-dipi-
 
Belajar berjalan


Pada jaman dahulu, ada seorang pemuda yang hidup di kota Shouling, propinsi Yan. Suatu hari dia mendengar bahwa penduduk kota Handan mempunyai cara jalan yang anggun. Maka dia pergi ke kota Handan.

Setibanya di kota Handan, pemuda tersebut memperhatikan dengan seksama bagaimana penduduk kota Handan berjalan. Semua perhatiannya tercurah secara penuh. Kadang-kadang dia mencoba mengikuti satu cara dan kadang-kadang cara lainnya.

Setelah beberapa saat, pemuda tersebut semakin merasa gelisah karena tidak dapat berjalan seperti penduduk kota Handan. Yang lebih parah, pada akhirnya sang pemuda mendapatkan dirinya tidak dapat berjalan pulang ke kotanya. Maka dia hanya memiliki pilihan untuk merangkak.

Akhir kata, cerita ini memperingatkan kita agar tidak selalu mengikuti cara-cara orang lain.


-dipi-
 
Bulan di dalam sumur

Suatu malam, Huojia pergi mengambil air di sumur. Dia sangat terkejut ketika melihat ke dalam sumur, dia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur. “Oh, sedihnya! Bulan yang cantik tenggelam di sumur”.

Maka dia pulang ke rumah untuk mengambil kait pancing dan mengikatnya dengan seutas tali, lalu mengulurkan ke dalam sumur.

Setelah berburu beberapa waktu, Huojia mendapatkan sesuatu tertangkap di kaitnya. Dia berpikir, itu pasti bulan. Huojia menarik tali tersebut dengan keras. Karena tekanan yang besar, tali itu terputus sehingga Huojia terlempar dan jatuh terlentang di tanah.

Dari posisi tersebut, Huojia melihat bulan sudah berada di angkasa. Dia tersenyum sambil berkata, “Aha, akhirnya kembali ke asalnya! Pekerjaan hebat!”. Huojia sangat gembira dan menceritakan semuanya kepada semua orang yang dijumpai.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-

Bodoh ditambah sok tahu dan merasa kalau orang lain tidak tahu, adalah bahaya :))
 
Membeli Sepatu


Oleh: Han Fei Zi

Seorang laki-laki dari negara Zheng ingin membeli sepasang sepatu. Ia mengukur kakinya dan menulis ukuran tersebut pada secarik kertas.

Ketika pergi ke pasar untuk membeli sepatu dan telah menemukan model sepatu yang disukai, ia baru menyadari bahwa dirinya lupa membawa kertas tersebut.

“Saya lupa ukurannya”, katanya.

Laki-laki itu lalu pulang ke rumah untuk mengambil kertas tersebut, dan ketika ia kembali ke pasar, toko sepatu itu telah tutup dan ia tidak mendapatkan apa-apa.

“Kenapa kamu tidak mencoba sepatu itu dengan kakimu?”, tanya teman laki-laki itu.

“Saya lebih mempercayai ukuran yang saya buat daripada kaki saya”, jawab laki-laki itu.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-

hal "terbodoh" adalah mempercayai sesuatu yang belum pasti, tapi hal yang mungkin bagus adalah percaya dengan apa yang menjadi hasil karya diri sendiri walaupun itu kurang maksimal,
 
Bulan di dalam sumur

Suatu malam, Huojia pergi mengambil air di sumur. Dia sangat terkejut ketika melihat ke dalam sumur, dia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur. “Oh, sedihnya! Bulan yang cantik tenggelam di sumur”.

Maka dia pulang ke rumah untuk mengambil kait pancing dan mengikatnya dengan seutas tali, lalu mengulurkan ke dalam sumur.

Setelah berburu beberapa waktu, Huojia mendapatkan sesuatu tertangkap di kaitnya. Dia berpikir, itu pasti bulan. Huojia menarik tali tersebut dengan keras. Karena tekanan yang besar, tali itu terputus sehingga Huojia terlempar dan jatuh terlentang di tanah.

Dari posisi tersebut, Huojia melihat bulan sudah berada di angkasa. Dia tersenyum sambil berkata, “Aha, akhirnya kembali ke asalnya! Pekerjaan hebat!”. Huojia sangat gembira dan menceritakan semuanya kepada semua orang yang dijumpai.

Apakah makna dari cerita ini?



-dipi-

hehehe:D:D

kalau lolo di bagi bagi jangan di makan sendiri
 
2 hari lalu di rumahku kedatangan saudara-saudara dari garis bapakku. Saudara-saudara ini datang dari China. Dan banyak memberikan petuah-petuah kepadaku. Harusnya bisa daku tulis di sini. Sayangnya mereka memakai bahasa semacam yang dipakai Jet Lee yang daku sama sekali nggak mudeng. :))
 
2 hari lalu di rumahku kedatangan saudara-saudara dari garis bapakku. Saudara-saudara ini datang dari China. Dan banyak memberikan petuah-petuah kepadaku. Harusnya bisa daku tulis di sini. Sayangnya mereka memakai bahasa semacam yang dipakai Jet Lee yang daku sama sekali nggak mudeng. :))

pake bahasa jawa aja non,, :D
 
Cantik dan Biasa

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.

Yangzi bertanya kepada pemilik penginapan mengapa ia membedakan perlakuan antara satu selir dengan yang lain.

“Yang cantik”, kata pemilik penginapan, “selalu membanggakan kecantikannya. Oleh sebab itu saya tidak mendapatkan dirinya cantik. Sedangkan yang biasa merupakan seorang ibu rumah tangga yang baik dan rajin. Karenanya saya tidak menemukan ketidakmenarikan darinya.”

Yangzi berkata kepada murid-muridnya, “Kamu harus mengingat pelajaran ini. Jika hati kamu suci dalam setiap tindakan tanpa perlu membanggakan diri atau mengagungkan diri, maka kamu akan dapat diterima dimana saja.”



-dipi-
 
Cantik dan Biasa

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.

Yangzi bertanya kepada pemilik penginapan mengapa ia membedakan perlakuan antara satu selir dengan yang lain.

“Yang cantik”, kata pemilik penginapan, “selalu membanggakan kecantikannya. Oleh sebab itu saya tidak mendapatkan dirinya cantik. Sedangkan yang biasa merupakan seorang ibu rumah tangga yang baik dan rajin. Karenanya saya tidak menemukan ketidakmenarikan darinya.”

Yangzi berkata kepada murid-muridnya, “Kamu harus mengingat pelajaran ini. Jika hati kamu suci dalam setiap tindakan tanpa perlu membanggakan diri atau mengagungkan diri, maka kamu akan dapat diterima dimana saja.”



-dipi-


lebih bagus lagi cantik diluar dan didalam, wah seperti apa ya?<3D
 
PETUAH BIJAK CHINA

SATU

Berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.

Kalo kata bahasa management-nya, under promise over deliver.. Pelanggan paling suka dengan hal yang beginian..

DUA

Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai.

Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan mereka akan mejadi sepenting seperti hal lain.

TIGA

Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,

Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda.

EMPAT

Ketika anda ucapkan, “Aku mencintaimu”, Seriuslah.

LIMA

Ketika anda ucapkan, “Maafkan saya”, pandang mata orang itu.

ENAM

Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH

Percayalah pada cinta pandangan pertama.

DELAPAN

Jangan tertawakan/remehkan impian orang.

Orang yang tidak punya impian adalah miskin.

SEMBILAN

Cintailah dengan mendalam dan bergairah.

Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH

Saat terjadi percekcokan/ pertengkaran, Janganlah menyebut nama.

SEBELAS

Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.

DUABELAS

Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS

Ketika seseorang mengajukan pertanyaan, yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, “Kenapa anda ingin tahu?”

EMPATBELAS

Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS

Ucapkan “berkah bagimu” saat anda mendengar orang bersin.

ENAMBELAS

Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS

Hargai diri sendiri; Hargai orang lain; Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.

DELAPANBELAS

Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS

Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan, ambil langkah segera untuk memperbaikinya.

DUAPULUH

Tersenyumlah saat menerima telepon. Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.
 
Back
Top