Adu Nasib di Jakarta, Jajakan Jamu dengan Gerobak untuk Hemat Tenaga

spirit

Mod
063679500_1663066676-IMG_4212.JPG

Penjual Jamu Gerobak di Jl. Lingkar Pasar Rumput, Jakarta. (Liputan6.com/Elly Purnama)​

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Geiyarsi, penjual jamu yang menjajakan dagangannya menggunakan gerobak. Ia keluar jalur dari anggapan "mbok jamu" yang menggendong bakul berisi botol-botol jamu.

Di Jl. Lingkar Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Geiyarsi berjualan. Jamu-jamu di botol ditaruh di atas gerobak. Sedangkan, jamu dalam kemasan saset berada di dalam kotak berlapis kaca.

Di kawasan yang ramai dengan pedagang lain itu Geiyarsi ditemani suaminya yang berjualan bakso dan membuka lapak di sana. Sedangkan, Geiyarsi bisa mengelilingi area Pasar Rumput dengan mendorong gerobak jamunya.

Ia sudah jadi penjual jamu di Jakarta sejak 2002. Meninggalkan kampung halaman di Karanganyar, Jawa Tengah, ia mencoba mengadu nasib di ibu kota.

"Ya, karena kebutuhan (berjualan jamu di Jakarta). Ingin tercukupi," ujar Geiyarsi ketika ditemui Liputan6.com di lapak jualannya, Selasa, 13 September 2022. "Yang cepat perputaran uang kan di Jakarta."

Dulu ia pernah merasakan menjual jamu menggunakan bakul dan masih digendong. Tidak menyebut kapan secara spesifik dirinya beralih, Geiyarsi kini menggunakan gerobak untuk berjualan. Gerobak cokelat dengan dua roda itu ia dorong ke mana pun dirinya akan menawarkan minuman tradisional itu.

"Hemat tenaga juga, enggak cepat capek. Kalau digendong kan capek," tuturnya.

Untuk jamu botol, perempuan berusia 51 tahun ini membuatnya sendiri. Sedangkan untuk jamu saset, ia membelinya dari sebuah merek produk jamu di Indonesia. "Beras kencur, kunyit asam, sambiloto, itu semua bikin sendiri," ucap Geiyarsi.

.
 
Back
Top