Pasrah atau Balas?

Bls: Pasrah atau Balas?

hyahaaaaaa...seraaaaaaaaaang...merdekaaa....



yupi....ikan hiu ikan cucut............yuuuk lanjut
 
Bls: Pasrah atau Balas?

kalau kita sudah berbesar hati memafkannya...makin hari...kejahatan yang dibuat orang lain pada kita terus berusaha kita redam, kita maafkan, kita doakan, bahkan kita nikmati dengan tulus...dan hingga di suatu hari, semakin hari orang tersebut tetap terus menjahati kita di batas kesabaran kita...apa tetap pasrah? tidak membalas? menunggu semua yang kita sayangi di sekitar kita lenyap satu persatu dengan memafkan? :)

Terkadang ada orang yang sudah berbuat kesalahan namun tidak menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya. Walaupun sudah diberitahu kalau dia salah tetap aja dia merasa benar. Orang yg tipenya seperti ini perlu ditunjukkan kesalahannya, dengan cara melakukan hal yg sama yg dia lakukan kepada org lain (bukannya membalas lho, semata2 menyelamatkan dia dari kesalahannya).
 
Last edited:
Bls: Pasrah atau Balas?

wekekeke... dalam ilmu psikologi ala rajakadal dudul...
Semakin orang di tunjuki kesalahannya, secara otomatis, egonya akan langsung melakukan self defense.. sekalipun orang tersebut mengakui dalam hati kecilnya bahwa dia memang bersalah..
 
Bls: Pasrah atau Balas?

ahh aku suka banget sama postingan jeng geva yang aku kutip

(bukannya membalas lho, semata2 menyelamatkan dia dari kesalahannya)


yap-yap..maksud aku ya itu.
seandainya terkesan membalas..menyelamatkan dia dari kesalahannya, agar dia tahu kalau yang diperbuat itu menyalahi@-->@-->

tapi orang berbeda-beda yaa..jadi ada saja orang yang cetakannya suka menyakiti orang lain

wekekeke... dalam ilmu psikologi ala rajakadal dudul...
Semakin orang di tunjuki kesalahannya, secara otomatis, egonya akan langsung melakukan self defense.. sekalipun orang tersebut mengakui dalam hati kecilnya bahwa dia memang bersalah..

so....harus diam saja dan pasrah menghadapi orang seperti itu bos?
 
Pernah kah anda disakiti padahal anda tak punya salah apa-apa?
Saya pernah. Dan sakit sekali rasanya.
Lalu apakah anda memafkannya?
Apa Memaafkan sudah ada dalam kamus hidup anda sejak dulu? Mendoakan? Apa lagi! Berbuat baik pada yang berbuat buruk pada kita? Apakah Anda sudah kepikiran atau belum sama sekali? Maka anda punya dua pilihan. Pasrah atau balas. Maka pilihan kedua lah yang banyak akan dipilih : BALAS. Dan rasanya enak sekali. Balas dendam itu melegakan.



- /+​


Belakangan saya belajar banyak mengenai ini. Suatu kepedihan – karena apapun atau siapapun – akan menjadi beban bila dipendam. Seseorang yang disakiti pada hakikatnya diberikan energi negatif. Maka bila energy negative itu tak dilepaskan, maka ia akan terus ada. Membebani. Terus menyakiti. Merusak. Bahkan bisa bertambah besar.

Karena itu, sangat penting melepaskan energi kepedihan itu.

Salah satu cara melepas energi kepedihan itu adalah dengan membalas pada orang yang telah melepaskan energy itu pada kita. Nah, dalam konteks ini, kita punya dua pilihan.

Pertama, membalas sama buruknya. Pilihan ini bisa melepas energy kepedihan itu. Tapi resikonya besar juga. Orang yang terkena energi pembalasan yang buruk ini, bisa membalas lagi pada kita. Pembalasan yang buruk pula. Maka dimulai lah sebuah siklus balas dendam tiada akhir yang sangat buruk. Pada pilihan ini, hinaan dibalas hinaan. Kecurangan dibalas kecurangan. Kemarahan dibalas kemaharan.

Kedua, membalas dengan energy baik / manis (sweet revenge). Pilihan in membuat kita membangkitkan energy baik yang bisa mengatasi dan mendorong keluar energy kepedihan yang ada di diri kita. Membalas jenis ini bisa mengakhiri kepedihan.





--- Here

Yang paling penting adalah memaafkan, jika ada yang pernah menyakiti. Penelitian telah menunjukkan memaafkan berkorelasi dengan hasil kesehatan mental seperti berkurangnya kecemasan, depresi, gangguan kejiwaan mayor, lebih sedikit sakit secara fisik, dan tingkat kematian yang lebih rendah.
 
Back
Top