Sega Jamblang

spirit

Mod
nasi-jamblang-pitri.jpg

Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat Kabupaten Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan.

Asal nama

Nama sega jamblang konon berasal dari sebuah nama desa di sebelah barat Kabupaten Cirebon, yakni desa Jamblang, Jamblang, Cirebon. Walaupun bernama sega jamblang, makanan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pohon atau buah jamblang.

Menu

Menu yang tersedia biasanya antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe. Namun salah satu menu yang menjadi ikon dari sega jamblang adalah balakutak hideung, yaitu cumi-cumi atau sotong berkuah kental yang dimasak bersama dengan tintanya sehingga berwarna hitam seperti rawon.

Sejarah

Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon.[butuh rujukan]

Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.[butuh rujukan]

Walaupun menunya sangat beraneka ragam, tetapi harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi untuk para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan.


 
3-fakta-nasi-jamblang-kuliner-khas-cirebon-yang-diandalkan-di-masa-kerja-paksa.jpg


3 Fakta Nasi Jamblang

Merdeka.com - Berbicara tentang Cirebon tentu tidak bisa lepas dari kuliner khasnya bernama Nasi Jamblang. Kuliner yang terdiri dari berbagai macam lauk pauk dengan tambahan nasi dan dibungkus daun jati ini, seakan menambah keunikannya.

Di Cirebon, nasi yang memanfaatkan lembaran daun jati sebagai pembungkusnya ini telah menjadi primadona yang selalu jadi andalan. Nasi Jamblang banyak dikonsumsi saat sarapan dan makan siang tiba. Tak hanya popular sekarang, nasi ini ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dan memiliki cerita sejarah yang menarik.

Tidak Ada Kaitannya dengan Tumbuhan Jamblang

20200619110958-1-nasi-jamblang-001-tantri-setyorini.jpg

Banyak yang mengira jika kuliner ini, disebut-sebut berasal dari tumbuhan atau pohon jamblang. Namun ternyata, tidak ada kaitannya sama sekali.

Diketahui jika kata ‘Jamblang’ diambil dari nama sebuah desa di sebelah barat Kota Cirebon, yaitu Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Desa ini merupakan sentra dari kuliner Cirebon yang khas.

Nasi Jamblang konon menjadi penyelamat bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon di masa penjajahan Belanda. Di mana pada masa tersebut, ada kerja paksa yang melibatkan ribuan warga setempat untuk membangun jalan Anyer-Panarukan.

Di saat itu, disebutkan bahwa daun jati yang menjadi pembungkusnya. Bukan tanpa alasan, disinyalir daun jati ampuh untuk mengawetkan nasi yang dibagikan kepada para pekerja paksa. Mengingat, kerja paksa saat itu kejam, sehingga membuat para pekerja harus curi-curi waktu untuk makan.

Manfaat Daun Jati sebagai Pembungkus

Selain itu, alasan penggunaan daun jati berawal dari terbatasnya alat pembungkus di masa itu. Walau begitu, daun jati memiliki tekstur yang kuat, rapat dan memiliki aroma harum.

Juga, pemakaian daun jati justru membuat tekstur nasi tidak mudah berubah jadi kering. Pembungkus daun jati tak kalah praktis dari pembungkus daun pisang.

Terdiri Lebih dari 40 Jenis Lauk

20200619111000-1-nasi-jamblang-003-nurul-diva-kautsar.jpg


Kini, jika kita berkunjung dan mencicipi Nasi Jamblang, di warung-warung di Cirebon, kita akan dibuat bingung. Mirip dengan Nasi Padang, Nasi Jamblang hadir dengan beragam lauk.

Menurut informasi dari indonesiakaya.com, disebutkan jika membeli satu porsi Nasi Jamblang, bisa memilih 40 jenis lauk yang disediakan. Mulai dari varian ikan, daging, sayur hingga tempe dan tahu yang diolah dengan beragam rasa.

.
 
Sega Jamblang awalnya makanan para pekerja paksa pada zaman Belanda. Mereka sedang membangun Jalan Raya Daendels sepanjang 1000 kilometer dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon. Pemilihan daun jati, karena para pekerja bisa menyimpan nasi lebih lama
 
Back
Top