Piramida Berusia 4600 Tahun Lebih Tua dari Piramida Giza di Mesir

spirit

Mod
Lebih tua dari Piramida Giza yang dikenal manusia selama ini. Piramida baru di Mesir berusia 4.600 tahun

239091_piramida-baru-di-mesir-berusia-4-600-tahun_663_382.jpg

Piramida baru di Mesir berusia 4.600 tahun

Mesir memang negara sejuta sejarah. Baru-baru ini, sejumlah ilmuwan kembali menemukan piramida di negara beribu kota Kairo itu. Bahkan, usia piramida yang baru ditemukan ini jauh lebih tua dari 'Great Pyramid of Giza'—piramida yang selama ini dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia.

Piramida itu ditemukan oleh sekelompok arkeolog yang bekerja di dekat pemu****n kuno Edfu, Mesir Selatan. Setelah diteliti, bongkahan situs bersejarah itu diperkirakan berusia 4.600 tahun, lebih tua dibandingkan Piramida Agung Giza, setidaknya selisih beberapa dekade.

Menurut berita yang dilansir Livescience "4,600-Year-Old Step Pyramid Excavated in Egypt", piramida ini berdiri setinggi 13 meter dan merupakan salah satu dari tujuh piramida Mesir Selatan yang pernah dibangun oleh Firaun Huni atau Snefru. Firaun Huni memerintah Mesir Selatan antara tahun 2635 hingga 2610 SM, sedangkan Snefru memerintah antara tahun 2610 hingga 2590 SM. Kondisi susunan batu piramida mungkin sudah banyak dijarah dan mengalami pelapukan, hal ini menyebabkan piramida terlihat setinggi 5 meter.

Sayang piramid itu tidak lagi utuh. Seiring waktu, blok demi blok milik piramid itu digondol. Monumennya pun sudah lapuk, sehingga piramid itu hari ini hanya tersisa 16 kaki (lima meter).

Tersebar di seluruh Mesir tengah dan selatan, "piramida provinsi" biasanya terletak di dekat pemukiman utama, tidak memiliki ruang internal dan tidak dipakai untuk menyimpan jasad atau pemakaman, seperti halnya Piramida Agung Giza.

Enam dari tujuh piramida memiliki dimensi yang relatif sama, termasuk yang ditemukan di Edfu, yakni sekitar 60x61 kaki (18,4 x 18,6 meter).

Apa esensi dari ketujuh piramida masih menjadi sebuah misteri. Banyak ilmuwan beranggapan, ini dipakai sebagai monumen simbolis yang menegaskan kekuasaan raja di provinsi-provinsi Mesir selatan.

"Kesamaan satu piramida dan piramida lainnya benar-benar menakjubkan. Kami yakin ini direncanakan dengan tertata," ujar Gregory Marouard, research associate di University of Chicago Oriental Institute, yang juga memimpin penelitian piramida Edfu.

"Di sisi timur piramida baru ini, kami juga menemukan jejak-jejak instalasi tempat, di mana makanan persembahan (sesajen) dibuat. Ini bisa men jadi petunjuk awal untuk memahami apa tujuan mereka membangun piramida ini," jelas Gregory.


Hasil awal dari penggalian tersebut telah disampaikan Gregory dan tim arkeolognya pada sebuah simposium yang diselenggarakan di Toronto baru-baru ini oleh Society for the Study of Egyptian Antiquities.

Sumber: ibtimes.co.uk
.
 
Back
Top