Cara Mengatasi Utang Yang Mulai Berbahaya

spirit

Mod
teaser_lunasin_hutang_danaxtra_801_501.png

Sekitar tahun 2013, sebuah lembaga bernama Kadence International melakukan riset di Indonesia (dalam hal ini Jakarta) yang bernama 'Share of Wallet'. Survey menunjukkan, 28% masyarakat kelas menengah di Indonesia mengalami defisit penghasilan. Artinya, sekitar 28% dari kelas menengah tersebut tidak mampu mencukupkan diri dengan penghasilan setiap bulan yang diterima olehnya. Untuk menutup defisit tersebut, ia lalu memilih cara berutang.

Kondisi ini sudah tentu mengkhawatirkan. Defisit pada cashflow merupakan sinyal ada yang salah dalam pengaturan keuangan. Artinya, yang bersangkutan tidak bisa memilih dan memilah mana kebutuhan dan mana keinginan. Ia juga tidak bisa memaksimalkan potensi dari pendapatan bulanannya. Dan yang paling penting, dengan berutang ia telah memberikan beban pada dirinya sendiri dengan tagihan yang akan datang bulan depan.

Utang bukan hal yang buruk, bukan pula suatu kejahatan atau dosa. Saat ini jarang sekali orang yang tidak memiliki tanggungan utang. Baik melalui kepemilikan kartu kredit, kredit kepemilikan rumah, kredit pemilikan kendaraan, kredit modal kerja, kredit tanpa agunan, hingga utang di koperasi kantor adalah jenis utang yang umum dimiliki perorangan.

Memang dengan berutang secara sehat atau sesuai kemampuan, kita bisa menaikkan kemampuan keuangan. Namun di sisi lain, berutang tanpa perencanaan yang baik malah bisa menjerumuskan ke titik kebangkrutan.

Ibarat pisau bermata dua, utang bisa berguna namun juga bisa melukai. Jika sudah telanjur, bagaimana cara mengatasi utang yang mulai berbahaya?

Sinyal Bahaya untuk Segera Mengatasi Utang

mengatasi utang berbahaya

Roslina Verauli, M.Psi dalam buku "Discovering Your Black Box: Menuju Kaya dengan Pendekatan Psikologi" memberikan 9 sinyal utang dalam level berbahaya. Jika kondisi Anda cocok dengan lebih dari tiga statement Roslina di bawah ini, Anda sudah harus waspada. Segera cari jalan keluar untuk mengatasi utang agar tidak makin merusak kondisi finansial Anda.

1. Lebih dari 15-20% pendapatan yang dapat dibelanjakan, dipakai membayar utang. Itu di luar kredit rumah atau tempat tinggal.

2. Pengeluaran bulanan melebihi pendapatan. Penggunaan kartu kredit untuk menutupi pengeluaran yang sebelumnya bisa ditangani dengan tunai.

3. Tabungan digunakan untuk membayar pengeluaran sehari-hari.

4. Utang kartu kredit hanya mampu dilunasi dengan pembayaran minimum.

5. Pinjaman mencapai atau melebihi batas utang.

6. Karena begitu banyak kreditor tempat berutang, Anda bingung memilih mana dulu yang akan dibayar.

7. Menggunakan dana tunai kartu kredit untuk membayar tagihan di kartu kredit lain. Ini berarti Anda sudah melakukan "gali lubang, tutup lubang".

8. Gagal memperkirakan total utang yang ada.

9. Jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan, Anda tak punya simpanan atau cadangan uang.
Agar Bisa Mengatasi Utang dengan Baik

Para Financial Planner biasanya menyarankan agar cicilan utang tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Jika Anda berpenghasilan Rp10 juta per bulan, maka cicilan utang yang Anda miliki idealnya tidak lebih dari Rp3 juta per bulan. Harus diingat, yang penting bukan berapa besar cicilannya tapi berapa besar persentase cicilan tersebut terhadap cashflow bulanan Anda.

Pertimbangan lainnya yang juga penting agar utang yang tetap baik untuk keuangan adalah besaran bunga dan sistem perhitungan bunganya. Bila Anda abai terhadap bunga yang dibebankan kepada Anda, maka total utang akan sangat besar. Anda akan terbebani dalam bentuk cicilan bulanan.

Coba saja hitung kredit mobil Anda, berapa bunga yang dibebankan kepada Anda. Coba juga hitung total berapa biaya utang yang Anda tanggung. Bisa-bisa akumulasinya sebesar dua kali lipat harga mobil yang Anda ambil.

Oleh karena itu, Anda harus memilih dengan baik dan memperhitungkan secara matang atas bunga yang dibebankan. Sebagai orang yang akan mengambil utang, Anda berhak mendapatkan bunga terendah, lho. Dengan begitu, cicilan per bulan yang Anda dapatkan juga tidak terlalu besar.

Dengan cicilan yang lebih ringan, Anda akan lebih leluasa mengatur cashflow bulanan. Anda bisa memiliki budget lebih yang bisa dialokasikan untuk apa saja.


sumber: Danaxtra
 
Tips mudah sekali kok,cukup modar aja pengutangnya,beres deh,urusan lain jadi urusan yang lain pula

banyak tuh orang yang mengakhiri hidupnya hanya karena bingung mau bayar utang tapi bagi umat beragama tak dibolehkan bunuh diri :)
 
Back
Top