Mengintip Desa Sampah Elektronik

spirit

Mod
Desa Dongxiaokou, China menjadi kuburan barang-barang elektronik, dihuni oleh masyarakat miskin yang jadi pemulung dan pendaur ulang sampah elektronik

f3896410-e6f6-4b51-b83a-e3b468fc9e81.jpeg

1. Kawasan ini begitu memperlihatkan runtuhnya barang-barang digital yang pernah diidamkan dan ramai digunakan sebelum perkembangan teknologi semakin pesat. Banyak masyarakat yang mengambil keuntungan dari pengolahan sampah ini. Kim Kyung-Hoon / Reuters

6baff454-3620-48d1-aee8-0f89fdfdbb51.jpeg

2. Dari AC untuk lemari es, Cina dilaporkan menjadi produsen terbesar kedua, setelah AS yang menyumbang limbah elektronik, menurut Asosiasi Industri Perlindungan Lingkungan Cina. Kim Kyung-Hoon / Reuters

451371a7-85cb-48ce-8b00-51231ce1ca31.jpeg

4. TIdak hanya masyarakat asli, para pekerja migran berkumpul di sini untuk menjadi pemulung sampah elektronik. Setelah barang elektronik diburu, beberapa perangkat yang masih bisa digunakan ddibongkar untuk kemudian dijual sebagai barang bekas yang bisa digunakan lagi. Kim Kyung-Hoon / Reuters

9d69d2e3-5e99-4f87-91f9-06a370ea1d8e.jpeg

5. Tidak semua sampah elektronik dapat didaur ulang. Sampah daur ulang ini dijual secara kiloan. Kemudian untuk sampah daur ulang AC yang bisa dijual lebih mahal. Kim Kyung-Hoon / Reuters.

1bbd7e99-af95-4be7-a8dd-f2f8394f0454.jpeg

6. Tampak Seorang warga membongkar bangkai AC di tempat tumpukan sampah.
Kim Kyung-Hoon / Reuters.​




sumber
 
Back
Top