Self Healing Therapy

spirit

Mod
203-20210423224255440.jpg

Self healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dilakukan secara mandiri. Luka batin ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya saja trauma masa kecil, kegagalan yang mengecewakan, dan cemas terhadap sesuatu. Hingga kesedihan lainnya yang dapat memicu stres atau depresi.

Beberapa luka batin dapat disembuhkan oleh diri sendiri, namun sebagian lainnya membutuhkan bantuan pakar. Self healing juga bisa diartikan dengan sistem pemulihan internal yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Kemudian sistem ini dapat membantu Anda sembuh dari penyakit fisik maupun ketidakseimbangan emosi.

Nah, agar self healing therapy bisa dilakukan dengan mudah, Anda perlu mengetahui akar permasalahannya terlebih dahulu.

Cara Menyembuhkan Luka dengan Teknik Self Healing
Stres atau kemurungan yang disebabkan dari luka batin secara tidak langsung bisa menyebabkan penyakit fisik lainnya. Misalnya seperti panas dalam, asam lambung, migrain dan lain masih banyak lagi yang lainnya.

Setiap orang memiliki tingkatan stres yang berbeda dan cara healing yang berbeda pula. Ada yang bisa sembuh dari luka batin begitu saja seiring berjalannya waktu, ada juga yang sulit sekali melupakan dan memaafkan masa lalu. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa cara melakukan self healing, sebagai berikut.

Sembuhkan Diri Melalui Energi
Salah satu teknik self healing adalah dengan metode timur kuno terfokus pada energi. Metode ini telah diajarkan selama berabad-abad dan dikatakan baik untuk menyembuhkan diri sendiri bahkan untuk luka fisik sekalipun. Untuk melakukannya, Anda perlu mengikuti 5 langkah berikut ini.

Pertama, duduk dengan nyaman dan perhatikan nafas Anda. Hal ini untuk menimbulkan perasaan bahwa saat ini Anda sedang hidup. Usahakan untuk fokus dan buang pikiran atau emosi negatif.

Kedua, gosokkan telapak tangan selama 30-60 detik dengan cepat dan rasakan kehangatan yang timbul dari gesekan tersebut. Berikan senyuman tipis di bibir agar membuat Anda lebih tenang.

Ketiga, renggangkan telapak tangan sekitar 6-8 inci dan rasakan energi yang mengalir di dalam diri Anda.

Keempat, tutup mata dan rasakan energinya mengalir ke seluruh tubuh. Beberapa bagian tubuh mungkin akan mengalami ketegangan, abaikan saja. Pikirkan bahwa energi yang mengalir dalam tubuh Anda adalah energi penyembuhan.

Kelima, salurkan energi ke bagian tubuh lainnya yang diinginkan. Kemudian rasakan energi tersebut memasuki setiap bagian yang berbeda.

Berikan Sugesti Positif Pada Diri Anda
Sugesti positif atau berpikir optimis adalah cara terbaik untuk melawan pikiran negatif. Anda dapat berbicara dengan diri sendiri secara lembut dan mengatakan bahwa dapat melalui hal ini dengan baik, Anda kuat, dan berjanji untuk menjadikan penyesalan atau kegagalan sebagai kekuatan untuk bangkit.

Lakukan Me Time
Terkadang Anda butuh me time atau waktu untuk diri sendiri, menjauh dari orang-orang di sekitar Anda. Dengan me time, Anda dapat menenangkan diri dan membuat keputusan atas apa yang akan dijalani berikutnya.

Karena bisa saja selama ini Anda terlalu sibuk memikirkan orang lain. Oleh sebab itu, Anda dapat memberikan waktu untuk beristirahat, mencintai diri sendiri atau self love, serta menciptakan kebahagiaan.

Mindfulness
Mindfulness merupakan berpikir dengan kesadaran penuh. Maksudnya, Anda fokus dengan apa yang terjadi pada saat itu. Kemudian menerima kenyataan tanpa ada penolakan atau penghakiman terhadapnya.

Teknik self healing ini dapat dilakukan dengan kesadaran penuh, terkait apa yang menyebabkan Anda terluka. Lalu Anda menerimanya, merasakannya dan melepaskannya seiring berjalannya waktu.

Izinkan Diri Anda untuk Memaafkan
Memaafkan sangat baik untuk proses penyembuhan. Dengan memaafkan, Anda telah berhasil mengatasi stres, melepaskan luka, serta keresahan yang selama ini mengganggu Anda.

Menulis Jurnal
Anda juga dapat melakukan Self Healing dengan Menulis. Anda dapat Menulis Bebas untuk Self Healing. Dalam artian menuliskan apa pun yang dirasakan. Baik itu tentang apa yang mengganggu, maupun hal yang membuat Anda bersyukur pada buku jurnal.

Menurut Jaime Fleres, penulis buku Birth Your Story, menggabungkan pemikiran dan perasaan sangatlah integratif, bahkan sampai ke neurobiologi. Mengapa bisa begitu? Karena proses ini mengaktifkan dan meminta belahan otak kiri juga kanan untuk memproses pengalaman Anda secara kolaboratif.

Menulis tidak hanya baik untuk kesehatan mental, namun juga baik bagi kesehatan fisik.

Cari Bantuan
Jika merasa memerlukan bantuan dari orang lain, Anda bisa berbicara kepada teman atau anggota keluarga yang dipercayai. Anda juga dapat menghubungi profesional jika kasus yang dialami lebih berat.

Self healing adalah upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan luka batin secara mandiri. Self healing merupakan keinginan Anda sendiri untuk bangkit dan melepaskan segala energi negatif yang ada dalam diri.

Untuk melakukannya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda terapkan. Namun, perlu diingat bahwa teknik-teknik ini perlu latihan dan butuh waktu untuk menyesuaikan. Anda dapat melakukan self healing dengan metode penyaluran energi, memberikan sugesti positif pada diri Anda, melakukan me time, mindfulness, menulis puisi dan surat di jurnal dan mencari bantuan.


 
5de5c9d03c7e5.jpg


Self Healing, Menyembuhkan Luka Batin dengan Bantuan Diri Sendiri

Self healing adalah proses pemulihan yang umumnya terjadi akibat gangguan psikologis, trauma, dan semacamnya, karena adanya luka batin masa lalu yang disebabkan oleh diri sendiri atau orang lain. Menurut ilmu psikologi, self healing adalah proses penyembuhan yang hanya melibatkan diri sendiri untuk bangkit dari penderitaan yang pernah dialami dan memulihkan diri dari luka batin.

Tujuan dari self healing sendiri adalah untuk memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi. Ketika berhasil melakukan self healing, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih tegar dalam menghadapi kesulitan, kegagalan, dan trauma di masa lalu.

Kita akan memandang bahwa masalah yang ada dalam hidup dapat memberikan pembelajaran yang tidak diajarkan oleh siapa pun, melainkan diri sendiri.

.
 
Bagaimana melakukan self healing?

Beberapa langkah melakukan self healing untuk membantu menyembuhkan luka batin di masa lalu, di antaranya:

1. Self acceptance atau menerima diri sendiri
Permasalahan yang paling sering terjadi adalah kita tidak bisa menerima diri sendiri apa adanya. Justru kita ingin menjadi orang lain. Hal itu membuat segalanya menjadi lebih buruk karena terlalu berkonsentrasi pada situasi yang tidak nyata, dan dengan demikian dapat memengaruhi masa depan. Jadi, mulai sekarang coba luangkan waktu sejenak untuk menerima diri sendiri apa adanya, dengan sisi baik dan buruk kita, dengan kegagalan dan kesalahan masa lalu kita. Hal semacam itu yang dibutuhkan untuk melakukan self healing. Dengan begitu, kamu dapat menjadi diri sendiri dan mungkin menjadi lebih baik, bahkan dapat menerima segala kekurangan yang ada didalam diri.

2. Jangan menyerah pada apa yang kamu impikan
Pastinya, mimpi besar membutuhkan waktu untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Tetapi jika kita tetap termotivasi, memiliki keinginan yang pasti dan berusaha setiap hari, maka akhirnya akan menjadi kenyataan. Sayangnya, sering kali kita menyerah sebelum mimpi menjadi kenyataan. Lalu, kecewa pada diri sendiri, dan menjadi penuh penyesalan. Padahal, semua itu akan memperburuk penerimaan atas diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan self healing agar dapat menghargai tujuan, impian, dan hasrat kita. Pergunakan waktu dan energi yang dimiliki untuk meraihnya.

3. Maafkan diri sendiri
Kamu mungkin pernah gagal, sedih, marah, atau kecewa. Mungkin kamu menyebabkan sesuatu yang buruk terjadi, menghancurkan hati seseorang dan gagal dalam meraih sesuatu yang diinginkan. Tetapi hidup dengan rasa bersalah terus-menerus hanya akan merugikan diri sendiri. Memaafkan orang lain atas apa pun yang telah mereka lakukan memang sulit, tetapi dengan cara ini, kita bisa melepaskan apa yang telah terjadi dan melanjutkan hidup tanpa beban masa lalu. Hal yang sama berlaku untuk diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Jangan membawa beban emosional itu di masa depan karena tidak ada gunanya. Itu hanya akan mencegah kamu untuk hidup bahagia. Melakukan self healing dengan cara memaafkan diri sendiri dapat memberi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya kamu, dan menerima kesempatan untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan hidupmu.

4. Buat what-to-do list
Membuat what-to-do-list akan membantu merasa lebih baik secara emosional, yang pada akhirnya akan memiliki efek positif terhadap tubuh. Caranya, tuliskan tiga target yang bisa ditindaklanjuti dalam membantu melakukan self healing, misalnya berjalan 10.000 langkah setiap hari, makan lima porsi buah dan sayuran, atau bermeditasi setiap malam. Pastikan tujuan itu realistis. Tuliskan di kertas secara rinci tentang kemajuan yang sudah kamu lakukan. Hal tersebut tidak hanya akan membantu tetap termotivasi, tetapi juga memberi dorongan positif.

5. Melakukan kegiatan yang positif
Ketika kamu mulai melakukan self healing, penting untuk menyaring hal-hal negatif yang dapat menyebabkan stres. Dibutuhkan upaya nyata untuk memerangi hal tersebut. Usahakan lakukan kegiatan positif, seperti baca buku dengan akhir cerita yang bahagia, mendengarkan musik yang ceria, minta teman-teman untuk menceritakan lelucon atau cerita lucu ketika sedang menelepon atau bertemu. Hindari menonton berita, membaca koran, atau mengakses sosial media untuk sesuatu yang tidak perlu. Cobalah untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif secara rutin karena secara tidak langsung otak akan mengirim pesan positif yang dapat meningkatkan mood dan mendukung proses self healing.

6. Berolahraga secara rutin
Semua orang tahu bahwa olahraga membuat kita tetap sehat dan kuat. Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu lebih cepat pulih dari luka batin. Mungkin sulit memotivasi diri untuk berolahraga, terutama jika sedang merasa lelah atau mood yang kurang baik. Namun, faktanya berolahraga setiap hari dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki suasana hati.

7. Tidur yang cukup
Jangan salah, tidur merupakan salah satu proses dari self healing. Tidur menjadi pertahanan alami tubuh terhadap infeksi, jadi sangat penting untuk tidur yang cukup, yaitu 7-9 jam setiap malam ketika melakukan self healing. Tidur di waktu yang sama setiap malam dapat membuat kita tertidur lebih cepat dan memperbaiki suasana hati karena tubuh terbiasa dengan rutinitas tidur yang baik.


 
luka-batin-5c6cdb566ddcae1a065054d5.jpg

Kalau luka badan kita bisa melihat dan akan mudah mendekteksi kesembuhannya. Berbeda dengan luka batin, luka batin pada sebagian orang ada yang dialami saat ia masih anak-anak, terbawa hingga dewasa.

Luka batin adalah luka yang terjadi pada lapisan batin yang terdalam akibat suatu tekanan yang terjadi secara luar biasa berat atau terjadi secara terus menerus.

Batin yang terluka akan menimbulkan kesedihan yang mendalam, perasaan tidak menentu, kemarahan, emosi tidak terkendali, kejengkelan, hidup tidak terarah, sesekali timbul keinginan mengakhiri hidup yang terasa pahit.

Luka batin adalah semacam trauma yang dirasa amat sangat menyakitkan yang terjadi dari suatu peristiwa tidak menyenangkan yang kita alami pada masa lalu. Jika, dibiarkan maka akan menjadi kerak dan berdampak terhadap kehidupan kita.

Luka batin di masa kecil, tentu proses ini sangat lama dan kenyataannya setelah dewasa masih saja membekas.

Baca Juga: Self Healing, Obat dari Luka Batin

Dampak dari luka batin yang dialami di masa kecil ini akan membentuk kepribadian kita saat dewasa, seperti apa diri kita dan bagaiamana kita melihat dunia.

Akan banyak reaksi-reaksi yang timbul akibat dari luka batin, sehingga membuat seseorang menjadi penakut, merasa terabaikan, dan memandang semua yang berada di sekitarnya terasa menyakitkan.

Saat dewasa pun mereka akan merasakan ketakutan akan kesendirian, terisolasi dan merasa tidak terlindungi dan ada rasa takut ditolak.Saat masa kecilnya ia ditolak dalam pergaulan.

Entah itu karena penampilannya, tingkah lakunya, latar belakang keluarganya, atau bisa juga karena cara berkomunikasinya yang tidak sesuai dengan lingkungan. Atau justru ada penolakan dari keluarganya sendiri. Rasa sakit ini tumbuh karena merasa tidak dicintai, tidak dianggap dan tidak disayangi. Dampak saat dewasa akan terlihat menjadi pemalu, nenarik diri dari pergaulan dan sedikit sulit dipahami.

Luka batin pada orang dewasa biasanya terjadi karena masalah asmara, cinta tak terbalas, putus cinta, dikhianati pasangan, kegagalan, tekanan kehidupan, kehilangan pekerjaan, kematian pasangan hidup dsb.

Masa remaja adalah masa yang sangat rentan terjadi luka batin karena asmara. Dorongan kuat untuk memiliki dan dimiliki terhadap pasangan lawan jenis menyebabkan remaja putri terkadang rela melakukan apapun yang diinginkan oleh pacar, bahkan hubungan seksual sebelum nikah.

Menikah dini karena kehamilan yang dilakukan dari pergaulan bebas. Putus cinta yang terjadi pada remaja putri yang sudah menjalin hubungan terlalu dalam akan menimbulkan luka batin sangat parah. Pada saat membina keluarga akan terimbas dengan penderitaan akibat luka batin remaja.

Beberapa orang yang memiliki luka batin akan terlihat cepat panik atau tegang dan sering merasa cemas. Setiap kali medengar suatu peristiwa yang menurutnya menakutkan, maka kecemasan akan timbul pikiran negatif, akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap dirinya.

Ada sebagaian lagi yang mengalami kesulitan tidur dan sering mengalami mimpi buruk yang terus menerus. Sebagian juga ada yang tidur awal dan bangun terlalu pagi, gemetaran, jantung berdebar lebih kerasa dari biasa kesulitan bernafas (sesak) hingga pingsan, pusing yang terus menerus, mudah sakit, bersikap keras, sering marah yang meledak-ledak dan mudah tersinggung.

Marah atau tersinggung jika hanya sekali dua kali itu masih dianggap wajar. Akan tetapi jika sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit tersinggung ini yang perlu diwaspadai.

Ada sebuah asumsi yang mengatakan, seberapa lama kita membiarkan luka batin tanpa upaya untuk menyembuhkan, maka seberapa lama itu pula seseorang dengan luka batin dapat pulih.

Jadi misalkan 3 tahun lalu terjadi luka batin yang lantas dibiarkan, maka penyembuhannya membutuhkan waktu 3 tahun pula, sama dengan lama waktu kita membiarkan luka batin tersebut bersarang dalam tubuh. Meski demikian, kembali lagi ini hanyalah sebuah asumsi perkiraan waktu. Ada yang dapat sembuh dalam waktu relatif singkat, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Oleh sebab itu, luka batin sebenarnya tidak dapat diremehkan.

Saat kecil, kita tahu atau diajari bagaimana mengobati sakit secara fisik, seperti lutut berdarah, demam, ataupun patah tulang. Meski tidak mendalami dunia medis, paling tidak kita tahu bagaimana pertolongan pertama atau apa yang seharusnya dilakukan. Bahkan kita pun tahu, bila sakit fisik ini tidak diobati, akan berdampak ke sesuatu yang lebih parah seperti infeksi, dan lain sebagainya.

Namun ironisnya, kita tidak dibiasakan untuk mengobati luka batin, yang dengan semakin bertambahnya umur, akan semakin mungkin untuk datang menghampiri. Kita menjadi tidak memiliki bekal atau kemampuan untuk mengobati batin, mental, atau cedera psikologis yang dialami.

Padahal, seperti halnya jatuh atau terkilir yang sudah umum ditemui sehari-hari, cedera batin pun demikian. Seberapa sering kita mengalami penolakan, kegagalan, sakit hati, atau kehilangan seseorang?

Mungkin kita jumpai dalam keseharian, bukan? Dan seperti sakit fisik yang bila dibiarkan akan berakibat lebih buruk, luka batin pun bila dibiarkan dapat berujung atau membesar menjadi semakin parah, hingga menimbulkan komplikasi. Itulah pentingnya kita melakukan penyembuhan emosional atau luka batin.

Sejatinya, luka batin tentu dapat disembuhkan, bermeditasi dan relaksasi sehingga pikiran kita dapat berjeda. Berikan pikiran kita sedikit jeda untuk beristirahat, sehingga pikiran yang gaduh dapat berhenti sejenak.

Di luar kesibukan secara fisik, bagi manusia modern untuk semakin sibuk berpikir. Ketika pikiran kita menyadari nafas kita, di situlah sebenarnya kita berhenti berpikir, karena otak kita tengah menyadari, bukan berpikir.

Di saat ini pula, tubuh dan pikiran kita tengah sadar penuh serta hadir utuh hanya di saat ini. Saat latihan ini makin terus dilatih, maka lambat laun pikiran kita akan terbiasa untuk tidak terlalu memikirkan masa lalu atau masa depan, dan di sanalah ketenangan batin itu terjadi.

Meski terdengar sederhana dan mudah, pada kenyataannya, melakukan pengobatan luka batin sebenarnya cukup menantang. Perlu latihan yang tekun dan santai untuk membiasakan diri melakukannya.

Proses penyembuhan luka batin akan berjalan lebih efektif ketika kita berjuang bersama dengan orang-orang lain. Kita dapat menghubungi psikiatris, psikolog, atau mengikuti retret-retret pemulihan untuk membukakan perspektif kita tentang luka batin dan mendapatkan pertolongan yang semestinya. Bisa juga dengan teman yang kita anggap dapat membantu dan memberikan penyembuhan atas apa yng kita alami. Penyembuhan dengan pertolongan orang lain atau kelompok menuntut kita untuk membuka diri terhadap luka yang ada.

Uniknya, semakin kita terbuka dengan luka batin kita, semakin ringan beban kita untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Semakin kita pendam mendalam, semakin luka itu mencari jalan untuk memanifestasikan kehadirannya.


 
Terkadang kita sering tidak menyadari bahwa ada beberapa hal yang masih terpendam dalam alam bawah sadar kita. Di antaranya mungkin ada bekas luka atau trauma masa lalu yang masih mempengaruhi kehidupan kita sekarang.

Semua pengalaman dan perasaan, baik itu sedih, kecewa, atau pengalaman disakiti, dapat membuat suatu mekanisme pertahanan diri. Mekanisme ini akhirnya terbawa hingga dewasa, terutama ketika kita sedang merasa marah, sedih, atau kecewa.

Maka dari itu, kita akan makan makanan favorit ketika sedih, atau mengkritik diri saat merasa kecewa. Semua ini dilatarbelakangi oleh peristiwa saat masa kecil. Karena itu, penting untuk melakukan self-healing yang membantu kita mengatasi trauma yang dialami saat masih kecil atau di masa lalu kita.
 
Back
Top