Balon Mata-mata China melintasi Wilayah Amerika

spirit

Mod
thumbnail-video-7_169.jpeg

Presiden AS Joe Biden mengatakan memerintahkan menembak jatuh balon mata-mata China, Pentagon melakukannya ketika objek itu berada di atas air. (REUTERS/RANDALL HILL)​

Jakarta, CNN Indonesia -- Misi melumpuhkan balon mata-mata China yang berada di langit Amerika Serikat (AS) merupakan perintah langsung Presiden Joe Biden. Balon itu akhirnya ditembak jatuh saat berada di pesisir timur AS pada Sabtu (4/2).
"Pada Rabu saat saya diberi pengarahan tentang balon itu, saya memerintahkan Pentagon untuk menembak jatuh - pada Rabu - sesegera mungkin," kata Biden kepada para wartawan di Maryland, diberitakan CNN.com.

"Mereka memutuskan, tanpa berdampak pada siapapun di daratan, mereka memutuskan waktu terbaik melakukan itu ketika di atas air, dalam batas 12 mil. Mereka berhasil melumpuhkannya dan saya mau memuji penerbang kita yang melakukannya," ucap Biden.

Saat Biden ditanya apakah itu rekomendasi dari tim keamanan nasional, dia menjelaskan, "Saya memerintahkan ke mereka untuk menembak jatuh. Mereka mengatakan pada saya 'kita tunggu tempat aman melakukannya'.

Militer AS telah menembak jatuh balon itu saat berada di atas Samudra Atlantik. Sebelum misi berjalan Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan tiga bandara di sekitar lokasi menghentikan aktivitas sementara.

Penerbangan kepergian dan kedatangan dihentikan sementara di tiga bandara di South Carolina dan North Carolina, yaitu Wilmington, Charleston dan Myrtle Beach. Penerbangan kembali dibuka usai misi selesai.

Sejauh ini belum diketahui metode apa yang dilakukan militer AS untuk melumpuhkan balon itu.

Meski demikian berdasarkan keterangan saksi mata dan video yang beredar di media sosial, terlihat ada beberapa pesawat terbang di sekelilingnya selama 20-30 menit.

Kemudian terlihat ada penampakan seperti misil dari salah satu pesawat yang menyerang balon. Tidak dilaporkan terjadi ledakan.

.
 
Alasan AS Tembak Balon China dengan Rudal Rp6 Miliar dan Jet Tempur Rp3,2 Triliun


"Jenis balon cuaca yang diluncurkan dua kali sehari dari kantor Layanan Cuaca biasanya hanyalah sebuah kotak kecil yang memiliki sensor suhu, sensor kelembaban relatif, sensor tekanan, dan pemancar kecil. Berdasarkan foto-foto yang beredar, jelas ada lebih banyak peralatan yang satu ini," kata Alexandra Anderson-Frey, Profesor Ilmu Atmosfer di University of Washington, seperti dikutip TIME.

Balon cuaca asli juga tidak melakukan perjalanan jauh—mereka biasanya naik ke ketinggian dan tetap di sana. Balon mata-mata, di sisi lain, perlu menempuh jarak jauh. Balon China ini telah melakukan perjalanan jauh dari China ke Alaska kemudian ke Kanada, sebelum mencapai benua Amerika Serikat. "[Balon cuaca standar] naik ke atas satu tempat tertentu dan hingga sekitar 50.000 kaki di atmosfer, dan selesai sudah. Mereka tidak menempuh jarak yang jauh, jadi menurut saya ada perbedaan yang cukup signifikan antara balon cuaca biasa dan balon yang dilaporkan ini," kata Jonathan Porter, Kepala Ahli Meteorologi di Accuweather.

Belum ada penjelasan resmi mengapa Angkatan Udara AS menembak jatuh balon mata-mata China dengan aset tempur yang begitu mahal. Namun, dari analisis di lapangan ada beberapa hal yang mendukung alasan mengapa Amerika melakukan hal itu. Fakta bahwa balon mata-mata China itu beroperasi di ketinggian yang sangat tinggi sekitar 65.000 kaki—itu 20 km di atas permukaan tanah.

F-22 Raptor kemungkinan dipilih untuk tugas itu karena paling mampu terbang ke ketinggian setinggi itu sambil membawa rudal. Pada akhirnya, F-22 Raptor dengan callsign "FRANK01" mencapai ketinggian 58.000 kaki (17,7 km) sebelum menembakkan rudal Sidewinder AIM-9X ke balon tersebut.

Itu adalah "pembunuhan pertempuran udara-ke-udara" pertama untuk F-22. Meski terkesan sangat mahal, AIM-9X Sidewinder justru menjadi rudal udara-ke-udara terkecil dan termurah di gudang senjata Angkatan Udara AS.

 
Back
Top