All Basketball NBA News

Re: All Basketball NBA News (Ray Allen Merit)

19796large.jpg
\

[ Sabtu, 23 Agustus 2008 ]
Datang Pakai Kaus Superman


Turun Pesawat, Granger Beli Koran

SURABAYA - Tamu istimewa yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di Surabaya kemarin (22/8). Bintang National Basketball Association (NBA) Indiana Pacers Danny Granger, 25, mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 09.10 WIB.

Meski kelelahan setelah menempuh perjalanan lintas benua yang memakan total 19 jam (termasuk transit tiga jam di Singapura), top scorer Pacers mu�sim 2007/2008 itu tetap menunjukkan si�kap ramah dan santai. Klop dengan dandanannya yang superkasual (memakai t-shirt dengan logo Superman di dada yang dipadu celana surfing motif kotak-kotak).

Dengan hangat pula dia membalas sambutan beberapa pengunjung bandara yang langsung mengerubutinya ketika muncul di pintu keluar kedatangan internasional. Granger tiba di Surabaya ditemani tunangannya, Dionna, yang dipacari sejak kuliah Teknik Sipil di University of New Mexico.

Sebelum masuk mobil penjemput, Granger sempat menghentikan langkahnya. Perhatian pria kelahiran 20 April 1983 itu tertuju kepada penjual koran asongan yang setiap hari memang berjualan di lingkungan bandara. Granger rupanya terkesan dengan tampilan halaman depan Jawa Pos edisi Jumat (22/8) yang memampang gambar wajahnya. Dia langsung membeli satu ekslempar koran dari penjual asongan tersebut.

Kekaguman Granger atas antusiasme publik Surabaya tak cukup sampai di situ. Ketika melintasi Jalan Ahmad Yani, Granger semakin dibuat terkesan melihat billboard berisi ucapan selamat datang dengan poster dirinya berukuran raksasa. Termasuk ketika dia melirik gedung DetEksi Basketball League (DBL) Arena. Dengan spontan dia menyambar kamera sakunya.

�Saya tak menyangka bakal mendapat sambutan luar biasa seperti ini. Saya juga tak mengira atas respons publik Surabaya yang begitu hangat,� ujar pemilik jersey bernomor punggung 33 di timnya tersebut.

Sebagai penyelenggara even resmi NBA pertama di Indonesia, DBL tak mau setengah-setengah. Didukung Honda selaku sponsor utama edisi tahun ini, puluhan billboard untuk menyemarakkan kedatangan Granger dipasang di berbagai kota di tanah air. Sepuluh di antaranya dipasang di Surabaya dan berhasil membuat Granger terkesan.

Begitu tiba di hotel, Granger memang langsung menuju kamarnya. Namun, dia hanya melepas penat hampir satu jam. Setelah itu, dia mengajak jalan-jalan tunangannya untuk sekadar window shopping di Tunjungan Plaza. Banyak gerai yang sempat dia kunjungi, terutama gerai yang menjual beraneka gadget. Tak ketinggalan beberapa butik mewah, termasuk butik Louis Vuitton, di Hotel Sheraton, Surabaya. �Mal di sini (Surabaya) lumayan besar dan lengkap juga, ya?� timpal Granger.

Bagi pemilik tinggi badan 206 cm itu (dia mengaku setinggi itu, meski dalam versi resmi NBA disebut 203 cm), kunjungan ke Surabaya diakui sangat berkesan. Apalagi, Surabaya adalah kota pertama di Asia yang dia kunjungi. �Terus terang, saya tak pernah mendengar soal Surabaya sebelumnya. Saya hanya mendengar tentang Bali,� paparnya ketika hadir pada sesi media interview di DBL Arena kemarin petang.

Pada acara itu Granger memberikan cendera mata berupa jersey Indiana Pacers bernomor punggung 33 kepada Azrul Ananda, commissioner DBL yang juga wakil direktur Jawa Pos itu. Nomor punggung itu biasa dipakai Granger dalam laga NBA. Lantas, Azrul menghadiahi Granger jersey DBL Indonesia dengan nomor punggung yang sama.

Dengan penuh antusias Granger menjawab beragam pertanyaan dari insan media pada acara yang dimoderatori langsung oleh Azrul itu. Granger juga masih tampak fresh ketika melakoni sesi interview eksklusif bersama Jawa Pos di DBL Arena.

Granger mengaku sudah tak sabar untuk segera bertatap muka langsung dengan para penggemar basket di Surabaya. Rencananya, hari ini (23/8) dia hadir sebagai bintang tamu di final kompetisi basket pelajar terheboh di Indonesia. Pemain 25 tahun itu menghadiri final Jawa Timur Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 di DBL Arena Surabaya. Selain menyapa penggemar basket, dia melakukan tip-off pada pertandingan final tingkat SMA tersebut. Dia lantas memberikan trofi dan mengalungkan medali juara untuk pemenang.

Sehari kemudian (24/8), pemain yang dicomot oleh Pacers pada NBA Draft 2005 itu akan membuat sejarah lebih besar. Dia tampil di NBA Basketball Clinic, yang merupakan even resmi pertama NBA di Indonesia. Di klinik itu dia akan bertemu para champion Honda DBL 2008 yang berasal dari sepuluh provinsi di Indonesia. Selain berbagi cerita tentang perjalanan karir, Granger memberi materi latihan langsung kepada mereka. Granger tidak akan sendirian. Dia dibantu Martin Conlon. Bertinggi badan hampir 210 cm, Conlon adalah mantan pemain NBA dari klub Milwaukee Bucks.

�Saya akan memberikan pelajaran kepada para pemain muda tentang fundamental basket. Seperti, bagaimana cara melakukan shooting (tembakan), dribble, serta passing yang benar. Biasanya, para pemain di usia itu (SMA, Red) tidak bermain dengan dasar yang tepat. Kalau saya bisa mengajari mereka fundamental yang baik, bagi saya itu sudah sangat baik,� sambungnya. (roq)
 
Re: All Basketball NBA News (Ray Allen Merit)

[ Sabtu, 23 Agustus 2008 ]
Setting Terheboh untuk Pertandingan Bersejarah
Sore ini, Danny Granger bakal hadir di Final Party Jawa Timur, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008. Dia bakal hadir di DBL Arena Surabaya, menyapa penggemar, melakukan tip-off, dan memberikan trofi sekaligus mengalungkan medali untuk tim yang menjadi juara.

Ini adalah kali pertama seorang bintang NBA melakukan hal tersebut di sebuah pertandingan final di Indonesia. Karena itu, empat tim yang akan bertanding hari ini tentu akan sangat menantikannya.

Hari ini (open gate pukul 14.00 WIB), tim putri SMA Ciputra Surabaya bakal berhadapan dengan SMAN 8 Malang. Kemudian, di laga penutup, tim putra SMA Petra 4 Sidoarjo akan mencoba mempertahankan gelar melawan SMAN 2 Jember.

Sebelum ini, kompetisi terheboh dan terbesar di Indonesia itu sudah dikenal sebagai trendsetter penyelenggaraan pertandingan basket. Hari ini, dalam pertandingan penutup kompetisi yang sudah bergulir sejak Januari lalu di sebelas kota, sepuluh provinsi, panitia dari DetEksi Jawa Pos telah menyiapkan suguhan superspesial.

"Selama ini, orang bermimpi menonton pertandingan NBA karena suasananya yang luar biasa. Selama lima tahun penyelenggaraan, DBL selalu mencoba meningkatkan standar. Khusus untuk besok (hari ini, Red), kami akan mencoba meninggalkan kesan mendalam untuk semua penonton. Bagaimana pun, kehadiran Danny Granger merupakan sejarah baru basket Indonesia," papar Azrul Ananda, commissioner DBL.

Dibantu Lasika Production, di DBL Arena sekarang sudah terpasang empat set layar LED. Bukan hanya untuk membantu penonton, tetapi juga untuk memperkenalkan para pemain yang akan bertanding. Belum lagi belasan lampu show dan permainan api. "Beberapa setting belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia," tambah Masany Audri, supervisor DBL.

Ambassador Honda Beat Ghea Idol juga bakal tampil untuk menghibur para penonton.

Sebenarnya, kemarin bukan hanya panitia yang heboh mempersiapkan diri. Para penggemar basket pun sudah berbondong-bondong mem-booking tempat untuk menonton di gedung berkapasitas 4.400 penonton itu. Saking banyaknya, panitia menyetop reservasi tiket kemarin sore pukul 17.00. Supaya bisa menyisakan tempat untuk penggemar yang datang hari ini.

"Ratusan pendukung bakal datang dari Jember, datang dengan begitu banyak bus. Ratusan lagi dari Malang, dengan begitu banyak bus. Belum lagi barisan pendukung SMA Ciputra Surabaya dan SMA Petra 4 Sidoarjo. Meski sifatnya final SMA regional, mungkin inilah pertandingan yang paling diminati penggemar dalam sejarah basket Indonesia," kata Azrul.

Hari ini, saksi kehadiran Granger bukan hanya penonton. Ratusan pemain champion Honda DBL 2008 dari berbagai kota dan pulau juga akan menyaksikan. Minggu besok, mereka semua akan merasakan DBL Arena, lalu mengikuti NBA Basketball Clinic bersama Danny Granger.

Tadi malam, sekitar pukul 20.30 WIB, tim putri SMAN 11 Pekanbaru dan tim putra SMA Santa Maria Pekanbaru menjadi yang pertama hadir di Surabaya. Mereka adalah champion dari Provinsi Riau.

Saat bertemu panitia dari DetEksi Jawa Pos di Bandara Juanda, rombongan tersebut tampak begitu bersemangat. Kebanyakan mengaku sudah gatal ingin menyaksikan final Jawa Timur hari ini.

"Aku sudah lihat video final DBL tahun lalu waktu technical meeting di Pekanbaru. Keren banget. Apalagi waktu lihat firework pas starting lineup. Wah, aku sampai merinding. Sudah nggak sabar nih pengin cepat besok (hari ini, Red) dan lihat final," ujar Yoanna Gustia Rahayu, kapten SMAN 11 Pekanbaru.

Setelah rombongan juara dari Pekanbaru, kemarin yang sudah datang di Surabaya adalah tim champion dari Pontianak, Jogjakarta, dan Semarang. Kontingen pemenang dari lima kota lain, yaitu Manado, Makassar, Banjarmasin, Palembang, dan Mataram, menyusul pagi ini. (aul/hil)
 
Re: All Basketball NBA News (Ray Allen Merit)

ya udahlah... main-main ajah dulu, Danny.. sebelum mumet sama Playoff!!
 
Re: All Basketball NBA News (Ray Allen Merit)

21172large.jpg


[ Sabtu, 30 Agustus 2008 ]
Hamed Haddadi; Bersama Memphis Grizzlies Jadi Pebasket Pertama Iran di
Jago Rebound yang Sempat Terganggu Masalah Politis

NBA membuktikan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang bisa menghapus sekat-sekat politis. Kemarin, Memphis Grizzlies sukses mengontrak Hamed Haddadi. Kedatangan center berusia 23 tahun itu sangat istimewa. Sebab, dia berasal dari Iran, negeri yang selama ini dianggap poros setan oleh Amerika Serikat (AS).

---

Beijing 2008 merupakan kesempatan kedua bagi Iran untuk berlaga di ajang Olimpiade. Mereka gagal berbicara banyak dalam even yang diselenggarakan di Beijing Olympic Basketball Gymnasium itu. Dari lima pertandingan grup A, mereka tidak sekalipun merebut kemenangan. Mereka pun harus pulang awal.

Namun, perjalanan singkat itu tetap saja meninggalkan kesan mendalam. Salah seorang pemain mereka menunjukkan skill hebat. Dia adalah Hamed Haddadi, center yang menjadi tukang rebound terbagus di even yang diikuti pebasket terbaik dari segenap penjuru dunia tersebut.

Haddadi membukukan rata-rata 11,2 rebound per pertandingan. Dia unggul jauh dari bintang tuan rumah Tiongkok Yao Ming yang hanya membukukan rata-rata 8,2 rebound per pertandingan.

Tidak hanya tangguh dalam bertahan, center asal klub Saba Battery itu juga tajam dalam mendulang poin. Dia memiliki rata-rata 16,6 poin per pertandingan. Itu mengantarkan dirinya paling menonjol dibanding 11 rekan setimnya yang lain. Sebab, dia menjadi satu-satunya pemain yang mampu membukukan double-double dari tim Iran.

Tak pelak, beberapa pemandu bakat klub NBA yang diterjunkan ke Beijing 2008 terpesona melihat aksi Haddadi tersebut. Pemain dengan tinggi menjulang 2,18 meter itu direkomendasikan oleh beberapa pemandu bakat ke tim NBA. Salah satu yang benar-benar tertarik adalah Memphis Grizzlies.

Namun, tembok tebal merintangi potensi transaksi itu. Niat Haddadi dan tim NBA yang berniat merekrutnya terhalang peraturan Federal AS. Di situ diatur bahwa NBA dan klub-klub di bawah naungannya dilarang mengadakan hubungan dengan Iran.

''Kami telah mendapatkan imbauan berdasar peraturan federal yang menerangkan bahwa adanya larangan bagi individu atau organisasi di AS untuk terlibat persetujuan bisnis dengan warga negara Iran,'' tulis NBA dalam suratnya yang dibagikan kepada klub pada Jumat (15/8) dua pekan lalu.

Kekecewaan tentu menyelimuti kubu Haddadi. Termasuk Memphis Grizzlies yang mengincarnya.

Namun, kekecewaan pihak-pihak tersebut terhapus kurang dari sepekan kemudian. Selasa (20/8), larangan itu dimentahkan pemerintah AS melalui Office of Foreign Assets Control (Kantor Kendali Aset Asing/OFAC). Gayung pun bersambut bagi Haddadi dan klub-klub NBA yang menginginkannya. Sampai akhirnya, kemarin Memphis mengumumkan telah mendapatkan Haddadi.

''Kami senang bisa merekrut Hamed. Dia adalah center muda yang produktif sebagai tukang rebound, blok, serta mesin poin,'' puji Chris Wallace, general manager Memphis, kemarin.

Kontrak Haddadi bersama Memphis bersifat multiyears. Namun, tidak dijelaskan secara gamblang berapa nilainya. Kabarnya, nilainya sama dengan pemain yang masuk melalui draft pick di jajaran menengah. Dengan tinggi 218 cm, dia akan menjadi pemain tertinggi dalam sejarah Memphis, menyamai Jake Tsakalidis dan Cezary Trybanski.

Mehran Hatami, asisten pelatih tim Iran yang sekaligus berperan sebagai penerjemah, menyatakan bahwa kubu Iran merasa gembira ada pemainnya yang mampu menembus NBA.

Hamed E. Haddadi

Kelahiran: Ahvaz, Iran, 19 Mei 1985
Tinggi/Berat Badan: 218 cm/115 kg
Karir Profesional:
Paykan Teheran (2002-2003)
Al Wasl (2003)
Paykan Teheran (2003-2007)
Saba Battery (2007-sekarang)
Karir timnas:
Medali perunggu Asian Games 2006 (Doha, Qatar)
Medali emas, Kejuaraan Asia 2007 (Tokushima, Jepang)
 
Re: All Basketball NBA News (Ray Allen Merit)

[ Jum'at, 29 Agustus 2008 ]
Jason Kidd Pakai Sepatu Tiongkok
BEIJING - Merek sepatu Tiongkok makin berkoar di National Basketball Association (NBA). Sejak 2005, sejumlah pemain memang sudah memakai merek-merek seperti Li-Ning, Peak, dan Anta. Namun, hanya ada satu superstar yang menjalin kerja sama, yaitu Shaquille O'Neal dengan Li-Ning.

Sekarang, ada satu lagi superstar pakai sepatu Tiongkok. Usai Olimpiade Beijing, point guard Team USA yang mewakili klub Dallas Mavericks, Jason Kidd, membuat pengumuman besar. Dia meneken kerja sama dengan Peak, dan akan memakai sepatu merek itu di musim NBA 2008-2009 nanti.

Berarti, Kidd akan meninggalkan Nike, yang sudah men-support-nya sejak kali pertama masuk NBA pada 2004. Apalagi, dalam beberapa pekan terakhir, Nike juga rajin merilis ulang sepatu-sepatu signature Kidd yang dipakai pada era 1990-an.

Bagi Peak, Kidd adalah klien kedua di NBA. Sebelum ini, mereka telah mendapatkan Shane Battier, forward pekerja keras di klub Houston Rockets.

Di antara merek-merek Tiongkok, Peak sebenarnya tergolong kurang populer. Desain sepatu Peak juga biasanya kalah jauh dari Li-Ning dan Anta. Bahkan, banyak model sepatu Peak merupakan ''tembakan'' dari model-model populer milik And1 dan Adidas.

Namun, saat pengumuman kerja sama dengan Kidd, Peak menunjukkan gambar signature shoe terbaru pemain 35 tahun itu. Dan modelnya termasuk orisinal, jauh dari kesan meniru. (aza)
 
Re: All Basketball NBA News (Mulai dari Kontrak Sepatu, Sampe Kontrak

[ Minggu, 31 Agustus 2008 ]
Para Maniak Air Jordan Berkumpul untuk Film Dokumenter
Badan Berdarah Bukan Masalah, Sepatu Lecet Bikin Marah

Michael Jordan benar-benar seperti dewa. Sepatunya punya pengikut yang tergolong "religius." Baru-baru ini para "Jordan Heads" itu berkumpul di Chicago, syuting film dokumenter tentang sepatu Air Jordan. Dasar edan!

Michael Jordan bukan sekadar pemain basket terbaik dalam sejarah. Dia juga pemicu munculnya maniak sepatu. Orang-orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sepatu-sepatu basket terbaru dan terlangka.

Sudah tak terhitung berapa artikel yang menulis tentang para "orang gila" itu. Tak sedikit pula kisah video yang dibuat tentang mereka. Tapi, dokumenter paling dahsyat mungkin baru dirilis tahun depan. Judulnya Jordan Heads, bercerita tentang sepatu-sepatu Air Jordan dan orang-orang yang cinta (alias gila) pada sepatu-sepatu itu.

Proses syuting film itu mungkin masih belum selesai. Namun, puncak pembuatannya terjadi pada Sabtu, 23 Agustus lalu. Saat itu ratusan maniak Air Jordan datang dari berbagai penjuru Amerika Serikat (juga bagian lain dunia). Mereka berkumpul di Chicago. Tepatnya di depan United Center, tempat Chicago Bulls bertanding, tepat di depan patung Michael Jordan.

Mereka berkumpul untuk berbagi cerita dan memamerkan koleksi masing-masing. "Mereka menanggapi hobi ini lebih serius daripada kolektor sepatu kebanyakan," kata Calvan Fowler, sutradara Daydream Filmworks, produsen Jordan Heads, seperti dilansir Chicago Sun-Times.

Fowler menegaskan, film ini dibuat berdasarkan cinta pribadinya kepada Air Jordan. Tanpa sokongan dana sedikit pun dari Brand Jordan atau induknya, Nike. "Ini bukti cinta saya," ucapnya.

Sebagai bagian dari dokumenter itu, Fowler mengangkat kisah para kolektor Air Jordan paling sinting. Misalnya, seorang anak Chicago berusia 17 tahun, yang harus bekerja di tiga tempat untuk memenuhi kebutuhan membeli Air Jordan-nya. Lalu seorang ibu yang membangun ruang khusus di rumah untuk anaknya yang gila Jordan. Tidak ketinggalan seorang pria yang memiliki 402 pasang Air Jordan dari berbagai seri.

Di cuplikan dokumenter itu juga ada kisah seorang pria yang pernah berantem di sebuah McDonald's. Dia berantem sampai memecah kaca jendela. Ketika selesai, dia sama sekali tidak pusing ketika badannya berlumur darah dan luka di mana-mana. Dia justru marah gara-gara sepatu Jordan kesayangannya juga kena darah dan sedikit lecet!

"Sepatu-sepatu ini memang pantas dicintai. Kita bisa memakainya untuk main basket, untuk ke mal, untuk jalan-jalan. Michael Jordan terbang di atas semuanya. Sepatunya juga begitu," kata Damien DeAnda, 16, warga Chicago.

Yang tertarik dengan perkembangan dokumenter Jordan Heads ini bisa mengecek ke www.jordanheadsmovie.com. Ketika dirilis tahun depan, Fowler yakin bukan hanya maniak Air Jordan yang menyukainya. (aza)
 
[ Jum'at, 05 September 2008 ]
Bawa Ganja dan Perempuan, NBA Depak Dua Rookie
National Basketball Association (NBA) bertindak tegas atas dua pemain rookie-nya. Mario Chalmers (Miami Heat) dan Darrell Arthur (Memphis Grizzlies) tertangkap basah membawa ganja dan perempuan di kamar hotel, saat mengikuti pekan orientasi pemain baru. Akibatnya, mereka pun didepak dari program rutin tersebut.

Bukan hanya itu, denda besar dan sanksi larangan bertanding menunggu mereka di awal musim 2008-2009 nanti. Plus, tahun depan mereka harus mengulangi lagi program orientasi tersebut.

Setiap tahun, NBA memang menyelenggarakan program khusus untuk para pemain baru. Para rookie harus mengikuti seminar selama empat hari, belajar bagaimana menata hidup selama di NBA. Mulai cara bersikap, menghadapi media, sampai menata keuangan.

Pekan ini, program itu diselenggarakan di Doral Arrowwood Resort di Rye Brook, tidak jauh dari pusat kota New York.

Menurut aturan, para pemain tidak boleh membawa satu orang pun tamu. Dasar bandel, Chalmers dan Arthur (yang sama-sama kuliah di Kansas University dan mengantarkan sekolahnya menjadi jawara NCAA 2008) coba-coba melanggar aturan. Begitu ketahuan, yang didapat pun lebih dari sekadar malu.

"Kami masih (memikirkan sanksi lanjutan). Begitu mendapatkan semua detailnya, sanksi yang tepat akan dijatuhkan," kata Brian McIntyre, juru bicara NBA, seperti dilansir ESPN. (aza)
 
22300large.jpg


[ Jum'at, 05 September 2008 ]
Selamat Berjuang, Thunder
Nama Baru Pengganti Seattle SuperSonics

OKLAHOMA CITY - Julukan tim terbaru NBA di Oklahoma City sebenarnya sudah lama beredar. Sudah enam minggu ini nama "Oklahoma City Thunder" disebut di mana-mana sebagai pengganti Seattle SuperSonics. Tapi, nama resmi itu baru diumumkan Rabu lalu (kemarin WIB).

Tak heran, saat peluncuran itu, Clay Bennett sebagai chairman tim mengakui bahwa nama itu sudah bukan rahasia lagi. "Memang sangat sulit untuk menjaga rahasia," ucapnya di Oklahoma City, seperti dilansir Associated Press.

Sejak pindah dari Seattle usai musim NBA 2007-2008 lalu, Bennett memang sudah memastikan bahwa nama timnya akan berubah. Sehingga kelak kalau ada tim baru di Seattle, tim itu bisa meneruskan nama SuperSonics.

Sebelum memutuskan nama "Thunder," pihaknya sudah mendaftarkan lima nama lain. Yaitu Wind, Barons, Marshalls, Energy, dan Bison. Keputusan lantas jatuh pada "Thunder."

Sebuah stasiun televisi lokal merupakan yang pertama membocorkan nama baru tersebut, pertengahan Juli lalu. Kemudian, nama itu bocor ketika situs resmi NBA, NBA.com, telah mendaftarkan nama Thunder. Jadwal pertandingan Orlando Magic juga sudah menuliskan nama Oklahoma City Thunder sebagai lawan.

Dan kemarin WIB, sebelum pengumuman resmi, merchandise baru Thunder sudah mulai dijual di toko online NBA. Bennett mengaku kecewa atas kebocoran yang terjadi, tapi dia juga mengaku semua prosesnya berlangsung menyenangkan.

Bennett lantas menjelaskan filosofi Thunder. Nama itu dipilih karena identik dengan Oklahoma. Pertama, negara bagian Oklahoma memang dikenal punya banyak badai dahsyat. Selain itu, barisan tentara di sana memiliki julukan "Thunderbirds." Tidak ketinggalan, penyanyi country top asal Oklahoma, Garth Brooks, memiliki lagu terlaris berjudul The Thunder Rolls.

"Ada begitu banyak gambaran dan bayangan Thunder yang baik. Nama itu bisa menimbulkan emosi. Sangat powerful," tandasnya.

Soal warna, biru muda dipilih sebagai warna utama karena mirip dengan warna negara bagian Oklahoma. Kemudian, warna kuning melambangkan matahari, dan oranye kemerahan melambangkan matahari yang terbenam. Warna oranyenya dipilih tanggung bukan tanpa alasan. University of Oklahoma punya warna merah, sedangkan Oklahoma State University (dua-duanya kampus gila basket) punya warna oranye. Jadi, Bennett memilih yang tengah-tengah. "Tidak terlalu merah, tidak terlalu oranye," paparnya.

Saat ini, OKC (singkatan Oklahoma City) Thunder baru mengumumkan logo. Soal jersey dan maskot masih menunggu beberapa pekan lagi. Bahkan, 7 September nanti, Thunder masih harus melakukan audisi terbuka untuk merekrut tim penari/pemandu soraknya.

Dengan identitas baru ini, orang masih belum punya ekspektasi tinggi terhadap OKC Thunder. Apalagi, tahun lalu Seattle SuperSonics juga tidak tampil istimewa di tangan pelatih P.J. Carlesimo. Untuk meraih hasil baik, tim ini masih harus berjuang keras. Namun, tim ini punya beberapa pemain populer yang mampu menarik perhatian banyak penggemar NBA. Seperti rookie of the year musim lalu, Kevin Durant. (aza)
 
22448large.jpg


[ Sabtu, 06 September 2008 ]
Kejar Gelar Rookie di Tahun Kedua
NEW YORK - Greg Oden, 20, sudah diterima masuk NBA, di tim Portland Trail Blazers, sebelum musim 2007-2008. Tidak tanggung-tanggung, dialah pick (pilihan) nomor satu dalam NBA Draft 2007 lalu. Dasar nasib, dia mengalami cedera lutut dan harus menjalani operasi yang mengakibatkan dia tak sanggup menjalani musim perdana tersebut.

Sekarang lutut itu sudah sembuh. Karir center bertinggi badan 213 cm tersebut sudah bisa dimulai. Dan, dalam beberapa hari terakhir, Oden ikut orientasi bersama puluhan rookie baru NBA di New York. Menjalani rangkaian seminar tentang bagaimana menghadapi hidup sebagai bintang NBA. Ya, status Oden sekarang masih rookie dan dia boleh bersaing berebut gelar rookie of the year pada musim 2008-2009 nanti.

''Semoga saya mampu meraihnya. Saya akan berusaha meraihnya,'' kata Oden seperti dilansir Associated Press.

Tahun lalu Oden tak bisa mengikuti pekan orientasi tersebut. Sebab, acara itu diselenggarakan hanya beberapa hari setelah dia menjalani operasi lutut. Dan, Oden baru benar-benar pulih dalam beberapa pekan terakhir. Saking beratnya operasi yang dia jalani (microfracture), setahun waktu berlalu baru dia boleh melakukan latihan penuh (5-on-5 drills).

Kalau kondisi Oden bisa seratus persen, Trail Blazers pun menjadi tim yang makin menyeramkan. Tim termuda di NBA itu musim lalu hampir mencapai playoff di wilayah barat yang sengit. Dengan Oden, jagoan block shot, tim itu sangat mungkin masuk barisan enam besar wilayah barat.

Tapi, Oden mengatakan bahwa Trail Blazers tidak akan menuntut dirinya berbuat terlalu banyak. Minimal pada awal musim nanti. ''Mereka ingin memastikan tidak ada masalah (dengan kondisi Oden, Red). Mereka sangat hati-hati dalam membimbing saya sekarang,'' tandasnya. (aza)
 
22557large.jpg


[ Minggu, 07 September 2008 ]
Lagi, Sepatu-Sepatu Bintang NBA 2008-2009
Adidas Masih Kembaran, Tiongkok Mimpi Juara

Sebulan lagi, para pemain NBA mulai berkumpul untuk training camp. Tak sampai dua bulan lagi, musim 2008-2009 sudah dimulai. Sepatu-sepatu baru para superstar pun terus bermunculan.

Para bintang National Basketball Association (NBA) yang mengenakan merek Nike sudah lebih dulu meluncurkan sepatu-sepatu terbarunya. Maklum, kebanyakan mereka tergabung di tim bola basket Amerika Serikat (Team USA) yang bulan lalu meraih medali emas di Olimpiade Beijing.

LeBron James sudah memperkenalkan Nike Zoom LeBron VI, Kobe Bryant juga sudah membocorkan Nike Zoom Kobe IV.

Para pemain dengan merek lain di bawah Nike juga sudah memperkenalkan kicks baru masing-masing. Dari Jordan Brand ada Carmelo Anthony (Jordan Melo M5) dan Chris Paul (Jordan CP3 2009). Lalu dari Converse ada Dwyane Wade (Converse Wade 4).

Sekarang, giliran para superstar di luar kelompok Nike yang memamerkan pembungkus kaki masing-masing.

Kelompok terbesar datang dari pemakai Adidas, sponsor pakaian dan sepatu resmi NBA. Sama seperti musim lalu, Adidas masih jualan konsep persaudaraan. Para bintangnya memakai sepatu yang sama, hanya dengan warna berbeda-beda. Nama sepatu-sepatu terbaru merek asal Jerman ini juga masih mengusung inisial "TS" alias Team Signature.

Untuk awal musim 2008-2009, ada TS Creator untuk para pemain di posisi guard. Antara lain untuk Tracy McGrady (Houston Rockets), Chauncey Billups (Detroit Pistons), dan TS Creator versi low (tanpa pembungkus engkel) untuk Gilbert Arenas (Washington Wizards).

Untuk TS Creator milik T-Mac (julukan McGrady), sudah sempat dipakai saat laga playoff musim 2007-2008 lalu (lihat foto). Sayang, sepatu itu tetap tidak membantu T-Mac menembus ronde pertama playoff.

Untuk mereka yang bermain di posisi forward/center, khususnya Kevin Garnett dan Dwight Howard, Adidas punya TS Commander. Garnett sudah memakai versi limited edition-nya saat NBA Finals 2008 lalu. Tidak tanggung-tanggung, harganya waktu itu hampir Rp 10 juta sepasang.

Jangan heran kalau versi hijau ini nanti yang paling laris, karena Garnett memang membantu Boston Celtics meraih gelar juara saat mengenakannya.

Di luar Adidas, kelompok besar lain muncul dari grup PSMT (pemakai sepatu merek Tiongkok). Mereknya macam-macam, tapi jumlah dan kadar kebintangannya terus meningkat.

Baru-baru ini sudah diumumkan, point guard Dallas Mavericks, Jason Kidd, bakal mengenakan sepatu merek Peak di musim baru nanti. Dia tidak sendirian. Forward Houston Rockets, Shane Battier, sudah mengenakan Peak dalam dua musim terakhir.

Dari barisan pemakai merek Anta, yang sekarang ditonjolkan adalah forward asal Argentina, Luis Scola. Pemain lain Houston Rockets itu telah dibuatkan signature shoe oleh Anta, lengkap dengan lambang khusus berhiaskan angka "4," sesuai dengan nomor jersey Scola.

Sepatu itu telah disiapkan untuk dia pakai saat Olimpiade Beijing Agustus lalu, diberi sebutan "Scola Olympic." Tapi, sepatu itu juga akan dia pakai pada musim 2008-2009 nanti.

Akhir Agustus lalu, usai Olimpiade, Scola diajak keliling Tiongkok untuk mempromosikan Anta. Pemain yang membantu negaranya meraih medali perunggu itu mengaku takjub dengan antusiasme warga Tiongkok terhadap basket. "Dukungan mereka membuat saya merasa bermain di kandang sendiri," ucapnya.

Pemakai Anta lain, Steve Francis (juga Rockets), juga dibuatkan sepatu baru. Akhir Agustus lalu, Francis juga ikut Scola keliling Tiongkok. Tapi sepatu barunya belum terlalu ditonjolkan. Mungkin masih menunggu bagaimana dia akan tampil pada musim baru nanti. Musim lalu, Francis memang tidak banyak bermain dengan alasan cedera.

Francis berjanji akan memberikan performa terbaiknya di musim baru nanti. "Kami berharap bisa menjadi yang pertama mengantarkan merek Tiongkok meraih gelar juara," ujarnya.

Pada musim baru nanti, Rockets di atas kertas memang meyakinkan. Selain punya Yao Ming dan Tracy McGrady, tim yang dilatih Rick Adelman itu baru saja mendapatkan Ron Artest. Trio itu, didukung pemain solid seperti Battier dan Scola, digadang-gadang mampu mencuri gelar NBA 2008-2009.

Lewat Rockets, Tiongkok (penggemar maupun merek-merek sepatunya) memang sudah bisa memimpikan gelar juara NBA.

Di luar kelompok Adidas dan Tiongkok, masih eksis salah satu superstar paling diidolakan di NBA. Yaitu guard Denver Nuggets, Allen Iverson. Biasanya, sepatu Reebok seri Answer (julukannya) dikenal paling berani dalam berinovasi. Tapi untuk musim 2008-2009 nanti, Reebok Answer XII (seri ke-12) justru tampil minimalis.

Minimalisnya sendiri bisa dibilang manis. Ada dua versi yang gambarnya beredar di internet. Versi hitam yang sangat basic, yang menonjolkan rangkaian tulisan di bagian tumit. Versi putihnya tampak anggun dengan perpaduan warna Nuggets, kuning dan powder blue. (azrul ananda)

Sepatuuuu muluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu...!!!
 
23496large.jpg


[ Kamis, 11 September 2008 ]
Kobe Batal Operasi Kelingking
Tak Mau Kehilangan Waktu Hadapi Musim NBA 2008-2009

LOS ANGELES - Superstar Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, telah membuat keputusan besar yang bisa berisiko jangka panjang. Pemain yang baru saja membantu Amerika Serikat meraih medali emas di Olimpiade Beijing itu memutuskan untuk tidak mengoperasi jarinya yang cedera. Padahal, ligamen kelingking kanan itu sudah sobek sejak awal tahun lalu.

Menurut Bryant, dia membatalkan operasi itu karena tidak ingin kehilangan waktu bermain pada musim NBA 2008-2009 nanti. Apalagi, Lakers punya peluang besar kembali ke final, bahkan menjadi juara. Kalau operasi, Bryant bakal membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih. Padahal, training camp sudah dimulai akhir September ini, dan musim baru dimulai akhir Oktober nanti.

"Ketika dokter bilang saya butuh waktu 12 minggu untuk memulihkan diri, saya langsung memutuskan bahwa ini bukan waktunya untuk operasi. Saya tak ingin kehilangan waktu bekerja untuk Lakers, mengingat kami punya target tinggi pada musim NBA nanti," paparnya lewat situs pribadi, kb24.com.

Bryant mengalami cedera ligamen itu pada 5 Februari lalu, saat bertanding melawan New Jersey Nets. Sejak saat itu pula, dokter bilang dia bakal butuh operasi. Namun, Bryant terus menundanya karena Lakers sedang berjuang menuju final (mereka akhirnya sampai final). Operasi itu lantas tertunda lagi karena Bryant tak mau absen di Olimpiade Beijing, Agustus lalu.

Sekarang, Bryant tampaknya bakal menundanya sampai tahun depan. Apalagi, pada pertengahan 2009 nanti pemain 30 tahun itu memang bisa istirahat penuh. Tak ada komitmen dengan tim basket Amerika Serikat.

Untuk mencegah cedera lebih parah, Bryant selalu "mengikat" jari kelingking itu dengan jari manis. Dan Bryant merasa, tanpa operasi pun performanya tidak terpengaruh. "Saya selalu merasa mampu fokus dan bermain pada level yang tinggi meski mengalami berbagai cedera," kata Bryant.

Statistik membuktikan omongan Bryant itu. Pada musim 2007-2008 lalu, dalam 46 pertandingan sebelum cedera, Bryant mampu memasukkan 45,9 persen tembakan, 83,6 persen free throw, dan 35,6 persen tembakan tiga angka.

Dalam 57 pertandingan setelah cedera (termasuk playoff), angkanya tak banyak berubah. Dia memasukkan 46,5 persen tembakan, 83,1 persen free throw, dan 34,4 persen tembakan tiga angka. (aza)
 
23725large.jpg


[ Jum'at, 12 September 2008 ]
Lebih Suka Kera Sakti
Sun Yue tentang Julukannya di NBA

BEIJING - Bintang basket asal Tiongkok Sun Yue segera mengakhiri masa liburannya setelah Olimpiade Beijing 2008. Dia harus segera bergabung dengan tim barunya, Los Angeles Lakers, untuk menjalani training camp. Dia akan meninggalkan Tiongkok begitu menerima visa dari Kedutaan Amerika Serikat (AS).

Belum bergabung dengan salah satu kontestan NBA Final 2008 itu, Sun telah melontarkan sebuah permintaan. Permintaan itu terkait dengan julukan yang dialamatkan kepadanya. Sun merasa kurang sreg dengan julukan "Magic Johnson dari Tiongkok".

Menurut pemain berusia 22 tahun itu, julukan tersebut berlebihan. "Saya tak ingin disebut sebagai Magic Johnson selanjutnya," ujar Sun kepada China Daily. "Dia (Magic Johnson, Red) pemain yang hebat dan memiliki segalanya. Saya tidak yakin segera menemukan pola permainan seperti dia pada tahun pertama saya," lanjut pemain yang berposisi sebagai point guard itu.

Lalu, julukan apa yang diinginkan Sun? Dia lebih mengedepankan karakter legendaris dalam cerita mitos Tiongkok dan ajaran Buddha, yaitu Raja Kera atau Kera Sakti. Itu tak lepas dari julukan yang diberikan para penggemarnya di Los Angeles yang menyebutnya sebagai Sun Wukong, nama si Raja Kera dalam cerita tersebut.

"Jika mereka ingin menjuluki saya dengan nama pahlawan Buddha, itu akan membuat saya melegenda. Bagi mereka yang sudah memberi julukan tersebut, itu menjadi sebuah dukungan hebat bagi saya," jelas Sun.

Cerita yang melibatkan Kera Sakti juga cukup relevan dengan perjalanan karir Sun. Kera Sakti terlibat mengawal utusan Buddha dalam cerita "Perjalanan ke Barat" untuk menemukan kitab suci dan kejayaan. Nah, Sun juga terlibat perjalanan ke barat, dalam hal ini AS, untuk menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pebasket yang hebat. (ady/ang)
 
23880large.jpg


[ Sabtu, 13 September 2008 ]
Tinggalkan Reebok, Davis Pakai Li Ning
LOS ANGELES - Satu lagi bintang NBA teken kontrak untuk mengenakan sepatu merek Tiongkok. Baron Davis, point guard andal Los Angeles Clippers, telah meninggalkan Reebok untuk memakai merek nomor satu Tiongkok, Li Ning.

Davis merupakan point guard bintang kedua yang pindah sepatu tahun ini. Akhir Agustus lalu, Jason Kidd dari Dallas Mavericks meneken kontrak dengan merek lain Tiongkok, Peak.

Bergabungnya Davis itu menunjukkan niat besar Li Ning untuk menjaga gengsi. Pada 2005, Li Ning-lah merek Tiongkok pertama yang ''menembus'' NBA. Waktu itu, mereka memasangkan sepatu ke kaki Damon Jones, shooter Cleveland Cavaliers (sekarang Milwaukee Bucks).

Pada 2006, Li Ning meneken salah satu center paling top dalam sejarah, Shaquille O'Neal (sekarang di Phoenix Suns). Nilainya lebih dari USD 1 juta (hampir Rp 10 miliar) untuk lima tahun. Pemain lain yang sudah memakai Li Ning adalah Chuck Hayes (Houston Rockets).

Li Ning juga mensponsori tim basket nasional Spanyol dan Argentina, pemenang Kejuaraan Dunia 2006 dan Olimpiade 2004 di Athena.

Namun, dalam setahun terakhir, merek-merek lain berlomba mencuri perhatian dari Li Ning. Peak telah meneken Shane Battier (Rockets) sebelum Kidd. Anta, merek nomor dua di Tiongkok, telah mendapatkan kaki Luis Scola dan Steve Francis (dua-duanya Rockets).

Di antara semua nama itu, Davis mungkin yang paling terang kadar ''bintang''-nya. Setelah ini, entah siapa lagi bakal menyusul. (aza)
 
24652large.jpg


[ Rabu, 17 September 2008 ]
Boros Uang, Hemat LeBron
Strategi Cavaliers Kejar Juara NBA 2008-2009

Bagi Cleveland Cavaliers, LeBron James adalah segalanya. Untuk meraih gelar juara NBA 2008-2009, mereka hanya punya satu pilihan strategi: Boros uang sambil menghemat badan sang superstar. Kalau tidak, dua tahun lagi James terancam pergi dan tim ini kembali ke titik nol.

Cleveland Cavaliers dulu termasuk tim paling dicemooh di NBA. Beruntung mereka menjadi tim terburuk pada 2003 lalu. Sebab, mereka mendapat hak pilih nomor satu dalam NBA Draft tahun itu, yang mendatangkan seorang penyelemat bernama LeBron James.

Sejak 2003, prestasi Cavaliers terus merangkak. Pada 2006-2007 lalu, tim ini sukses masuk final. Disapu bersih oleh San Antonio Spurs, tapi masuk final.

Sejak saat itu, tim ini hanya punya satu target: Menjadi juara NBA. Dan mereka sadar hanya punya waktu hingga 2010. Saat itu, kalau tidak puas dengan Cavaliers, LeBron James punya opsi untuk membatalkan kontrak dan hengkang ke tim lain. Kalau itu sampai terjadi, maka Cavaliers terancam harus mengulangi lagi segalanya dari nol.

Sadar hanya punya waktu dua musim, Danny Ferry sebagai general manager tak punya banyak pilihan. Cavaliers harus berani gambling, mencurahkan segala sumber daya untuk dua musim ke depan. Mengeluarkan berapa pun uang untuk memberi James pasukan pembantu yang mumpuni.

Belakangan, James memang mulai mengomel. Dia merasa timnya tak kunjung mampu menemukan barisan pembantu yang kuat. Sejak bergabung di Cavaliers, James harus bermain lebih dari 40 menit di setiap pertandingan (dari total 48 menit). Padahal, pada satu musim NBA setiap tim harus bertanding 82 kali. Belum termasuk preseason dan playoff.

Pemain 206 cm itu memang masih muda (23 tahun) dan perkasa. Tapi lama kelamaan jatah menit berlebihan itu akan "menghabiskannya." Membuatnya kelelahan ketika masuk playoff, membuat Cavaliers gembos di saat paling menentukan.

Musim 2007-2008 lalu adalah buktinya. Cavaliers tidak melakukan perubahan signifikan dari musim sebelumnya. Hanya pertukaran pada bulan-bulan akhir yang mendatangkan center garang Ben Wallace. Akibatnya, untuk meraih hasil lebih baik, James harus berbuat lebih. Tidak tanggung-tanggung, James mencatat rata-rata 30 poin, 7,9 rebound, dan 7,2 assist per pertandingan! Dia yang mencetak poin, dia yang berebut bola, dan dia pula yang harus membagi bola!

Hasilnya? Tidak lebih baik. Bukannya kembali ke final, Cavaliers malah rontok di ronde kedua playoff. Sebab, para pesaing telah melakukan upgrade signifikan.

Menghadapi musim 2008-2009 ini, Cavaliers pun mengeluarkan banyak uang untuk meng-upgrade barisan di sekeliling James. Pemain yang dia suka dinaikkan bayarannya (Daniel Gibson, Delonte West). Plus mendatangkan pemain-pemain mahal untuk mengurangi beban James dalam berbagai hal. Yang paling signifikan adalah Mo Williams, point guard dari Milwaukee Bucks yang mampu mencetak 17 poin per game.

Memang, buntut dari pengeluaran ekstra ini, Cavaliers meroket ke barisan atas tim bergaji tertinggi. Pengeluaran mereka untuk gaji musim depan mencapai USD 90 juta, nomor dua tertinggi setelah New York Knicks. Karena batas maksimal gaji tanpa pajak (salary cap) di NBA sekitar USD 70 juta, maka Cavaliers pun membayar pajak gila-gilaan.

Di NBA, kalau total gaji melebihi batas, maka tim itu dikenai pajak dolar per dolar. Kelebihan USD 20 juta berarti ketambahan pajak USD 20 juta. Berarti, total uang untuk gaji Cavaliers mencapai USD 110 juta atau lebih dari Rp 1 triliun!

Apakah ini bakal berbuah gelar juara? Memang belum tentu. Tapi peluang Cavaliers memang membaik. Datangnya Mo Williams bisa berdampak berkurangnya menit permainan LeBron James. Dan itu bisa berlanjut membuat James lebih segar saat lebih dibutuhkan di babak playoff.

Bukan hanya itu upaya Cavaliers untuk "menghemat badan" James. Usai mengikuti Olimpiade Beijing akhir Agustus lalu. Cavaliers memaksa pemain berjulukan "King James" itu untuk istirahat total. Mereka melarang James masuk ke dalam ruang latihan selama beberapa minggu.

Ferry sendiri mengaku senang dengan barisan timnya saat ini. "Kami punya barisan pemain yang antusias dan kompetitif. Kami punya barisan komplet di semua lini, dan kami punya barisan yang seimbang dalam hal usia muda dan pengalaman," ucapnya.

Tapi, seandainya barisan "komplet" ini masih gagal menghasilkan titel, jangan heran kalau Ferry dan Cavaliers lebih boros lagi pada 2009 nanti. Sebab, suka atau tidak suka, musim 2009-2010 itu adalah kesempatan terakhir mereka menjadi juara bersama LeBron James.

Sekali lagi harus diingatkan: Kalau gagal juara pada 2010, James hampir pasti akan pindah ke tim lain. Dan itu berarti Cavaliers harus mengulangi lagi segalanya dari nol. Dan LeBron James baru belum tentu lahir seratus tahun lagi...

alah... pertahanin ajah terus..... EGP!
 
[ Rabu, 17 September 2008 ]
Lebih Garang dari Jordan
Di usia 23 tahun, LeBron James telah mencetak 10.689 poin di NBA (termasuk memasukkan 510 tembakan tiga angka). Plus 2.694 rebound dan 2.572 assist. Dia sudah bertanding 26 kali di babak playoff, termasuk sekali masuk babak final.

Sebagai perbandingan, di usia yang sama, Michael Jordan dulu baru mencetak 5.762 poin (hanya 24 tembakan tiga angka), menyumbang 1.028 rebound, plus membagi 911 assist. Jordan juga baru menang satu pertandingan di babak playoff, dan tak pernah lolos dari ronde pertama.

Memang, James mengawali karir di NBA lebih dini, langsung jadi profesional setelah lulus SMA. Michael Jordan harus dua tahun dulu kuliah di University of Carolina. Tapi, dengan laju seperti ini, James punya potensi menjadi lebih legendaris dari Jordan.

ya... karena LeBrondong kan kerjanya sendirian...... kalo Michael Jordan kan nggakk.. so, gak adil, kalo dibilang garangan LeBrondong....
 
24842large.jpg


[ Kamis, 18 September 2008 ]
Granger Terus Terkenang Indonesia
Ranking 19 Daftar Pemain NBA Paling Berharga

INDIANAPOLIS - Hampir sebulan setelah kunjungannya di Indonesia, bintang Indiana Pacers Danny Granger masih terus membicarakannya di Amerika Serikat. Dalam Indianapolis Star edisi 16 September lalu, Granger bercerita tentang pengalamannya menjadi bintang di even resmi pertama NBA di Indonesia tersebut.

Kepada reporter koran itu, Mike Wells, Granger mengungkapkan bahwa pengalaman paling berkesan dia dapat saat mengunjungi Panti Asuhan Darrul Mushthofa di kawasan perkampungan Surabaya Barat.

"Pengalaman itu membuat saya sadar diri. Saya mendapat bayaran besar. Ketika di sana, apa yang saya lihat benar-benar sulit saya percaya. Ketika memasuki panti asuhan itu, dalam hati saya bilang 'Ya Tuhan.' Saya tak pernah menyangka bakal seperti itu," tutur pemain 25 tahun tersebut.

Top scorer Indiana Pacers itu juga terkejut dengan besarnya perhatian yang dia dapatkan. "Asyik rasanya diberi perhatian seperti itu. Ke mana pun kami pergi selalu ada banyak kamera mengikuti. Ini menunjukkan betapa basket telah berkembang. Semua orang tahu saya. Mereka benar-benar mengikuti NBA di sana," tuturnya.

Situs Indianapolis Star juga memuat beberapa foto Granger selama di Indonesia. Misalnya saat dia tampil di NBA Basketball Clinic, berlatih bersama pemain-pemain SMA pilihan DetEksi Basketball League (DBL), di DBL Arena Surabaya.

Situs dan koran itu juga memuat foto harian Jawa Pos edisi Minggu, 24 Agustus 2008, yang memang memasang foto besar Granger di halaman depan. Edisi hari itu memang dilabeli sebagai "Danny Granger Edition."

Kedatangan Danny Granger di Indonesia itu adalah kegiatan pembuka dari kerja sama multiyear (jangka panjang) antara NBA dan DBL, liga basket pelajar terbesar di Indonesia.

Tahun depan, kerja sama ditingkatkan lagi. Bersama, NBA dan DBL akan menyelenggarakan Indonesia Development Camp di Surabaya. Para pemain muda dan pelatih pilihan DBL akan mendapat materi selama beberapa hari. Bukan hanya dari seorang pemain NBA, juga dari dua orang asisten pelatih NBA.

Tahu tahun depan ada even lagi di Indonesia, Granger mengaku siap untuk kembali. Sebab, dia pribadi merasa telah mendapat banyak pelajaran berharga. "Perjalanan itu mengajari saya untuk lebih apresiatif terhadap hidup. Saya pikir kami (di Amerika) sangatlah beruntung. Itu perjalanan yang tak akan pernah saya lupakan," ujarnya.

Sementara itu, menjelang musim NBA 2008-2009 akhir Oktober nanti, nama Granger semakin banyak diperbincangkan. Selain soal perpanjangan kontraknya yang bisa bernilai sampai USD 70 juta (untuk lima tahun), juga tentang peluangnya masuk NBA All-Star 2009.

ESPN, media olahraga paling top di AS, telah mengeluarkan daftar nama 190 pemain NBA paling berharga untuk musim baru nanti. Dalam ESPN 2009 Fantasy Basketball Draft Kit, sejumlah pengamat top memberi ranking untuk pemain NBA yang mereka anggap layak masuk tim fantasi penggemar. Dari nilai totalnya, nama Granger masuk peringkat cukup tinggi.

Granger ada di peringkat 19, hanya satu di bawah superstar San Antonio Spurs, Tim Duncan. Granger ditempatkan lebih tinggi dari sejumlah nama besar, termasuk andalan Boston Celtics Paul Pierce (peringkat 24) dan bintang New Jersey Nets Vince Carter (27). Bintang Houston Rockets asal Tiongkok, Yao Ming, ada di urutan 29.

Dalam daftar itu, peringkat pertama diberikan kepada LeBron James (Cleveland Cavaliers). Diiikuti Chris Paul (New Orleans Hornets) dan Kobe Bryant (Los Angeles Lakers).
 
Back
Top