ASIA CARRERA: Legenda 'Ratu Porno' Dengan IQ 156

Megha

New member
ASIA CARRERA: Legenda 'Ratu Porno' Dengan IQ 156







ORANG mungkin lebih kenal Asia Carrera sebagai pemain lebih dari 250 film porno. Tapi tak banyak yang tahu ia bisa memainkan komposisi Bach dengan piano di usia 13 tahun. Dia mengambil studi ekonomi dan bahasa jepang di Rutgers. IQ-nya 156 dan merupakan 2 persen orang terjenius di dunia.

Di dunia "perpornografian" keberadaan Asia Carrera termasuk legendaris. Wanita berkebangsaan Amerika Serikat (AS) ini dikenal sebagai bintang film porno terseksi dan terpanas sepanjang abad ini. Bukan sekadar artis semata, Asia Carrera adalah seorang marketing profesional yang ahli mengelola manajemen film blue. Untuk memuaskan para penggemamya, Carrera selalu meluangkan waktu untuk menjawab semua e-mail masuk yang mempertanyakan tentang dirinya. Dan secara bersamaan, ia pun menjual karya-karya film blue-nya ke seluruh dunia.

Kesuksesannya menjadi bintang film porno sempat mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di AS. Dalam satu minggu, Asia Carrera bisa mengumpulkan uang 1000 dolar. Namun tak seindah yang dibayangkan, perjalanan hidup Asia Carrera tak lepas dari suka dan duka. Tidak seperti artis karbitan, wanita pemilik bra 36 C ini memulai karier dari nol.

Sebelum menjadi bintang film porno, wanita berdarah Jepang Jerman ini sempat menjadi bartender. Menurutnya, cara ini yang paling mudah ditempuh untuk mencari uang. Pada satu pesta, ia diminta oleh pengelola bar untuk menyajikan minuman dengan berpakain seksi dan dada terbuka dengan honor 100 dolar. Tanpa pikir panjang, Carrera menerima tawaran tersebut. Untuk menghilangkan rasa takut ia meminum vodka. Sejak itu, Carrera mulai alih profesi menjadi penari striptease, dengan bayaran 300 dolar. Keindahan tubuh dan keahliannya menari itu pernah menjadikan Carrera sebagai penari malam termahal di negara AS.

Sukses menjadi stripper, Carrera ingin merambah ke dunia film, yaitu film porno. Pada suatu hari ia berkenalan dengan seorang fotografer. Asia Carrera minta dirinya difoto dan dipublikasikan menjadi bintang film panas. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata semua alamat dan mengirimkan foto pribadi dan biodatanya pada semua majalah pria. Itu membuahkan hasil. Carrera mulai mendapatkan tawaran menjadi model di majalah pria. Perlahan-lahan fotonya digemari pembaca dan meningkatkan penjualan majalah. Kesuksesannya ini memberikan peluang bagi Carrera untuk menjadi bintang film blue.

Atas anjuran sang fotografer, tahun 1993 ia pindah ke Los Angeles (LA). Dengan berbekal satu koper dan boneka beruang kesayangnya, Asia Carrera hijrah ke LA. Di situ ia mulai berkenalan dengan sutradara bintang film porno. Bagi Carrera, menjadi bintang film porno adalah pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa menghasilkan uang banyak. Walau pekerjaan itu ditentang oleh kedua orangtuanya, namun Carrera tidak memperdulikannya. Menjadi bintang film porno sudah menjadi pilihan hidupnya.

Sejak menjadi bintang film blue, Asia Carrera sudah memerankan sebanyak 250 film blue. Angka ini mengalahkan bintang film porno lainnya, di antaranya Jade Marcela, bintang porno asal Indonesia. Carrera mempunyai berbagai jenis dap adegan film porno, dari gaya konvesional sampai modern. Di antaranya Adam and Eve Signature Series One, produksi tahun 2000; Adventures of Mighty Man, produksi 1994; American Dream Girls, produksi 1996; Anal Adventures of Suzy Superslut, produksi 1994; Art of Deception, 1996; Bangkok Boobarella, produksi 1996; Best Sex in the West, produksi 1997; dan Bad Sister, produksi 1997.

Sayang kesuksesan kariernya tidak diiringi keberhasilan rumah tangganya. 19 Desember 1993 ia bercerai dengan Don Lemmon. Di perkawinan ini ia dikaruniai seorang anak perempuan bernama Catalina. Di bulan dan tahun yang sama, ia menikah kembali dengan Bud Lee, sutradara film blue. Di pernikahan kedua ini ia merasakan mendapat cinta sejati. Bagi Carrera, Bud Lee adalah suami tapi juga seorang teman yang bisa mengerti kekurangan dap kelebihannya.

LIKU KEHIDUPAN

Asia Carrera berasal dari keluarga berpendidikan. Bapaknya seorang ahli matematika dap fisika. Kedua orangtuanya menginginkannya sekolah di Harvard, menjadi pengecara atau dokter. Tapi, Carrera memilih belajar piano dan "nongkrong" bersama teman-temannya.

Menjelang ulang tahun ke 17 tahun, Carrera meninggalkan rumah. "Nongkrong" bersama band rock n' roll dan teman sejawat. Atas bantuan teman-temannya, ia tetap sekolah. Tidak mau tergantung pada temannya, ia mencoba mencari kerja. Berhubung usianya belum 17 tahun, tidak ada perusahaan yang mau menerimanya sebagai karyawan.

Ia juga sempat tinggal di asrama anak jalanan bersama ibu angkat. Ternyata tinggal bersama ibu angkat tak mengubah nasibnya. Pola mendidik ibu angkat sama dengan ibu kandung: keras, disiplin, dan tidak boleh bermain. Harus banyak belajar. Kondisi ini membuatnya memberontak, dan setelah lulus SMA Asia Carrera kembali kabur dari rumah ibu angkat.

Dengan pendirian yang teguh, ia yakin, suatu saat hidupnya akan berumah, menjadi orang kaya. Asia Carrera mendapat bea siswa, melanjutkan sekolah ke University Rutger Jurusan Bisnis. Selain untuk membiayai kuliah, uang bea siswa juga dimanfaatkannya untuk biaya hidup. Sambil kuliah, Carrera bekerja di cafe sebagai bartender. Kehidupannya mulai membaik. la tidak lagi mengemis dan mengandalkan bea siswa.

Begitulah. Beberapa tahun menjadi bartender, ia mulai alih profesi menjadi penari striptease. Perlahan namanya mulai dikenal. Sebelum menjadi artis film blue, ia juga dikenal sebagai penari malam. Keahliannya menggoyangkan tubuh membuat nafsu kaum Adam terpancing. Ia berhasil mengundang banyak tamu, dan menjadi daya jual bagi pengelola bar.


11976304470.jpg

Asia Carrera; Masuk Klub Orang Jenius



Sayangnya, kehidupan seks bebas dan gonta-ganti pasangan dalam film, membuatnya kudu berhadapan dengan AIDS. Legenda porno ini, terpaksa "menyerah" dan meninggal gara-gara AIDS. [ME/tyo/foto: istimewa]
 
Back
Top