Daun Iler (Myana) Obat Cacing Gelang

nurcahyo

New member
Daun Iler (Myana) Obat Cacing Gelang


Para penderita cacingan biasanya tak bernafsu makan, lesu, dan sering kali mengalami anemia. Ini karena cacing-cacing dalam tubuh manusia menjadi parasit dan menyerap cairan dan sari makanan di dalam usus. Padahal, cairan dan sari makanan itu untuk pertumbuhan sel manusia. Ada beberapa jenis cacing yang sangat umum menyerang usus manusia. Salah satunya adalah cacing gelang. Saat ini banyak obat anticacing beredar di pasaran.


Biasanya obat itu diminum setahun dua kali, tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Di dunia pengobatan tradisional banyak masyarakat berupaya mengatasi cacingan dengan berbagai ramuan tanaman obat. Satu di antaranya tanaman obat yang digunakan untuk mengatasi cacingan, termasuk penyakit karena cacing gelang, adalah daun iler. Daun iler (Coleus scutellarioides (L) Benth) sering dikenal dengan nama Si Gesing, Miana, Jawer Kotok, Saru-saru, atau Majana.


Tanaman yang tergolong ke dalam famili Labiatae ini berupa perdu. Perbanyakannya dengan menggunakan stek batang atau biji. Tanaman ini biasanya rimbun dengan daun berwarna hijau kemerahan atau merah ke arah ungu. Tepian daunnya bergerigi dan permukaannya berbulu halus. Bunganya berwarna putih keunguan. Bila dirasakan, tumbuhan ini agak pahit tapi baunya harum.


Dari beberapa penelitian diketahui, tumbuhan ini kaya oleh berbagai kandungan kimia, seperti minyak atsiri, tanin, lemak, phyosterol, calcium oxalate, dan pectic substances. Kandungan kimia itu terdapat pada bagian batang dan daunnya. Akarnya juga sering digunakan untuk pengobatan. Dari kandungan kimia tersebut, daun iler memiliki efek farmakologis seperti peluruh haid, penambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, dan juga obat cacing.


Untuk mengatasi cacing gelang, daun iler diambil sebanyak tujuh lembar, lalu dicuci, dan digiling halus. Tambahkan air setengah cangkir dan sesendok makan madu. Semua disaring dan airnya diminum sehari 2-3 kali. Adonan halus daun iler, tanpa madu, yang disaring akan menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai obat tetes pada radang telinga. Daunnya yang direbus bisa digunakan untuk mengobati wasir (ditambah gula merah), terlambat haid, keputihan (ditambah madu), dan gangguan pencernaan. Untuk mengobati mulas atau sakit perut, daun iler dibilas dengan air masak, lalu dikunyah dengan sedikit garam sampai halus dan ditelan. Setelah itu minum air hangat. Semua itu dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari. Pada kasus bisul, abses, atau borok, digunakan daun iler segar yang ditumbuk halus. Adonan itu dicampur sedikit air dan ditempelkan pada bagian yang sakit. Bagian itu kemudian dibalut, dan diganti 2-3 kali sehari. (wed)


Sumber: Republika Online, Selasa, 29 Juni 2004
 
Back
Top