sejarah Madrid C.F.

Biodata Cristiano Ronaldo​

biodata_christiano_ronaldo.jpg

Nama lengkap : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Tanggal lahir : 5 Februari 1985 (umur 25)
Tempat lahir : Funchal, Madeira, Portugal
Tinggi : 1.84 m (6 ft 0 in)[1]
Posisi bermain : Sayap kanan, Penyerang

Klub saat ini : Real Madrid
Nomor : 7

Karir :
* Sporting Lisbon (1999-2003)
* Manchester United (2003– 2009)
* Real Madrid (2009- 2010)

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro (lahir di Funchal, Portugal, 5 Februari 1985; umur 25 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Portugal. Ia dikenal sebagai pemain sayap dari Manchester United dari 2003-2009 sebelum pindah ke Real Madrid pada 1 Juli 2009 dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola. Ia biasa bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Ia mulai dipanggil ke Timnas Portugal sejak tahun 2003.

Ronaldo Lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung "Ronalda" di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano ("Ronaldo") relatif langka di Portugal.

Ronaldo adalah pemain sepak bola yang dapat bermain dengan kedua kakinya], yang membuat dia dapat bermain di mana saja: kanan, kiri atau melalui tengah. Ini mengakibatkan Ronaldo dan rekannya sesama pemain sepak bola di Manchester United Ryan Giggs dapat saling bertukar posisi.

Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat. Di samping gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya. Disamping kemampuan mengolah bolanya yang luar biasa, dia juga piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati, itulah yang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya bagi lawannya, dia dapat mencetak gol dengan cara apapun.
 
Liga Champions - Ronaldo Ingin Jumpa MU di Final​

CR7getty-cov.jpg

Madrid - Cristiano Ronaldo pernah menjadi bintang di Manchester United. Maka, ketika ada kans dirinya bisa melawan mantan klubnya itu, ia berharap hal tersebut menjadi kenyataan.

MU dan Real Madrid adalah dua dari empat kontestan tersisa di Liga Champions musim ini. Kedua klub tengah meretas jalan menuju jalan ke final, caranya tentu saja dengan menyingkirkan lawan masing-masing: Schalke dan Barcelona.

Andai jadi kenyataan, maka itu akan menjadi pertama kalinya Ronaldo menghadapi The Red Devils usai meninggalkan Old Trafford pada 2009 silam.

"Saya ingin melawan Manchester United," ujarnya di Daily Telegraph.

"Jika Anda menanyakan kepada saya, apakah ingin bermain untuk Real Madrid melawan Manchester United pada final di Wembley, maka tentu saya menjawab ya," tegasnya.

Ronaldo pun mengenang enam tahunnya bersama 'Setan Merah'. Mengingat masih banyak rekan-rekannya di sana, ia mengaku senang jika bisa bertemu mereka di final.

"Pertemuan itu (dengan MU di final) akan membuat saya sangat senang. Saya punya banyak teman di sana, memori dan saya akan sangat suka jika itu terjadi."

"Saya punya enam tahun yang hebat di sana."

Sekarang pertanyaannya adalah bisakah Madrid melewati Barcelona di semifinal terlebih dahulu? Dengan penuh keyakinan, pesepakbola asal Portugal itu menjawab, "ya."

"Final tampaknya masih jauh di depan. Saat ini, kami (Madrid dan Barcelona) adalah dua tim terbaik di dunia."

"Ini akan membuat semua orang di dunia duduk dan menyaksikan pertandingan. Kami sudah berkembang dan kami harus percaya bahwa kami bisa melakukannya," tukasnya.


sumber:berita bola
 
Lawan Barca, Mourinho Antisipasi 'Tradisi' Kartu Merah

mourinho-cov-getty.jpg

London - Jose Mourinho mulai merancang strategi untuk menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions. Salah satunya, membiasakan Real Madrid bermain dengan sepuluh pemain.

Mourinho melakukan hal tersebut bukannya tanpa alasan. Pelatih Portugal itu sudah berulang kali menghadapi Azulgrana di babak knockout Liga Champions dan sudah dua kali dia kehilangan pemain saat bertandang ke Camp Nou.

Kejadian pertama terjadi pada babak 16 besar musim 2004/2005 saat Mourinho masih menangani Chelsea. Saat itu, The Blues kalah 1-2 dalam laga yang diwarnai kartu merah kontroversial untuk Didier Drogba. Bahkan, gara-gara kartu merah ini, wasit Anders Frisk akhirnya mengundurkan diri karena mendapatkan ancaman pembunuhan.

Kejadian berikutnya terjadi pada semifinal musim lalu. Bersama Inter Milan, Mourinho sukses menahan gempuran pemain-pemain Barca meski Thiago Motta sudah harus meninggalkan lapangan sejak menit-menit awal. Nerazzurri cuma kalah 0-1 dan tetap lolos ke final dan selanjutnya menjadi kampiun.

Dengan pengalaman tersebut, Mourinho pun mulai menyiapkan langkah antisipasi. Madrid pun mulai dibiasakan 'kehilangan' satu pemain.

"Saya harus berlatih dengan sepuluh pemain, bagaimana bermain dengan sepuluh pemain," terangnya, seperti dikutip SkySports.

"Saya ke sana bersama Chelsea, saya mengakhiri laga dengan sepuluh pemain. Saya ke sana dengan Inter, saya mengakhiri laga dengan sepuluh pemain," ujar pria 48 tahun ini.

"Saya harus berlatih dengan sepuluh pemain karena itu bisa terjadi lagi," prediksi dia.

sumber:berita bola
 
Mourinho Sinyalir Ada Konspirasi Kartu​

mourinho-covgetty.jpg

London - Jose Mourinho mulai memanaskan tensi laga semifinal Liga Champions antara Real Madrid versus Barcelona. Dia menyebut konspirasi kartu kuning yang merugikan timnya.

Madrid akan kehilangan Ricardo Carvalho pada semifinal pertama di Santiago Bernabeu, 27 April mendatang. Bek asal Portugal itu terkena akumulasi kartu kuning setelah menerima kartu kuning dalam laga leg kedua perempatfinal kontra Tottenham Hotspur.

Mourinho mengaku bisa saja mencegah hal tersebut. Caranya, menyuruh Carvalho "mencari" kartu kuning pada pertemuan pertama dengan Spurs, di mana saat itu Madrid menang telak 4-0. Dengan demikian, Carvalho akan absen di White Hart Lane tapi bisa tampil di semifinal.

Namun, opsi tersebut tak dipilih oleh Mourinho. Dia tampaknya trauma dengan sanksi dari UEFA karena diduga menyuruh Xabi Alonso dan Sergio Ramos "mencari" kartu merah dalam laga kontra Ajax Amsterdam pada fase grup.

Mourinho kemudian membandingkan kondisi timnya tersebut dengan Barcelona. Beberapa pemain Barca memang mengalami situasi mirip dengan Carvalho.

Yang pertama adalah Andres Iniesta. Dia mendapat kartu kuning pada pertemuan pertama dengan Shakhtar Donetsk dan harus absen pada leg kedua. Namun, dia sudah bebas kartu untuk babak semifinal.

Pada kompetisi Liga Spanyol, situasi serupa juga terjadi. Victor Valdes dan Sergio Busquets terkena kartu kuning dalam laga lawan Villarreal karena sengaja mengulur-ulur waktu. Mereka pun absen saat Barca bertemu Almeria, tapi siap bermain untuk laga El Clasico akhir pekan ini.

"Mungkin Anda harus menemukan alasan mengapa Mourinho tak bisa bebas dari kartu kuning sementara tim lain bisa. Saya tak bisa melakukan apa pun terkait hal ini," keluh Mourinho, seperti dilansir AFP.

"Seperti biasanya, saya akan jujur. Ketika kami mencetak gol keempat pada leg pertama (lawan Spurs), asisten saya membisiki saya 'suruh Cristiano Ronaldo dan Carvalho mencari kartu kuning'," ujarnya.

"Saya menolaknya karena hal itu akan membuat saya dihukum untuk laga semifinal. Kemudian pada hari berikutnya saat kami di rumah, pelatih lain bisa melakukannya," sindirnya.

"Beberapa tim bisa mengatasi situasi mereka terkait kartu kuning dan yang lain tak bisa," tutup pria 48 tahun ini.

sumber:berita bola
 
Mourinho Berharap Jumpa MU di Final​

mourinho-covAFP.jpg

London - Jose Mourinho bertekad untuk mengantarkan Real Madrid ke final Liga Champions. Kalau misi ini bisa diwujudkannya, dia membidik Manchester United sebagai lawan di partai puncak.

Setelah sukses menyingkirkan Tottenham Hotspur di perempatfinal, Madrid akan bertemu Barcelona di semifinal. Sementara di semifinal lainnya, MU akan menghadapi Schalke 04.

Meski masih harus dua kali menghadapi Barca di semifinal, Mourinho ternyata sudah mulai memikirkan partai puncak. Dia menjagokan MU lolos ke final dan berharap bisa menantang mereka di Wembley.

"Saya berharap Manchester United ada di sana, ya," ungkapnya, seperti dilansir SkySports.

"Mereka adalah tim yang lebih baik. Mereka lebih baik dibandingkan Schalke pada level ini," katanya.

"Tapi sepakbola adalah sepakbola dan Sir Alex akan bilang kepada para pemainnya bahwa mereka harus menghormati lawan, bahkan meski mereka tahu kalau mereka adalah yang terbaik," sambung eks pelatih Porto, Chelsea, dan Inter Milan ini.

"Saya mengharapkan Manchester United di Wembley dan kalau MU bertemu Real, itu akan jadi final sempurna buat saya," pungkas dia.

Foto: Duel Jose Mourinho versus Sir Alex Ferguson di Wembley saat Chelsea menghadapi MU pada babak final Piala FA, 19 Mei 2007. Apakah mereka akan bertemu lagi di tempat yang sama pada 28 Mei mendatang?


sumber:berita bola
 
Mourinho, yang Pertama Bersama Empat Klub Berbeda​

Mou-daylife200.jpg

Jose Mourinho sudah lama menanggalkan julukan The Special One yang dia punya. Padahal dia kini masih istimewa, setelah menjadi pelatih pertama yang mengantar empat klub berbeda masuk semifinal Liga Champions.

Semifinal pertama Mourinho di Liga Champions tentu saja dia jalani bersama FC porto di musim 2003/2004. Saat itu Porto bermain imbang 0-0 di kandang sendiri namun kemudian menang 1-0 saat gantian melawat ke Deportivo La Coruna.

Sebagaimana sejarah kemudian tercatat, Mourinho sukses memberi klub portugal itu gelar Liga Champions usai menundukkan AS Monaco dengan 3-0 dalam laga final.

Selanjutnya bersama Chelsea Mourinho bahkan berhasil meloloskan The Blues dua kali ke semifinal yakni di musim 2005 dan 2007. Namun peruntungan Mourinho bersama 'Si Biru' tak sebaik ketika membesut Porto, dua kali dia disingkirkan Liverpool masing-masing dengan agregat 0-1 dan 1-4 (adu penalti).

Semifinal Liga Champions ketiga Mourinho dia jalani musim lalu saat membesut Inter Milan. Sebelum akhirnya mengantar Nerazzurri jadi kampiun dengan mengalahkan Bayern Munich di final, kegemilangan strategi Mourinho memberi Javier Zanetti dkk. keunggulan agregat 3-2 atas Barcelona di babak empat besar.

Dan untuk kali keempat Mourinho akan menjalani semifinal Liga Champions-nya bersama Real Madrid. Hasil tersebut dipastikan beberapa jam lalu setelah El Real menundukkan Tottenham Hotspur 1-0 (agregat 5-0). Lawan yang bakal dihadapi Mourinho di semifinal kembali Josep Guardiola bersama pasukan Katalannya.

Statistik opta mencatat kalau inilah untuk kali pertama seorang pelatih berhasil mengantar empat klub berbeda melangkah ke semifinal Liga Champions. Dan orang itu tak lain adalah Jose Mourinho.

sumber:berita bola
 
Mourinho: Semifinal Biasa Buat Madrid​

MourinhoRedknapp-Reuters200.jpg

London - Untuk kali pertama dalam delapan tahun Real Madrid berhasil masuk babak semifinal Liga Champions. Meski begitu Jose Mourinho menganggap kelolosan El Real ke babak empat besar sebagai hal yang biasa.

Sebuah gol dari Cristiano Ronaldo memberi Madrid kemenangan 1-0 atas Spurs di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions. Hasil tersebut menyempurnakan keunggulan Los Merengues atas The Lilywhites yang pada pertemuan pertama sudah unggul 4-0.

Setelah berhasil mematahkan kutukan babak 16 besar dengan mendepak Olymnpique Lyon, Jose Mourinho memberi Madrid tiket ke babak semifinal untuk kali pertama dalam delapan tahun terakhir. Kali terakhir Madrid melakukannya adalah tahun 2003 silam.

Meski Madrid sudah lama sekali gagal masuk fase ini, Jose Mourinho terkesan santai usai meraih sukses tersebut. Dikatakannya kalau apa yang didapat kini sudah selayaknya didapat Madrid.

"Kami adalah tim muda tanpa banyak pengalaman dan masih terus membangun, tapi saya pikir ini adalah sesuatu yang normal kami berada di semifinal. Seperti inilah sejarah Madrid," sahut Mourinho di AS.

Madrid akan menghadapi Barcelona di babak semifinal. The Catalans kemarin menang 1-0 atas Shakhtar Donetsk yang membuat keunggulan agregat mereka menjadi 6-1.


sumber:berita bola
 
Liga Champions - El Clasico pun Tersaji di Semifinal​

RonMess-cov.jpg

Lengkap sudah empat tim pemilik tiket semifinal Liga Champions. Perang klasik alias El Clasico akan tersaji di sana karena Real Madrid dipastikan bentrok dengan Barcelona.

Madrid melangkah ke semifinal dengan hasil sempurna usai mengatasi Tottenham Hotspur 1-0 di leg kedua perempatfinal yang dipanggungkan di Stadion White Hart Lane, Kamis (14/4/2011).

Dengan hasil itu, maka Madrid unggul 5-0 secara agregat karena di pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, Los Galacticos mencukur The Lilywhites dengan empat gol tanpa balas.

Di semifinal, Madrid akan bertemu rival dalam negeri, Barcelona. Sehari sebelumnya, Barca sukses menggenggam tiket empat besar setelah menang 1-0 atas Shakhtar Donetsk sekaligus unggul 6-1 secara agregat.

Duel antara Madrid kontra Barcelona ini menjanjikan pertarungan seru mengingat rivalitas sengit keduanya di Spanyol yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Satu semifinal lagi akan mempertemukan Schalke 04 melawan Manchester United. Schalke lolos ke semifinal setelah dengan gemilang menyikat juara bertahan Inter Milan dalam dua leg.

Di leg pertama, Schalke secara luar biasa memukul Inter 5-2. Hasil itu disempurnakan dengan kemenangan 2-1 di kandang sendiri sehingga secara total The Royal Blues menang 7-3.

MU sendiri melaju ke semifinal juga setelah mencatat dua kemenangan atas rival sesama Inggris, Chelsea, dalam dua leg. Wayne Rooney dkk menang 1-0 dan 2-1 sehingga unggul agregat 3-1.

Semifinal leg pertama akan digelar pada 26-27 April mendatang dengan Schalke dan Madrid jadi tuan rumah. Sedangkan leg kedua bakal dihelat pada 3-4 Mei di mana giliran MU dan Barca yang akan menjadi host.


sumber:berita bola
 
Jelang Madrid vs Barcelona - Mourinho Tak Punya Ramuan Ajaib​
MouG200.jpg

Madrid - Keberhasilan Real Madrid menekuk Barcelona di pertemuan terakhir kedua tim tak bikin entrenador El Real Jose Mourinho menepuk dada. Ia bahkan mengingatkan kalau Madrid pun pernah kalah telak 0-5 dari Barca.

Akhir pekan lalu Madrid menjuarai Copa del Rey usai menundukkan Barca 1-0 di partai puncak. Itu adalah pertemuan ketiga kedua tim musim ini.

Di dua pertemuan sebelumnya--terjadi di La Liga Primera--Madrid sempat dipermalukan 0-5 sebelum mampu menahan imbang Barca 1-1. Artinya, "skor" antara kedua klub raksasa Spanyol itu musim ini sedang imbang.

Kini kedunya akan kembali terlibat El Clasico edisi keempat musim ini di partai leg I semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB.

Menilik pertemuan teranyar, 'Si Putih' digadang-gadang bisa memberikan kejutan untuk sang tamu dari Catalan. Namun, Mourinho berusaha merendah.

"Saya masih pelatih yang sama yang kalah 0-5 dari Barcelona dan saya tidak punya ramuan ajaib," ujar Mourinho di Reuters.

"Kami memeragakan permainan bagus di Valencia (final Copa del Rey) tapi besok adalah partai berbeda. Kami harus memainkan level tertinggi kami dan tidak terpengaruh dengan apa yang sudah terjadi di masa lalu," lanjutnya.

sumber:berita bola
 
Ronaldo Kalahkan Messi Dalam Urusan Kocek

RonaldoMessiG200.jpg

Perkara lebih hebat mana antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi, tiap orang niscaya bisa punya opini berbeda. Tapi dalam urusan pendapatan, Ronaldo pemenangnya.

Dua nama dari kompetisi La Liga Primera itu--Ronaldo bermain untuk Real Madrid sedangkan Messi adalah punggawa Barcelona--tercatat sebagai pemain sepakbola dengan bayaran terbesar di dunia, sebagaimana dikemukakan Futebol Finance dari Portugal.

Ronaldo yang asal Portugal dicatat menghasilkan 12 juta euro per tahunnya, sementara Messi si bintang Argentina mendapat bayaran 10,5 juta euro, atau lebih sedikit 1,5 juta euro dari saingannya tersebut.

Penyerang Spanyol yang direkrut Chelsea dari Liverpool tengah musim ini, Fernando Torres, berada di urutan ketiga daftar pemain sepakbola dengan bayaran termahal ini. Ia mendapatkan 10 juta euro per tahunnya. Jumlah setara juga didapatkan Yaya Toure yang membela Manchester City.

Sementara itu, bayaran 9,5 juta euro per tahun menempatkan penyerang Manchester United Wayne Rooney di posisi lima. Ia diikuti oleh Ricardo Kaka yang membela Real Madrid (9 juta euro).

Zlatan Ibrahimovic asal Swedia menjadi pemain dengan bayaran terbesar di Seri A Italia karena dicatat juga memiliki pendapatan 9 juta euro per tahun.

Real Madrid kembali menempatkan pemainnya di daftar ini seiring dengan keberadaan Emmanuel Adebayor (8,5 juta euro per tahun) di posisi delapan.

Carlos Tevez yang membela Manchester City berada di posisi sembilan dengan pendapatan 8 juta euro per tahun, diikuti Samuel Eto'o dari Inter Milan dengan jumlah yang sama.

10 Besar Pemain Sepakbola dengan Bayaran Terbesar
No Nama Klub Bayaran per tahun (dalam euro)
1 Cristiano Ronaldo Real Madrid 12 juta
2 Lionel Messi Barcelona 10,5 juta
3 Fernando Torres Chelsea 10 juta
4 Yaya Toure Manchester City 10 juta
5 Wayne Rooney Manchester United 9,5 juta
6 Ricardo Kaka Real Madrid 9 juta
7 Zlatan Ibrahimovic Inter Milan 9 juta
8 Emmanuel Adebayor Real Madrid 8,5 juta
9 Carlos Tevez Manchester City 8 juta
10 Samuel Eto'o Inter Milan 8 juta

sumber:berita bola
 
Liga Champions - Madrid Bertahan, Barca Oke-oke Saja​

MadridBarcaGetty-cov.jpg

Madrid - Ada prediksi bahwa Real Madrid akan kembali menerapkan pertahanan berlapis ketika menghadapi Barcelona. Andai benar terjadi, Gerard Pique mengaku bahwa Barca tak bermasalah dengan strategi itu.

Setidaknya strategi bertahan itu telah sukses meredam Barca di final Copa del Rey lalu. Kendati memenangi penguasaan bola, Los Cules kesulitan utnuk masuk ke dalam kotak penalti Madrid. Kalaupun bisa, Iker Casillas tampil gemilang malam itu dengan menggagalkan sejumlah sepakan pemain Barca.

Wajar kalau kemudian Jose Mourinho, yang pada dasarnya memang dikenal pragmats, diprediksi bakal mengulang strategi serupa. Pique menyebut, timnya sudah siap andai madrid bermain defensif lagi.

"Saya pikir sah-sah saja jika mereka ingin menjaga pertahanan mereka dengan baik dan mereka pasti akan mencoba menghentikan permainan operan kami," ujar bek tengah Barca itu di Reuters.

"Mourinho akan menggunakan apa pun yang mungkin untuk dirinya," lanjut Pique lagi.

Di sisi lain, Pique sadar bahwa Madrid cukup punya amunisi untuk menggempur pertahanan timnya. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain hingga Karim Benzema dan belakangan Emmanuel Adebayor membuat Madrid menjadi ancaman.

"Pada akhirnya, mereka adalah tim yang sangat tangguh dengan barisan pemain depan yang sangat bagus," tukasnya.

sumber:berita bola
 
Jelang Madrid vs Barcelona - El Clasico di Mata Figo​

figo-cov-getty.jpg

Madrid - Sebagai mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, Luis Figo tentu sudah paham betul dengan laga klasik el clasico. Bagaimana komentarnya soal pertemuan Barca dan Madrid di semifinal Liga Champions?

Sepuluh musim Figo habiskan di Liga Spanyol pada periode 1995-2005. Lima musim pertama dia membela Barca, dan lima musim berikutnya dia "membelot" ke Madrid. Oleh para fans Barca, Figo dicap sebagai pengkhianat karena menyeberang ke klub rival abadi mereka.

Jelang duel Los Merengues dan Azulgrana pada leg pertama semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (26/4/2011) dinihari WIB, Figo ikut bersuara. Menurutnya, sejarah panjang el clasico akan membuat pertemuan Madrid-Barca selalu spesial.

"Ini adalah duel yang akan selalu diingat," ujar Figo di situs resmi UEFA.

"Laga (el clasico) ini selalu terjadi tiap tahun, tapi selalu diingat karena sejarah di belakangnya. Ini adalah rivalitas yang hebat di antara dua klub untuk alasan sepakbola dan sosial," tambah pria asal Portugal tersebut.

"Itulah mengapa rivalitas ini sangat besar. Tapi, penting untuk menekankan bahwa ini hanya pertandingan sepakbola dan orang-orang perlu untuk melihatnya dengan cara seperti ini. Tim yang lebih kuat yang akan menang," imbuhnya.

Lalu, tim mana yang akan menang? Apakah Barca yang pernah menghajar Madrid 5-0? Atau Madrid yang pekan lalu mempecundangi Barca di final Copa del Rey?

"Saya tak berpikir pertandingan yang lalu akan berpengaruh," tegas Figo.

"Anda tak bisa memikirkan apa yang terjadi pada laga sebelumnya. Anda harus memikirkan laga selanjutnya."

"Saya pikir mereka adalah dua tim terbaik di dunia pada saat ini. Itulah mengapa semifinal Liga Champions ini akan tercatat dalam sejarah sepakbola," pungkas dia.


sumber;berita bola
 
Jelang Madrid vs Barcelona - Mourinho-Guardiola Saling Sindir​

PepJoseGetty-cov.jpg

Madrid - Perang kata-kata di luar sebuah pertandingan adalah hal biasa. Tapi, apa jadinya bila yang berperang kata-kata adalah dua manajer dari dua tim yang paling berseteru di semifinal Liga Champions kali ini?

Sebelum pertandingan leg I semifinal, Josep Guardiola, mengkhawatirkan jika laga antara Real Madrid vs Barcelona akan dipimpin oleh Pedro Proenca. Apa sebabnya? Proenca adalah orang Portugal dan Guardiola khawatir keputusannya akan sedikit condong ke arah skuad Jose Mourinho--yang juga orang Portugal.

Pada akhirnya, laga di Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB, tersebut akan dipimpin oleh Wolfgang Stark, seorang Jerman berusia 41 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai bankir. Tapi, Mourinho tetap mengomentari pernyataan Guardiola sebelumnya.

"Saya tak tahu bahwa sekarang kita sudah sampai tahap mengomentari kewarganegaraan wasit. Saya belum pernah melihat ini sebelumnya," sindir Mourinho seperti dilansir Yahoosports.

Guardiola sepertinya terpancing oleh mulut nyinyir Mourinho. Dia tahu bahwa pelatih berjuluk The Special One itu memang gemar bermain psy-war di luar lapangan. Oleh karenanya, Guardiola balas memberikan sindiran.

"Dialah bos yang gemar melepaskan lontaran komentar, dia ahlinya dan saya tak bisa berkompetisi melawannya secara instan," ucapnya.

"Di luar lapangan, dia sudah mengalahkan saya. Saya memberikannya hadiah Liga Champions di luar lapangan ini, semoga dia membawanya pulang dan menikmatinya."

Panas? Pastinya. Laga El Clasico memang cenderung tidak pernah biasa-biasa saja. Mourinho dan Guardiola sendiri sebenarnya adalah orang dekat. Mereka pernah bekerjasama sebagai pemain dan asisten manajer beberapa tahun silam.

"Saya hanya ingin mengingatkannya bahwa kami pernah bekerjasama selama empat tahun," tukas Guardiola.
 
Jelang Madrid vs Barcelona - Mourinho-Guardiola Saling Sindir​

PepJoseGetty-cov.jpg

Madrid - Perang kata-kata di luar sebuah pertandingan adalah hal biasa. Tapi, apa jadinya bila yang berperang kata-kata adalah dua manajer dari dua tim yang paling berseteru di semifinal Liga Champions kali ini?

Sebelum pertandingan leg I semifinal, Josep Guardiola, mengkhawatirkan jika laga antara Real Madrid vs Barcelona akan dipimpin oleh Pedro Proenca. Apa sebabnya? Proenca adalah orang Portugal dan Guardiola khawatir keputusannya akan sedikit condong ke arah skuad Jose Mourinho--yang juga orang Portugal.

Pada akhirnya, laga di Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB, tersebut akan dipimpin oleh Wolfgang Stark, seorang Jerman berusia 41 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai bankir. Tapi, Mourinho tetap mengomentari pernyataan Guardiola sebelumnya.

"Saya tak tahu bahwa sekarang kita sudah sampai tahap mengomentari kewarganegaraan wasit. Saya belum pernah melihat ini sebelumnya," sindir Mourinho seperti dilansir Yahoosports.

Guardiola sepertinya terpancing oleh mulut nyinyir Mourinho. Dia tahu bahwa pelatih berjuluk The Special One itu memang gemar bermain psy-war di luar lapangan. Oleh karenanya, Guardiola balas memberikan sindiran.

"Dialah bos yang gemar melepaskan lontaran komentar, dia ahlinya dan saya tak bisa berkompetisi melawannya secara instan," ucapnya.

"Di luar lapangan, dia sudah mengalahkan saya. Saya memberikannya hadiah Liga Champions di luar lapangan ini, semoga dia membawanya pulang dan menikmatinya."

Panas? Pastinya. Laga El Clasico memang cenderung tidak pernah biasa-biasa saja. Mourinho dan Guardiola sendiri sebenarnya adalah orang dekat. Mereka pernah bekerjasama sebagai pemain dan asisten manajer beberapa tahun silam.

"Saya hanya ingin mengingatkannya bahwa kami pernah bekerjasama selama empat tahun," tukas Guardiola.

sumber:berita bola
 
Jelang Madrid vs Barcelona - Madrid di Atas Angin​

Mad-Bar-Reu-cov.jpg

Real Madrid diuntungkan oleh fakta sejarah menjelang pertandingan pertama semifinal Liga Champions melawan Barcelona. Berikut adalah data dan fakta seputar duel tersebut.

Madrid akan menjadi tuan rumah di laga pertama di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB. Sepekan kemudian, gilirang Barca yang akan menjadi tuan rumah.


* Ini akan jadi kali ketiga Madrid dan Barca bentrok di semifinal kejuaraan antarklub Eropa di level yang tertinggi. Sebelumnya, duel itu terjadi tahun 1960 dan 2002.
* Tahun 1960, Madrid menang agregat 6-2 setelah memetik kemenangan ganda dengan skor identik, 3-1. Tahun 2002, Madrid menang 2-0 di markas Barca dan seri 1-1 di kandang sendiri.
* Madrid tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di Liga Champions dan tidak kebobolan dalam delapan dari 10 pertandingan terakhirnya. Bersama Manchester United, Madrid adalah tim dengan pertahanan terbaik, cuma kebobolan tiga dalam 10 laga.
* Di kompetisi Eropa, Madrid sudah pernah bertarung 12 kali melawan tim sesama Spanyol dan cuma kalah dua kali. Itu pun sudah lama sekali, yakni di tangan Atletico Madrid tahun 1959 (0-1) dan di tangan Barca tahun 1960-61 (1-2).
* Tapi Barcelona bukanlah lawan ideal buat pelatih Madrid, Jose Mourinho. Saat mengarsiteki Chelsea dan Inter Milan, Mourinho cuma menang tiga kali dan kalah empat kali dalam 10 duel menghadapi Barca.
* Barcelona akan memainkan semifinal beruntun keempatnya; mereka dua kali kalah (di tangan MU tahun 2008 dan Inter tahun lalu).
* Dalam enam partai semifinal di tiga musim terakhir, Barca cuma menang sekali, yakni saat menundukkan Inter di kandang musim lalu dan cuma mencetak tiga gol.
* Barca selalu kalah dalam dua kali semifinal Liga Champions menghadapi sesama Spanyol. Mereka kalah agregat 1-3 dari Madrid tahun 2002 dan kalah agregat 3-5 dari Valencia tahun 2000.
* Andalan Barcelona, Lionel Messi, sudah mencetak 15 gol dalam 15 laga Liga Champions terakhir, termasuk sembilan gol musim ini. Tapi Messi gagal mencetak satu pun gol dalam enam partai semifinal di tiga musim belakangan.
* Barcelona cuma menang tiga kali dalam 14 laga tandang terakhirnya di Liga Champions. Mereka juga gagal memenangi satu pun dari enam laga tandang di kompetisi Eropa saat melawan sesama klub Spanyol.


sumber:berita bola
 
Jelang Madrid vs Barcelona - Ronaldo: Semua Ditentukan di Camp Nou

Clasico-Getty200.jpg

Meski menyebut Barcelona menjadi tim dengan penampilan terbaik dalam 15 tahun terakhir, Ronaldo menjagokan Real Madrid memenangi leg pertama semifinal Liga Champions. Namun itu tak menjami Los Merengues bakal lolos ke final.

"Feeling saya mengatakan kalau Real Madrid akan memenangi pertandingan," sahut Ronaldo Luis Nazario de Lima dalam sesi wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta di Brasil.

Ronaldo menjadi salah satu dari sedikit pemain yang pernah membela Real Madrid dan Barcelona. Mantan pemain terbaik dunia itu tercatat semusim membela Barcelona dan lima tahun bermukim di Santiago Bernabeu.

Prediksi Ronaldo soal kemenangan Madrid di Bernabeu tak berarti dia menjagokan Iker Casillas dkk bakal melangkah ke final. Soalnya Barca justru dianggap Ronaldo sebagai tim yang memiliki permainan terbaik dalam 15 tahun terakhir.

Laga sebesar El Clasico yang selalu sulit untuk diprediksi membuat siapa yang nantinya dapat tiket ke Wembley baru akan ditentukan pada pertemuan kedua di Camp Nou pekan depan.

"Saya berbicara dengan seorang teman pekan lalu dan bilang kalau Barcelona adalah tim terbaik dalam 15 tahun terakhir. Semua pemain di semua posisi tahu persis apa yang harus dilakukan baik saat memegang bola maupun tidak," lanjut Ronaldo seperti dikutip dari AFP.

"Itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Hasil akan bisa diketahui pada pertandingan kedua, tapi Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi di Clasico," tuntas pensiunan pesepakbola berusia 34 tahun itu.

sumber:berita bola
 
Jelang Madrid vs Barca - Jelang Madrid vs Barca 'Bertahan Sama Artinya dengan Hancur'​

JosepGuardiola-getty-200.jpg

Madrid - Pelatih Barcelona Josep Guardiola menegaskan bahwa timnya bakal tetap tampil menyerang di kandang Real Madrid. Bila Barca main bertahan, maka Madrid bakal menghancurkan The Catalans.

Barcelona melawat ke Santiago Bernabeu, Kamis (28/4/2011) dinihari WIB untuk melakoni leg I semifinal Liga Champions. Sejauh ini catatan Guardiola --sebagai entrenador Azulgrana-- ketika bertemu dengan Los Blancos adalah baru sekali kalah yakni di final Copa del Rey beberapa waktu yang lalu.

Namun begitu yang harus diwaspadai adalah catatan Madrid di El Clasico di musim ini. Tim ibukota Spanyol itu sempat kalah telak 0-5 di Nou Camp (di La Liga), kemudian Cristiano Ronaldo cs berhasil menahan imbang 1-1 Lionel Messi dkk di Santiago Bernabeu, juga di kancah La Liga. Selanjutnya tim besutan Jose Mourinho itu berhasil menang 1-0 di final Copa del Rey.

Strategi yang digunakan oleh Mourinho terbukti bisa meredam permainan atraktif Barcelona. Di sisi lain, sepakbola indah yang diusung The Catalans ternyata juga tak selamanya berbuah positif.

Mengenai hal ini, Guardiola menegaskan bahwa Barcelona tidak akan mengubah gaya permainan. "Saya sudah sering sekali bertanding di Santiago Bernabeu. Kesimpulan saya, bila kami tampil bertahan maka mereka akan menghancurkan kami. Satu-satunya cara untuk mendominasi mereka adalah dengan bermain," lugas Pep seperti dikutip dari situs resmi klub.

"Kami datang kemari dengan kebanggaan dan tekad mempertahankan gaya bermain tim. Kami datang dengan tim yang diperkuat 12 pemain hasil binaan klub dan kami akan menghadapi juara sembilan kali Liga Champions yang memiliki tujuh penyerang luar biasa," tegas pria yang pernah menjadi pemain Barca di era 1990-an itu.

Guardiola sendiri sedikit khawatir dengan kondisi lapangan Santiago Bernabeu. "Rumputnya masih terlalu tinggi, namun ya memang sepreti itulah kondisinya. Kami harus tampil dan bermain di sana," tuntas dia.

sumber:berita bola
 
Liga Spanyol Pekan Ini - Masih Sanggup Bersaing, Madrid?​

DiMaria-Pozo-cov.jpg

Kekalahan di tangan Barcelona di leg 1 semifinal Liga Champions memang menyakitkan buat Real Madrid. Tapi itu harus segera dilupakan karena mereka harus mengejar peluang di tempat lain.

Diwarnai satu kartu merah kepada Pepe dan dua kartu merah lagi buat sosok-sosok selain 22 pemain yang merumput, Madrid takluk 0-2 di tangan musuh besarnya itu dan sudah sulit melangkah ke final.

Namun seperti pernah dikatakan Jose Mourinho, kalah atau menang, hidup tetap berjalan. Tiga hari setelah dibekap Barca, Sabtu (30/4/2011), Madrid sudah harus bertarung di Liga Spanyol dengan menjamu Real Zaragoza.

Pertandingan ini tidak kalah krusial dengan final Copa del Rey atau El Clasico di Liga Champions. Pasalnya, di laga ini kesanggupan Madrid untuk mengejar Barca di La Liga dipertaruhkan.

Hingga pekan 33, Madrid masih tertinggal delapan angka dari Barca. Tiga angka, ya, hanya tiga angka, yang menunjukkan kalau Madrid belum menyerah dalam perburuan titel jawara Spanyol itu.

Kebetulan, Madrid akan bermain lebih awal dua jam ketimbang Barcelona yang akan melawat ke kandang Real Sociedad. Kemenangan Los Blancos bisa menghadirkan tekanan ke kubu Los Azulgrana.

Meski Barcelona diprediksi tidak akan kesulitan mengalahkan Sociedad, mengingat jauhnya jurang kekuatan antara Xavi dkk dengan sang tuan rumah, Madrid tidak bisa terlalu memikirkan hal itu.

Madrid harus tetap menang, dengan kekuatan penuh atau adanya sisipan pemain-pemain pelapis, karena hal itu akan jadi ukuran apakah Los Merengues sudah lempar handuk atau belum.


sumber:berita bola
 
10 'Pidato Terbaik' Mourinho di El Clasico​

103564_jose-mourinho_300_225.jpg

"Barca tim besar, tapi menang dengan cara seperti itu tak menunjukkan kebesaran mereka."

Jose Mourinho kembali melancarkan 'pidato' panas, pedas dan menyengat seusai pertandingan. Kali ini, The Special One berkoar seusai laga El Clasico jilid IV di semifinal leg 1 Liga Champions musim ini.

Pelatih Real Madrid ini mengungkapkan perasaan dan keluh kesahnya, terutama kepada wasit lewat 'pidato' dengan kalimat-kalimat bersayap yang bisa menjadi hiburan tersendiri. Kekalahan 0-2 Real dari Barcelona, Kamis dini hari WIB, 28 April 2011, benar-benar memukul Mourinho.

Pelatih asal Portugal ini menganggap tim asuhannya dikalahkan secara tak wajar. Karena dengan kekalahan itu juga, langkah Madrid ke final akan sangat berat. Laga leg 2 alias El Clasico jilid V musim ini di kandang Barca, Camp Nou akan menjadi ‘misi mustahil.’

Berikut 10 pernyataan 'terbaik' Mourinho seusai laga El Clasico IV seperti dihimpun Give Me Football:

1. "Ya, kami sepertinya akan tersisih. Kadang saya merasa jijik hidup di dunia ini. Tapi, di sinilah saya harus hidup. Kami akan pergi ke Barcelona untuk mencari sedikit kebanggaan. Tanpa Pepe yang tak bisa berbuat apa-apa. Tanpa (Sergio) Ramos yang tak bisa berbuat apa-apa, juga tanpa pelatih di bangku cadangan."

2. "Secepat mungkin Pepe dikeluarkan, semua problem mereka (Barca) terselesaikan. Dalam laga seketat ini, sangat sulit untuk membalikkan
keadaan. Ini misi mustahil!"

3. "Jika kami pergi ke sana (Camp Nou) dan mereka mencetak gol, mereka (wasit) akan 'membunuh' kami lagi. Kami tak punya peluang. Mereka
sudah pasti akan lolos ke final."

4. "Saya tak bicara apa-apa kepada wasit. Saya hanya tertawa dan bertepuk tangan atas keputusan wasit, tanpa bicara apa-apa. Saya tak bicara karena jika saya bicara kepada wasit dan UEFA, karir saya akan selesai di sini. Mungkin saya hanya bisa bertanya: Mengapa? Mengapa? Mengapa?"

5. "Kami bicara soal tim yang fantastis (Barcelona). Tapi, saya tak mengerti mengapa wasit di laga seketat ini masih saja membela mereka. Padahal, wasit seharusnya bisa menggaransi agar kedua tim berimbang. Lalu, hanya tim terbaik yang menang."

6. "Barcelona tim besar di dalam dan luar lapangan. Tapi, menang dengan cara seperti itu tak menunjukkan kebesaran mereka."

7. "Saya telah memenangi dua trofi Liga Champions. Dan saya memenanginya di lapangan dengan dua tim tak sekuat Barcelona. Saya memenanginya pertama kali bersama Porto, tim kecil dari liga lemah. Lalu bersama Inter dengan sangat berkeringat dan berjuang keras."

8. "Josep Guardiola seorang pelatih yang fantastis, tapi trofi Liga Champions yang ia menangi sangat memalukan karena jika melihat yang terjadi di Stamford Bridge, itu sebuah skandal. Dan jika ia memenanginya tahun ini, ia harus melalui skandal di Bernabeu. "

9. "Guardiola layak memenangi Liga Champions dengan normal (tanpa skandal). Itu yang saya harapkan karena ia pelatih sangat bagus dan saya sangat respek kepadanya. Seperti ketika saya bersama ia selama 4 tahun."

10. "Saya sangat respek kepada ia (Guardiola), baik sebagai pelatih maupun secara personal. Saya berharap ia bisa memenangi Liga Champions dengan bersih di masa depan, tanpa skandal."


sumber:VIVAnews
 
Back
Top