gimana caranya...

jangan jauh jauh mas di negara kita Indonesia Mendesain kematian sudah ada samapi sekarang adat istiadat itu dipertahankan di Tanah Toraja Sulawesi Selatan. Sebelum wafat keturunan Ningrat, Raja atau pemuka2 Tokoh adat, masyarakat, Agama yg disegani udah dipersiapkan tempat lobang seperti Goa batu diatas gunung bebatuan yg curam. Dan bila ia wafat harus potong puluhan, ratusan kerbau karena masa berkabung sampai 40 hari Luar biasa
 
Justru itulah kebiasaan itu terkumpul dan berkembang jadilah adat istiadat dan adat istiadat berkembang jadi Kebudayaan. Justru di daerah dan Pedesaan mereka sangat menghormati para tokoh sehingga kematian itu dijadikan sakral dari pada kita yang tinggal diperkotaan. jangan dikira Mendesain kematian itu lebih pintar orang Barat. orang Pedesaan sudah ada sejak para leluhurnya daripada orang modern yang mikirin tehnologi aja
 
Di Papua juga ada suku Asmat bila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal ibunya memotong salah satu jari tangannya. Pertanda hilangnya salah satu anggota keluarga adalah hilangnya salah satu anggota tubuh juga.Jadi disini mendesain kematian secara tak langsung sudah menjadi adat istiadat mereka
 
waduh pedesaan jadi ngetop dong kata mas Tukul Arwana Wong Deso Pua-puas.yang jelas Mendesain kematian di Desa tak bisa lepas dari kultur budaya masyarakat setempat tak bisa berdiri sendiri dan saling Gotong Royong. Beda dengan di perkotaan habis mati dilupakan saja dan banyak yg digusur warga yg tak mampu bayar pajak ditimpa dgn jasad yg baru . terima kasih
 
emang asli pak RT orang pedesaan terus dijunjung tinggi Pak RT didesanya ya wajar puji terus desanya. Tapi lebih praktis di perkotaaan bila ada yg meninggal daripada di Desa.juga cara mendesainnya lebih cepat.Tinggal pesan peti baju... semua serba bayar.
 
Maaf teman2 posting disini anggota baru Emang topik Kematian baru dengar ni kalo bisa bikin bukunya aja sekalian.Mendesain kematian sah2 saja tiap orang tapi khan perlu biaya yang lumayan. Nah belum belu baju hitamnya buat keluarga. teman2 lagi kuburannya mesti bagus,dsb. Nah kalo mendesain Kematian di negara Barat sudah ada sejak thn 60 an terutama di Belanda, negara bagian AS, Maryland dsb. Di Indonesia udah ada jasanya Tabitha, Mawar merah tapi banyak masyarakat yg enggan menggunakannya karena biaya. Padahal kematian itu hanya sekali saja seumur hidup. salam dari Sephia-Banjarmasin
 
Apa yang kamu sebutkan diatas bisnis kematian terutama mendesain kuburan,dst mendatangkan keuntungan besar disana beda dong disini kuburan cuma dibayar pajaknya 3 thn sekali, dan tak ada harganya kadang2 ditimpa dan digusur ni
 
kurasa hanya kuburan etnis Tionghoa yang dengan megah di bangun seperti Rumah kadang2 didalamnya ada emas dan perhiasan lainnya. Sangat besar biaya untuk mendesain kematian
 
aku pernah ke Manado dan singgah di kampung Bahu sekitar 7 KM dari kota manado Bersehati. Bila ada anggota keluarga yang meninggal 3 malam berikutnya diadakan seperti adat setempat nyanyi namanya marambak sambil orang tuanya minum jenis arak Cap Tikus , anggur Kasegaran ada yg main kartu untuk menghibur keluarganya dan menjaga lingkungan sekitar acara ini diadakan sampai subuh.
 
kurasa kalo kita pelajari tiap suku bangsa di Indonesia dulu ada 17677 pulau besar, dan kecil sejak Timor-Timur memisahkan diri dari Indonesia dan menjadi Negara Baru ya sekitar 16 ribu lebih pulau milik Indonesia termasuk adat istiadatnya. Betapa kayanya Indonesia mendesain kematian yang paling terkenal itu suku Tanah Toraja sampai sekarang masih dihormati dan turis berdatangan, sehingga menjadi aset kebanggaan bangsa Indonesia
 
Adat istiadat suatu daerah sangat sakral dengan kematian untuk mengantarkan, menghormati jenazah anggota masyarakat yg meninggal juga berhubungan dengan mitos2,kepercayaan setempat sehingga dari sudut masyarakat modern melihat sebagai masyarakat yg menyembah roh2 nenek moyang ataupun benda2 mati,keramat.Ini harus dipisahkan antara kultur budaya masyarakat setempat dan agama. Tetapi disini sangat sulit dipisahkan seakan2 sudah menyatu terima kasih by Rampady-Balikpapan
 
setiap yang benyawa itu akan mati, jangan pernah di ingkari

apa mau lo hdup trus...sepanjang zaman,sementara orang2 yang lo cintai pergi meningalkan lo. sanggup gak lo...?
 
gimana caranya ngilangin firasat buruk? gimana caranya menghindari kematian? gimana caranya mendisain maut? gimana caranya mengakali kematian???




adakah di antara kalian yang tau..?
mari, kita share tentang kematian DI SINI.. siapapun yang pernah merasaka mati, atau hanya sekedar ingin tau caranya mati.. di sini.. tempatnya..







kita gak bakalan lari ..dari yang nama nya kematian..dan hal yang paling dekat didunia ini adalah kematian...cuman kita ndak tau kapan ajal kita....
 
Kematian hanyalah perpindahan Kehidupan dimensi dan Waktu dari saat ini ke dimensi 4 yang tak berlaku hukum alam Gaya tarik bumi, Waktu dll. Yang jadi pertanyaan memang ajal kita tak tau dan di Tangan Tuhan Tapi kita bisa juga menentukannya kapan saja contoh Bunuh Diri. Ada yg bisa menambahkannya?
 
Paling enak mah mati pada waktu tidur Suasana mimpi berjalan terus mengikuti irama alam Baka.Mati atau Meninggal adalah putusnya hubungan dengan dunia ini. Kematian hanya terjadi sekali saja dalam hidup kita kalo ke dua kali itu mah mati suri. Turut Belasungkawa terhadap Artis Komedian Taufik Savalas sudah banyak amalmu sama Panti Jompo, Yatim Piatu dll.Nanti kita Jumpa disana ya? walaupun hanya dalam bayangan Mimpi saja
 
Meooong emang selalu ada kucing malam tandanya ada Kematian??? mengakali Kematian sah2 saja dengan minum Pil umur panjang Vitamin dll.Mendesain Kematian di Indonesia sudah ada contohnya Yayasan Tabitha. Meooong Kucing-Garong nya si Eneng di Sinetron SCTV
 
ih.. gak ada topik lain ya, yang sekiranya gak bikin Parno?
sialan.. gw phobia nih sama kematian, kayanya salah forum nih gw. Cabut ah....!
 
Hidup Manusia khan Lahir. Nikah, Meninggal ketiga-tiganya dirayain. Apa salahnya Meninggal itu diartikan lahir kembali di Dunia Alam Baka karena kita baru Nongol disitu. Kalo gitu mendesain kematian sama aja dengan mendesain waktu lahir didunia ini OK
 
Back
Top