Indonesia Akt: Vidi Aldiano

yugiuh

New member
Sebagai artis pendatang baru di dunia entertaint nama Vidi Aldiano kini sudah cukup dikenal. Dalam waktu singkat Vidi dapat merebut pasar musik Indonesia. Lewat tembang lawas Nuansa Bening yang diaransemen ulang, Vidi mampu menghipnotis sebagai besar kalangan tua dan muda. Dan untuk menyatukan fans, dia membuat fans club di jejaring sosial.

"Pertama kali masuk di entertainment gua bingung ditanya fans clubnya apa. Akhirnya gua bikin Facebook sama Twitter biar tau, apa nama sebutan buat fans gua dan bagaimana tadi performance gua," terang Vidi yang ditemui di Gen Fest di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno Senayan, Sabtu (31/10).

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Tak hanya sekedar update di situs jejaring sosial tapi Vidi juga memanfaatkan jaringan sosial tersebut sebagai acuan performance dirinya di atas panggung. " Kalau gua habis manggung gua suka buka Twitter biar tahu seperti apa performance gua. Gua juga pengen tahu bagaimana kritik baju gua tadi seperti apa," tutur Vidi.

http://www.kapanlagi.com/h/vidi-aldiano-bikin-fans-club-di-situs-jejaring-sosial.html
 
Bls: Indonesia Akt: Vidi Aldiano

Vidi Aldiano Tetapkan Resolusi untuk Tahun 2010
JAKARTA - Karir cemerlang. Itulah resolusi penyanyi Vidi Aldiano. Dia juga ingin beberapa hal dalam hidupnya.

Menurut Vidi, idealnya memang begitu. Sebab, kata dia, sepanjang 2009 yang sudah berlalu menjadi tahun penuh anugerah. Apalagi, kemunculannya diterima banyak pihak. Hal itu menjadi pemicu untuk tampil lebih baik di tahun baru ini.

Sebagai langkah awal, pemilik nama asli Oxavia Aldiano tersebut sudah menyiapkan album kedua. Hanya, dia belum bisa mengumumkan judulnya karena masih dirundingkan. ''Tapi, mudah-mudahan akhir Januari 2010 album itu bisa dirilis,'' ucapnya di Twin Plaza Hotel Kamis (31/12).

Vidi menilai, orang yang paling berjasa membantunya berkarir di bidang musik adalah orang tuanya. Selain dukungan moral, putra Harry Kiss, bos Mata Elang Production, itu didukung hal teknis lain.

Kalau bisa, Vidi berharap pada 2010 karir menyanyinya bisa sampai ke negara lain alias go international. ''Memang ada rencana kalau ada kesempatan. Tapi itu baru rencana, toh aku juga masih baru di dunia musik,'' kata pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990, itu.

Yang pasti, Vidi bertekad untuk tetap menjadikan kuliah sebagai salah satu prioritas. Sebab, untuk saat ini dua hal yang dikedepankan adalah karir dan sekolah. ''Ya hanya itu dua prioritas aku. Aku ingin kuliah sukses dengan IP (indeks prestasi) yang bagus dan bisa nyanyi dengan menelurkan album yang bisa dinikmati semua orang,'' harapnya.

Caranya sederhana, berbagi waktu dan menyusun jadwal. ''Kalau memang lagi ujian, aku harus libur menyanyi dulu,'' ulasnya yang juga berencana bermain film dalam waktu dekat ini.
 
Bls: Indonesia Akt: Vidi Aldiano

123562large.jpg


Vidi Sadar Jalan Masih Panjang
Tiga pria ini punya kesamaan. Masih muda, bersuara merdu, dan dianugerahi wajah sedap dipandang. Tak heran jika Vidi Aldiano, Afgan Syah Reza, dan Petra Sihombing sanggup merebut hati penggemar sejak awal kemunculan. Berikut cerita kiprah para pria yang disebut-sebut sebagai solois bermasa depan cerah itu.

---

Bertemu Vidi Aldiano, 19, rasanya sangat menyenangkan. Meski sudah menjadi selebriti, pembawaannya ramah kepada setiap orang. Begitu pula ketika diajak wawancara seusai mengisi acara 6th Johnny Andrean Awards di Jakarta Convention Center, Rabu malam (17/3). "Ayo, ayo. Wawancara yang lama juga nggak apa-apa,'' katanya ramah.

Sambil duduk di belakang panggung, pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano itu lantas bercerita tentang hari-harinya setelah menjadi penyanyi. Karirnya memang belum lama. Pada 2009 Vidi mengeluarkan album Pelangi di Malam Hari. Dengan single Nuansa Bening -yang sebelumnya dipopulerkan Gank Pegangsaan- Vidi langsung melejit.

Kehadiran Vidi sangat pas di tengah industri musik yang dikuasai band. Vidi seolah menjadi pelepas rindu mereka yang ingin kembali menikmati suara merdu penyanyi solo pria semacam zaman Harvey Malaiholo, Utha Likumahuwa, atau (alm) Chrisye. Tak heran jika banyak yang menyebut Vidi sebagai generasi penerus solois pria. "Saya sih bersyukur kalau dibilang sebagai generasi penerus. Pokoknya, kalau responsnya positif, saya senang,'' ucapnya.

Jujur Vidi mengakui bahwa ini adalah dunia yang sangat dia suka. Makanya, Vidi gembira kalau apa yang dikerjakan diterima masyarakat. Sejak berusia tiga tahun Vidi mahir bermain piano dan mulai bernyanyi. "Ibu bilang kalau umur tiga tahun saya mulai berkicau. Saya sendiri nggak ingat," lanjutnya lalu tersenyum.

Bakat menyanyi sepertinya dimiliki mahasiswa Universitas Pelita Harapan ini secara alami. Dia tidak pernah les vokal secara khusus. Jika sekarang memiliki album, Vidi melihatnya sebagai jalan hidup. Dan, ini tak akan disia-siakan. "Saya pingin total di sini. Saya sadar sekarang masih baru. Itu berarti saya masih memiliki kesempatan melebarkan sayap selebar-lebarnya," jelasnya.

Sayap itu pelan-pelan dia kepakkan melalui proses belajar, terutama dari senior-seniornya. Pada penggarapan album kedua ini, proses belajar 100 besar Indonesian Idol 2006 ini mulai selangkah lebih maju. Vidi mulai banyak terlibat dalam pemilihan musik dan lagu. "Mulai bikin lagu sendiri juga. Mulai belajar ikutan langsung pokoknya. Saya nggak mau hanya disebut sebagai penyanyi, tapi seniman," tegasnya.

Vidi ingin seperti idolanya, Glenn Fredly. "Dia idola aku banget. Ingin seperti dia. Bisa nulis lagu yang keren-keren. Pokoknya, sekarang aku terus berusaha, berusaha, dan berusaha. Supaya kesampaian keinginannya," cerocosnya.

Sebenarnya kisah Vidi hingga memiliki album seperti kisah klise. Ketika duduk di kelas 2 SMA, sulung dari tiga bersaudara itu iseng membuat rekaman. Tahu-tahu lagu tersebut didengar seorang produser dan dia mengajak Vidi membuat sebuah album. "Dia tertarik dan menawari untuk menyeriusi album ini. Ya sudah, tiga tahun kemudian albumnya jadi. Cukup lama sih prosesnya," kisahnya.

Setahun lebih berkarir tentu sudah banyak pengalaman yang dialami. Mulai manggung di berbagai kota dan tempat, sampai tawaran menjadi bintang iklan. Sekali lagi, Vidi merasa bersyukur, tapi tak lantas puas. ''Sadarlah, jalannya masih panjang. Tantangannya masih banyak,'' imbuh pelantun Status Palsu itu.
 
Back
Top