Kimono Rasa Indonesia di IFW

Kalina

Moderator
061120_22456_kimono_indonesia.jpg

JAKPUS – Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 resmi dimulai Kamis (26/2). Seperti kampanye yang digaungkan sejak awal, Local Wisdom, Global Style, begitu banyak sentuhan tradisional yang dihadirkan. Mulai bahan yang digunakan hingga siluet busana.

Misalnya karya Steven Tach, desainer asal Jepang yang mengisi hari pertama IFW 2015 di JCC kemarin. Dengan koleksi berjudul Anthology, dia menggunakan kain asli Indonesia untuk menghadirkan busana tradisional Jepang, kimono. ”Jadi, saya membuat busana berkonsep Jepang dengan kain-kain tradisional Indonesia,” tuturnya.

Selain Steven, ada lagi perancang busana ”impor” yang berpartisipasi pada hari pertama IFW 2015. Yakni, Siddharth Shashankan. Di tangannya, busana tradisional India seperti sari, salwar, churindar, dan kameez hadir dalam desain yang lebih modern.

Para perancang busana lokal pun tidak mau kalah. Mereka menampilkan karya-karya terbaik untuk para pencinta fashion tanah air dan dunia. Ivan Gunawan misalnya. Dia menampilkan serangkaian busana dari koleksi terbarunya yang diberi nama Thalassa. Busana bernuansa laut dihadirkan Ivan dengan gaya glamor.

Sesuai dengan namanya, Thalassa, koleksi tersebut menampilkan keanggunan dewi laut dari mitologi Yunani itu. ”Saya menggabungkan unsur goddess lookdengan street wear, glam, dan edgy ke dalam sebuah koleksi ready-to-wear deluxe,” ucap dia.

Sederet nama besar akan mewarnai runway IFW 2015. Sebut saja Lenny Agustin, Itang Yunasz, Anne Avantie, Jenahara, Ria Miranda, dan masih banyak nama lain. Para desainer dari sejumlah daerah pun akan memeriahkan acara tersebut. (and/c11/any/jpnn)
 
Back
Top