Mobil Pejabat Indonesia, India dan Malaysia

Pantaskah?Silahkan berkomentar.. ..

  • Pantas, silahkan berkomentar

    Votes: 3 21.4%
  • Tidak, silahkan berkomentar

    Votes: 4 28.6%
  • Opsi lain, silahkan berkomentar

    Votes: 7 50.0%

  • Total voters
    14
Status
Not open for further replies.

zoeratmand

New member
MOBIL PEJABAT INDONESIA
Toyota Crown Royal Salon

Toyota+Crown+Royal+Saloon.jpg


Vgk1Wta.jpg


jyY2XTY.jpg


Mobil ini mendadak menjadi perbicangan dikalangan masyarakat Indonesia. Mobil yang katanya berharga Rp. 1,3 miliar ini merupakan fasilitas baru yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada 34 anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Mobil ini memang termasuk kelas paling mewah dari Toyota. Di Jepang, mobil ini dipakai perusahaan untuk menjamu tamu-tamu penting mereka. Ia dianggap sekelas dengan BMW seri lima atau Mercedez-Benz seri E.

Pengadaan mobil Toyota Crown Royal Salon 2008 ini jelas menuai kritik. Ada yang bilang, kabinet belum menunjukkan prestasinya kok sudah diberi reward. Ada juga yang menyebutkan, fasilitas ini terlalu mewah ditengah rakyat yang sedang prihatin. Pemerintah dinilai tidak sensitif. Tapi tampaknya Presiden SBY ingin memanjakan para menterinya dengan kendaraan dinas yang lebih gres, lebih mewah, dan lebih berkelas.

Apakah mobil Toyota Crown Royal Salon ini sudah ‘pantas’ diberikan sebagai ‘reward’ bagi para menteri. Coba kita lihat dan bandingkan dengan negara ‘sejuta film’ India. Ekonomi India mampu tumbuh lebih dari 6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia yang tumbuh 4,4 persen. Dengan produk domestik bruto yang masih 1,3 triliun dollar AS, India sudah berani mencanangkan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tahun 2025. Lalu apakah jenis kendaraan yang digunakan oleh para menteri maupun Perdana Menteri India?

MOBIL PEJABAT DI INDIA
Tata Ambassador Karya Bangsa India


ambassador-car.jpg


ambassador_interior.jpg


ambassador.jpg


Kesederhanaan pejabat India. Itulah yang dengan semangat diceritakan Akbar Faizal, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, terkait dengan kunjungan kerja komisinya ke India. Kunjungan yang dilakukan pada 1-7 Mei 2011 itu antara lain untuk melihat penerapan kartu tanda penduduk elektronik di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa tersebut.

“Saya kagum dengan kesederhanaan pejabat India. Ketika berkunjung ke Kementerian Dalam Negeri India, kantornya ternyata hanya tiga lantai. Saat itu kami datang memakai jas, tetapi menteri yang kami temui ternyata hanya memakai pakaian sederhana khas India dan bersandal. Kami sampai malu sendiri,” kenang Akbar, politikus dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat ini.

Akbar juga mengaku kaget dengan mobil dinas pejabat India, yaitu Tata Ambasador. Mobil dinas yang merupakan produksi nasional India ini bentuknya seperti mobil Fiat produksi Italia tahun 1970-an. Mobil tersebut juga wajib berwarna putih agar dapat meredam cuaca panas di India.

“Jika memakai kurs rupiah, harga mobil Ambasador itu hanya sekitar Rp 100 juta,” kata Akbar. Harga mobil itu tidak ada 10 persen dari harga Toyota Crown Royal Saloon, yang menjadi mobil dinas pimpinan MPR/DPR/DPD dan para menteri, yang harga tiap unitnya lebih dari Rp 1 miliar.

Malik Haramain, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, menambahkan, pejabat di India juga dapat membedakan urusan dinas dan urusan pribadi. “Sebagian pejabat di India juga kaya karena punya usaha lain. Namun, jika melakukan urusan dinas, mereka memakai mobil Ambasador meski di rumah punya mobil yang lebih mewah,” ujarnya.

Namun, sebelum pergi ke India untuk mendapatkan pelajaran sederhana itu, Komisi II DPR tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada rakyat. Padahal, telah ada kesepakatan bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, semua alat kelengkapan di DPR harus mengumumkan terlebih dahulu acara tersebut.

Pelajaran sederhana dari India tersebut juga diperoleh dengan menghabiskan anggaran negara sekitar Rp 453 juta, atau lebih dari cukup untuk membeli empat mobil Tata Ambasador. Biaya kunjungan kerja itu juga cukup untuk membeli sedan Proton Perdana, mobil semua pejabat Malaysia hingga menteri. Harga mobil dengan merek Malaysia itu sekitar Rp 360 juta.

PROTON MOBIL PEJABAT MALAYSIA:
WA1-ProtonPerdanaExecutive.jpg


proton-perdana-20-v6-326977791.jpg


“Bagaimana rakyat kami dapat percaya dan menghargai produk nasional jika para pemimpin kami tidak memberi contoh dengan memakai produk tersebut?” jawab Eng Hock, rekan wartawan dari Malaysia saat ditanya alasan penggunaan mobil Proton Perdana oleh pejabat Malaysia.

Dengan menunggang Proton Perdana, para pemimpin Malaysia dapat mengelola negara itu hingga menjadi salah satu negara Asia yang cukup stabil dan relatif makmur. Para pejabat India yang biasa menaiki Tata Ambasador juga berhasil membawa India menjadi menjadi salah satu negara yang berhasil menguasai teknologi maju.

Lalu apa yang dihasilkan pemimpin Indonesia yang biasa menaiki mobil dinas Toyota buatan Jepang dan Mercedes Benz dari Jerman? Apakah rasa malu itu cuma untuk publisitas atau benar-benar akan terealisasi dalam perilaku? Kita
lihat saja!

TOYOTA CROWN SALOON = 1,3 MILYAR (Indonesia)
TATA AMBASSADOR = <100jt (India)
PROTON PERDANA = 300 Jtan (Malaysia)

India pake TATA karya anak bangsa sendiri
Malaysia pake PROTON karya anak bangsa sendiri
Indonesia pake TOYOTA buatan JEPANG atau Mercedez Benz buatan Jerman??​

Apa kata dunia???


Silahkan Berkomentar. . .
 
antara pantes dan tidak..

pantes, karena mereka punya duit untuk beli mobil..

gak pantes.. kalo tuh duit dari hasil korup, dan rakyat masih pada miskin semua! hajar baeee
 
Yang daku nggak setuju adalah pendapat soal penyediaan mobil tersebut adalah sebagai reward. Itu keliatan sekali kalau cari-cari kesalahan.
Mobil dinas itu bukan reward, tapi fasilitas. Dan untuk setingkat menteri, itu menurutku sangat pantas, mengingat mobil itu bakal masuk ke wilayah inventaris yang berarti fasilitas tersebut bukan untuk personalnya tapi untuk jabatannya.
 
amat sangat tidak pantas. Masalahnya banyak rakyat Indonesia yg hidup di bawah garis kemiskinan. Kan lebih baik uangnya buat hal lain yg lebih baik,misalnya tunjangan kesehatan, pendidikan. Atau paling tidak buat pengadaan alutsista atau perbaikan jalan-jalan protokol yg rusak dan makan korban.
 
Dan pejabat di Indonesia harus naik Timor atau Kancil, begitu?

Kenapa tidak? Tidak ada salahnya pejabat di negeri ini tunduk untuk merendahkan kepala sedikit saja,, dengan menggunakan fasilitas buatan negeri sendiri.

Tapi barangkali ide ini adalah sebuah hal yang tidak mungkin dilakukan oleh para pejabat yang mungkin gengsinya sudah terlanjur setinggi langit.

"Daripada menggunakan mobil tikus ato kancil,, mending pake mobil pribadi gw,,"
mungkin mereka akan bergumam seperti itu kali.. <3D
 
Menyedihkan sekali.......
mobil mewah otak kgk mewah .....
apalah harus para pejabat menaiki mobil mewah ? lihat lah pedullikanlah rakyat mu dahulu .......
 
ya eyalah klo dapatnya dr negara berarti negara bego ,,, masyarakat kita ini masih banyak yg miskin dan kekurangan knp bukan buat mereka saja ? tunjangan kesehatan misal ...
rakyatnya ajah makan bisa kok masa pejabat nya ajah bgitu ,,,, damn .
 
harusnya jadi bagaimana? tapi mungkin lebih baik lagi kalo rakyatnya makmur dan pejabatnya memakai mobil2 mewah tersebut....
 
kalau di bisa di pergunakan sesuai fungsi tugas dan tanggung jawabnya sangat baik, tapi di sisi lain, belum tentu semisal kita sendiri menjadi pejabat bisa menggunakan fungsi tersebut :D
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top