PILKADA 2018

Re: PILKADA & PILPRES

Dikiranya Kopi, Petugas TPS Minum Tinta Pemilu


067888700_1530249283-IMG_20923.jpg


Liputan6.com, Pontianak - Pilkada serentak menyisakan kisah lucu. Kali ini menimpa seorang kakek yang bertugas menjaga keamanan TPS. Kelelahan dan mengantuk, akhirnya ia minum tinta Pilkada.

Cerita berawal ketika Mustafa (62) yang merupakan anggota Linmas bertugas menjaga TPS 01 Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelumnya, ia tidak hanya menjaga TPS, tetapi juga ikut membangun TPS tersebut.

Raga tuanya tak sebanding dengan semangatnya mengabdi. Benaknya dipenuhi tugas menjaga kelancaran pilkada, agar hak masyarakat terjaga. Mustafa lelah dan mengantuk.

"Sungguh mengantuk ini tak kuat saya tahan. Saya lelah," kata Mustafa, Rabu 27 Juni 2018.

Mata yang mengantuk dikuatkan mitos bahwa kopi mampu mengusir rasa kantuk menyebabkan Mustafa ingin minum kopi. Ia bersyukur, di TPS tempatnya bertugas disediakan kopi. Tangan keriputnya menjulur, ia mengambil kopi itu dan meminumnya.

"Rasanya kok aneh. Saya minum lagi seteguk, tak berubah rasanya," kata Mustafa.

Ternyata rasa mengantuk menyebabkan ia salah ambil. Maksud hati mengambil secangkir kopi, ternyata tangannya mengambil tinta pilkada. Mustafa langsung dibawa ke Rumah Sakit Kartika Husada, Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya untuk diperiksa kesehatannya.

.
hehe dasar tukang ngopi, tapi tempat naruh tintanya di cangkir atau gimana ya, masa dari tempatnya aja ga bisa bedain, hehe
 
Re: PILKADA & PILPRES

hehe dasar tukang ngopi, tapi tempat naruh tintanya di cangkir atau gimana ya, masa dari tempatnya aja ga bisa bedain, hehe

kl udah ngantuk berat biasanya otak udah ga begitu berfungsi. Aku pernah juga tuh makan ampas kelapa parut disangka kue lopis :)
 
Re: PILKADA & PILPRES

Purnawirawan Kopassus Deklarasikan Dukung Prabowo Presiden 2019

90e1f593-072a-4530-bea8-207c17ad44a8_169.jpeg


Purnawirawan Kopassus TNI AD seluruh Indonesia akan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden pada 2019. Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Ketum Gerindra itu.

Pantauan di lokasi, GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018), Prabowo datang pada pukul 9.49 WIB. Ia datang menggunakan safari cokelat.

Kedatangan Prabowo langsung disambut purnawirawan korps baret merah itu, yang sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB. Eks Danjen Kopassus tersebut tampak menyalami satu per satu purnawirawan Kopassus yang menyambutnya.

Beberapa purnawirawan yang bersalaman sempat menyapa Prabowo dengan panggilan 'presiden'. Prabowo hanya membalas dengan senyum.

Acara ini nantinya diagendakan untuk halalbihalal sekaligus mendeklarasikan Prabowo sebagai calon presiden 2019.



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Aktivis '98 Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode

31c62d95-5235-476d-baa2-6f5b53fd3412.jpeg

Aktivis '98, Wahab Tolehu, membacakan poin-poin hasil rembuk nasional aktivis 1998. Dalam poin-poin itu tercetus dukungan aktivis 1998 agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju ke periode kedua.

"Rembuk nasional aktivis 1998 pada 7 Juli 2018 menjadi awal membangun konsolidasi dengan aktivis 1998. Sebuah ikatan kuat mendasar dan rasional dalam menjaga serta menuntaskan cita bersama. Rembuk Nasional Aktivis '98 menjadi ruang yang tepat untuk membangun kesepakatan terhadap komitmen ikatan kebangsaan," kata Wahab di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Berdasarkan itu, pada Rembuk Nasional 1998 terdapat poin sebagai berikut:

1. Tetap menjaga RI dari ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme, dan menolak penggunaan isu SARA dalam praktik politik Indonesia;

2. Melanjutkan perjuangan reformasi '98 untuk melawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam sendi kehidupan bernegara;

3. Menjaga demokrasi yang sudah terbuka saat ini yang merupakan buah perjuangan reformasi 1998 dari setiap ancaman otoritarianisme dan militerisme. Serta terus mendorong demokrasi politik dan demokrasi ekonomi agar menghasilkan masyarakat yang adil dan makmur;

4. Terus memperjuangkan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM dan mengusulkan penetapan aktivis mahasiswa yang menjadi korban peristiwa Semanggi, Trisakti, dan lain-lain sebagai pahlawan nasional;

5. Mengusulkan kepada pemerintah menetapkan 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika;

6. Mendukung penuh Ir Joko Widodo sebagai calon presiden periode 2019-2024. Karena kita semua yakin bahwa Jokowi memiliki kemampuan untuk mewujudkan cita-cita reformasi 1998. Kenapa, karena Jokowi tidak punya kejahatan ekonomi, tidak punya kejahatan politik, dan tidak punya kejahatan kemanusiaan;

7. Terkait hal-hal itu dan sebagai pertanggungjawaban negara, maka kami aktivis '98 menyatakan siap untuk turut serta memimpin dan mengemban tugas negara bersama Pak Jokowi.

"Hidup '98, hidup rakyat, hidup Jokowi," kata Wahab menutup deklarasi.

Akan tetapi, sebelum menutup deklarasi itu, Wahab bertanya kepada massa yang hadir terkait periode kepemimpinan Jokowi yang diinginkan.

"Berapa periode?" ujar Wahab.

"Dua," sambut massa.

Melihat hal tersebut, Jokowi yang hadir di lokasi ikut tersenyum. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga ikut tersenyum.



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Dukung Jokowi di Pilpres, TGB Dinilai Sedang Mengincar Posisi di Tahun 2019

2809867617.jpg

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat bahwa dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Zainul Majdi kepada Presiden Joko Widodo merupakan manuver politik untuk kepentingan dirinya pribadi.

“Pak TGB saya pikir dia melihat peluang bagi dia pribadi ke depan. Kan sudah tidak bisa menjadi kepala daerah lagi. Dia kan harus mencari peluang politik. Nah peluang politik itu dalam kacamata dia ada bila mendukung Jokowi ketimbang mendukung kekuatan oposisi,” ujar Syamsuddin saat ditemui di kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Diketahui pada Pemilu Presiden ( Pilpres) 2014, NTB merupakan salah satu daerah lumbung suara bagi Prabowo. Perolehan suara Prabowo di NTB lebih tinggi dari Jokowi. Syamsuddin mengatakan, langkah yang dilakukan TGB belum tentu juga diikuti oleh Partai Demokrat.

“Saya kira belum tentu (Partai Demokrat) gabung ke pendukung Jokowi), sebab TGB enggak sowan atau minta izin. Enggak minta restu ke pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),”kata dia.

Lebih lanjut, saat ditanyai akan peluang TGB menjadi pendamping Jokowi saat Pilpres 2019, Syamsuddin menilai kemungkinan kecil hal tersebut terwujud.

“Saya melihat sih tidak juga (cawapres). Belum tentu juga. Paling tidak mungkin bagi TGB bisa menjadi salah satu pejabat nanti pada kepemimpinan Jokowi pada masa bakti kedua. Entah menjadi menteri, entah menjadi apalah,” kata dia.

Menurut dia, dukungan TGB kepada Jokowi belum tentu otomatis mendongkrak elektabilitas Jokowi saat Pilpres 2019.

“Enggak juga. Enggak. TGB bagi saya NTB aja,” kata dia.

Sebelumnya, seperti dikutip Antara, TGB Zainul Majdi menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode periode kedua sebagai Presiden RI.

Menurut TGB, keputusannya mendukung Jokowi itu setelah melalui pertimbangan yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

Dia menilai selama Jokowi memimpin, pencapaian kawasan ekonomi khusus Mandalika di NTB sudah berhasil.

Apabila ada pergantian di level kepemimpinan nasional, maka akan terjadi kemandekan baik dari segi ekonomi maupun sosial di wilayah Mandalika dan juga NTB.


~kompas


.
 
Re: PILKADA & PILPRES

Kata Cak Imin Andai Tak Jadi Cawapres Jokowi

e02511cc-051f-4500-965e-d595f9774578_169.jpeg

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tetap optimistis dipilih sebagai cawapres Joko Widodo untuk Pilpres 2019. Bagaimana sikap Cak Imin andai tak dipilih jadi cawapres Jokowi?

"Jangan bicara nanti, tunggu saja," kata Cak Imin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Cak Imin menegaskan PKB tetap memperjuangkan JOIN, Jokowi-Cak Imin. JOIN, kata dia, merupakan aspirasi dari para kiai.

"Pokoknya sampai hari ini kiai dan kita semua tetap ada JOIN, Jokowi-Cak Imin. Proses dan prospeknya kita tunggu saja. Optimistis," ujarnya.

Wakil Ketua MPR itu juga menegaskan belum ada skenario PKB selain JOIN. "JOIN itu bagian dari proses yang sedang berlangsung," sebutnya.



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Resmi Dukung Jokowi, Cak Imin Harap Jadi Cawapres

0cb5e304-23f7-4ba1-a5de-d92cca3665bc_169.jpeg

Partai Kebangkitan Bangsa resmi mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. (Andhika Prasetia/detikcom)​

Partai Kebangkitan Bangsa resmi mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Ini merupakan jawaban atas kepastian sikap PKB dalam Pilpres 2019.

"Hari ini, di depan teman-teman, di depan Pak Jokowi, ada sekjen kebetulan, saya nyatakan bismillahirrohmanirrohim, PKB mendukung pencalonan Pak Jokowi 2019," ujar Cak Imin di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Cak Imin menyebut dukungan ini merupakan komitmen PKB mendukung pemerintahan Jokowi sejak 2014. Soal cawapres, Cak Imin berharap bisa mendampingi Jokowi.

"Menyangkut calon wakil presiden, tentu saya menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden beserta koalisi nanti. Yang pasti, kepada kiai, nahdliyin, dan PKB, pendukung semua, sabar. Kita optimistis nama saya ada di saku Pak Jokowi. Amin ya rabbal alamin," kata Cak Imin.

Cak Imin berharap dukungan ini dapat berkesinambungan.

"Dengan harapan pemerintahan hari ini dan periode kedua Pak Jokowi akan benar-benar menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia," tuturnya.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Deretan Artis Ini Akan Nyaleg Lewat Partai Berkarya

685660_720.jpg

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan akan ada banyak artis yang akan mencalonkan diri lewat Partai Berkarya dalam pemilihan legislatif atau pileg 2019. Priyo menyebutkan ada aktor Andi Arsyil sampai aktris senior Paramitha Rusady.

"Ada juga Sultan Djorghi, Raslina Rasidin, Paramitha Rusady, Annisa Trihapsari, Doni Kusuma, dan ada beberapa lainnya akan kami umumkan nanti," kata Priyo di kantor DPP Partai Berkarya pada Ahad, 15 Juli 2018.

Dengan bergabungnya tokoh-tokoh populer tersebut, kata Priyo, partainya optimistis akan meraih 80 dari 575 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pemilihan legislatif mendatang.

Partai Berkarya muncul sebagai partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Partai ini berada di bawah pimpinan salah satu putra Soeharto, yaitu Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Selain sejumlah artis, Priyo menyebutkan akan ada banyak kader Golkar yang loncat pagar dan memilih nyaleg lewat Partai Berkarya dalam pemilihan legislatif mendatang.

Priyo enggan membeberkan nama-nama tersebut, tapi dia menyebut nama politikus senior Zainal Bintang akan maju dari Partai Berkarya. "Beberapa tokoh DPR RI dari Golkar juga banyak yang bergabung, nanti tunggu saja pengumumannya," ujar mantan politikus Golkar tersebut.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Ketum PPP Ungkap 10 Kandidat Cawapres Jokowi, Ini Daftarnya

702199f8-c433-4a54-ab61-c03c9dc33d13.jpeg

Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) buka-bukaan soal kandidat cawapres Jokowi. Rommy mengungkap 10 nama yang sedang dipertimbangkan Jokowi.

"Presiden menyampaikan ke saya agar nama-nama ini dirilis saja karena untuk menakar respons masyarakat," kata Rommy dalam wawancara dengan CNN Indonesia yang dikutip detikcom, Selasa (17/7/2018).

Rommy menyampaikan tiga nama kandidat cawapres berasal dari kalangan parpol, dua nama dari kalangan ulama, dua teknokrat, seorang mantan jenderal TNI, ahli hukum, dan pengusaha. Rommy menegaskan cawapres pendamping Jokowi akan dipilih salah satu dari 10 nama tersebut.

"Tidak akan keluar dari 10 nama itu," ujar Rommy.

Berikut daftar 10 kandidat cawapres Jokowi yang diungkap Rommy (bukan urutan):

1. Ketum PPP Romahurmuziy
2. Ketum PKB Muhaimin Iskandar
3. Ketum Golkar Airlangga Hartarto
4. Sri Mulyani
5. Susi Pudjiastuti
6. Ma'ruf Amin
7. Din Syamsuddin
8. Moeldoko
9. Mahfud Md
10 Chairul Tanjung


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Partai Berkarya Daftarkan Bacaleg, Tommy Soeharto Maju Dapil Papua

9fa74930-e4c3-42ec-8160-80c6a59bda54_169.jpeg

Partai Berkarya menyerahkan berkas bakal calon legislatif dengan total bacaleg 575 orang dari 80 Dapil. Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto akan maju sebagai caleg Dapil Papua.

"Saudara sekalian dari 575 Caleg DPR RI ada beberapa calon unggulan dan bahkan dengan bangga. Saya ingin umumkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Metum kami Bapak Hutomo Mandala Putra ditugaskan partai untuk merebut kemenangan dan masuk maju sebagai calon legislatif di daerah pemilihan Papua," kata Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso saat konferensi pers di KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Selain Tommy, Priyo mengatakan ada Titiek Soeharto yang akan maju di Yogyakarta, dan Priyo sendiri menuturkan akan maju di Dapil Jawa Timur I. Selain itu ia juga menggandeng beberapa artis yang ditugaskan untuk merebut hati masyarakat di masing-masing Dapilnya.

"Selain itu juga ada sederet artis di antaranya saya sebut diantaranya adalah Raslina Rasyidin ada Doni Kusuma ada Annisa Trihapsari ada Sultan Djorghi dan seterusnya dan seterusnya yang juga kami akan tugaskan untuk sebagai figur figur yang bisa merebut suara rakyat di daerah-daerah pemilihan se-Indonesia," imbuh dia.

Dia juga mengklaim kalau banyak politikus dari partai besar yang berpindah ke Partai Berkarya. Namun ia enggan menyebut siapa politisi tersebut.

Mantan PPP juga ada dari Hanura hampir boyongan dari Demokrat ada dari Gerindra ada dari Demokrat juga ada dari NasDem yang akhir-akhir ini memang gencar untuk menarik beberapa fitur. Lain kali ini saya mohon maaf juga bergabung dengan kami tapi Ijinkanlah saatnya nanti akan kami umumkan setelah lewat masa-masa lolos dari persyaratan daftar calon Sementara," imbuh dia.

Selain itu Priyo juga menjelaskan alasan Papua menjadi dapil yang dipilih Tommy karena banyak masyarakat Papua yang merindukan sosok Soeharto.

"Kenapa memilih Papua sudah sekalian saya pun sempat bertanya kepada beliau, kenapa akhirnya memilih Papua. saya baru akhir-akhir ini memahami ternyata kegandrungan tokoh Tommy Soeharto terhadap rakyat kecil dan daerah terpinggirkan di Republik ini," ungkapnya



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Caleg-caleg yang Bikin Kaget

bacab381-8414-4bea-b125-cd0a87a45d03_169.jpeg

Sejumlah partai politik sudah mendaftarkan calon legislatif yang mereka usung ke KPU. Rupanya muncul nama-nama yang bikin kaget karena tak diduga-duga sebelumnya.

Sudah biasa mungkin kalau kader partai jadi caleg. Para artis yang kemudian menatap Senayan pun tak begitu istimewa.

Tapi nama-nama berikut mendadak muncul di hari terakhir pendaftaran caleg, Selasa (17/7/2018). Mereka sebelumnya tak tercatat aktif di partai yang kini jadi kendaraan politiknya.

Berikut nama-nama caleg yang bikin kaget tersebut:

1. Johan Budi, dari KPK ke Istana Menatap Senaya

e2b353dd-dac5-426d-9e49-a31ed8fad636_43.jpeg

Nama jubir presiden Johan Budi SP tiba-tiba muncul untuk jadi caleg PDI Perjuangan. Johan Budi lebih dikenal sebagai jubir KPK.

Selepas jadi jubir KPK, Johan menjabat sebagai salah satu Deputi di lembaga antirasuah tersebut. Di tahun 2015, Johan sempat didapuk sebagai Plt Pimpinan KPK oleh Presiden Jokowi.

Dia ikut dalam seleksi calon Pimpinan KPK tahun 2015, namun tak diloloskan oleh DPR. Akhirnya pada awal 2016, Johan dipilih Jokowi untuk menjadi jubirnya.

Kini Johan telah mendapat izin dari Jokowi untuk nyaleg. Johan punya alasan tersendiri mengapa melabuhkan pilihan ke PDIP.

"PDI P menjadi pilihan saya karena saya menganggap PDI P adalah partai yang lebih banyak menyentuh dan bicara tentang rakyat kecil. Selain itu, konsep PDI P tentang negara kesatuan RI berdasarkan Pancasila serta paham nasionalis religius yang diusung PDIP sesuai dengan prinsip saya dalam bernegara," kata Johan dalam keterangan tertulis.


2. Yusuf Supendi, Pendiri PKS yang Nyaleg Lewat PDIP


3106ede0-403e-43cf-afa6-545b83424cc6_43.jpg

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah salah satu oposisi saat ini. Tapi salah satu pendiri partai tersebut, Yusuf Supendi, justru bergabung dengan partai penguasa, PDIP.

Yusuf sudah mengenakan kemeja merah khas PDIP pada Selasa (17/7) siang. Dia bahkan berada di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, untuk bersiap-siap mendaftar ke KPU.

Yusuf dikabarkan masuk ke Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat V. Tapi kabar itu belum terkonfirmasi.

Sebenarnya nama Yusuf sudah lama tak melekat ke PKS. Dia sempat nyaleg lewat Partai Hanura tahun 2014 namun tak lolos ke Senayan.

PKS sebelumnya bernama Partai Keadilan saat didirikan. Yusuf Supendi tercatat masuk dalam deretan pendiri Partai Keadilan.

Baca juga: Berpose Metal, Pendiri PKS Yusuf Supendi Nyaleg dari PDIP


Namun pada tahun 2011, Yusuf berkonflik dengan elite PKS yang kala itu dipimpin Luthfi Hasan Ishaaq. Singkat cerita, Yusuf dipecat dari PKS.

Pada tahun 2013, Yusuf bergabung dengan Hanura. Namun dirinya belum berhasil jadi anggota dewan.


3. Kapitra Ampera, Pengacara Habib Rizieq Jadi Caleg PDIP

c1e4b162-aa11-4437-8b91-93a3d3fc22b8_169.jpeg

Salah satu nama yang menjadi corong Pemimpin FPI Habib Rizieq Syihab adalah Kapitra Ampera. Dia juga jadi bagian dalam aksi 212 pada akhir 2016.

Nama Kapitra tiba-tiba masuk dalam daftar calon legislatif dari PDIP. Padahal selama ini Kapitra tak terdengar dekat dengan PDIP.

"Ya sebagaimana kami nyatakan, dialog kami dengan masyarakat Sumbar itu betul-betul memang menghendaki adanya jembatan penghubung dengan PDIP sehingga yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumbar," kata Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Hasto menjawab pertanyaan soal kabar Kapitra Ampera menjadi caleg PDIP.

Kapitra merupakan pengacara dari Habib Rizieq. Dia sebenarnya berasal dari Riau, namun didaftarkan oleh PDIP di Dapil Sumatera Barat.

Namun saat dikonfirmasi, Kapitra tak sepenuhnya membenarkan pernyataan Hasto. Kapitra mengaku belum bertemu dengan Hasto.

"Saya pernah diajak masuk ke dalam parpol dan mencoba amar makruf nahi mungkar dan menjalankan akhlakul karimah, jadi contoh yang baik. Ini tentu bisa kita pertimbangkan, tapi bukan karena jabatannya. Tapi saya perlu komunikasikan dengan para ulama dan orang tua. Salah satunya Habib Rizieq," kata Kapitra saat dikonfirmasi.


4. Daeng Aziz, dari Kalijodo ke Senayan

f0cf6a25-1986-4121-b522-2289d5317d15_169.jpg

Lama tak terdengar, nama Daeng Aziz atau yang bernama asli Abdul Aziz itu jadi calon legislatif di Sulawesi Selatan. Daeng Aziz dulunya dikenal di ibukota, DKI Jakarta, tepatnya di wilayah Kalijodo.

Daeng Aziz pernah disebut-sebut punya kafe di kawasan Kalijodo. Namun kafenya ikut tergusur akibat kebijakan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tentu saja Daeng Aziz termasuk dalam barisan yang menolak penggusuran di Kalijodo.

Daeng Aziz sempat jadi tersangka pencurian listrik atas kafe yang dia miliki. Dia divonis 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta.

Lama tak muncul, Daeng Aziz terlihat datang mengenakan baju dan celana berwarna putih pada Selasa (17/7). Dia mengenakan topi berwarna putih dan duduk di sebuah tenda yang disediakan KPU sambil berbincang-bincang dengan kawannya. Dia mendaftar sebagai bacaleg dari Partai Gerindra.

"Saya daftar dulu, kan ini belum diterima, masih diseleksi," kata Daeng Aziz di KPU Provinsi Sulsel, Jalan Andi Pettarani, Makassar, Sulsel.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Cak Imin Siap Bersaing dengan JK Jadi Cawapres Jokowi

e729e59b-7efb-40f1-bfd2-b82f9b854e25_169.png

Wapres Jusuf Kalla (JK) mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan syarat cawapres di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan Partai Perindo agar bisa mencalonkan JK sebagai cawapres Presiden Joko Widodo. Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tak gentar dan merasa masih memiliki kans sebagai pasangan Jokowi.

"Ya sebagai hak politik dan perlindungan hukum untuk maju lagi harus hormati dan hargai apa pun keputusan MK akan menjadi jalan baru bagi Pak JK, meskipun Pak JK lolos jadi saingan saya. Tetapi bersaing secara fair saja siapa yang terbaik untuk negeri ini," ujar Cak Imin di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).

Hal tersebut disampaikan Cak Imin saat dimintai tanggapan soal JK yang mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan syarat cawapres. Dia pun menilai langkah JK sebagai hal yang wajar sebagai tokoh berpengalaman.

"Pengajuan cawapres tentu pengajuan membuat irama politik baru dua periode boleh nambah. Tetapi sebagai orang punya pengalaman tentu punya hak untuk menguji," ucap Cak Imin.

Dia juga tak mau menganggap JK memaksakan kehendak dengan ingin mengubah aturan soal jumlah masa jabatan cawapres. Cak Imin mengaku belum bertemu kembali dengan JK dalam waktu dekat ini.

"Kita lihat segi apa dulu, politis tata negara dua periode cukup, tapi ada hak hukum (mengajukan uji materi), tak bisa apa-apa. Belum (ketemu JK), pernah sekali minta restu dan beliau mendukung," ucapnya.

Cak Imin dan JK dinilai sebagai tokoh yang memegang suara nahdliyin (warga NU). Cak Imin pun membandingkan kekuatan antara dia dan JK dengan perumpamaan tumpangan mobil.

"Pak JK itu mobil Ferrari, penumpang sedikit di NU. Kalau saya Alphard, diisi semua orang bisa. Jadi Pak JK NU, tidak bawa penumpang NU yang besar," tutur Cak Imin.

Meski belum pasti akan terpilih sebagai cawapres, Cak Imin memastikan PKB tetap mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Hanya, hingga saat ini, PKB belum punya alternatif mendukung cawapres selain Cak Imin.

"Memang kami belum punya opsi lain, baru Pak Jokowi sama saya," tegasnya.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

KPU soal Pencalegan Tommy Soeharto: Dia Bukan Napi Korupsi

2b82ca52-73d0-442b-aae9-78b82b5029f8_169.jpeg

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai melakukan verifikasi bakal calon legislatif (Caleg) DPR RI, termasuk berkas Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Tommy Soeharto sendiri disebut terkendala dengan statusnya yang merupakan mantan narapidana dengan vonis 10 tahun penjara.

"(Tommy tidak gugur) Bukan narapidana korupsi," ucap Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan, di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018).

Namun, sebagai mantan narapidana dengan hukuman lebih dari lima tahun, dia harus mengumumkan melalui media bahwa dirinya telah selesai menjalani massa tahanan. Persyaratan itu wajib dipenuhi oleh setiap narapidana termasuk Tommy.

"Butuh declare, cuma umumkan kepada masyarakat dia sudah selesai menjalankan massa pidananya," ucap Arief.

Namun, Arief belum memastikan apakah Tommy sudah melampirkan dokumen tersebut atau belum. Jika belum, dia harus melampirkan sebelum batas waktu perbaikan persyaratan pada tanggal 31 Juli 2018.

"Saya tidak hafal satu-satu calon. Yang bersangkutan harus menyerahkan seluruh dokumen lengkap kemarin. Pada saat berkas masuk KPU, kalau belum tgl 22 sampai 31 Juli," ucap Arief.

Tommy sempat divonis 18 bulan penjara di kasus korupsi tukar guling Bulog-Goro. Namun, di tingkat PK, vonis itu dibatalkan.

Sebelumnya, terkait masalah ini, Tommy mengaku akan memenuhi persyaratan dari KPU. Dia pun akan menerima setiap keputusan KPU.

"Mengenai KPU, saya kira kita selalu mengikuti aturan main yang ada, aturan KPU jelas, kami tidak lakukan pelanggaran. Dan kita akan mengikuti aturan main," ucap Tommy.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

Mardani Hadiri Deklarasi Relawan #2019GantiPresiden di Australia

91f665b9-3927-46f9-b94c-1287db7622ba_169.jpeg

Gerakan #2019GantiPresiden meluas ke internasional. Relawan dari gerakan yang ingin mengganti Presiden Joko Widodo melalui Pilpres 2019 itu mendeklarasikan diri di Sydney, Australia.

"Deklarasi relawan #2019GantiPresiden di Wiley Park Sydney, Minggu 22 Juli 2019," kata deklarator #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, Senin (23/7/2018).

Baca juga: Massa #2019TetapJokowi dan #2019GantiPresiden Gelar Aksi Berdekatan

Mardani sendiri hadir di acara tersebut. Tampak dia berfoto dengan seorang relawan #2019GantiPresiden.

Deklarasi itu ditandai dengan pembentangan spanduk raksasa #2019GantiPresiden. Di bagian kiri spanduk, terdapat tulisan 'Australia' sebagai tanda negara luar yang dijadikan tempat deklarasi.

Mardani mengapresiasi relawan yang terus bekerja secara militan. Para panitia acara itu menurutnya tak kenal lelah.

"Luar biasa para panitia bekerja mulai dari ngurus visa saya hingga merancang acara yang khidmat di taman yang indah," sebut Ketua DPP PKS itu.


sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

PA 212: Gerindra-PKS-PAN-PBB-Berkarya Segera Deklarasi Koalisi

756f761c-d0af-44c3-8fe4-6cd5ec99eb93_169.jpeg

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Hasil pertemuan tersebut adalah bakal adanya deklarasi koalisi Gerindra dengan sejumlah parpol.

"Yang jelas, tadi kita bertukar pikiran antara ulama dan tokoh 212 dengan pimpinan partai-partai Koalisi Keummatan. Apa yang kita tukar pikiran, pertama tentang perkembangan bangsa sampai saat ini. Bagaimana kondisi bangsa saat ini, bagaimana ekonomi saat ini, bagaimana kejadian di PLN, bagaimana kejadian di Pertamina, bagaimana dengan Garuda, dsb," ujar Ketum PA 212 Slamet Ma'arif di Hotel Sultan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Dari hasil diskusi dan tukar pikiran tersebut, Slamet mengatakan PA 212 beserta sejumlah parpol, seperti Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya, sepakat untuk berkoalisi.

"Sehingga ada sebuah kesamaan di antara kami semua bahwa bangsa ini harus diselamatkan, negara ini harus sama-sama diselamatkan. Itu kesamaannya, sehingga insyaallah kami sepakat dalam waktu dekat akan segera deklarasi Koalisi Keummatan lima partai: Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya," kata Slamet.

Selain itu, Slamet mengatakan, masih ada satu partai, yakni Demokrat, yang mungkin bakal bergabung dengan Koalisi Keummatan.

"Sedang dikomunikasikan dengan Partai Demokrat, bisa bergabung dengan Koalisi Keummatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kesepakatan bisa deklarasi bersama," kata Slamet.

Malam ini pertemuan bukan hanya dilakukan PA 212 dengan Gerindra cs. Presiden Joko Widodo juga bertemu dengan ketum-ketum parpol koalisi pendukungnya. Dalam pertemuan itu disebut sudah ada satu nama yang mengerucut sebagai cawapres Jokowi.



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

GNPF-U: Habib Rizieq Rekomendasikan Prabowo-Salim Segaf-Abdul Somad

311111f2-ea85-4e1e-92c4-7823f97d8a3b.jpeg

Ijtimak Ulama merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres. Ketum GNPF-U Yusuf Martak mengatakan Habib Rizieq yang merekomendasikan Prabowo.

"Alasan Prabowo, saya pikir ulama nggak berperan ulama saja, ulama punya peran kapasitas lebih namun ulama memang istikamah dalam berdakwah dan menyampaikan apa yang harus disampaikan, tapi keterwakilan umat Islam nggak pernah diakomodir, maka dari itu ijtimak mengusulkan kedua cawapares dua-duanya yang punya ketokohan sebagai ulama," kata Ketum GNPF-U Yusuf Martak saat konferensi pers di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2018)

Ketika ditanya mengapa tidak Habib Rizieq Shihab yang menjadi calon presiden dalam kesepakatan ini, Yusuf menjawab karena nama Prabowo sendiri telah dipilih Habib Rizieq dalam musyawarah semalam.

"Nah itu bedanya ulama, Habib Rizieq itu pendukungnya sangat banyak sekali, tapi rekomendasinya Habib Rizieq semalam, rekomendasinya pasangan Prabowo dan Salim Segaf dan Prabowo-Ustaz Somad, kalau orang biasa cukup nggak cukup dipaksain itulah bedanya," ungkap dia.

Yusuf menegaskan bukan ijtimak tidak menginginkan HRS sebagai capres, namun, Habib Rizieq sendiri lah yang memutuskan nama-nama tersebut dan memberikan kesempatan Prabowo sebagai capres.

"Rekomendasi dari HRS dua pasang calon, memang ada nama HRS, Betul, sampai sekarang kalau saya tanya samping kanan kiri saya pasti milihnya HRS, tapi yaitu karena HRS nya sendiri sebagai imam besar dia lebih memberikan kesempatan pada yang lain," jelas dia.



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

PD-Gerindra Sepakat Koalisi, Prabowo: SBY Tak Menuntut Cawapres

1a5adc5c-cf72-4dd7-a266-4fc3ad9bdac7.jpeg

Pertemuan tiga setengah jam antara SBY dan Prabowo membuahkan kesepakatan koalisi. Soal sosok cawapres yang akan diusung keduanya akan dibahas 10 hari ke depan.

"Mengenai calon wakil presiden, Pak SBY juga ingin menegaskan kembali, sekali lagi bahwa Presiden SBY tidak menuntut atas nama Partai Demokrat satu nama tertentu. Sama sekali beliau menyampaikan, menyerahkan kepada saya jika saya menjadi calon presiden dari koalisi ini," kata Prabowo dalam konferensi pers bersama SBY di rumahnya, Jl Kertanegara, Senin (30/7/2018).

Bagi Prabowo, pernyataan SBY itu sebuah kehormatan. Tentang nama cawapres yang akan diusung koalisi ini, nantinya akan dilakukan pertemuan-pertemuan intensif ke depan.

"Tentunya nanti pemilihan wakil presiden yang merupakan keputusan sangat krusial akan kita bahas lebih lanjut karena perkembangan dinamika politik dari hari ke hari," kata Prabowo.

Dalam sepuluh hari ke depan, pertemuan intensi akan terus dilakukan, termasuk menyangkut kemungkinan bertambahnya koalisi.

"Apa pun nanti yang menjadi landasan perjuangan kita, beliau tekankan harus mengutamakan kepentingan rakyat," pungkasnya.

sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

af192db8-cb34-4b36-b824-267e6a40220e_169.jpeg

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut Pemilu 2019 merupakan ajang pembantaian terhadap partai-partai kecil dan menengah. Pendapat tersebut diutarakan Fahri tak lain karena Pileg 2019 berbarengan dengan Pilpres 2019.

Partai kecil-menengah yang tak punya kader untuk dicoblos di bilik suara pilpres, diyakini Fahri, akan tumbang di tingkat pemilihan legislatif.

"Orang lupa bahwa Pemilu 17 April 2019 itu adalah ladang pembantaian bagi partai kecil dan menengah. Itu sadis. Nanti partai habis, tuh," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/7).

Dihimpun detikcom, Selasa (31/7/2018), ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) adalah sebesar 4 persen. Artinya, partai yang tidak memenuhi batas itu terancam gagal masuk ke DPR.

Berikut adalah rilis sejumlah lembaga survei terhadap parpol-parpol jelang Pileg 2019:

1. Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
Periode survei: 29 Juni-5 Juli 2018
Metode survei: Multistage random sampling
Sample: 1.200 responden
Margin of error: 2,9%

PDIP 22,1%
Golkar 15,8%
Gerindra 15,2%
PKB 7,2%
Partai Demokrat 5,4%
PKS 4,3%
PPP 3,8%
Perindo 3,1%
NasDem 3,0%
PAN 2,1%
PSI 0,6%
Partai Garuda 0,4%
Hanura 0,2%
Partai Berkarya 0,1%
PKPI 0,1%
PBB 0,1%
Tidak tahu/tidak menjawab/belum memutuskan/rahasia: 16,5%


2. Cyrus Network
Periode survei: 27 Maret-3 April 2018
Metode survei: Multistage random sampling
Sample: 1.239 responden
Margin of error: 3%

PDIP 26,9%
Partai Golkar 11,5%
Partai Gerindra 11,5%
PKB 7,3%
Partai Demokrat 5,0%
PPP 4,3%
Partai Perindo 4,3%
PKS 3,5%
Partai NasDem 3,3%
PAN 1,5%
Partai Hanura 1,0%
Partai Berkarya 0,8%
PSI 0,3%
Partai Garuda 0,3%
PBB 0,2%
Belum memutuskan 13,6%
Tidak memilih 0,8%
Rahasia/tidak menjawab 3,8%


3. Survei KedaiKOPI
Periode survei: 19-27 Maret 2018
Metode survei: Multistage random sampling
Sample: 1.135 responden
Margin of error: 2,97%

PDIP 20,1%
Gerindra 9,5%
Golkar 6,9%
Demokrat 4,6%
PKB 4,6%
PKS 3,9%
PPP 3,6%
NasDem 3,5%
PAN 3,4%
Perindo 3,3%
Hanura 2,3%
PBB 0,2%
Partai Garuda 0,2%
PSI 0%
Partai Berkarya 0%
Rahasia 6,0%
Belum menentukan 29,9%



sumber
 
Re: PILKADA & PILPRES

kata rizal ramli hanya ada 2 orang yang bisa kalahin jokowi :))

Mantan Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli kelakar hanya ada dua tokoh di Republik ini yang mampu mengalahkan dominasi Joko Widodo.

Dirinya sendiri, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Saya memang bercanda sama Anies, kalau ada kompetisi presiden yang fair, hanya dua orang yang bisa kalahkan pak Jokowi, satu Anies Baswedan, kedua, Rizal Ramli. Kalau yang lain masih ecek-ecek lah," ujar Rizal di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Rizal juga berkelakar, bila seandainya Anies dan dirinya maju berduet di pilpres, itu karena mereka berteman sejak masih dibangku mahasiswa.

"I think its better for Indonesia. Tidak ada lagi model musuh-musuhan," kata Rizal.

Pakar ekonom itu juga mengatakan ada kesepahaman bersama Anies bahwa diperlukan sebuah langkah untuk merubah dan membuat Indonesia lebih baik lagi kedepan.

Mereka sepakat Indonesia butuh perbaikan dan tidak bisa terus dibiarkan seperti keadaan sekarang ini.

"Kita berdua sepakat bahwa Indonesia tidak bisa begini terus, Indonesia harus di perbaiki, Indonesia bisa kok jadi negara hebat seperti negara lain, itu kesepakatannya," katanya.

Ungkapan tersebut secara terbuka disampaikan Rizal usai memenuhi undangan Anies Baswedan di Kantor Gubernur DKI, Balai Kota.

"Kami sendiri memang secara terbuka ingin mengubah Indonesia, itu motifnya," ujar Rizal.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rizal Ramli: Hanya Ada Dua Orang Yang Bisa Kalahkan Jokowi, Saya dan Anies, http://www.tribunnews.com/nasional/...rang-yang-bisa-kalahkan-jokowi-saya-dan-anies.
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rizal Ramli: Hanya Ada Dua Orang Yang Bisa Kalahkan Jokowi, Saya dan Anies, http://www.tribunnews.com/nasional/...rang-yang-bisa-kalahkan-jokowi-saya-dan-anies.
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak

http://www.tribunnews.com/nasional/...rang-yang-bisa-kalahkan-jokowi-saya-dan-anies
 
Back
Top