Politik Reaksioner, yaitu sikap rakyat yang selalu mempertanyakan dan banyak menuntut sikap pemerintah akan membuat negara Indonesia semakin cepat ber

Kelompok anda masuk ke dalam tim:


  • Total voters
    30
  • Poll closed .
Status
Not open for further replies.
Protes yang dimaksud tim hijau itu protes seperti apa.. ??

bukanya saya berfikiran sempit.. tapi kenyataan yang kita lihat sekarang..
protes yang dilakukan rakyat terhadap pemerintah.. dengan cara demonstrasi..
 
Oleh sebab itu pemerintah jangan alergi kalau ada masyarakat yang menyampaikan kritik dan protesnya kepada pemerintah, semua itu demi kebaikan bangsa dan negara, hal itu penting sebab jika suara rakyat sudah dibungkam yang ada ada pemerintahan yang tiran dan otoriter..anggaplah protes dan kritik itu sebagai "viagra" bagi pemerintah dalam menjalankan tugasnya

tak berdasar jika berkata rakyat di bungkam. Pemerintah sangat demokratis. Rakyat yang protespun dengan cara2 brutal dihadapi dgn persuasif. Yang selalu jadi problem adalah sifat sebagian rakyat ini yang suka berbicara tanpa memahami masalah.

Pemerintah secara umum sudah banyak membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat. Jika segelintir kelompok yang protes dgn mengurangi subsidi BBM misalnya. Itu bukan berarti seluruh rakyat indonesia juga protes.
 
Masalah tidak pernah habis jika manusia itu selalu mementingkan ego??
Selalu ingin yg merasa paling benar??
ingin selalu merasa paling habat??
ingin merasa paling pintar??

Tapi gak pernah manusia berfikir Merasa paling bodoh padahal perbuatannya sangat mulia???
jangan sampai sebaliknya??? bila itu terjadi ibaratnya sudah jatuh tertiban tangga...???
 
Kebanyakan program tapi ga jalan dan akhirnya bingung sendiri.

Rakyat protes dibilang lebay, ini jaman demokrasi bang..klo rakyat sudah menjerit apa masih belum urgent ? apalagi harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, kesehatan yang semakin mahal, pendidikan yang semakin tak terjangkau.

kalau bukan rakyat yang protes lalu siapa lagi ??


bukankah sudah ada wakil rakyat di DPR? kenapa harus protes sama pemerintah secara langsung tanpa mekanisme?

dan perlu dicatat bahwa: setiap kebijakan pemerintah itu lahir dari persetujuan DPR. Nah DPR ini siapa? wakil rakyat kan?

jadi terasa aneh jika kebijakan itu menimbulkan protes berlebihan hingga melakukan tindakan2 anarkis dengan memblokir jalan dll.
 
jawab dulu dong.. apa kita mau bahas demonstrasi..??
xixixi

ayo.. ayo.. berikan klarifikasi.. apa kita mau bahas demonstrasi..??

berani memberikan klarifikasi dari team merah..??

Protes yang dimaksud tim hijau itu protes seperti apa.. ??

bukanya saya berfikiran sempit.. tapi kenyataan yang kita lihat sekarang..
protes yang dilakukan rakyat terhadap pemerintah.. dengan cara demonstrasi..

Setuju dengan aden Hulk, bahwa rakyat hanya bisa memprotes dengan cara demonstrasi, tidak ada suatu wadah yang baik dari rakyat untuk memberikan aspirasi terhadap pemerintah. . .
 
Pertama sebelum menginjak inti masalah, daku mau menanggapi soal pembahasan soal demo.
Bagaimana bisa kami "digugat" saat bicara soal demo, sedangkan itu hanyalah reaksi dari postingan tanggapan kami?

Kedua, wajar saja kami bicara soal demo karena demo adalah salah satu bagian dari cara penyampaian protes bukan??

Ketiga, bagaimana kami tidak mengembangkan masalah, sedangkan sedari awal kelompok hijau yang bertindak sebagai tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah sesuai dengan topik?? Apa yang ditanggapi kelompok kami adalah hasil dari tanggapan dari tim pro.

Kenapa daku bilang tanggapan awal tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah?? Coba lihat ketiga postingan awal di bawah ini, mana coba yang memposisikan diri sebagai kelompok yang pro politik reaksioner???


Hal-hal dari ketiga postingan awal dibawah ini, itu sama sekali nggak menyentuh soal hal yang dinamakan politik reaksioner. Jadi bagaimana mungkin debat ini tidak berkembang ke arah lain???

Wajar rakyat protes dan menuntut pemerintah, sebab pemerintah dinilai masih gagal dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat..lagi pula apa salahnya kalau rakyat menuntut pemerintah, toh mereka adalah pelayan dan abdi masyarakat :D

ya sangat setuju sekali karena indonesia negara demokratis,pemerintah harus terbuka terhadap warga negara nya,dan rakyat pun harus tahu apa yang di lakukan pemerintah

Baik, untuk memulai debat ini, Kami dari Team hijau akan memberikan Postingan pembuka yang diawali dengan slogan team hijau

Go.. Go.. Green..Go..
1_nitrouz_jungucun_187.gif


shoot
--------------------------------------------------------------------------
Prinsip Demokrasi yang dianut oleh banyak pemerintahan termasuk juga di Indonesia, lahir sebagai hasil dari pemikiran yang mengharamkan kediktatoran dan penggunaan kekuasaan atas rakyat secara sewenang wenang oleh penguasa.
berangkat dari hal tersebut, di Inggris muncul Magna Carta (1215), dan
John Locke, Rousseau (yang kemudian di perkuat oleh Montesque) menelurkan Trias Politica,
Inti dari semua hal diatas adalah, bahwa penggenggam kekuasaan, harus diawasi dan dibatasi hak hak nya, termasuk harus diarahkan untuk fokus kepada kesejahteraan rakyatnya.
Yang terjadi di Indonesia adalah cerminan dari hal tersebut, dimana banyak kebijakan pemerintah yang terlihat tidak berpijak kepada kepentingan masyarakat umum. sehingga jelas memicu penolakan penolakan, dan bahkan tentangan dari masyarakat luas ketika rakyat merasa bahwa kebijakan pemerintah seperti kehilangan arah (tidak menuju ke kemakmuran rakyatnya).


Sekarang daku mau menanggapi secara umum.

Yang namanya protes, menyampaikan suara, mengkritisi kebijakan, dll itu dalam kehidupan berpolitik adalah hal yang sangat wajar. Jadi nggak wajar ketika yang terjadi adalah sikap-sikap reaksioner. Apa itu sikap reaksioner?? Sikap yang bermuara dari sifat paranoid, dan merupakan pencerminan sikap yang timbul sebagai reaksi terhadap keadaan sekarang yang tidak memuaskan dan ingin kembali pada keadaan masa lampau yang dianggap lebih baik. Cara pandang politik reaksioner juga tidak menghendaki adanya perubahan, bahkan masih mengagungkan kehidupan politik masa silam. Dan itu dilakukan setiap ada kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berkuasa.

Itulah bedanya antara "rakyat" yang menyampaikan suara karena memang ada yang disampaikan dengan "rakyat" yang menyampaikan suara karena merasa pemerintah yang berkuasa selalu buruk.

Sekarang coba kita lihat, apa kebijakan pemerintah sekarang yang tidak diprotes?? Semua kebijakan selalu dapet kritik. Contoh yang terbaru soal bebas bea masuk beras yang bertujuan untuk menjaga harga beras dalam negeri, sehingga para petani bisa menjual hasil panennya dengan harga yang tinggi. Hal ini aja ada yang protes, padahal tujuan kebijakannya bagus. Tapi orang-orang reaksioner ini selalu mencari celah sehingga bisa mengkritik pemerintah. Apakah hal-hal seperti ini yang bisa membuat negara ini maju?

Mau contoh lain?? Yang lagi hangat juga, soal RUU intelijen. Belum apa-apa sudah banyak yang protes padahal di dalam UU itu ada mekanisme yang mengatur. Lalu ketika ada kasus NII yang sedang ramai, lagi-lagi pemerintah dikritik dengan cara kontra dari pendapat soal RUU, dengan mengatakan dan mempertanyakan kinerja intelijen.

Kaum reaksioner itu nggak pernah bicara atas nama rakyat, mereka bicara atas nama golongan dengan menamakan dirinya rakyat dengan tujuan-tujuan tertentu.

Dimanapun negara di dunia ini, baik yang iklim politiknya stabil maupun yang fluktuatif, nggak ada ceritanya kaum reaksioner ini bisa memajukan negaranya, karena bagi mereka bukan tujuan bernegara yang ingin dicapai, tapi tujuan golongan atau pribadi.
 
hmmm.. apa kita harus lay back and relaks ketika melihat Pertamina memesan dua unit VLCC dari Hyundai (sambil merasa bangga bahwa indonesia bisa juga punya tanker sebesar itu) kemudian secara aneh dan ajaib dijual kembali..dengan harga yang angkanya entah dapat darimana..??
begitu menurut kelompok anda..?? kita harus diam saja..?
well.. kita bicara tentang pengawasan disini..
menurut kelompok kami.. akar dari politik reaksioner yang diangkat adalah, perlunya kita, sebagai masyarakat mengawasi kebijakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah agar tidak salah arah.
sama sekali bukan tentang publikasikan atau rahasiakan sesuatu.. :D

dari sini saja sudah jelas kalau anda ingin mempublikasikan sesuatu... topik disini kan luas..

well.. kita bicara tentang pengawasan disini..

pengawasan yang bagaimana?? apa iya semua harus dibuka ke publik?? bahasa dulu ada IPOLEKSOSBUDHANKAM (Ideologi Politik Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan), dimana semua harus berkesinambungan. klo informasi2 yang dirasa 'membahayakan' ya tentu saja tidak diinfokan. Lagi pula apa siap masyarakat kita menerima info2 yang menyesakkan dada mereka?? yang bisa saja mengancam stabilitas negara?

sama sekali bukan tentang publikasikan atau rahasiakan sesuatu.. :D

halahhhh ini mah basa basi ala dargrey.....


 
negara itu merupakan suatu kesatuan.
rakyat yg baik dan benar (hhahaha :))) tidak akan cuma bisa menuntut pada pemerintah.
tetapi akan ikut berperan dalam upaya bela negara dan pembangunan bangsa.
memang benar manusia itu selalu merasa tidak puas!
jika mau protes proteslah dengan cara yg baik dan benar sesuai prosedur.
kalau sudah protes pada pemerintah kita sebagai rakyat jangan diam saja,
perubahan ke arah lebih baik dimulai dari diri sendiri, dari hal yg kecil, dan dari sekarang juga!!
Indonesia milik rakyat, milik pemerintah juga.
seperti ibu kepada anaknya, yg akan selalu menjaga, mempertahankan, dan membimbingnya ke arah yg lebih baik..
rakyat jangan cuma protess..protess..dan protess...
toh, kalau bangsa maju kita juga yg mencicipinya


Animated%20cheerleader%20red%20n%20blue.gif

merah is the best of the best.............
mantappp merahku !!!
 
hehehe.. Green team menunggu klarifikasi dari red team.. ada yang berani sampaikan klarifikasinya..?? ahahah jangan.. mendingan koordinasikan dulu sama ketuanya ya...
sebab jawaban dari kelompok merah sebagai hasil klarifikasinya akan menentukan sekali

see my previous posts di postingan #32 dan 34

dan sebelum klarifikasinya diberikan.. hijau.. tidak mau ikut ikutan posting ngaco seperti yang dilakukan oleh merah.. xixixi








lihat dulu postingan saya di post no 32 dan 34

xixixi.. kak misa.. kalau kata protes.. dari postingan juri juga sudah menggunakan kata protes..
yang kami minta adalah coba tunjukkan dimana di thread ini postingan dari team kami yang menyebut kata demonstrasi..
karena sepertinya team merah hanya membahas demonstrasi.. yang menurut kami terlalu sempit untuk topik secanggih ini.. apa team merah tidak sanggup untuk tetap berada didalam topik ini dan mau bahas topik demonstrasi..??
sekali lagi.. merah mau membahas demonstrasi..??
kalau begitu nyerah dulu dong..

xixixi...

MERAH = NYERAH




lagi lagi demo.. lagi lagi demo...
mau bahas demo..??
nyerah dulu dong..

MERAH = NYERAH

baru diberondong soal demo aja dah kebakaran jenggot...
 
Pemerintah adalah pelayan dan abdi masyarakat. Kalau kinerjanya tidak baik maka pantas kalau rakyat protes dan menuntut agar kinerjanya menjadi lebih baik. Jangan bisanya cuma mbohongin rakyat waktu pemilu aja.

Kalau masyarakatnya kritis itu berarti pertanda baik, berarti pola pikir masyarakat sudah berkembang.
 
Pemerintah adalah pelayan dan abdi masyarakat. Kalau kinerjanya tidak baik maka pantas kalau rakyat protes dan menuntut agar kinerjanya menjadi lebih baik. Jangan bisanya cuma mbohongin rakyat waktu pemilu aja.

Kalau masyarakatnya kritis itu berarti pertanda baik, berarti pola pikir masyarakat sudah berkembang.
Wah ini pernyataan yang sangat betul sekali. Dan daku setuju 100 persen.
Sayang sekali teman-temanku dari kelompok merah kalau daku terpaksa harus mendukung pernyataan di atas.

Masyarakat memang harus kritis, elemen-elemen masyarakat harus berfungsi sebagai social control bagi pemerintah yang berkuasa, itulah yang terjadi dalam kehidupan politik bernegara. Tapi sayangnya kita bukan sedang bicara hal itu. Kita sedang bicara soal keadaan masyarakat yang reaksioner. Jadi pernyataan di atas itu benar, tapi salah tempat dan salah kamar.

Inilah yang daku katakan sebelumnya, bahwa tim pro sama sekali tidak menyentuh permasalahan yang sesuai dengan topik.

Setuju nggak kalau yang namanya hal berlebihan itu kebanyakan jelek dan buruk? Kritik sewajarnya itu bagus, ada kebijakan yang dirasakan nggak pas lalu dikritik itu wajar. Jadi nggak bagus dan nggak wajar ketika dilakukan secara berlebihan dan reaktif, yang merupakan ciri dari politik dan masyarakat reaksioner. Pemerintah bergerak sedikit, reaksinya keluar. Pemerintah melangkah sedikit, reaksinya keluar. Itu yang bikin nggak bagus. Dan itulah kenapa politik, orang, masyarakat, tokoh reaksioner itu berkonotasi negatif, karena tujuan mereka bereaksi itu bukan atas nama kemajuan bersama tapi tujuannya adalah merongrong.

Lalu pertanyaannya, apakah hal seperti itu bagus dan bisa bikin negara ini jadi berkembang dan maju??

Tolong jangan dijawab lagi dengan pernyataan "kritik itu perlu, kritik itu bagus, protes itu wajar bla bla bla" karena itu sudah diluar konteks. Dan itu yang sedari awal dilakukan oleh kelompok hijau.
 
Pertama sebelum menginjak inti masalah, daku mau menanggapi soal pembahasan soal demo.
Bagaimana bisa kami "digugat" saat bicara soal demo, sedangkan itu hanyalah reaksi dari postingan tanggapan kami?

Kedua, wajar saja kami bicara soal demo karena demo adalah salah satu bagian dari cara penyampaian protes bukan??

Ketiga, bagaimana kami tidak mengembangkan masalah, sedangkan sedari awal kelompok hijau yang bertindak sebagai tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah sesuai dengan topik?? Apa yang ditanggapi kelompok kami adalah hasil dari tanggapan dari tim pro.

Kenapa daku bilang tanggapan awal tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah?? Coba lihat ketiga postingan awal di bawah ini, mana coba yang memposisikan diri sebagai kelompok yang pro politik reaksioner???


Hal-hal dari ketiga postingan awal dibawah ini, itu sama sekali nggak menyentuh soal hal yang dinamakan politik reaksioner. Jadi bagaimana mungkin debat ini tidak berkembang ke arah lain???








Sekarang daku mau menanggapi secara umum.

Yang namanya protes, menyampaikan suara, mengkritisi kebijakan, dll itu dalam kehidupan berpolitik adalah hal yang sangat wajar. Jadi nggak wajar ketika yang terjadi adalah sikap-sikap reaksioner. Apa itu sikap reaksioner?? Sikap yang bermuara dari sifat paranoid, dan merupakan pencerminan sikap yang timbul sebagai reaksi terhadap keadaan sekarang yang tidak memuaskan dan ingin kembali pada keadaan masa lampau yang dianggap lebih baik. Cara pandang politik reaksioner juga tidak menghendaki adanya perubahan, bahkan masih mengagungkan kehidupan politik masa silam. Dan itu dilakukan setiap ada kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berkuasa.

Itulah bedanya antara "rakyat" yang menyampaikan suara karena memang ada yang disampaikan dengan "rakyat" yang menyampaikan suara karena merasa pemerintah yang berkuasa selalu buruk.

Sekarang coba kita lihat, apa kebijakan pemerintah sekarang yang tidak diprotes?? Semua kebijakan selalu dapet kritik. Contoh yang terbaru soal bebas bea masuk beras yang bertujuan untuk menjaga harga beras dalam negeri, sehingga para petani bisa menjual hasil panennya dengan harga yang tinggi. Hal ini aja ada yang protes, padahal tujuan kebijakannya bagus. Tapi orang-orang reaksioner ini selalu mencari celah sehingga bisa mengkritik pemerintah. Apakah hal-hal seperti ini yang bisa membuat negara ini maju?

Mau contoh lain?? Yang lagi hangat juga, soal RUU intelijen. Belum apa-apa sudah banyak yang protes padahal di dalam UU itu ada mekanisme yang mengatur. Lalu ketika ada kasus NII yang sedang ramai, lagi-lagi pemerintah dikritik dengan cara kontra dari pendapat soal RUU, dengan mengatakan dan mempertanyakan kinerja intelijen.

Kaum reaksioner itu nggak pernah bicara atas nama rakyat, mereka bicara atas nama golongan dengan menamakan dirinya rakyat dengan tujuan-tujuan tertentu.

Dimanapun negara di dunia ini, baik yang iklim politiknya stabil maupun yang fluktuatif, nggak ada ceritanya kaum reaksioner ini bisa memajukan negaranya, karena bagi mereka bukan tujuan bernegara yang ingin dicapai, tapi tujuan golongan atau pribadi.

^
^
ini baru posting.. xixixi..
hmmm... hmmm...

"Sikap reaksioner timbul sebagai reaksi atas keadaan sekarang yang dirasa kurang memuaskan, dan ingin kembali ke keadaan sebelumnya yang dianggap lebih baik.."

and what so bad about it..??
karena kritik pada setiap kebijakan..?? really..?? dan apa yang dilakukan pemerintah sebagai tempat semua kritik itu berlabuh..??

mengapa hal tersebut menjadi sama sekali tidak ada baiknya..??
tidak bisakah hal hal yang disampaikan sebagai kritik menjadi titik perbaikan bagi kebijakan yang akan diambil kedepannya..??

and kaum reaksioner itu siapa menurut non dipe..??
para penyampai kritiknya..?? or pemerintah sebagai yang dikritiknya yang merasa keadaan dimasa lalu lebih baik (dimana disana tidak bebas ngritik ngritik) dan ingin kembali kemasa lalu..??

mengenai tujuannya.. saya belum berkomentar tentang hal tersebut..

and.. mengenai postingan pertama saya...
xixixi.. memang dimaksudkan untuk memberi landasan pembenar bagi kritik kritik membangun kepada pemerintah, dimana dipostingan saya itu sengaja saya angkat pembagian kekuasaan, sengaja saya angkat bahwa kekuasaan, memang harus dibatasi,




dari sini saja sudah jelas kalau anda ingin mempublikasikan sesuatu... topik disini kan luas..



pengawasan yang bagaimana?? apa iya semua harus dibuka ke publik?? bahasa dulu ada IPOLEKSOSBUDHANKAM (Ideologi Politik Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan), dimana semua harus berkesinambungan. klo informasi2 yang dirasa 'membahayakan' ya tentu saja tidak diinfokan. Lagi pula apa siap masyarakat kita menerima info2 yang menyesakkan dada mereka?? yang bisa saja mengancam stabilitas negara?



halahhhh ini mah basa basi ala dargrey.....



saya tidak mengerti bagian mananya dari tulisan saya yang gagal anda pahami cak..
postingan saya yang anda quote, sedang membahas postingan dari team anda yang mengatakan bahwa "ada yang tidak selayaknya di publikasikan dalam rangka penyelenggaraan negara.." <<< (yang didalam tanda petik adalah apa yang dikatakan oleh salah satu member team merah, anda bisa check sendiri) yang menurut saya.. sama sekali tidak berkaitan dengan permasalahan di thread ini.. xixixi..and now.. anda hendak membahasnya juga..??

tentang mengawasi yang saya sebut... wehehe..
kritik kritik yang disampaikan kepada pemerintah.. bukankah itu adalah mekanisme pengawasan dari rakyat kepada pemerintah..??
kita sama sekali tidak membahas tentang membuka atau menutup informasi disini..
remember that.. jangan dijadikan seperti demonstrasi demonstrasian lagi..
kami sama sekali tidak akan terjebak jika anda ingin menggiring ke arah yang kurang relevan


negara itu merupakan suatu kesatuan.
rakyat yg baik dan benar (hhahaha :))) tidak akan cuma bisa menuntut pada pemerintah.
tetapi akan ikut berperan dalam upaya bela negara dan pembangunan bangsa.
memang benar manusia itu selalu merasa tidak puas!
jika mau protes proteslah dengan cara yg baik dan benar sesuai prosedur.
kalau sudah protes pada pemerintah kita sebagai rakyat jangan diam saja,
perubahan ke arah lebih baik dimulai dari diri sendiri, dari hal yg kecil, dan dari sekarang juga!!
Indonesia milik rakyat, milik pemerintah juga.
seperti ibu kepada anaknya, yg akan selalu menjaga, mempertahankan, dan membimbingnya ke arah yg lebih baik..
rakyat jangan cuma protess..protess..dan protess...
toh, kalau bangsa maju kita juga yg mencicipinya


Animated%20cheerleader%20red%20n%20blue.gif

merah is the best of the best.............
mantappp merahku !!!

and for miss pink doremi..
saya tidak akan menanggapi postingan tentang cara cara penyampaian protes yang baik dan benar..
xixixi
sebab.. jika anda ingin membahas tentang cara cara penyampaian protes, maka anda harus menyerah dulu, dan anda menyatakan mendukung team yang pro dengan protes kepada pemerintah,
remember..
membahas cara yang baik dalam merebus telur adalah sama dengan menyatakan yuk kita merebus telur..
 
yang saya herankan kenapa kelompok hijau ini anti banget dengan kata demonstrasi? bahkan menyebut sebagai hal yang kurang relevan? secara jelas2 itu adalah bagian dari sikap reaksioner terhadap pemerintah.. memangnya sikap reaksioner yang baik dan benar itu yang bagaimana???
 
yeee.. cak.. bukan anti kata demonstrasi.. xixixi
gini deh. .coba cak ketua kelompok merah jejerin posting posting anggota teamnya, dan lihat baik baik.. bukankah mereka menyatakan cara penyampaian protes masyarakat kepada pemerintah HANYA demonstrasi dan demonstrasi saja.??
justru itu yang saya sedih melihatnya.. xixixi..
apa iya hanya demonstrasi..??
itu saya belum bahas ketidak sesuaian antar anggota kelompok merah ya..??
adalagi lho yang bilang kenapa penyampaian protes harus anarkis sampe blokir jalan bakar ban..?? jiahaha siapaaaaa di team hijau yang bilang gitu..?? apa nggak pemikiran dia sendiri yang gitu..??? xixixi

itulah makanya kami nggak mau bahas demonstrasi cak..
karena.. justru menurut kami.. cara penyampaian protes bukan HANYA demonstrasi, bahkan kalo kita bahas demonstrasi ya gak relevan,

bahkan kalau team merah bahas demonstrasi (yang notabene merupakan salah satu cara penyampaian protes) justru gak konsisten dengan sifatnya yang seharusnya kontra toh..??

 
Last edited:
^
and what so bad about it..??
karena kritik pada setiap kebijakan..?? really..?? dan apa yang dilakukan pemerintah sebagai tempat semua kritik itu berlabuh..??

mengapa hal tersebut menjadi sama sekali tidak ada baiknya..??
tidak bisakah hal hal yang disampaikan sebagai kritik menjadi titik perbaikan bagi kebijakan yang akan diambil kedepannya..??

Kenapa golongan reaksioner selama ini menjadi musuh semua ideologi, sistem politik, forms of goverment, political culture dan political philosophy? Karena tujuan dari golongan ini adalah untuk mencapai keadaan instabilitas. Padahal stabilitas itu adalah salah satu hal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang dimaksud dalam sistem bernegara.

Sekali lagi daku katakan, ketika sebuah kritik itu wajar, apa adanya dan tanpa tendensi, itu bagus untuk golongan yang dikritik, tapi jika sudah massive, mencari celah dan tidak wajar, itu udah lain soal. Yang pertama daku sebut itu bisa disebut golongan oposan, tapi yang kedua itulah yang dinamakan golongan reaksioner.

and kaum reaksioner itu siapa menurut non dipe..??
para penyampai kritiknya..?? or pemerintah sebagai yang dikritiknya yang merasa keadaan dimasa lalu lebih baik (dimana disana tidak bebas ngritik ngritik) dan ingin kembali kemasa lalu..??
Kaum reaksioner itu bisa siapa saja. Dan bukan soal siapa yang jadi masalah tapi sifatnya yang overreactive-lah yang jadi masalah.

Entah untuk yang keberapa kali daku harus bilang, kritiknya itu nggak masalah selama masih wajar, apa adanya dan tidak tendensius.
Tapi ketika kritiknya sudah tidak wajar, bahkan mengkritisi hal-hal yang sepele itu yang jadi masalah, karena dengan demikian kritik itu akan berlangsung massive dengan tujuan mencapai instabilitas.

Pemerintah itu bukanlah robot yang walaupun dikritik setiap menitpun tidak akan terpengaruh, tapi mereka ini manusia yang punya batas, itulah titik lemah yang digarap oleh golongan yang mempunyai tujuan tertentu dengan memakai politik reaksioner sebagai alatnya. Makanya daku tanya dipostinganku pertama, apa kebijakan, nggak usah bicara kebijakan deh, apa tindak tanduk pihak pemerintah yang nggak dikomentari dan dikritisi secara massive? Lha wong sekedar ada logo apple saat press con aja jadi bahan kritik.

and.. mengenai postingan pertama saya...
xixixi.. memang dimaksudkan untuk memberi landasan pembenar bagi kritik kritik membangun kepada pemerintah, dimana dipostingan saya itu sengaja saya angkat pembagian kekuasaan, sengaja saya angkat bahwa kekuasaan, memang harus dibatasi
Dan sayangnya antara kritik yang membangun dengan kritik dalam politik reaksioner itu berbeda jauh makna, tujuan, metode dan tendensinya.

Dan seharusnya jika juri memang obyektif, tentu akan memperhatikan soal ini dalam melakukan penilaian.
 
wah telat rek..............
saliong mengerti menjadi indonesia semakin tetramsss.............
pemimpin mengerti akan rakyatnya rakyat juga mengerti tentang pemimpin,..............
jika hal itu dak bs terwujuds..... maka akan sedikit damai yg kita rasakans......
setuju dg program pemerintah pasti semua baik wong disana orang pinter tok,........ mungkin ada 2,3 ,4 ,5 ,6 ,7 ,8,9 yang sedikit melenceng dg janjinya maka rakyat marah..........

tapi marah jangan asal demo saja............ kebanyakan orang demo n demo tu suruhan bukan murni dari diri sendiri.................. saya pernah tu waktu mahasiswa di biayai dengan 40.000 untuk teriak teriak..................
 
Last edited by a moderator:
yeee.. cak.. bukan anti kata demonstrasi.. xixixi
gini deh. .coba cak ketua kelompok merah jejerin posting posting anggota teamnya, dan lihat baik baik.. bukankah mereka menyatakan cara penyampaian protes masyarakat kepada pemerintah HANYA demonstrasi dan demonstrasi saja.??
justru itu yang saya sedih melihatnya.. xixixi..
apa iya hanya demonstrasi..??
itu saya belum bahas ketidak sesuaian antar anggota kelompok merah ya..??
adalagi lho yang bilang kenapa penyampaian protes harus anarkis sampe blokir jalan bakar ban..?? jiahaha siapaaaaa di team hijau yang bilang gitu..?? apa nggak pemikiran dia sendiri yang gitu..??? xixixi

itulah makanya kami nggak mau bahas demonstrasi cak..
karena.. justru menurut kami.. cara penyampaian protes bukan HANYA demonstrasi, bahkan kalo kita bahas demonstrasi ya gak relevan,

bahkan kalau team merah bahas demonstrasi (yang notabene merupakan salah satu cara penyampaian protes) justru gak konsisten dengan sifatnya yang seharusnya kontra toh..??

dgrey dgrey nyari kesalahan aja ya, padahal udah dijelasin panjang lebar
coba baca dong postingan k Dipe tentang yang selalu dgrey menyalahkan tim merah tentang demokrasi

Pertama sebelum menginjak inti masalah, daku mau menanggapi soal pembahasan soal demo.
Bagaimana bisa kami "digugat" saat bicara soal demo, sedangkan itu hanyalah reaksi dari postingan tanggapan kami?

Kedua, wajar saja kami bicara soal demo karena demo adalah salah satu bagian dari cara penyampaian protes bukan??

Ketiga, bagaimana kami tidak mengembangkan masalah, sedangkan sedari awal kelompok hijau yang bertindak sebagai tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah sesuai dengan topik?? Apa yang ditanggapi kelompok kami adalah hasil dari tanggapan dari tim pro.

Kenapa daku bilang tanggapan awal tim pro sama sekali nggak menyentuh masalah?? Coba lihat ketiga postingan awal di bawah ini, mana coba yang memposisikan diri sebagai kelompok yang pro politik reaksioner???


Hal-hal dari ketiga postingan awal dibawah ini, itu sama sekali nggak menyentuh soal hal yang dinamakan politik reaksioner. Jadi bagaimana mungkin debat ini tidak berkembang ke arah lain???
jangan jadikan demokrasi dan sebagainya sebagai amunisi, kasian banget dgrey menggunakan ini untuk amunisi

^
^
ini baru posting.. xixixi..
hmmm... hmmm...
wah wah wah, well have fun [<:)
 
Kenapa golongan reaksioner selama ini menjadi musuh semua ideologi, sistem politik, forms of goverment, political culture dan political philosophy? Karena tujuan dari golongan ini adalah untuk mencapai keadaan instabilitas. Padahal stabilitas itu adalah salah satu hal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang dimaksud dalam sistem bernegara.

Sekali lagi daku katakan, ketika sebuah kritik itu wajar, apa adanya dan tanpa tendensi, itu bagus untuk golongan yang dikritik, tapi jika sudah massive, mencari celah dan tidak wajar, itu udah lain soal. Yang pertama daku sebut itu bisa disebut golongan oposan, tapi yang kedua itulah yang dinamakan golongan reaksioner.


Kaum reaksioner itu bisa siapa saja. Dan bukan soal siapa yang jadi masalah tapi sifatnya yang overreactive-lah yang jadi masalah.

Entah untuk yang keberapa kali daku harus bilang, kritiknya itu nggak masalah selama masih wajar, apa adanya dan tidak tendensius.
Tapi ketika kritiknya sudah tidak wajar, bahkan mengkritisi hal-hal yang sepele itu yang jadi masalah, karena dengan demikian kritik itu akan berlangsung massive dengan tujuan mencapai instabilitas.

Pemerintah itu bukanlah robot yang walaupun dikritik setiap menitpun tidak akan terpengaruh, tapi mereka ini manusia yang punya batas, itulah titik lemah yang digarap oleh golongan yang mempunyai tujuan tertentu dengan memakai politik reaksioner sebagai alatnya. Makanya daku tanya dipostinganku pertama, apa kebijakan, nggak usah bicara kebijakan deh, apa tindak tanduk pihak pemerintah yang nggak dikomentari dan dikritisi secara massive? Lha wong sekedar ada logo apple saat press con aja jadi bahan kritik.


Dan sayangnya antara kritik yang membangun dengan kritik dalam politik reaksioner itu berbeda jauh makna, tujuan, metode dan tendensinya.

Dan seharusnya jika juri memang obyektif, tentu akan memperhatikan soal ini dalam melakukan penilaian.

=b=
 
darkgrey said:
justru menurut kami.. penyampaian protes bukan HANYA demonstrasi

disini jelas bahwa anda sendiri mengakui bahwa demonstrasi pun bagian dari topik ini. anda sepertinya malah ingin menghindari bahasan ini dengan cara memojokkan tim merah untuk mempengaruhi opini juri. Saya sebagai ketua kelompok merah, memberikan kebebasan kepada setiap anggota untuk berani menyampaikan pendapatnya, dengan latar belakang pendidikan, sosial, budaya dll yang berbeda-beda tentu saja akan menghasilkan sudut pandangan yang berbeda pula. Demikian kata pengantar pagi ini, terima kasih perhatiannya.

Reaksi berlebihan terhadap negara oleh kaum reaksioner bisa saja ditunggangi oleh kepentingan golongan/politik. Contohnya protes lewat media TV nasional, yang pemberitaannya itu ituuuu saja, memblow-up suatu kasus secara berlebihan yang memicu masyakat untuk turun ke jalan, padahal pemilik stasiun TV itu jelas2 orang politik juga. Klo ada pemberitaan yang merugikan dirinya, bungkam deh.. siaran TV nya pun bimsalabim jadi konyol..
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top