'Ideologi Pro-kematian'
 
Go Back   Home > Agama

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


'Ideologi Pro-kematian'

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

'Ideologi Pro-kematian'

Petang lalu melalui internet saya menonton berita di saluran France 24. Saya tercekat. Sebuah tayangan yang tidak terlalu asing sebenarnya. Seorang pria dengan kedua tangan diborgol memasuki sebuah ruangan dikawal oleh beberapa polisi. Sebelum duduk di kursi pesakitan, ia menempelkan tangannya yang terkepal di dada lalu segera mengacungkannya ke depan. Ia tidak menerikan 'kalimat suci' tertentu, tapi terlihat gerakan ini merupakan simbol sebuah perjuangan.

Sorot matanya juga terasa tidak asing. Tatapannya yang dingin dan mengambang tidak benar-benar hinggap pada sebuah objek. Di matanya ada kebencian yang dingin dan bengis. Sesekali ia tersenyum tipis. Namun senyumnya lebih terlihat sebagai sebuah seringai yang mengancam dan menggetarkan. Di bangku sidang, ia terlihat benar-benar confident sekaligus innocent.

Merasa Benar dalam Kesesatan

22 Juli tahun lalu ia meledakan bom di sebuah kantor pemerintahan di Oslo. Delapan orang tewas bersamaan dengan luluh lantaknya gedung tersebut. Belum puas, beberapa jam setalah itu ia memuntahkan peluru ke kerumunan pemuda Partai Buruh yang sedang berkemping di Utoya Island. Seketika, enam puluh sembilan orang tewas berlumuran darah.

Dalam sidang yang digelar di pengadilan Oslo, pria berusia 33 tahun ini dengan lantang mengatakan "My acts are based on goodness not evil; I would have done it again" (Apa yang saya lakukan kebaikan dan bukan keburukan. Saya berharap bisa melakukan hal serupa itu lagi).

Tidak sampai di situ ia balik mengumbar ancaman "I am only one of very many militant nationalists in Norway and Europe... If our demands are not met this will happen again" (Saya hanya seorang dari banyak para aktivis nasionalis militan di Norwegia dan Eropa... Bila tuntutan kami tidak dipenuhi, kejadian serupa akan terulang kembali).

Rasanya, dulu ungkapan serupa dengan dengan konteks yang berbeda pernah saya dengar dari tayangan TV di Indonesia.

Melawan Akal Sehat

Akal sehat tentu tidak akan pernah dapat mencerna bagaimana seorang yang membunuh dengan sadis dapat dengan bangga mengatakan tindakannya merupakan sebuah kebenaran yang bahkan akan diulanginya lagi. Tapi itulah 'ideologi' yang bila ditanamkan dengan sedemikian rupa membuat tindakan penganutnya melampaui standar logis dan prinsip dasar kemanusian.

'Ideologi pro kematian', sebut saja demikian, dapat berakar dari apa dan dari mana saja: Agama, nasionalisme, marxisme, fasisme dan lain sebagainya. Dari berbagai buku tentang fundamentalsisme, radikalisme, militanisme dan terorisme yang sempat saya baca, meskipun masing-masing ideologi berbeda. Yang pasti 'ideologi pro kematian' tersebut memiliki kesamaan paling tidak dalam tiga hal dalam proses indoktrinasi dan aksinya.

Pertama, klaim absolut kebenaran (absolute truth claims). Klaim kebenaran menjadi manifesto ideologi yang menunjukan sesuatu yang benar dan ideal. Klaim kebenaran juga merupakan garis batas antara 'kita' dan 'mereka'.

Klaim kebenaran menumbuhkan kebanggaan (pride and superiority) pada diri atau kelompok sekaligus melahirkan kebencian dan ketakutan (hatred and phobia) kepada orang lain: kita adalah orang terpilih (the chosen people); kita ahli surga dan mereka ahli neraka; kita mulia dan mereka hina; kita menang dan mereka kalah; mereka jahat dan kita baik dan seterusnya.

Kedua, ketaatan buta (blind obedience). Sebagai konsekuensi dari klaim kebenaran adalah perlunya penegakan ideologi. Untuk itu diperlukan pertemuan-pertemuan rutin indoktrinasi untuk mendisiplinan ideologi. Disusunlah daftar buku yang halal dan haram dibaca. Ditetapkan pula 'senior' yang hanya kepadanya dapat berguru dan bertanya. Walhasil, dunia ini dibaca dengan kaca mata kuda. Perspektif hitam-putih menjadikan pengikutnya taat buta pada ideologi dan gerakan tanpa dapat ditawar lagi.

Sampai pada tahap ini tindak kekerasan tidak serta-merta terjadi. Diperlukan satu tahapan lagi untuk benar-benar dapat disebut ideologi pro kematian yaitu tujuan menghalalkan cara (the end justifies any means). Ideologi pro kematian memberikan justifkasi bahwa tindakan kekerasan (pembunuhan, penculikan, teror, peledakan bom dan sebagainya) adalah halal bahkan diajurkan untuk dilakukan demi mencapai tujuan 'mulia'.

Di sinilah sejarah dunia mencatat nama dan organisasi seperti Hitler, Osama bin Laden, Mussolini, Yegal Amir (pembunuh Yitzhac Rabin), Nathuram Godse (pembunuh Mahatma Gandhi), Timothy McVeigh (pengebom Oklahoma City), Amrozi, Bouyeri (pembunuh Theo van Gogh), Nazi, Al-Qaeda, Jamaah Islamiyah, Aum Shinrikyho, National Fascist Party dan lain sebagainya. Ribuan bahkan juta nyawa melayang akibat ideologi pro-kematian ini.

Anda tentu dengan mudah dapat menerka siapa tokoh yang diceritakan di awal tulisan ini. Ia adalah Anders Behring Breivik. Melihatnya di TV mengingatkan saya pada persidangan para 'Bali bomber' beberapa tahun lalu. Mereka memiliki ideologi yang berbeda tapi kelakuannya sama saja: mencintai kematian dan membenci kehidupan. Tentu kita berharap dan berusaha keras agar tanah Indonesia tidak menjadi lahan subur bagi persemaian ideologi pro-kematian ini. (detik)




*) Raja Juli Antoni adalah kandidat doktor di the University of Queensland, Australia; mantan direktur eksekutif Maarif Institute, Jakarta (2005-2009).
momentum
momentum momentum is offline
City Level

Post: 244
 
Reputasi: 28

Loading...
       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

dan itu semua berawal dari perut yang lapar
nizhami
nizhami nizhami is offline
Continent Level

Post: 6.512
 
Reputasi: 155






Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

cuci otak tuh namanya
tiaseptiani
tiaseptiani tiaseptiani is offline
World Level

Post: 27.601
 
Reputasi: 304

__________________
Naikkan reputasi orang lain yang membantu, atau anda sukai!






Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

Biar dunia rame.
Kalo semua orang landai2 .. golput semua jadinya.
n1ngs1h
n1ngs1h n1ngs1h is offline
Continent Level

Post: 4.216
 
Reputasi: 573






Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

Kutip:
Oleh n1ngs1h View Post
Biar dunia rame.
Kalo semua orang landai2 .. golput semua jadinya.
landai apaan non ningsih?
tiaseptiani
tiaseptiani tiaseptiani is offline
World Level

Post: 27.601
 
Reputasi: 304

__________________
Naikkan reputasi orang lain yang membantu, atau anda sukai!



loading...



Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

ih serem banget ya kalo orang-orang kena ideologi begini. tapi yang bikin bingung, kenapa kayaknya yang sering kena ideologi ini adalah pemimpin2 yang punya kekuasaan dan pengaruh kuat..
junieo
junieo junieo is offline
City Level

Post: 238
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

Kutip:
Oleh junieo View Post
ih serem banget ya kalo orang-orang kena ideologi begini. tapi yang bikin bingung, kenapa kayaknya yang sering kena ideologi ini adalah pemimpin2 yang punya kekuasaan dan pengaruh kuat..
Ya. Karena mereka menyediakan dirinya utk percaya akan apa yg diindoktrinasikan padanya. Logika mereka ditumpulkan
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 72.725
 
Reputasi: 1892






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

Ok trims untuk info nya?
jindo
jindo jindo is offline
National Level

Post: 817
 
Reputasi: 2






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: 'Ideologi Pro-kematian'

Kutip:
Oleh tiaseptiani View Post
cuci otak tuh namanya
Serem juga yaa mbk, ternyata . . .
Cacha009 Cacha009 is offline
City Level

Post: 245
 
Reputasi: 0

Reply
 

(View-All Members who have read this thread : 1
There are no names to display.
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2021, Jelsoft Enterprises Ltd.