Penelepon diproyeksikan secara 3D

randuwe

New member
Dalam Star Wars, Putri Leia mengirimka hologram tiga dimensi (3D) utk minta bantuan. Sekarang, 2 ilmuwan dari Jepang telah menciptakan teknologi yg suatu saat kelak akan mengubah telepon menjadi gadget high-tech utk memancarkan gambar-gambar 3D. sehingga, saat berbicara via ponsel misalnya, gambar lawan bicara tampil via hologram 3D.
Di laboratorium Tokyo University, seorang wanita berdiri di dlm bilik telepon dimana kamera digital dg jangkauan 360o mengambil gambar wajahnya. Gambar ini lalu dikirimkan ke tabung silinder. Tak lama kemudian, gambar wanita ini terlihat keluar dari dlm tabung. Jika dilihat dari satu sisi, hanya satu sisi kepala yg terlihat. Pergilah ke belakang gambar, hanya terlihat bagian rambut.
“Kita bisa melihat gambar 3D dari dlm silinder,” terang Susumu Tachi, professor ilmu komputer dari Tokyo University, dlm sebuah demo pd Associated Press. Dg peranti ini, “Kita bisa membuat pertemuan keluarga atau konferensi dari tmp yg berjauhan.”
Ilmuwan Tachi dan Tomohiro Endo mengkreasi silinder yg dinamai SeeLinder dg menggabungkan fiber optic, peranti elektronik, dan lampu light emitting diode (LED) berwarna putih. Silinder hologram ini bentuknya mirip dg zoetrope, roda gambar bergerak nan primitive itu.
Di dlm silinder, sebuah roda luar dg bagian bukaan (slits) vertical berputar searah jarum jam. Sedangkan roda bagian dlm bergerak melawan arah jarum jam dg kecepatan lebih rendah secara vertical. Lampu LED memproyeksikan potongan tipis wajah wanta tadi.
Penggantian potongan gambar tadi dg cepat melalui slits menghasilkan ilusi kalau penonton dlm melihat keseluruhan wajah tadi dlm bentuk utuh 3D. tampilan gambar yg muncul berdiameter 8 inchi dan tinggi 10 inchi.
Namun tetap terdapat kelemahan. Menyaksikan silinder ini dari atas atau bawah tdk menyebabkan perubahan pd gambar. Dan, gambar tsb kalah jernih dibanding layar televisi modern.
Selain itu, mahal. Satu silinder biaya pembuatannya USD 97,1. Tachi dan Endo memperkirakan angka tsb akan turun jika gadget telah diproduksi massal.
“Kami terus memperbaiki teknologi ini, dan begitu ada permintaan, kami bisa segera mengomersialkan gadget,” ujar Endo. “Kami piker ini bisa segera dijual di pasaran,” pungkasnya.

 
Last edited:
Back
Top