Jelang Imlek, Produsen Dupa Jombang Banjir Pesanan dari Bali hingga Singapura

spirit

Mod
a8ee2782-e128-4928-b395-694afda7bb0f_169.jpeg

Tahun Baru Imlek yang dirayakan 25 Januari rupanya sudah mendatangkan banyak rezeki bagi produsen dupa di Kabupaten Jombang. Dalam sebulan, dia mendapat pesanan lebih dari 3 ton dupa dari Bali, Malaysia dan Singapura.

Berkah Imlek dirasakan Fachrur Rohman (26), produsen dupa di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. Dalam sebulan, dia menerima pesanan 3 ton dupa dari Bali. Bulan-bulan sebelumnya, rata-rata pesanan yang datang hanya 300-600 bungkus dupa.

"Alhamdulillah mendekati Imlek ini pesanan melonjak 300 persen dari biasanya. Pemesannya orang-orang cina dan kuil-kuil yang akan merayakan Imlek," kata Rohman kepada wartawan di tempat usahanya, Kamis (16/1/2020).

Ia menjelaskan, pesanan dari Bali paling banyak berupa dupa dasar tanpa parfum. Dupa tersebut menggunakan bahan dasar kayu gaharu. Khusus pesanan dari Kota Dewata, dia mematok harga Rp 25.000/Kg. Karena tergolong kualitas rendah.

"Omzet saya Rp 75 juta, keuntungannya bersih Rp 20 juta," ujar Rohman.

Tidak hanya itu, lanjut Rohman, pesanan dupa juga datang dari Singapura dan Malaysia. Sebulan terakhir, dia telah mengirim 20 Kg dupa kualitas super ke kedua negara tersebut.

Dupa khusus ekspor itu dia buat menggunakan kayu gaharu. Lidi sebagai gagang dupa diimpor dari Tiongkok karena tidak meninggalkan abu saat dibakar. Proses pembuatannya lebih lama karena pengeringan tidak di bawah matahari, tapi cukup diangin-anginkan di dalam rungan.

"Dupa kualitas super harganya Rp 100-500 ribu sekilonya," terang Rohman.

Untuk menjamin kualitas dupa buatannya, Rohman mendatangkan kayu gaharu dari Kalimantan. Kayu tersebut awalnya digiling hingga menjadi bubuk. Selanjutnya serbuk kayu gaharu diolah menjadi adonan dan didiamkan di dalam tong plastik selama satu hari hingga mengeluarkan aroma harum.

Adonan lantas direkatkan ke lidi dengan ketebalan 3-4 milimeter. Panjang lidi yang dia gunakan 30 cm. Agar aroma gaharu terjaga, dupa tidak dijemur di bawah matahari. Namun cukup ditempatkan di dalam ruangan sampai kering dengan sendirinya.

"Yang paling banyak dipesan dupa diamter 4 milimeter. Proses pembuatannya butuh waktu 4 hari," ungkapnya.

Selain dupa gaharu, Rohman juga membuat dupa berbahan kayu cendana dan dupa dengan aroma parfum, seperti jenis maharaja dan kawi. Selain secara konvensional, dia juga memasarkan dupa secara online.

"Harga terendah Rp 10-30 ribu per bungkus. Kualitas bagus Rp 50 ribu, yang super Rp 100 ribu satu bungkus. Setiap bungkus isi 12 biji," tandasnya.



 
Back
Top