Kegunaan Stabilizer Pada Perangkat Elektronik

karnagmulya

New member
nDbn0qe.jpg


Kegunaan Stabilizer Pada Perangkat elektronik adalah untuk menjaga tegangan arus listrik pada instalasi listrik agar tetap normal atau tetap stabil. Tegangan listrik yang tidak stabil akan menyebabkan kinerja sejumlah alat elektronik menjadi tidak maksimal. Misalnya pada alat pendingin ruangan atau yang dikenal dengan AC (Air Conditioner), maka akan terasa kurang dingin, Pada peralatan elektronik lainnya seperti komputer PC akan mengalami error ataupun hang pada monitorpun akan terlihat kedap-kedip, Pada alat tes kemungkinan hasil tesnya bisa jadi tidak akurat.

Alat stavolt atau stabilizer memiliki peran penting dalam dunia elektronik, karena berfungsi untuk menjaga tegangan arus listrik dan Tegangan arus listrik yang stabil sangatlah diperlukan bagi perangkat ataupun alat-alat elektronik. Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia cukup banyak daerah atau lokasi yang tengangan listriknya tidak stabil, Kondisi seperti ini sangat rentan terjadinya masalah-masalah kelistrikan terutama pada usia atau masa pakai peralatan elektronik. Guna menghindari masalah-masalah kelistrikan, Karangmulya Rental Jasa Rental AC Portable menyarankan penggunaan Alat stavolt atau stabilizer pada lokasi yang Tegangan arus listrik tidak stabil. Namun sebelum membelinya ada baiknya bertanya / kosultasi kepada penjual agar dapat disesuaikan dengan keperluan.

Waspadai juga pada pengunaan Alat stavolt atau stabilizer, Jika Stabilizer sudah mulai ada gejala-gejala kerusakan, Biasanya pada perangkat yang menggunakan stabilizer tersebut akan bermasalah. Seperti pada AC atau Air Conditioner terkadang AC dingin kadang tidak, Pada komputer PC tidak mau booting, dll. Jadi jangan langsung berpikir AC saya rusak atau PC saya rusak, Tapi cobalah di test terlebih dahulu manakah yang benar-benar rusak.


Mengenal Stabilizer Relay dan Motor


Kita dapat menemukan 2 Jenis Stabilizer dipasaran, Yaitu Stabilizer Relay dan Stabilizer Motor. Keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama yaitu untuk menstabilkan, namun yang berbeda adalah pada penggunaannya. Tidak stabilnya tegangan listrik itu ada yang lebih dari keperluan namun ada juga yang malah kurang atau bahkan keduanya.


Stabilizer Relay

Jenis stabilizer ini banyak digunakan untuk tujuan menaikkan tegangan listrik serta mengembalikan listrik ke voltase lebih rendah ataupun tinggi dengan tingkat tertentu. Stabilizer relay menggunakan berapa relay yang beroperasi sewaktu listrik mengalami perubahan, entah itu naik ataupun turun

Sewaktu voltase mengalami penurunan, maka arus yang ada pada rangkaian pengendalian akan mengalirkan listrik menuju relay dan menggerakkannya. Dengan terhubungnya relay, arus yang mengalir pada bagian primer trafo akan dialihkan ke tap trafo lain yang menyebabkan arus pada bagian output naik hingga beberapa volt. Besarnya peningkatan voltase tergantung pada rancangan pada pabrik yang memproduksinya.

Stabilizer Motor

Berbeda dengan stabilizer relay, jenis stabilizer motor bersifat menstabilkan listrik pada voltase yang sudah ditentukan, yakni pada posisi 220 atau 230 volt tanpa peduli berapa voltase yang sedang berada di jaringan tersebut. Jenis stabilizer motor mempunyai sebuah motor yang dipasangi dengan sebuah carbon brass. Motor tersebut menghubungkan kabel input dengan input yang ada pada trafo. Input trafo dibentuk mengelilingi core. Motor akan berputar untuk memperoleh tegangan yang stabil. Untuk mencapai kestabilan, dibutuhkan waktu sekitar 2-5 detik.

Sumber: https://www.karangmulya.com/fungsi-dan-kegunaan-stabilizer-pada-perangkat-ac/
 
Back
Top