Adopsi Spirit Doll Lagi Hype, Apakah Wajar?
 
Go Back   Home > Keluarga & Berumah Tangga

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Adopsi Spirit Doll Lagi Hype, Apakah Wajar?

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Adopsi Spirit Doll Lagi Hype, Apakah Wajar?


Mengenal Spirit Doll, Boneka Arwah yang Viral

Tren mengadopsi Spirit Doll sedang ramai diperbincangkan. Para pemilik akan memperlakukan Spirit Doll selayaknya bayi alias anak kandung mereka. Tren ini juga sedang menjadi fenomena di kalangan artis.

It looks 'interesting' but…. apa itu Spirit Doll?

Zaman dahulu, Spirit Doll digunakandalam ritual penujaan atau keagamaan. Boneka ini akan diletakkan di altar atau menjadi objek pengabdian. Tak melulu boneka, Spirit Doll bisa berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa dan dewi.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren Spirit Doll kembali muncul. Fungsinya pun tak hanya berkaitan dengan spiritual, melainkan untuk proses healing, penyembuhan, atau sesuai dengan kepercayaan dan keinginan pemilik.

Menurut psikiater Julia Inglis, Spirit Doll dapat menjadi cermin atau alat mengekspresikan diri. Sebab, sang pemilik akan menganggap boneka tersebut dapat menerima dan mencintainya.


"Boneka arwah bisa menjadi cermin atau jembatan ke diri Anda yang mungkin tidak bisa Anda ekspresikan. Dia adalah seorang teman dan semakin banyak waktu yang Anda habiskan dengan teman ini, semakin Anda mencintai mereka. Mungkin Anda mulai menceritakan rahasia yang Anda simpan di hati dan tidak bisa dibagikan kepada orang lain," kata Inglis dikutip dari Sacred Familiar.

Apakah cuma Indonesia yang kembali mempopulerkan tren ini?

Tentu tidak, dong!

Dilansir kumparan, Spirit Doll sudah lama menjadi fenomena dan tren di Thailand hingga saat ini. Di sana, Spirit Doll lebih terkenal dengan sebutan Luk Thep yang berarti Anak Malaikat. Wajah Luk Thep dibentuk agar mirip seperti bayi atau anak manusia pada umumnya.

Penduduk Thailand percaya Luk Thep adalah boneka yang dirasuki atau dihuni roh-roh pembawa keberuntungan dan kemakmuran di masa depan. Oleh sebab itu, mereka yang memiliki Luk Thep akan diperlakukan selayaknya bayi atau anak manusia.


Mereka diberi makanan, disayang, dirayakan ulang tahunnya seperti anak yang dirawat dengan baik. Apabila 'orang tuanya' harus pergi bekerja, boneka-boneka itu akan dititipkan pada penitipan anak.

Luk Thep juga kerap diajak berbelanja, makan di restoran favorit pemiliknya, diajak jalan-jalan, hingga traveling. Di Thailand, pemandangan berbicara dan menggendong Luk Thep sambil ke restoran, jogging, atau jalan-jalan adalah hal yang biasa.

Sementara dilansir Popbela, fenomena Spirit Doll bukanlah hal baru di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia. Di Thailand, tren boneka arwah muncul di tahun 2016 dengan Mae Ning sebagai pelopornya.

Mae Ning meyakini, sejak ia merawat Spirit Doll, ia kerap mendapatkan keberuntungan yang tak terduga. Luk Thep konon diisi dengan arwah peri atau elf. Hal inilah yang konon membawa keberuntungan bagi pengasuhnya.

Wah…

Eits! Meski begitu, bukan berarti semua Spirit Doll 'diisi' arwah, ya! Saat ini, banyak orang yang mengadopsi Spirit Doll just for fun, menemani rasa sepi, sekadar menemani kegiatan, atau memang mereka suka mengoleksi boneka.

Apakah mempunyai Spirit Doll dan menganggapnya sebagai anak masih dalam batas kewajaran?

Spesialis kedokteran jiwa dari Rumah SakitEMC Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM, mengatakan, Spirit Doll menjadi populer saat ini karena banyak publik figur yang memamerkannya di media sosial. Sehingga, banyak orang bisa melihatnya.

Menurut Andri, selama orang yang merawat Spirit Doll masih bisa membedakan dengan sadar antara hal yang nyata dan yang tidak, maka tak ada masalah.

"Kalau memang itu tidak mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bilang itu sebagai suatu masalah. Sepanjang orang itu menyadari kemudian tahu bagaimana fenomena ini terjadi di dalam dirinya sendiri, tidak mengganggu kehidupannya, tidak mengganggu kualitas hidupnya, berarti tidak ada masalah.


Sementara itu, psikolog ‪Stephani Raihana Hamdan berpendapat perilaku mengadopsi Spirit Doll dapat terjadi karena ada dua faktor. Pertama, didorong oleh kebutuhan nurturing atau merawat memelihara seseorang atau sesuatu.

Kebutuhan nurturing pada diri manusia biasanya disalurkan dengan memelihara atau merawat orang atau hewan atau barang. Hanya saja setiap manusia memiliki tingkat nurturing yang berbeda.

Kedua, Stephani melihat ini hanya tren yang tidak akan long-lasting.

"Sebetulnya nurturing ini bisa ke sesama manusia, dalam hal ini bayi, ke anak kecil, mengadopsi, atau bisa juga memelihara hewan, misalnya anak kucing, bisa juga memelihara tanaman, dari yang layu lalu berbunga," imbuhnya.


Apakah ada komentar dari sisi agama?

Menurut pandangan Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, Cholil Nafis, meminta agar umat tak menyembah Spirit Doll. Menurutnya, hal itu dapat terjebak pada kemusyrikan.

"Kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah, hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah musyrik, tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin," kata Cholil dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/1).


~today.line.me
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 73.676
 
Reputasi: 1904

Loading...
       
loading...
Reply
 

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2022, Jelsoft Enterprises Ltd.