Kenali Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

d-net

Mod
Tanda-tanda penyakit ginjal penting untuk Anda ketahui. Apalagi penyakit ini sering kali terlambat terdeteksi, karena beberapa tandanya mirip dengan kondisi atau penyakit lain. Dengan mengenali gejalanya, langkah pengobatan pun dapat dilakukan dengan tepat dan sedini mungkin.

Di Indonesia, penyakit ginjal termasuk dalam 10 penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Anda perlu lebih waspada dan mengenali tanda-tanda penyakit ginjal dengan saksama.

kenali-tanda-tanda-penyakit-ginjal-0-alodokter.jpg

Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, penyakit ginjal yang diderita bisa terkontrol dengan baik, bahkan tidak tertutup kemungkinan fungsi ginjal bisa kembali normal.

Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Sebelumnya telah disebutkan bahwa penyakit ginjal kerap tidak menimbulkan gejala atau tanda pada tahap awal. Meski begitu, Anda perlu waspada bila mengalami tanda-tanda berikut ini:

1. Mudah lelah
Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Pada akhirnya, hal ini bisa menyebabkan penderitanya mudah alami kelelahan dan sulit konsentrasi.

2. Kulit gatal
Tanda-tanda penyakit ginjal selanjutnya adalah kulit gatal. Kulit penderita penyakit ginjal bisa menjadi mudah gatal karena pengaruh dari fungsi ginjal yang tidak bisa membuang racun di dalam darah dengan baik.

3. Kram otot
Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh dapat terjadi saat alami gangguan fungsi ginjal. Kekurangan atau kelebihan elektrolit tertentu bisa mengganggu kinerja otot dan saraf, sehingga penderitanya rentan mengalami kram otot.

4. Mual dan muntah
Penyakit ginjal menyebabkan sisa metabolisme menumpuk di dalam darah. Kondisi ini bisa memicu munculnya rasa mual dan muntah, bahkan tak jarang berujung pada menurunnya nafsu makan.

5. Bau mulut
Tanda-tanda penyakit ginjal berikutnya adalah bau mulut. Penderita penyakit ini bisa mengalami bau mulut akibat ginjal tidak bisa menyaring racun dengan baik. Tidak hanya memicu bau mulut, makanan yang dikonsumsi pun bisa memberikan sensasi rasa logam di lidah.

6. Gangguan buang air kecil
Keinginan untuk buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal. Ini bisa terjadi akibat penurunan fungsi ginjal dalam menyaring darah dan mengeluarkan urine.

Meski sering buang air kecil bisa menjadi tanda penyakit ginjal, ada kalanya keluhan ini disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria. Pada penyakit ginjal yang sudah berat, penderitanya justru akan sulit atau bahkan tidak dapat buang air kecil sama sekali.

7. Urine berwarna cokelat
Tanda-tanda penyakit ginjal lainnya adalah urine berwarna cokelat. Urine bisa berwarna cokelat akibat ginjal gagal menyaring sel darah merah dan justru membuangnya bersama urine. Pada akhirnya, urine mengandung sel darah merah cukup banyak dan berwarna kecokelatan.

8. Urine berbusa
Selain berwarna cokelat, urine berbusa juga bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Ini terjadi ketika saringan atau filter ginjal mengalami kerusakan, sehingga protein dalam darah ikut keluar melalui urine.

9. Pergelangan kaki atau kaki bengkak
Penyakit ginjal dapat mengganggu pengeluaran natrium dan air, sehingga memicu penumpukan cairan dalam tubuh. Efeknya, penderita penyakit ginjal rentan mengalami pembengkakan, biasanya di sekitar mata dan daerah kaki.

Meski begitu, keluhan ini tidak selalu menjadi tanda penyakit ginjal. Pasalnya, penyakit lain seperti penyakit jantung dan penyakit hati juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami kaki bengkak.

10. Nyeri punggung
Tanda-tanda gangguan pada ginjal berikutnya adalah nyeri punggung. Biasanya, sakit punggung yang disebabkan oleh penyakit ginjal muncul di area punggung bawah atau samping.

Itulah tanda-tanda penyakit ginjal yang perlu Anda ketahui. Anda juga harus lebih waspada dengan penyakit ini, terutama jika menderita penyakit tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Hal ini karena risiko terkena penyakit ginjal akan meningkat bila Anda memiliki kondisi tersebut.

Jika Anda mengalami beberapa tanda-tanda penyakit ginjal di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti apa penyebab dari keluhan yang Anda rasakan.

alodokter.com
 
Minuman Berenergi Dampaknya Buruk bagi Ginjal, Mitos atau Fakta?

Minuman berenergi dikatakan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah merusak ginjal. Apakah hal tersebut benar atau sekedar mitos? Mari kita telusuri jawabannya di artikel berikut!

Minuman berenergi merupakan minuman ringan yang berkhasiat dalam meningkatkan energi, stamina, performa fisik, konsentrasi, suasana hati, serta mengatasi kelelahan. Oleh karena itu, minuman ini kerap digunakan untuk mengatasi ngantuk dan lelah.

minuman-berenergi-dampaknya-buruk-bagi-ginjal-mitos-atau-fakta-alodokter.jpg

Kandungan terbanyak pada minuman berenergi adalah kafein. Kafein merupakan zat perangsang (stimulan) sistem saraf yang membuat tubuh menjadi lebih waspada dan tetap terjaga. Minuman berenergi juga memiliki kandungan gula yang tinggi, bisa dalam bentuk fruktosa, sukrosa, maupun pemanis buatan.

Selain itu, minuman berenergi juga bisa mengandung beragam zat lain, seperti ginseng, taurin, glukoronolakton, guarana, L-karnitin, inositol, asam sorbat, dan vitamin B, walaupun dalam jumlah yang kecil.

Dampak Minuman Berenergi terhadap Ginjal

Minuman berenergi memiliki beberapa efek samping yang mampu memengaruhi organ di dalam tubuh. Organ yang paling sering terkena efek samping minuman ini adalah jantung, saraf, dan otak. Walaupun lebih jarang terjadi, minuman berenergi juga dapat berdampak pada saluran cerna dan ginjal.

Berikut ini adalah dampak konsumsi minuman berenergi pada ginjal:

Meningkatkan frekuensi berkemih dan risiko dehidrasi

Kafein memiliki efek diuretik, yaitu kemampuan untuk meningkatkan produksi urine. Itulah sebabnya, Anda akan lebih sering buang air kecil setelah mengkonsumsi minuman yang berkafein, termasuk minuman berenergi.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan pembuangan garam (natrium) dalam urine. Natrium berfungsi untuk menahan cairan di dalam tubuh, sehingga tubuh tidak kekurangan cairan.

Banyaknya natrium dan cairan yang terbuang setelah mengkonsumsi kafein akan menyebabkan tubuh berisiko mengalami dehidrasi.

Menyebabkan kerusakan pada ginjal

Efek samping ini jarang terjadi, namun cukup serius. Konsumsi minuman berenergi secara berlebihan atau dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal yang dapat menyebabkan:

  1. Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi di mana ginjal gagal untuk berfungsi, yang terjadi secara mendadak (dalam beberapa jam atau beberapa hari). Kafein, taurin, ekstrak ginseng, dan gula yang berlebihan dalam minuman berenergi berperan dalam menyebabkan terjadinya kondisi ini. Terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung zat-zat tersebut dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah dan gangguan aliran darah pada ginjal. Hal inilah yang menyebabkan gagal ginjal akut
  2. Gagal ginjal kronis. Efek tidak langsung dari konsumsi minuman berenergi secara berlebihan adalah gagal ginjal kronis, yaitu gangguan pada struktur maupun fungsi ginjal yang berkembang secara bertahap, selama minimal 3 bulan. Satu kaleng minuman berenergi mengandung sekitar 54 gram atau setara 13 sendok teh gula. Asupan gula yang berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal kronis.

Ternyata pendapat bahwa minuman berenergi memiliki dampak buruk bagi ginjal adalah fakta. Dampak buruk ini umumnya terjadi pada konsumsi minuman energi secara berlebihan atau dalam jangka panjang.

Untuk mencegah terjadinya gangguan pada ginjal, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berenergi tidak lebih dari 500 ml atau 1 kaleng per hari. Selain itu, perbanyak juga minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Anda sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berenergi bila memiliki penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau penyakit ginjal. Segeralah periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang berat setelah mengonsumsi minuman berenergi.

Ditulis oleh:

dr. Caroline Claudia
 
Back
Top