Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?
 
Go Back   Home > Agama > Islam

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

Aku yakin artikel ini akan mengundang pro kontra, karena semua pihak akan merasa dirinya yg paling benar. Namun walau sudah tahu akibatnya, aku tetap akan turunkan artikel ini, karena ini merupakan ilmu pengetahuan yg berguna bila disebarkan.

Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijriyah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Jika aku merujuk ke kalender Hijriyah, insya ALLOH besok kita akan tiba di malam ke-15 (pertengahan) dari bulan Sya’ban.

Sudah sejak lama aku mendengar keutamaan bulana Sya’ban ini. Diriwayatkan bahwa Rasululloh SAW bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasa’I dari Usamah)

Riwayat lain yg serupa menuliskan: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasululloh SAW, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa?i dan Ibnu Huzaimah).

Dari Aisyah ra. berkata,” Saya tidak melihat Rasululloh SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Muslim)

Dari hadits2 di atas, TIDAK DISEBUTKAN/TIDAK DICONTOHKAN Rasululloh SAW ‘memperingati’ malam nifsu sya’ban secara khusus.

Sedangkan hadits2 berikut:

“Wahai Ali, barang siapa yang melakukan sholat pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat, ia membaca setiap rakaat Al fatihah dan Qul huwallah ahad sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala kebutuhannya … dan seterusnya.

Dari Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu : jika datang malam Nisfu Sya’ban bersholat malamlah dan berpuasalah pada siang harinya **lengkapnya adalah sebagai berikut: Hadis yang diriwayatkan daripada Ali ra: ((Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka bangunlah kamu (menghidupkannya dengan ibadah) pada waktu malam dan berpuasalah kamu pada siangnya, karena sesungguhnya ALLOH SWT akan turun ke langit dunia pada hari ini bermula dari terbenamnya matahari dan berfirman: “Adakah sesiapa yang memohon ampun daripada-Ku akan Ku ampunkannya. Adakah sesiapa yang memohon rezeki daripada-Ku, akan Ku kurniakan rezeki kepadanya. Adakah sesiapa yang sakit yang meminta penyembuhan, akan Ku sembuhkannya. Adakah sesiapa yang yang meminta daripada-Ku akan Ku berikan kepadanya, dan adakah begini, adakah begitu dan berlakulah hal ini sehingga terbitnya fajar))..**

update: sumber hadits ini lemah:Hadis ini adalah maudhu’, diriwayatkan oleh Ibn Majah dan al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman. Rujuk Dhaifah al-Jami’ dan Silsilah al-Dhaifah oleh al-Albani, Dhaif Ibn Majah.

“Seratus rakaat pada malam Nisfi sya’ban (dengan membaca surah) Al ikhlas sepuluh kali (pada setiap rakaat) bersama keutamaan keutamaan yang lain”, diriwayatkan oleh Ad Dailami dan lainya.

Diriwayatkan daripada Ibn Umar ra bahwa Rasululloh SAW bersabda: ((Barang siapa membaca seribu kali surah al-Ikhlas dalam seratus rakaat solat pada malam Nisfu Sya’ban ia tidak keluar dari dunia (mati) sehinggalah ALLOH SWT mengutuskan dalam tidurnya seratus malaikat; tiga puluh daripada mereka mengkhabarkan syurga baginya, tiga puluh lagi menyelamatkannya dari neraka, tiga puluh yang lain mengawalnya daripada melakukan kesalahan dan sepuluh lagi akan mencegah orang yang memusuhinya)).

update: sumber hadits ini lemah:Hadis ini menurut Ibn al-Jauzi adalah Maudhu’. (Rujuk Ibn al-Jauzi, al-Maudhu’at, Dar al-Fikr, cet. 1983, 2/128). Imam al-Daruqutni pula meriwayatkan hadis ini daripada Muhamad bin Abdun bin Amir al-Samarqandi dan dia mengatakan bahwa Muhamad adalah seorang pendusta dan pembuat hadis. Pendapat ini juga sama seperti yang disebut oleh Imam al-Zahabi bahawa Muhamad bin Abdun terkenal sebagai pembuat hadis.

Diriwayatkan daripada Ja’far bin Muhammad daripada ayahnya berkata: ((Sesiapa yang membaca pada malam Nisfu Sya’ban seribu kali surah al-ikhlas dalam sepuluh rakaat, maka ia tidak akan mati sehingga ALLOH SWT mengutuskan kepadanya seratus malaikat, tiga puluh menyampaikan khabar gembira syurga kepadanya, tiga puluh menyelamatkannya dari neraka, tiga puluh akan mengawalnya dari berbuat salah dan sepuluh akan menulis mengenai musuh-musuhnya)).

update: sumber hadits ini lemah:Ibn al-Jauzi turut menghukum hadis ini dengan maudhu’

Semua hadits itu adalah PALSU/LEMAH, dengan kata lain TIDAK SHAHIH. Dari beberapa literatur, aku dapatkan bahwa Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam nisfu Sya’ban. Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam nisfu Sya’ban itu, ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan Sya’ban tahun depan. **penulis: siapa yg bisa menjamin ajal manusia ditentukan dari bulan itu hingga bulan Sya’ban tahun depan? benar2 suatu kebohongan besar…!!**

Sayangnya, banyak kaum muslim yg mengerjakan hal2 yg TIDAK DICONTOHKAN RASULULLOH SAW, diantaranya:
- membaca surat Yasin,
- shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur, shalat dua raka’at dengan niat agar dimurahkan rezeki dan seterusnya.
- membaca lafaz do’a-do’a khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits/contoh Rasululloh SAW
(ketiga contoh di atas dirangkum dari Dr. Yusuf al-Qaradawi, jilid 1, m.s. 382-383, cetakan: Dar Uli al-Nuha, Beirut).

Kesimpulan:
- Rasululloh SAW hanya mencontohkan untuk MEMPERBANYAK PUASA/SHAUM di bulan Sya’ban (dg catatan, di bulan2 lain kita juga menyempatkan diri puasa. Jadi, BERPUASA TIDAK HANYA DI BULAN SYA’BAN)
- Rasululloh SAW TIDAK MEMBERIKAN CONTOH IBADAH LAIN di bulan Sya’ban, terutama MALAM NIFSU SYA’BAN

Intinya, jika TIDAK SESUAI DENGAN CONTOH RASULULLOH SAW, maka ibadah tersebut digolongkan bid’ah. Tanggapan pro dan kontra, aku tunggu di sini.


dari: http://tausyiah275.blogsome.com/2007...ban-bidah-kah/
rafed
rafed rafed is offline
National Level

Post: 1.061
 
Reputasi: 12

__________________
Loading...
       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Bls: Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

maaf saya yang lemah ilmu,bid"ahnya tuh dimana????apa karena bukan dari muslim ma bukhori gitu jadi bid'ah,kasihan banget ya tuh muslim ma bukhori ada orang yang terlalu memuja dia dengan apa yang dia usahakan untuk di kumpulkan,sehingga di hari penghisaban bakalan lama pertanggung jawabannya.

ato karena ini salafi(maaf kalo yang marah) yang dimana kalo salafnya kagak jelas hadisnya g sahih,akhirnya sunnahnya,ibadahnya bid'ah gitu.

ato jangan-jangan karena jenis balasannya sehingga jadi bid'ah,padahal sunnah artinya di kerjakan baik g di kerjakan juga g bikin dosa.

cuma ibadah sunnah di ributkan kalo ibadah utama baru deh di tetapkan bid'ah ato g kalo ada yang g kesesuaian

dan yang menjadi masalah masak sih mau memperbanyak mendekati allah dimalam-malam bulan tersebut aja di permasalahkan.

kenapa g mempermasalahkan perintah Allah buat beribadah di 1/3 malam juga,bukannya intinya sama aja.

ato karena 100 rakaat itu kebanyakan ya ,2 aj(buat tahajud) banyak yang g bisa bangun untuk tahajut, apalagi 100 ya,jika 2 rakaat 5 menit berarti 100 rakaat= 50x5=250 menit, 4 jam 10 menit,hem berusaha mengenal allah emang susah ya???

cuma mengingat aja:kalo membaca ayat ato surrah ato hadist yang dalam ibadahnya ato tindakannya ada bilangan 100 ato 1000 itu kalo bahasa arab bukan berarti 100 ato 1000 tapi banyak kan???CMIIW
devson
devson devson is offline
National Level

Post: 621
 
Reputasi: 1

__________________
PENGUASA PEKOPON

I AM GUNDAM
Kerokerokero kerokero





Reply With Quote     #3   Report Post  

Bls: Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

I Love Bid'ah!!! Horee....
menyoman menyoman is offline
Home Level

Post: 5
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #4   Report Post  

Bls: Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

ahlub-bid'ah-wal-jama'ah?? :D
nizhami
nizhami nizhami is offline
Continent Level

Post: 6.519
 
Reputasi: 155






Reply With Quote     #5   Report Post  

Bls: Malam Nisfu Sya’ban, Bid’ah-kah?

ane setuju dg pendapat bang devson. karena ibadah yg sunnah, boleh dikerjakan boleh tidak.
manzz
manzz manzz is offline
National Level

Post: 1.169
 
Reputasi: 2

loading...
Reply
 

(View-All Members who have read this thread : 0
There are no names to display.
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Golongan Sesat Ahlul Bida' Sepeninggal Rosululloh Shalallahualaihi Wassallam andy_baex Islam 0
Golongan Sesat Ahlul Bida Sepeninggal Rasulullah (Bag.2) andy_baex Islam 0
Hukum Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban T-Rex Islam 0


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2020, Jelsoft Enterprises Ltd.