Thuma地inah Di Dalam Shalat
 
Go Back   Home > Agama > Islam

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Thuma地inah Di Dalam Shalat

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Thuma地inah Di Dalam Shalat

Penulis: Abu Isa Abdullah bersama Team As-Salaam


Banyak dari orang-orang yang mulai sadar akan pentingnya shalat masih mengabaikan perkara thuma地inah di dalam shalat. Padahal hanya dengan thuma地inah seseorang bisa khusyu. Dan mustahil kekhusyu'an bisa tercapai dengan ketergesa-gesaan. Karena setiap kali bertambah thuma'ninah seseorang, maka bertambah pula kekhusyu'annya dan setiap kali berkurang thuma地inah-nya maka bertambahlah ketergesa-gesaannya, sehingga jadilah gerakan kedua tangannya seperti sesuatu yang sia-sia yang tidak diiringi dengan kekhusyu'an. Dan Allah  telah memuji hamba-hamba-Nya yang khusyu' di dalam shalatnya,
{قَدْ أَفْلَحَ المُؤْمِنُونَ الذِينَ هُمْ فِي صَلاَتِهِم خَاشِعُونَ} (المؤمنون: 1-2)
"Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman ( yaitu) mereka yang khusyu' di dalam shalat mereka" (Qs. Al Mu知inun; 1-2).
Tapi alangkah banyaknya kaum muslimin yang melalaikan hal ini. Tidaklah kita dapati kebanyakan mereka kecuali telah menyia-nyiakan shalat, menyia-nyiakan rukun-rukunnya, dan meninggalkan thuma'ninah di dalamnya. Ini adalah perkara yang sangat menyedihkan.
Sungguh manusia telah menyia-nyiakan shalat sejak zaman Anas bin Malik Radhiyallahu 誕nhu. Disebutkan dalam Shahih Al Bukhari dari Al Imam Az-Zuhri, beliau berkata, 鄭ku masuk menemui Anas bin Malik Radhiyallahu 誕nhu di Damaskus dan ketika itu ia sedang menangis. Maka aku bertanya kepadanya, "Apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab, "Aku tidak mengetahui sedikit pun dari apa yang dahulu aku dapati kecuali shalat ini, dan shalat ini telah disia-siakan". Dan dalam riwayat yang lain, Anas Radhiyallahu 誕nhu berkata, "(Sekarang ini) aku tidak mengetahui sedikit pun dari apa yang dahulu ada pada zaman Rasulullah . Kemudian seseorang berkata, "Bagaimana dengan shalat? Ia menjawab, "Bukankah kalian telah menyia-nyiakannya?!
Karena itu tidaklah kita dapati kebanyakkan mereka shalat kecuali dengan mematuk. Dan tidaklah mereka berlalu dalam shalat kecuali seperti berlalunya anak panah. Inilah adalah musibah besar bagi umat ini. Kalau kita menyaksikan bagaimana mereka shalat, kita akan dapati penyelisihan-penyelisihan yang sangat banyak terhadap petunjuk Nabi  di dalam shalatnya. Mereka mempercepat bacaan Al-Fatihah hingga tidak mungkin bagi ma'mum untuk membacanya dengan thuma'ninah dan tadabbur. Kejadian seperti ini banyak kita temui dalam shalat sirr atau dalam dua rakaat terakhir dari shalat jahr. Begitu pula di saat ruku dan sujud padahal dalam sabdanya Rasulullah  berkata, "Allah tidak melihat hambanya yang tidak menegakkan punggungnya diantara ruku'nya dan sujudnya" HR. Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu 誕nhu dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani Rahimahullah Shahih At-Targhib Wattarhib.
Dan dalam hadits yang lain, beliau  bersabda, "Seburuk-buruknya pencuri adalah orang yang mencuri shalatnya." Berkata Abu Hurairah Radhiyallahu 誕nhu, "Bagaimana dia mencuri shalatnya? Beliau bersabda, "Dia tidak menyempurnakan ruku'nya dan sujudnya HR. Ath-Thabrani dan lain-lain dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al Albani Rahimahullah dalam Shahih At-Targhib Wattarhib.
Dan beliau  juga bersabda, 鉄esungguhnya seseorang benar-benar shalat selama enam puluh tahun akan tetapi tidak diterima shalatnya. Bisa jadi dia menyempurnakan ruku地ya tetapi tidak menyempurnakan sujudnya dan bisa jadi dia menyempurnakan sujudnya tetapi tidak menyempurnakan ruku地ya" HR. Abul Qasim Al Asbahani dan dihasankankan oleh Asy Syaikh Al Albani Rahimahullah dalam Shahih At-Targhib Wattarhib.
Apa yang beliau  sabdakan diatas, seperti itu pulalah kondisi ummatnya saat ini. Adapun shalat beliau , adalah seperti yang diriwayatkan dari Al Barra' bin 'Azib Radhiyallahu 誕nhu bahwasanya ia berkata, "Saya shalat bersama Rasulullah  maka saya dapati berdirinya, ruku'nya, 'itidalnya setelah ruku, sujudnya, duduknya diantara dua sujud, sujudnya, dan duduknya sebelum salam dan pergi (temponya) hampir sama." Muttafaqun 羨laihi.
Demikianlah Nabi kita  kalau shalat. Rukunya, i'tidalnya, sujudnya temponya hampir sama, yaitu tidak ada perbedaan yang mencolok sehingga yang satu lebih panjang dari yang lainnya, sebagaimana hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki ilmu tentang As-Sunnah. Dan demikian pula petunjuk Nabi  di dalam dua rukun i'tidal (i'tidal setelah ruku' dan duduk diantara dua sujud) menyelisihi perbuatan kebanyakan manusia pada zaman sekarang. Telah datang hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Anas bin Malik Radhiyallahu 誕nhu, ia berkata, "Saya tidak pernah shalat dibelakang seseorangpun yang lebih ringkas dan sempurna shalatnya dibandingkan Rasulullah , Dahulu Rasulullah  apabila membaca 鉄ami誕llahu liman hamidah beliau berdiri (lama) hingga kami berkata, "Beliau telah salah kemudian beliau bertakbir dan sujud dan beliau duduk diantara dua sujud (lama) hingga kami berkata, "beliau telah salah.
Dan memanjangkan i'tidal dan duduk diantara dua sujud adalah termasuk dari sunnah-sunnah Nabi kita  yang telah ditinggalkan sejak terputusnya zaman shahabat Radhiyallahu 誕nhu hingga zaman kita sekarang ini.
Berdasarkan penjelasan tadi kita mengetahui bahwasanya kadar tasbih dalam ruku', sujud, dan rukun lainnya, tidak terbatas dengan tiga tasbih saja. Dan hadits yang menerangkan bahwasanya Nabi  bertasbih dengan tiga tasbih keshahihannya diperselisihkan oleh ulama. Asy Syaikh 'Abdullah al Mar'ii Hafidzahullah menjelaskan tentang hal tersebut, "Yang populer di kalangan manusia bahwa tasbih dalam ruku' dan sujud dibatasi dengan tiga tasbih saja, tidak ada dalil yang shahih dan jelas yang mengikatnya dengan bilangan ini Dan Ibnul Qayyim Rahimahullah juga menjelaskan hal yang sama di dalam kitabnya Ash-shalat wa Hukmu Tarikiha. Dan kalau pun kita anggap haditsnya shahih, Nabi  tidak membacanya dengan tergesa-gesa tanpa tadabbur dan khusyu' seperti yang banyak dilakukan oleh ummatnya sekarang.
Sebagai kesimpulan berkata Syaikh Abdullah Al Mar'ii Hafidzahullah, "Yang benar dalam hal ini adalah tergantung bacaan (seseorang di dalam shalat). Kalau bacaannya panjang, ruku' dan sujudnya juga panjang. Kemudian beliau Hafidzahullah melanjutkan, 添ang dimaksud (temponya) hampir sama, bahwa tambahan bacaan menuntut adanya tambahan tasbih dan pengurangan bacaan menuntut adanya pengurangan tasbih
Sesungguhnya penyelisihan manusia terhadap petunjuk Nabi  di dalam shalat teramat banyak sekali. Karena itu penting bagi kita untuk mengingat-ingat ucapan Imam Ahlus Sunnah Al Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah, "Sesungguhnya bagian seseorang di dalam Islam adalah sesuai kadar perhatian mereka terhadap shalat, dan kecintaan mereka kepada Islam adalah sesuai kadar kecintaan mereka kepada shalat. Maka kenalilah dirimu wahai hamba Allah! Hati-hatilah jangan sampai engkau bertemu dengan Allah  sedangkan tidak ada kadar keislaman di sisimu! Karena sesungguhnya kadar keislaman di dalam hatimu sesuai dengan kadar shalat di dalam hatimu. Wallahua値am bis Shawaab.


Sumber:
Majalah As-Salaam, Depok
andy_baex andy_baex is offline
National Level

Post: 1.860
 
Reputasi: 5

__________________
blog tutorial www.soloboys.blogspot.com
Loading...
       
loading...
Reply
 

(View-All Members who have read this thread : 0
There are no names to display.
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Perbedaan Antara Aurat Dalam Shalat Dengan Aurat Dalam Pandangan nurcahyo Islam 16
Shalat Di Dalam Pesawat nurcahyo Islam 0
Shalat Sunnah, Sutroh, dan Telapak Kaki Wanita Dalam Shalat T-Rex Islam 0
Niat Dalam Shalat nurcahyo Islam 0
Niat Dalam Shalat nurcahyo Islam 0


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2021, Jelsoft Enterprises Ltd.