Cerita Horor Pendek

Riri_1

Member
Pesan berdarah di Kulkas

Di sebuah lingkungan kota yang sibuk, terdapat rumah mungil yang dihuni oleh seorang ibu rumah tangga bernama Maya. Suatu pagi, di saat matahari baru saja terbit, Maya membuka pintu kulkas untuk mengambil bahan makanan.

Tetapi saat ia melihat ke dalam, ada sesuatu yang mengerikan: sehelai kertas yang tertempel di rak, terlihat basah dan merah karena darah. Dengan jantung berdebar, Maya meraih kertas itu dan membacanya.

Tertulis dengan huruf yang tampak begitu gelap dan penuh rahasia: “Kamu adalah berikutnya.” Merinding dan penuh ketakutan, Maya memanggil polisi untuk melaporkan insiden ini. Namun, penyelidikan tidak menghasilkan petunjuk apa pun tentang siapa pelaku yang mungkin telah masuk ke dalam rumah mereka dan meninggalkan pesan mengerikan ini.

Tak lama kemudian, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi di rumah Maya. Suara-suara aneh di malam hari, benda-benda yang bergerak dengan sendirinya, dan bayangan-bayangan tak terjelaskan yang kadang-kadang muncul.

Maya merasa seperti dirinya sedang diawasi oleh mata yang tidak terlihat, seperti entitas gaib yang tak senang dengan keberadaannya di sana. Ketakutan Maya semakin merayap, tetapi ia berusaha untuk tidak menyerah pada perasaan takutnya. Ia memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam tentang sejarah rumah tersebut, dan menemukan bahwa sebelumnya, rumah itu pernah dihuni oleh keluarga lain yang juga mengalami kejadian-kejadian aneh

Apakah pesan berdarah di kulkas adalah hasil dari perbuatan jahat entitas yang bersemayam di rumah itu? Ataukah ada sisi lain dari cerita ini yang belum terungkap sepenuhnya?

sumber: infokost.co.id
 
Mimpi buruk yang tidak berujung
David, seorang pria dengan mimpi buruk yang tak berujung, batas itu terasa sangat tipis. David terjebak dalam siklus mengerikan di mana ia terus-menerus terjebak dalam sebuah mimpi yang tak kunjung berakhir.

Mimpi ini membawanya ke hutan gelap yang penuh dengan suara-suara aneh dan bayangan-bayangan yang menakutkan. Setiap kali ia berusaha bangun dari mimpi ini, ia justru kembali lagi ke hutan yang sama, tanpa pernah merasakan udara segar pagi.

Ketika ia berjalan di antara pohon-pohon yang tampaknya hidup dan berbicara dengan bisikan tak terdengar, ia merasa hatinya semakin terjebak dalam suasana mencekam. Suara-suara aneh yang menggema seperti seruan marah dan tawa merdu yang tak manusiawi membuatnya merasa semakin terisolasi.
David merasa dirinya semakin merasakan keterikatan dengan kegelapan dan keheningan yang melingkupinya. Malam demi malam, ia terbangun dalam keringat dingin, nafas terengah-engah. Kesehariannya mulai terganggu oleh kelelahan fisik dan mental yang diakibatkan oleh mimpi buruk yang menghantui.

Ia mulai merasa kesulitan membedakan antara dunia nyata dan dunia mimpi. Teman-temannya dan keluarganya mulai merasakan perubahan drastis dalam perilakunya yang semakin terasing dan terobsesi dengan kegelapan yang ada dalam pikirannya.

Seiring berjalannya waktu, David mulai mencari jawaban tentang mimpi buruk yang menghantuinya ini. Ia mengunjungi psikolog, mengikuti meditasi, dan bahkan menghubungi paranormal dalam upaya untuk memahami arti dari mimpi yang menghancurkannya.

Namun, apa pun yang ia lakukan, ia tetap terjebak dalam lingkaran tak berujung dari mimpi mengerikan. Terkadang, ia juga merenung tentang apakah mimpi ini memiliki makna yang lebih dalam.

sumber: infokost.co.id
 
Desingan kaki di bawah tempat tidur
1707034813012.png

Dalam kamarnya yang penuh mainan dan warna-warni, seorang anak kecil bernama Tommy merasa aman saat tidur. Ia selalu merasa nyaman dengan kakinya yang tergantung di atas tempat tidur, menggantung bebas di udara. Namun, suatu malam yang tenang, saat ia meletakkan kakinya seperti biasa, ia merasakan desingan dan tarikan yang keras.
Tommy merasa sesuatu yang aneh, seperti ada tangan tak terlihat yang mencoba menarik kakinya ke bawah tempat tidur. Dalam kebingungannya dan ketakutannya, ia berteriak memanggil ibunya. Ibu Tommy segera masuk ke kamar dengan wajah khawatir, berusaha untuk memahami apa yang terjadi.
Namun, ketika ibunya membungkukkan tubuhnya untuk melihat di bawah tempat tidur, tidak ada yang ada di sana. Tidak ada tangan yang menarik, tidak ada bayangan yang mencurigakan. Semua tampak normal. Ibu Tommy mencoba meyakinkan anaknya bahwa semuanya baik-baik saja dan mungkin hanya kejadian yang diimajinasikan oleh pikiran Tommy.
Tapi Tommy tahu apa yang ia rasakan. Ia merasa bahwa ada sesuatu di bawah tempat tidurnya yang mencoba menariknya masuk. Ia merasa bahwa ia hampir saja menjadi korban sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Meskipun ia akhirnya tertidur dalam pelukan ibunya, ia tetap merasa takut akan apa yang mungkin ada di dalam kamar tidurnya.
Kejadian ini meninggalkan bekas pada Tommy. Ia tidak lagi merasa aman di dalam kamar tidurnya yang dulu penuh keceriaan. Setiap kali ia melihat ke bawah tempat tidurnya, ia merasakan desingan yang membuatnya menggigil.


sumber: infokost.co.id
 
Back
Top