Menata taman bacaan yang nyaman

emansipasi

New member
Membaca merupakan kunci wawasan seseorang. Sebab, seseorang dapat dikatakan memiliki wawasan yang luas bila ia banyak membaca dan memahami. Dan membaca adalah jendela dunia. Itulah sepenggal pepatah yang selalu menjadi jargon para kutu buku.

Dengan membaca, ilmu pengétahuan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan bisa diperoleh. Namun tak ayal, kebiasaan membaca, ternyata juga dipengaruhi oleh suasana. Seorang warga Serua Indah, Herawati Wasito, mencoba menawarkan konsep taman buku dengan paduan alam terbuka.

Inisiatif Herawati mengembangkan taman buku dengan suasana alam ini berawal dari ke malasannya membaca. Sedikit nyeleneh memang. Ia pun kemudian mendesain sebuah perpustakaan mini di rumahnya bernama kebun buku.

Di dalam rumahnya terdapat plang mungil bertuliskan kebun buku. Perpustakaan mini tersebut, diperuntukkan kepada warga yang tinggal di sekitar rumahnya, khususnya anak-anak.

Di ruangan yang tidak terlalu luas, terdapat beberapa rak dengan ragam buku yang tersusun rapi. Mulai dan komik, majalah, buku sejarah, novel, roman dan lain-lain. Meski rumahnya terbilang mungil, namun halamannya luas. Terdapat gazebo yang sengaja dibangun ditemani rerimbunan pohon, dan aneka tanaman.

Asyik banget ya punya taman bacaan yang adem ayem. Kita dapat belajar bareng sama teman dan sahabat. Mau juga sih merancang ruangan seperti itu :D
 
Back
Top