Motivasi Turun Berat Badan - (Apa motivasi anda?)

reiyazine

New member
Nyeri Lutut dan Punggung Paksa Chris Turunkan Berat Badan Hingga 32,5 Kg

Chris+Naylor.jpg

Penambahan berat badan yang dialami Chris Naylor terjadi secara bertahap, terlebih ketika pada tahun 1990 pekerjaannya membuat ia harus menjalani perjalanan panjang ke seluruh penjuru Inggris yang membuat berat badannya meningkat.

Pekerjaan yang berlangsung selama 10 tahun ini membuatnya lebih banyak duduk, jarang bergerak, sering mengemil saat perjalanan panjang dan mengonsumsi banyak makanan. Ia pernah mencoba 3 jenis diet berbeda, namun tidak ada yang bekerja.

Ketika ia pindah dari pekerjaan itu, pola makannya masih terus berlanjut. Terlebih dengan adanya perceraian yang membuat kebiasaan makannya memburuk. Ia bisa membeli makanan di luar 4-5 kali dalam seminggu, sering mengunjungi bar dan kalori berlebih lainnya.

Ditambah kematian adiknya semakin membuatnya hancur dan membuat ia tidak peduli pada apa pun, terutama berat badannya. Namun titik baliknya dimulai ketika ia merasakan rasa sakit yang luar biasa di punggung dan lutut.

Dokter mengira hal ini mungkin akibat artritis. Saat itulah diketahui bahwa sendi di tubuhnya tidak kuat menahan bobot tubuh dan ia diharusnya untuk menurunkan berat badan.

Awalnya ia khawatir bagaimana menghilangkan berat badannya. Hal yang paling penting adalah ia harus menikmati proses tersebut dan fokus pada tugasnya dalam menurunkan berat badan.

Chris mulai dengan memotong kentang, nasi, pasta, roti dan keju dalam pola makannya. Ia pun mengontrol pola makan dengan makan gandum serta buah untuk sarapan, salad untuk makan siang dan makan daging atau ikan dengan sayuran dan buah untuk makan malam.

Satu perubahan yang juga dijalani adalah setiap kali makan maka ia akan mencatat asupan kalori untuk memastikan tidak berlebihan. Tambahan lainnya adalah ia mulai berolahraga dengan bersepeda selama 15 menit dan jalan kaki selama 30 menit ketika istirahat makan siang, serta olahraga aerobik.

Semakin lama waktu olahraganya ditingkatkan dan dalam waktu 3 bulan, ia sudah terbiasa untuk olahraga dan bahagia menjalaninya. Dan untuk menjaga fokusnya ia selalu memantau kemajuan sehingga tetap termotivasi.

Perjuangan yang dijalani Chris tidaklah sia-sia, berat badannya berhasil turun sebanyak 32,5 kg dan nyeri punggung serta lututnya hilang. Ia pun kini menjadi lebih fleksibel dan lebih bugar.

Keuntungan lain yang didapat Chris adalah olahraga aerobik yang dilakukan membuat paru-parunya bekerja lebih baik. Kapasitas paru-paru meningkat dan penggunaan inhaler untuk asma hampir menjadi masa lalu baginya.

Sumber : HuffingtonPost
 
kalo gw..motivasinya..biar cepet datang pangeran..

caranya gampang kl itu kalin. daftar bursa cari jodoh aja :)

Sukses ya dengan pangerannya :)

Tak Ingin Stroke Seperti Sang Ibu, Janaye Turunkan Berat Badan 55 Kg

Janaye+Murphy.jpg


Janaye Murphy (27 tahun) mulai mengalami kenaikan berat badan saat SMA. Kala itu beratnya mencapai 84 kg, tapi ia benar-benar tidak khawatir dengan berat badan tersebut sampai akhirnya sesuatu menimpa ibunya.

Setelah lulus SMA ia berkata pada dirinya sendiri untuk menurunkan berat badan dengan cara mendaftar di pusat kebugaran serta membuat rencana pola makan yang lebih sedikit. Tapi kenyataannya ia hanya pergi sekali ke pusat kebugaran dan kebiasaan makannya tetap sama.

Ketika berusia 21 tahun, sang ibu mengalami stroke sehingga ia harus pulang ke Hawaii dan membantu ayahnya merawat. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk di sekitar ibunya dan ia menghibur diri dengan makanan, hingga akhirnya pada April 2009 ia tidak bisa mengenali dirinya sendiri karena bobot tubuhnya mencapai 130 kg.

Beberapa bulan kemudian kesehatan ibunya semakin parah, ia mulai mengalami masalah jantung, gagal ginjal, diabetes, Alzheimers awal dan meninggal pada Agustus 2010 saat berusia 47 tahun.

Saat itu Janaye terus berpikir bahwa dirinya telah menempatkan risiko menjadi kelebihan berat badan dan ia tidak ingin hidupnya berakhir seperti sang ibu. Itu salah satu motivasi terbesarnya untuk menurunkan berat badan.

Langkah pertama yang dilakukan Janaye adalah olahraga 6 hari seminggu dengan melakukan berjalan, yoga, bersepeda dan juga aerobik. Pada awalnya ia hanya mampu berolahraga 15-20 menit lalu merasa seperti kehabisan napas.

Terkadang ia harus berhenti selama beberapa menit untuk beristirahat sebelum kembali berolahraga. Namun kondisi ini tidak menghentikannya, setiap minggu secara bertahap ia menambah waktunya dan mendorong dirinya untuk mampu melangkah lebih jauh.

Hal lain yang juga dilakukannya adalah berhenti mengonsumsi makanan cepat saji, makanan olahan serta soda, dan menggantinya dengan makanan alami serta sehat. Ia juga mengikuti aturan 80:20, yang mana 80 persen waktunya makan dengan benar dan 20 persen waktu membiarkan ia menikmati.

Janaye menyadari jika ia membatasi diri terlalu banyak maka kemungkinan untuk kembali ke kebiasaan makan yang lama akan lebih besar. Untuk itu ia memberikan 20 persen waktunya untuk menikmati diri sendiri.

Ada kalanya ia merasa bosan dan malas untuk berolahraga atau berpikir ingin makan lebih banyak dari yang seharusnya. Tapi kemudian ia mulai berpikir tentang ibunya dan ia tahu sang ibu ingin ia hidup panjang umur serta sehat.

Perjuangan yang dilakukan oleh Janaye tidaklah sia-sia, berat badannya berhasil turun sebanyak 55 kg. Kini dengan tinggi badan 162,5 cm, Janaye memiliki bobot tubuh 75 kg.

Banyak orang yang bertanya padanya bagaimana ia bisa melakukan hal tersebut tanpa pil maupun operasi. Janaye menyadari pola hidup yang berubah ini membutuhkan banyak motivasi, ia makan sehat dan olahraga untuk hidup yang lebih lama dan tidak ingin hidupnya berakhir seperti sang ibu.

Sumber : HuffingtonPost
 
Anak Diganggu di Sekolah, Ukuran Baju Sang Ibu Turun dari 32 Jadi 12

Kathryn+Swan.jpg

Berat badan Kathryn Swan (32 tahun) meroket setelah menikah dengan Andrew sekitar 22 tahun lalu. Kebiasaannya makan banyak kue, junk food dan beli makan di luar membuat bobot tubuhnya naik hingga ukuran baju mencapai 32. Namun bobot tubuh berlebih sang ibu ini justru membuat putrinya diganggu di sekolah.

Ukuran baju Kathryn membengkak setelah ia dan keluarganya senang sekali makan kue dan pie, sering membeli makanan di luar dan makanan tak sehat lainnya, serta jarang makan buah dan sayuran segar. Tapi ketika ia menjemput putrinya, Bronwyn (12 tahun) di sekolah, teman-teman sang anak mulai membicarakan berat badan Kathryn. Dari sini Kathryn mulai memutuskan untuk mengambil tindakan.

Dokter sebenarnya sudah memberikan peringatan padanya mengenai risiko tekanan darah tinggi dan ingin membantunya mengurangi berat badan agar mencegah risiko kesehatan lain yang lebih buruk.

Sebelumnya Kathryn mudah menurunkan berat badan ketika ia akan menikah. Tapi setelah menikah dan tidak bekerja, Kathryn mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan. Ia mencoba berbagai jenis diet, tapi ia tidak memiliki motivasi yang cukup untuk mengurangi berat badannya.

Hingga akhirnya apa yang dialami sang putri di sekolah telah menjadi motivasi besarnya untuk diet dan menghilangkan berat badan berlebih. Meski Bronwyn tidak gemuk, tapi anak-anak bisa kejam mengganggunya dengan mengolok-olok berat badan ibunya.

Kathryn yang juga ibu rumah tangga mengakui awalnya tidak mudah melakukan diet. Tapi ia mulai menukar makanan tak sehat dan biskuit dengan salad sehat serta wortel. Ia pun bergabung dengan Slimming World untuk membantu turunkan berat badan.

Kathryn pun mulai meninggalkan makanan tidak sehat lain seperti junk food, bersama sang putri ia kerap masak makanan sehat bersama dan bergizi untuk dikonsumsi oleh keluarga.

Selain itu mereka pun melakukan olahraga bersama-sama, seperti berenang atau bermain Wii Fit bareng yang cukup membakar kalori. Pola sehat yang dijalani oleh Kathryn ternyata membuat Bronwyn tertarik untuk mengikutinya.

Perjuangan yang dilakukan oleh Kathryn ternyata tidaklah sia-sia, setelah beberapa bulan diet, Kathryn berhasil menurunkan ukuran baju dari 32 menjadi 12 dan ia pun terlihat langsing.

Meski ia telah mencapai target berat badan, namun Kathryn tetap berencana untuk melanjutkan pola hidup sehatnya demi menjaga badan tetap langsing dan pola hidup Bronwyn pun berubah menjadi lebih sehat.

Sumber : Daily Mail
 
Danielle+Crowder.jpg


Tumpukan Lemak Bikin Danielle Tak Bisa Peluk Anak, Berat Turun 56 Kg

Sejak kecil Danielle Crowder (26) sudah memiliki kelebihan berat badan yang membuatnya sering diolok-olok dari SD hingga SMA. Tapi ketika ia memiliki anak dan merasa tidak bisa memeluk dengan erat akibat tumpukan lemak, ia termotivasi untuk menurunkan berat badannya.

Ketika ia berusia 10 tahun orang tuanya bercerai, sang ayah menjadi kecanduan alkohol dan ibunya memiliki 2 pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat itu ia melarikan diri pada makanan ketika sedih.

Danielle (26 tahun) tidak pernah menyadari bahaya berat badan berlebih yang dimiliki sampai akhirnya ia melahirkan anak pertama. Kala itu ia merasa harus berjuang untuk menggendong bayinya dan tidak merasa bisa memeluk erat karena adanya tumpukan lemak di tubuh.

Kondisi ini membuat Danielle termotivasi untuk menurunkan berat badannya, ia menyadari buah hatinya adalah seorang motivator yang besar baginya. Awalnya ia mengubah asupan kalori dan membuat pilihan sehat.

Ditambah ia membeli DVD olahraga, salah satunya adalah 'The Biggest Loser'. Ia harus berjuang melewati 15 menit pertama, meski terkadang ia merasa ingin menyerah tapi ia mampu mempertahankan olahraga hingga 3-4 kali dalam seminggu.

Semakin hari Danielle makin semangat hingga akhirnya ia membeli beberapa DVD baru agar tidak bosan. Bahkan ia mulai bisa meninggalkan kue-kue manis dan lebih memilih berolahraga.

Namun ketika hamil anak kedua ia justru membiarkan kebiasaan lamanya masuk kembali. Alih-alih mengatasi stres dengan cara positif, ia justru melampiaskannya pada makanan. Berat badan Danielle pun mulai naik kembali.

Sekitar 18 bulan kemudian ia hamil anak ketiga dan itu seperti menjadi alarm bahaya baginya. Kondisi ini membuat Danielle memutuskan perlu menurunkan berat badan dan menetapkan tujuan dengan berfokus pada makanan sehat serta olahraga teratur.

Setelah ia mampu kembali fokus, ia mulai lebih selektif dalam memilih makanan dan konsisten latihan untuk menurunkan berat badan. Selama hampir 1 tahun ia rutin berjalan kaki selama seminggu.

Semua perjuangan yang dilakukan oleh Danielle tidaklah sia-sia, berat badannya berhasil turun sebanyak 56,35 kg. Kini dengan tinggi badan 162,5 cm, Danielle memiliki bobot tubuh 70,65 kg.

Sumber : HuffingtonPost
 
nadina+knight.jpg

Nadina Knight kaget saat melihat foto di Facebook menunjukkan betapa gemuknya ia. Dari situ, finalis Miss England 2012 ini berniat untuk berubah dan berhasil menurunkan ukuran bajunya dari 12 menjadi 8.

Nadina (24 tahun) pernah memiliki berat badan hingga mencapai 101,6 kg akibat pola makannya sendiri yang tidak sehat, yaitu sering konsumsi makanan cepat saji dan juga alkohol.

Namun foto-foto ulang tahunnya ke-20 yang diunggah sang ibu ke Facebook seperti menjadi cambuk bagi dirinya. Foto-foto ini menyadarkan dirinya betapa gemuk tubuhnya dan membuat sang ibu mulai merasa khawatir.

Hal ini karena ibunya diketahui memiliki diabetes, jadi ia menyatakan keprihatinan dan merasa khawatir dengan berat badan yang dimiliki oleh anaknya bisa menjadi faktor risiko.

Nadina sendiri memiliki tubuh yang ramping sampai ia berusia sekitar 16 tahun. Tapi ketika ia sudah kehilangan kontrol atas pola dietnya, berat badan mulai bertambah. Saat di universitas pola makannya makin tidak terkontrol, ia makan lebih banyak dari biasanya yang menempatkan Nadina pada berat badan lebih dari 100 kg.

Sejak itu ia mulai mencari tips hidup sehat di internet, Nadina ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan jangka panjang. Ia mulai dengan hal-hal kecil seperti minum susu tanpa lemak, roti gandum dan menghentikan kebiasaan minum soda serta alkohol. Perubahan ini juga diikuti dengan berolahraga secara teratur ke gym sebanyak 3 kali seminggu.

Berikut ini beberapa perubahan yang dilakukannya dalam membantu menurunkan berat badan, yaitu:

1. Mengganti makanan berwarna putih dengan cokelat
Nadina mulai konsumsi roti gandum, pasta coklat dan juga beras merah. Perubahan ini memberikan perbedaan yang cukup terasa seperti lebih cepat kenyang dan lebih banyak energi.

2. Jangan melewatkan makan
Memiliki jadwal makan teratur sebanyak 3 kali sehari bisa mencegah dan menahan keinginan mengemil yang sebenarnya tidak perlu.

3. Menghitung asupan minuman
Minuman yang dikonsumsi sama pentingnya dengan makanan. Kurangi atau hentikan minuman bersoda dan menggantinya dengan banyak air putih, teh herbal serta jus buah tanpa gula.

4. Bersenang-senang
Diet bukan berarti tidak bisa memiliki kehidupan sosial menyenangkan, karena masih ada pilihan makan sehat ketika hangout dengan teman-teman. Pilihlah salad, dada ayam dan hindari alkohol.

5. Tetap aktif
Gaya hidup aktif bisa turut membantu bentuk tubuh indah. Jika sedang sibuk dan tidak bisa ke gym, cobalah melakukan olahraga di rumah, ada banyak hal yang bisa dilakukan dan efeknya cukup signifikan.

6. Olahraga untuk perut selama 10 menit
Nadina mencoba melakukan ini setiap hari, ia melakukan olahraga berbeda setiap 2 menit dari 10 menit latihan. Ia melakukan sepeda, sit up untuk perut bagian atas dan latihan kaki.

7. Menjaga otot hamstrings, paha dan bokong
Pada posisi merangkak, angkat salah satu kaki membentuk sudut 90 derajat dengan set 1x8 secara bergantian. Lalu lakukan squat sumo dengan berjongkok secara normal, posisi tangan di depan dan kaki mengarah keluar sedikit.

8. Berlari
Nadina biasanya berlari di sekitar rumahnya agar lebih mudah, dan bahkan berlari selama 10 menit sudah bisa membuatnya merasa segar serta lebih termotivasi untuk membakar lemak.

Perjuangan yang dilakukan tidaklah sia-sia, Nadina berhasil menurunkan ukuran baju dari 12 menjadi 8. Bahkan ia berhasil memenangkan Mauritius Publicity Queen dan menjadi finalis Miss England 2012.

Setelah berhasil menurunkan berat badan, Nadina merasa lebih percaya diri dibanding sebelumnya. Ia merasa bahagia dan yang paling penting memiliki tubuh sehat sebagai tujuan utamanya.

Sumber: Nadina Kaget Lihat Foto di Facebook, Ukuran Baju Berkurang 4 Size
 
Erica+Perna.jpg


Sejak kecil hingga dewasa Erica Perna (36 tahun) mengalami kelebihan berat badan karena ia tidak pernah peduli apa yang dikonsumsinya. Namun ia sangat terkejut karena setelah melahirkan berat badannya tetap lebih dari 100 kg.

Ketika kuliah Erica mulai mengambil kelas olahraga dan angkat besi, tapi ia tidak pernah bisa memiliki bentuk tubuh yang bagus seperti orang lain. Kala itu ia menyalahkan faktor genetik yang dimiliki.

Erica pun membaca buku dan majalah tentang latihan beban, ia terus mencoba latihan dan membuat perubahan di sana sini tapi sebagian berat badannya yang hilang justru kembali lagi.

Hingga akhirnya Erica hamil dan ini dijadikannya alasan untuk bisa mengonsumsi makanan apapun yang dinginkan dan bebas tanpa ada batasan. Berat badannya bertambah 31,5 kg dalam waktu 9 bulan.

Sekitar 2 minggu setelah anaknya lahir, perawat meminta Erica untuk menimbang berat badan. Tapi betapa terkejutnya ia ketika melihat angka yang tertera di timbangan menunjukkan 108 kg.

Erica menyadari kegagalannya selama melakukan diet karena ia tidak pernah menetapkan tujuan yang jelas untuk dirinya sendiri. Untuk itu ia mulai dengan menetapkan tujuan jangka pendek dan panjang secara tertulis.

Tujuan jangka pendek adalah mampu menurunkan setiap 5 kg dan ia tidak memberikan hadiah berupa makanan untuk dirinya setiap kali berhasil mencapai tujuan. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah ia bisa ikut kompetisi binaraga alami dalam 2 tahun ke depan.

Erica mulai dengan jalan-jalan kecil dan latihan ringan karena ia melalui persalinan operasi caesar, sehingga belum boleh olahraga berat. Setelah 3 bulan ia sudah bisa melihat hasil dan mulai bergabung dengan pusat kebugaran hingga menjadi ketagihan.

Awalnya ia latihan 2 kali seminggu, setelah sebulan lebih ditingkatkan secara perlahan hingga 3 kali seminggu dan bulan berikutnya bertambah menjadi 4 kali seminggu. Semakin lama Erica merasa sudah mengalami perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Olahraga dan pola makan yang berubah memberikan hasil yang memuaskan bagi Erica. Berat badannya turun sebanyak 45 kg, kini dengan tinggi badan 172 cm Erica memiliki bobot tubuh 63 kg.

Erica menyarankan jika ingin diet sukses maka tetapkan tujuan dan yakin dengan diri sendiri bahwa hal itu bisa dicapai. Terbukti 2 tahun setelah menetapkan tujuan jangka panjangnya, Erica bisa ikut kompetisi binaraga INBF Cardinal Classic.

Sumber: Berat Badan Turun 45 Kg Setelah Syok Lihat Angka di Timbangan
 
Woro+Indraswari.jpg


Tak bisa dipungkiri bahwa artis-artis asal Korea memiliki tubuh proporsional yang kadang membuat orang lain iri. Kesukaannya melihat MV K-POP membuat Woro Indraswari berhasil menurunkan 26 kg.

Proses diet ini dilatarbelakangi oleh kegemarannya melihat MV K-POP dan kesukaannya melihat serta membaca artikel tentang perjuangan para artis Korea atau saat artis ini menjalani karantina di agensi masing-masing.

Para artis Korea ini diketahui memiliki kedisiplinan yang tinggi serta niat yang kuat. Hal inilah yang menjadi inspirasi Woro saat ingin mengikuti jejak kesuksesan para artis Korea dalam menurunkan berat badan.

Woro pun mulai melakukan diet dengan cara mengurangi porsi makan seperti nasi dan juga cemilan. Untuk mencapai kesuksesannya, ia tunjang dengan rutinitas bersepeda setiap Sabtu-Minggu selama 1,5 jam dan rutin minum teh hijau.

Woro percaya dengan selalu diikuti oleh adanya niat dan tekad yang kuat untuk mengubah sesuatu yang tidak mungkin dan sukar, bisa menjadi sesuatu yang memberikan hasil maksimal.

Setelah menjalani proses diet selama 6 bulan, Woro yang sebelumnya memiliki berat badan 90 kg berhasil mengurangi sebanyak 26 kg. Kini dengan tinggi badan 160 cm, Woro memiliki bobot tubuh 64 kg.

Meski sudah berhasil menurunkan berat badan sebanyak 26 kg, Woro tak lantas langsung menghentikan program dietnya ini karena ia menganggap perjuangannya belumlah selesai.

Hal ini karena Woro berniat memiliki berat badan seperti para artis Korea idolanya yaitu sekitar 45-50 kg. Karena itu Woro masih akan dan selalu berjuang untuk bisa mencapai golnya tersebut.

Sumber: Terinspirasi Artis K-POP, Woro Turunkan Berat Badan 26 Kg
 
Toni+Hoe.JPG


Toni Hoe gemar makan roti dengan mentega dan pizza dengan tambahan keju setiap makan malam. Toni pun malas berolahraga. Alhasil badannya kian melar hingga mencapai berat 148 kg. Namun setelah berat badannya menyusut, perempuan cantik itu menemukan cintanya.

Berat badan berlebih itu mulai didapat Toni setelah ayah dan ibunya berpisah. Saat itu usia Toni masih 15 tahun. Kala itu dia merasa nyaman setiap kali makan dalam jumlah yang besar.

Saat menginjak usia dewasa, Toni suka pergi berpesta. Nah, saat berpesta dia akan minum wine dalam jumlah banyak, pizza, dan kentang goreng. Makanan itu disantapnya hingga lewat pukul 3 dinihari.

Kebiasaan banyak makan plus malas berolahraga membuat angka timbangan Toni selalu meningkat. Bahkan pada awalnya Toni tidak sadar bobotnya sudah sangat berlebihan. Namun ketika menyadari dirinya kegemukan, diet yang dilakukan pun tak pernah lama dijalani.

Hingga akhirnya Toni merasa sedih saat harus memakai celana jeans ukuran 30. Padahal sebelumnya dia memakai jeans dengan 3 ukuran lebih kecil.

"Saya ingat berbaring di tempat tidur ibu saya dan berusaha untuk mengancingkannya dan akhirnya saya berhasil," kata Toni.

Toni pun bertekad akan melakukan sesuatu sebelum semua terlambat. Jika tidak menjaga pola makan dan tanpa melakukan gaya hidup sehat, dia khawatir ukuran celananya akan bertambah jadi 32.

Akhirnya Toni memutuskan untuk mendatangi tempat kosultasi dan penyelesaian masalah kegemukan. Meski mengikuti upaya penurunan berat badan, namun bukan berarti Toni tidak bisa menikmati makanan kesukaannya. Roti, keju, dan alkohol dimoderasi sehingga bisa tetap dikonsumsi perempuan 25 tahun ini.

"Di saat yang sama, saya belajar bagaimana mengganti kebiasaan saya makan makanan yang bikin gemuk dengan makanan yang lebih sehat tanpa harus menghitung, menimbang, atau mengukur apapun," jelas Toni yang pada bulan pertama bisa menghilangkan bobot sekitar 6 kg.

Perlahan, berat badannya kembali berkurang. Hingga akhirnya kepercayaan diri Toni muncul saat tahu beratnya berkurang 22 kg.

"Dulu saya merasa canggung berada di dekat laki-laki karena malu dengan penampilan saya. Tapi setelah berat badan saya turun, saya merasa lebih sehat, lebih ringan, dan lebih nyaman. Itu membuat saya menemukan pacar baru saya, Mat, yang kemudian menjadi suami saya pada 2011. Saat saya kehilangan berat badan, saya menemukan cinta," papar Toni.

Setelah bobotnya turun 68 kg, Toni menghentikan kebiasaan merokoknya. Namun tahun lalu ada masalah dengan usus buntunya, Toni juga mengalami infeksi tenggorokan yang parah, dan dia juga harus menjalani operasi tulang belakang.

Selama 6 bulan Toni tidak bisa bergerak dengan leluasa. Jika akan berpindah, Toni mengandalkan kursi roda dan tongkat penyangga di ketiaknya.

"Kalau saya ingin menambah berat badan, maka ini adalah saatnya," kata Toni yang merasa senang dirinya konsisten dengan kebiasaan hidup sehatnya.

"Sekarang ukuran jeans saya 10. Tapi saya tidak pernah membenci ukuran saya sebelumnya yang 30 itu. Saya malah berterimakasih karena hal itulah yang membuat saya sekarang menjadi perempuan menikah yang langsing, sehat, dan bahagia," imbuhnya.

 
Agar Bisa Pakai Kostum Cosplay, Ajo Turunkan Berat Badan 20 Kg

Rolan+Ajo.jpg


Rolan Ajo sangat menyukai konstum-kostum cosplay. Sayang postur tubuhnya yang gemuk tidak memungkinkannya menggunakan kostum tersebut. Setelah bosan selalu menjadi bahan tertawaan, wanita ini pun berusaha keras menurunkan berat badan dan sukses susut hingga 20 kg.

Untuk dapat menurunkan berat badan, memang butuh motivasi yang kuat. Bagi wanita asal Taiwan, Rolan Ajo, dapat mengenakan kostum cosplay seksi adalah motivasinya.

Sekitar 10 tahun yang lalu, berat badan Ajo lebih dari 70 kg. Di sisi lain, wanita ini menyukai manga dan sangat ingin bisa mengenakan cosplay (costum play). Namun setelah mencoba kostum cosplay untuk pertama kalinya, ia kecewa dengan tampilan dirinya di cermin, yang menurutnya tampak jelek.



"Yang saya lihat adalah karakter anime favorit saya tapi versi gemuk. Kesan saya terhadap karakter itu langsung runtuh," tutur Rolan Ajo.

Karena kekecewaan tersebut, ia pun memutuskan untuk diet demi mendapatkan postur tubuh yang sesuai dengan ukuran karakter anime favoritnya. Ajo melakukan diet dengan konsisten menghindari karbohidrat, lemak dan gula. Ajo juga minum 3 liter air putih setiap hari dan tak lupa rutin berolahraga.

Tujuannya adalah tetap mempertahankan ukuran cup D payudaranya, tetapi lebih ramping di bagian perut dan bagian lain, sehingga saat mengenakan kostum cosplay tampak lebih menarik.

Ajo pun sukses menurunkan berat badannya hingga 20 kg. Bahkan kini ia merupakan cosplayer paling populer di Taiwan dan mendapat julukan 'cosplayer Taiwan paling cute'.
 
kalau guwe motivasinya jadi pengusaha sukses.....


Edited by. KalinaMaryadi..
(Jika ingin jualan atau bertransaksi harus di forum Jual & Beli dan sub forumnya, tidak boleh di kategori forum lain, forum lain adalah tempat untuk tanya jawab dan berdiskusi, bukan beriklan/promosi/jualan)
 
Last edited by a moderator:
Back
Top