TEHERAN — Iran akan menghentikan masuknya warga negara Amerika Serikat (AS) ke negaranya. Hal itu merupakan balasan atas pelarangan terhadap warga dan Iran dan enam negara mayoritas Muslim untuk memasuki AS yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
“Kami tetap menghormati orang Amerika dan membedakan antara
mereka dan kebijakan bermusuhan Pemerintah AS. Iran akan
menerapkan prinsip timbal balik sampai serangan keterbatasan AS
terhadap warga negara Iran dicabut,” demikian pernyataan
Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilansir Reuters, pada Sabtu (28/1).
Iran dalam pernyataannya menyatakan, pembatasan terhadap
perjalanan Muslim ke Amerika
merupakan penghinaan terbuka terhadap dunia Islam dan bangsa Iran. Pemerintah Iran juga menilai kebijakan itu sebagai kado besar untuk para ekstremis. Larangan itu juga membuat hampir tidak mungkin? bagi kerabat dan teman-teman sekitar 1 juta warga Amerika keturunan Iran mengunjungi AS.
Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan tidak ada waktu untuk membangun tembok antara bangsa-bangsa dari mengkritisi langkah untuk membatalkan perjanjianperdagaqgan dunia. Ia tidak menyebut nama Trump.
“Hari ini bukan waktu untuk mendirikan dinding antara bangsa-bangsa. Mereka lupa bahwa Tembok Berlin jatuh 28 tahun lalu,”
kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi Pemerintah Iran.
Selain ini, Jerman dan Prancis juga mengecam pembatasan yang diberlakukan Trump. “Menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang dan penindasan adalah tugas kita,” kata Menlu Prancis
Jean-Marc Ayrault seperti dikutip Aijazirab, kemarin. Sejauh ini, Prancis telah menerima lebih dari sejuta pengungsi dari Timur Tengah sejak 2015.
Meski tergolong banyak,jumlah imigran dan pengungsi yang
diterima Prancis tersebutjauh lebih sedikit dari Jerman. Menlu Jerman Sigmar Gabriel mengingatkan Trump, sudah menjadi tugas penganut agama Kristen untuk membantu mereka yang membutuhkan. “Kami ingin menekankan ini kepada AS.”
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, memukul rata seluruh pengungsi yang hendak mencari perlindungan di AS bukanlah solusi guna mengatasi terorisme. “Masalah regional tak bisa dipecahkan dengan menutup pintu,” kata Yildirim.Menlu Luxemburg Jean Asselborn juga mengecam kebijakan baru
Presiden Trump. Menurut dia, keputusan tersebut buruk bagi
Eropa. “Karena ia akan meningkatkan ketakpercayaan dan kebencian kepada Barat di hati dunia Muslim,” kata Asselborn dalam wawancara dengan media Jerman, Tagesspiegel.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengatakan, Kanada siap menyambut pengungsi Muslim yang ditolak memasuki AS. “Untuk
orang-orang yang melarikan diri dan penganiayaan, teror, dan perang, Kanada akan menyambut Anda,
terlepas dan apa pun iman Anda. Keahekaragaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada,”’tuIis Trudeau dalanfakun Twifrer-nya,
kemarin.
Trudeau juga berencana menñbahas keberhasilan kebijakan
pengungsi Kanada dengan Trump. Trudeau mengklaim, Kanada telah menerima kedatangan lebih dari 39 ribu pengungsi Suriah sejak ia
terpilih menjadi perdana menteri. “Perdana Menteri berencana membahas keberhasilan kebijakan imigrasi dan peqgungsian Kanada dengan Presiden AS jika mereka bertemu kata juru bicara Trudeau, Kate Purchase.
Wali Kota Toronto John Tory mendukung pernyataan Trudeau. “Kami memahami, sebagai orang Kanada, hampir semua dari kami adalah imigran dan tidak ada yang harus dibatasi atas dasar etnis atau kebangsaan,Z kata Tory.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan, warga Kanada
yang memiliki kewargane-garaan ganda dan Iran, Irak, Sudan,
Somalia, Suriah, Yaman, dan Libya juga belum ditolak masuk ke AS selama tiga bulan ke depan.
Sumber Republika
“Kami tetap menghormati orang Amerika dan membedakan antara
mereka dan kebijakan bermusuhan Pemerintah AS. Iran akan
menerapkan prinsip timbal balik sampai serangan keterbatasan AS
terhadap warga negara Iran dicabut,” demikian pernyataan
Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilansir Reuters, pada Sabtu (28/1).
Iran dalam pernyataannya menyatakan, pembatasan terhadap
perjalanan Muslim ke Amerika
merupakan penghinaan terbuka terhadap dunia Islam dan bangsa Iran. Pemerintah Iran juga menilai kebijakan itu sebagai kado besar untuk para ekstremis. Larangan itu juga membuat hampir tidak mungkin? bagi kerabat dan teman-teman sekitar 1 juta warga Amerika keturunan Iran mengunjungi AS.
Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan tidak ada waktu untuk membangun tembok antara bangsa-bangsa dari mengkritisi langkah untuk membatalkan perjanjianperdagaqgan dunia. Ia tidak menyebut nama Trump.
“Hari ini bukan waktu untuk mendirikan dinding antara bangsa-bangsa. Mereka lupa bahwa Tembok Berlin jatuh 28 tahun lalu,”
kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi Pemerintah Iran.
Selain ini, Jerman dan Prancis juga mengecam pembatasan yang diberlakukan Trump. “Menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang dan penindasan adalah tugas kita,” kata Menlu Prancis
Jean-Marc Ayrault seperti dikutip Aijazirab, kemarin. Sejauh ini, Prancis telah menerima lebih dari sejuta pengungsi dari Timur Tengah sejak 2015.
Meski tergolong banyak,jumlah imigran dan pengungsi yang
diterima Prancis tersebutjauh lebih sedikit dari Jerman. Menlu Jerman Sigmar Gabriel mengingatkan Trump, sudah menjadi tugas penganut agama Kristen untuk membantu mereka yang membutuhkan. “Kami ingin menekankan ini kepada AS.”
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, memukul rata seluruh pengungsi yang hendak mencari perlindungan di AS bukanlah solusi guna mengatasi terorisme. “Masalah regional tak bisa dipecahkan dengan menutup pintu,” kata Yildirim.Menlu Luxemburg Jean Asselborn juga mengecam kebijakan baru
Presiden Trump. Menurut dia, keputusan tersebut buruk bagi
Eropa. “Karena ia akan meningkatkan ketakpercayaan dan kebencian kepada Barat di hati dunia Muslim,” kata Asselborn dalam wawancara dengan media Jerman, Tagesspiegel.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengatakan, Kanada siap menyambut pengungsi Muslim yang ditolak memasuki AS. “Untuk
orang-orang yang melarikan diri dan penganiayaan, teror, dan perang, Kanada akan menyambut Anda,
terlepas dan apa pun iman Anda. Keahekaragaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada,”’tuIis Trudeau dalanfakun Twifrer-nya,
kemarin.
Trudeau juga berencana menñbahas keberhasilan kebijakan
pengungsi Kanada dengan Trump. Trudeau mengklaim, Kanada telah menerima kedatangan lebih dari 39 ribu pengungsi Suriah sejak ia
terpilih menjadi perdana menteri. “Perdana Menteri berencana membahas keberhasilan kebijakan imigrasi dan peqgungsian Kanada dengan Presiden AS jika mereka bertemu kata juru bicara Trudeau, Kate Purchase.
Wali Kota Toronto John Tory mendukung pernyataan Trudeau. “Kami memahami, sebagai orang Kanada, hampir semua dari kami adalah imigran dan tidak ada yang harus dibatasi atas dasar etnis atau kebangsaan,Z kata Tory.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan, warga Kanada
yang memiliki kewargane-garaan ganda dan Iran, Irak, Sudan,
Somalia, Suriah, Yaman, dan Libya juga belum ditolak masuk ke AS selama tiga bulan ke depan.
Sumber Republika