Oh Bumiku

ak4037

New member
Ini bukan cerita fiksi ini nyata, tengok saja Lumpur Lapindo yang menenggelamkan ratusan desa hingga kini masalah tersebut belum tertuntaskan, penambangan emas hitam atau batu bara di Kalimantan merubah pulau seribu sungai itu menjadi pulau seribu lubang dan masih banyak lagi.

Ada Berita dari Kalimantan yang saya baca dari harian setempat, yang menyebutkan bahwa aktivitas penambangan batubara yang dilakukan dengan blasting ( peledakan ) diprotes warga, karena kegiatan ini selain menyebabkan polusi suara dan udara juga membuat rumah warga yang retak-retak tembok rumahnya akibat getaran yang sangat kuat. Dan yang lebih menyedihkan sumur-sumur warga tidak lagi berair karena lahan resapan air sudah tidak ada. Sebegitu bencikah para penambang itu terhadap alam sehingga alam disakiti hanya demi uang, dan minim upaya untuk melakukan reklamasi.

Ada ungkapan yang menarik ketika saya berbincang dengan seorang teman, dia mengatakan suatu saat nanti manusia akan kembali ke jaman purba, jaman purba di jaman modern dimana tekhnologi, alat-alat transportasi, mesin dan semua yang memerlukan sumber daya alam tidak lagi berguna. Yah saya pikir mungkin ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua untuk bersikap lebih bijak lagi terhadap alam, kasihan anak cucu kita yang akan hidup dimasa datang.
tubuh-retak.jpg
 
buat saya sih... jangan sampai hanya sebatas wacana. Dari kita sudah belum untuk mencintai bumi. Plastik dan limbah rumah tangga sudah di pisahkan belum?
Di Indonesia kan banyak yang OMDO... sok earth awarness tetapi giliran diajak kerja membersihkan pantai..langsung ngacir.
Dareah pantai saya sepanjang 2 KM kita bersihkan setiap hari sabtu... masih banyak yang nganggap aneh! Mempunyai bak sampah lebih dari 5 jenis..langsung dibilang sok kaya!
 
Back
Top