Vitamin D Turunkan Resiko Kanker Usus

nurcahyo

New member
Vitamin D Turunkan Resiko Kanker Usus
Lihat Gambar

KapanLagi.com - Ingin menurunkan resiko kanker, tambah asupan vitemin D adalah salah satu kuncinya. Sebuah peneliti kanker yang dilakukan Rabu (28/12/05) silam menyarankan orang untuk lebih banyak mengkonsumsi vitamin D karena bisa menurunkan risiko kanker usus besar, buah dada dan indung telur.

Dr. Cedric Garland dalam sebuah wawancara telefon menyarankan orang- orang agar mengkonsumsi banyak vitamin D lewat diet atau sekedar vitamin tambahan.

Tim penelitian Garland meninjau kembali 63 penelitian, termasuk sejumlah besar penelitian yang telah lama dilakukan, tentang hubungan antara vitamin D dan jenis kanker tertentu di seluruh dunia antara tahun 1996 dan 2004. Dia mengatakan keuntungan konsumsi vitamin D dengan resiko kanker sejelas hubungan antara merokok dan kanker paru-paru.

"Tidak satupun yang mempunyai kemampuan ini untuk mencegah kanker," ujar Garland dan mendesak pejabat pemerintah dan pejabat kesehatan umum untuk melakukan usaha lebih besar lagi guna membentengi makanan dengan vitamin D.

Garland merupakan bagian dari tim Pusat Kanker San Diego Moores pada Universitas California yang menerbitkan penemuan pekan ini dalam American Journal of Public Health.

Penelitian itu menyimpulkan bahwa kekurangan vitamin D kemungkinan akan menyebabkan beberapa ribu kematian prematur akibat kanker usus besar, buah dada dan indung telur serta kanker lainnya setiap tahunnya.

Vitamin D sendiri banyak dijumpai pada susu, jus jeruk, susu masam kental (yogurt) dan keju, biasanya pada porsi sekitar 100 unit internasional (IU).

Garland mengatakan bahwa setiap orang seharusnya sadar bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin sehari dengan menaikkan asupan vitamin sekitar 1000 IU perhari, seperti yang tercantum di National Academy of Sciences.

Para peneliti mengatakan mengkonsumsi vitamin D lebih banyak dianjurkan bagi mereka yang terutama tinggal di wilayah-wilayah utara, yang kurang menerima vitamin D dari sinar matahari. Konsusmsi vitamin D dalam dosis tinggi juga bisa dilakukan orang yang memiliki ras Afrika-Amerika meskipun mereka tidak memproduksi vitamin tersebut dalam jumlah banyak karena pigmen kulit mereka. (reuter/rit)
 
Back
Top