ACY - Analisa Market

Dolar Australia Bisa Gagal Rebound Karena Kebijakan Moneter Tetap

Dolar Australia siap naik pada hari Rabu dan menunjukkan penguatan, nyaris menghapus penurunan yang dialami pada hari sebelumnya, meskipun Dolar AS mengalami kenaikan tipis. Sebelum AUD/USD sampai pada levelnya sekarang, pasangan mata uang ini telah mengalami downtrend sejak akhir Januari. Sejak saat itu, Price Channel yang terus menurun telah terbentuk, dengan batas bawah tertembus pada akhir April. Kemudian pasangan mata uang ini turun terus hingga posisinya sekarang.

Amati data ketenagakerjaan Australia bulan April pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Tingkat Pengangguran diperkirakan akan tetap pada 5.5 persen; dengan Employment Change diprediksikan 20,000, atau lebih tinggi dibanding sebelumnya. Namun demikian, potensi AUD/USD untuk rebound bisa jadi berkurang jika data-data tersebut tidak secara signifikan mengubah ekspektasi kebijakan moneter RBA. Hal ini bisa terjadi, karena bank sentral tersebut telah mengungkapkan kembali pada awal pekan ini bahwa mereka tidak melihat kemungkinan penyesuaian kebijakan dalam jangka pendek, pada notulen rapat mereka.

Jika kita memantau grafik Daily pada indeks Dolar AS, nampak bahwa indeks berupaya menembus resisten penting yang terbentuk dari high minggu lalu di sekitar 93.23. Apabila pergerakannya berhasil meninggi, maka ACY memproyeksikan target berikutnya ada pada high 12 Desember di sekitar 94.21, sekaligus meningkatkan tekanan downtrend bagi AUD/USD dalam beberapa hari ke depan.

Grafik 1: USD Index Daily

65927b9f8f7e19d31c4fcf9ebd3fdb57.png

Meskipun demikian, jika indeks Dolar AS mundur saat mendekati resisten, maka AUD/USD bisa memperpanjang kenaikannya saat ini untuk menembus batas bawah Price Channel. Secara keseluruhan, pasangan mata uang ini berada pada posisi dimana investor mesti lebih bersabar. Namun, jika dipertimbangkan bersamaan dengan fakta bahwa kebijakan moneter Australia tak mengalami perubahan, maka ACY menilai Dolar Aussie memiliki lebih banyak kemungkinan untuk mundur lagi.

Grafik 2: AUDUSD Daily

c7ad97724beb6533ce908af6d9bf6112.png

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Yen Nyaris Capai Level Terendah 4 Bulan Karena Lonjakan Yield UST

Yen Jepang merosot terus selama empat hari beruntun, sehingga nyaris mencapai level terendah empat bulan karena Dolar AS menunjukkan penguatan baru-baru ini. USD/JPY masih bergerak dalam arus downtrend setelah pengukuran inflasi oleh Bank of Japan menunjukkan penurunan untuk dua bulan berturut-turut pada April. Hal itu menggarisbawahi kesulitan yang dialami bank sentral untuk mencapai target inflasi 2 persen.

Penurunan laju inflasi Jepang yang terakhir ini kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan program stimulusnya, yang oleh banyak orang dianggap telah mencapai batas kekuatannya dan hasilnya mulai menurun (diminishing returns). ACY mencatat, performa yang lemah seperti itu bisa memangkas forecast mengenai kapan BoJ akan memulai pengetatan kebijakan.

"Inflasi Jepang kemungkinan akan terus lesu dalam bukan-bulan mendatang," kata Shinichiro Kobayashi, seorang ekonom di Mitsubishi UFJ Research & Consulting, "Dukungan dari harga-harga energi (bagi inflasi) memudar dan tak ada tanda-tanda perubahan dalam perilaku penentuan harga korporasi ke arah kenaikan harga."

Sementara itu, dengan tangguhnya kondisi ekonomi AS, yield obligasi AS (US Treasury) telah melesat ke 3.12 persen pada hari Kamis, rekor tertinggi sejak 2011, sehingga mendorong Dolar AS naik dan kemungkinan menekan perekonomian negara-negara berkembang.


Grafik USDJPY Daily

6854267694d0b82218aae1e0d7b99c5c.png

Pada grafik Daily, USD/JPY telah berkonsolidasi dalam Ascending Price Channel yang telah dimulai sejak akhir Maret. Namun demikian, kenaikan intraday pada hari Jumat mendorong pasangan mata uang ini ke depan resisten yang bertempat pada Fibonacci Retracement 61.8%. Pada titik ini, ACY menyarankan investor menunggu pergerakan berikutnya dari USD/JPY, guna mengikuti tren untuk mendapatkan profit.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
S&P 500 Dibuka Pada Level Tinggi Setelah Ditangguhkannya Perang Dagang

Pasar saham AS dibuka pada level tinggi di hari Senin pagi, setelah Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan tentang masalah perdagangan pada hari Sabtu. Pemerintahan Trump takkan menerapkan bea impor atas produk-produk China untuk sementara ini. Sebelumnya, AS berencana mematok tarif atas USD150 milyar produk China untuk menghukum Beijing atas tuduhan praktek dagang tak adil dan pelanggaran hak milik intelektual Amerika.

Pada hari Minggu, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan, perang dagang AS dengan China "ditunda" setelah kedua pihak setuju menarik ancaman bea impor mereka sembari menggarap perjanjian dagang yang lebih luas. Pernyataannya akan memberikan kelegaan bagi investor yang sempat khawatir kedua negara ekonomi terbesar itu berada di tepi perang dagang yang berpotensi melumpuhkan pemulihan global terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang dirilis bersama, China mengajukan rencana untuk menaikkan pembelian barang dan jasa AS secara signifikan, khususnya dari sektor pertanian dan energi. Dalam hal ini, korporasi AS dari sektor-sektor tersebut kemungkinan akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari ekspor ke China, sehingga menghasilkan harga saham yang lebih tinggi.

Kejatuhan yield US Treasury 10-tahunan dari puncaknya pada 3.12%, kemungkinan akan mendorong pasar saham naik dalam jangka pendek. Namun, posisinya yang berada di atas 3% tetap bakal membebani kinerja pasar saham untuk jangka menengah dan panjang.

Indeks S&P 500 dibuka pada level tinggi, sekitar 0.7% di atas harga penutupan sebelumnya. ACY mencatat, walaupun meredanya ketegangan dagang bagus untuk mendorong pasar naik, tetapi Fibonacci Retracement 61.8% menghalangi di atas posisi saat ini, sebagaimana nampak pada grafik Daily. Apabila breakout sukses terjadi nanti, maka akan mengungkap resisten berikutnya yang bertempat pada batas atas Channel yang belum berhasil ditembus sejak akhir Maret.

Grafik S&P500 Daily

7f7be0161d0836a91545fd2ef3408413.png

Menurut RSI (7) dan Stochastic Oscillator, pergerakan saat ini menunjukkan pembalikan (reversal) dari downtrend. Dalam pandangan ACY, hal ini mengindikasikan kelanjutan kenaikan harga pada outlook Weekly.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
GBP/USD Cenderung Turun Hingga Retracement 50.0

Pound Inggris telah mengalami kenaikan tipis setelah merosot dua hari beruntun terhadap Dolar AS. Namun, nampaknya, Pound melanjutkan momentum penurunan setelah beristirahat selama lebih dari sepekan. Harga intraday untuk GBP/USD turun 0.15 persen ke 1.34084 pada pukul 1:00 PM di Sydney.

Outlook mingguan untuk pasangan mata uang ini perlu dipantau dengan mengamati data-data yang akan datang. Menurut Bloomberg News, perkiraan konsensus menyebutkan inflasi akan naik +0.5% dari +0.1% (m/m) dan tetap pada +2.5% (y/y).

Demikian pula, Core CPI diekspektasikan meningkat ke +2.2% dari +2.3% (y/y). Laju inflasi telah dijinakkan lebih cepat dibanding perkiraan para pengambil kebijakan, dan sejalan dengan perlambatan pertumbuhan di kuartal pertama tahun 2018. Dengan begitu, sepertinya Bank of England kini dalam mode menunggu informasi lebih lanjut sebelum memberikan sinyal mengenai perubahan suku bunga berikutnya.

Info penting lainnya adalah GDP kuartal pertama yang akan dirilis hari Jumat. Rilisan kedua GDP Inggris kuartal I/2018 diprediksi akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebanyak +1.2% dalam basis tahunan, sama dengan laporan yang terdahulu. ACY mencatat, hal ini berarti pertumbuhan Inggris tetap pada kondisi terlemahnya sejak 2012. Akibatnya, ada situasi stagflasi mini terjadi.

Outlook Teknikal GBP/USD

Pada grafik Daily, pergerakan harga untuk pasangan ini cenderung memperpanjang penurunan untuk menemui support pada Fibonacci Retracement 50.0%. Namun, karena DXY juga akan menghadapi resisten penting pada Retracement 38.2%, pasangan mata uang GBP/USD bisa reli setelah menyentuh level 50.0% dekat 1.3329.

Grafik GBP/USD Daily

1a40a4fd50493ffd70dbbada2b89b034.png

Performa yang lemah telah mendorong Stochastic Oscillator menurun ke sesi jenuh jual (oversold). ACY menyarankan agar segera setelah Oscillator berbalik ke atas 20, investor mempertimbangkan untuk melakukan buy.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Bisakah Euro Reli Jelang Rilis Data Durable Goods Order?

Euro merosot dahsyat, sekitar 0.7 persen ke penutupan pada $1.16950, level terendahnya sejak pertengahan November. Penurunan tajam disebabkan karena rilis notulen FOMC bulan Mei memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga pada rapat bulan Juni, tetapi tidak mengkonfirmasi apakah setelahnya akan menaikkan satu atau dua kali lagi dalam tahun ini.

Bank sentral masih dalam jalur normalisasi kebijakan moneter, sehingga kemungkinan mendorong indeks Dolar AS (DXY) naik dalam jangka panjang. Oleh karenanya, ACY menilai kita bisa mengharapkan Dolar AS berperforma kuat sepanjang sisa tahun ini.

Inflasi tahunan naik dengan laju 2 persen pada bulan Maret, sesuai dengan target FOMC (komite kebijakan moneter bank sentral AS). Hal ini juga mendorong Fed untuk mematok suku bunga lebih tinggi, guna mendinginkan potensi "overheating" dalam perekonomian. Level harga minyak yang tinggi baru-baru ini telah berkontribusi besar untuk melesatkan CPI.

Outlook Teknikal EUR/USD

Grafik EUR/USD Daily

ae6f28d685d8b4b2fbcdf30cb2a45165.png


Pada grafik Daily, penurunan cepat EUR/USD kemarin telah membawanya keluar dari level terendah sejak 12 Desember, sehingga pasangan ini rentan merosot lebih jauh. Reli hari ini membawa harapan untuk rebound, tetapi menghadapi resisten yang bertempat di level rendah 12 Desember. Apabila EUR/USD gagal tembus ke atas, maka ACY memperkirakan pasangan mata uang ini bisa berbalik untuk menemui support di level harga terendah sejak 7 November.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Dow Bisa Lanjut Naik Meski Trump Batal Bertemu Kim

Dow Jones Industrial Average (DJIA) memangkas penurunan sebanyak 0.2 persen dan ditutup pada 24792.5 poin, setelah Korea Utara mengatakan bahwa mereka masih bersedia berunding dengan Amerika Serikat kapan saja. Sebelumnya, pada hari Kamis (waktu Sydney), Presiden AS Trump memutuskan untuk membatakan pertemuan dengan Kim Jong Un pada tanggal 12 Juni, dengan mengatakan bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk berjumpa dengan komentar-komentar negatif Kim.

Pada sesi perdagangan sebelumnya di hari Kamis, indeks ini sempat menurun serendah 24576.1, setelah Trump menyebut gagalnya pertemuan tingkat tingginya sebagai kemunduran bagi Korea Utara dan dunia, serta menyatakan bahwa militer AS siap jika diperlukan untuk menghadapi konflik di semenanjung Korea.

Price Action pada Dolar AS bergerak mundur dari resisten setelah rilis notulen rapat FOMC. Pada notulen tersebut, para pejabat Fed memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni, tetapi masih menyiratkan nada dovish bagi normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut. DXY diekspektasikan tepat berada pada tren naik, karena kenaikan sebanyak 2 atau 3 kali lagi akan dilakukan sepanjang sisa tahun ini.

Dalam jangka pendek, pasar saham AS akan bergantung pada kemana arah ketegangan AS - Korea Utara bergerak. Trump masih menyimpan harapan bahwa pertemuan 12 Juni di Singapura bisa kembali diadakan atau ditunda ke waktu berbeda, tetapi seorang pejabat administrasi senior meremehkan kemungkinan pertemuan tanggal 12 Juni bisa diadakan sesuai rencana. Di sisi lain, ketegangan dagang dengan China yang nampaknya mereda setelah sebuah pertemuan di Washington, bisa mengantarkan pada kenaikan di pasar saham.

Meski demikian, pada jangka panjang, ACY menilai tren bullish yang diekspektasikan akan terjadi pada Dolar AS bisa membebani pergerakan indeks-indeks saham. Namun, sementara itu, situasi ekonomi, khususnya profitabilitas korporasi, bisa menentukan pergerakan saham.

Grafik US30 4-Hour

77b75d369f841c7aa20221a86ed00207.png

Pada grafik 4-Hour, Dow Jones Industrial Average berkonsolidasi dalam Ascending Price Channel yang dimulai pada 23 Mei dan kian menyempit. Setelah didorong hingga mendekati support pada Fibonacci Retracement 23.6% dekat 24689, ACY memperkirakan indeks akan mengincar level tinggi 14 Mei pada 24956.2. Jika berhasil breakout dari sini, maka akan mengungkap resisten berikutnya pada 25069.7.

Di lain pihak, jika indeks mundur dari 24956.2 dan bergerak ke level lebih rendah dari Disjoint Angle, maka bisa mengungkap support pada Fibonacci Retracement 23.6%.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Euro Melesat Di Tengah Melonggarnya Krisis Politik Italia

Euro reli signifikan dari level terendah 9 bulan dan menetap pada $1.1661 terhadap Dolar AS di hari Rabu, karena kekhawatiran pasar mengenai krisis politik Italia nampaknya mereda.

Presiden Italia Sergio Mattarella mengadakan diskusi informal lagi di Roma bersama Cottarelli dan pimpinan 5-Star Movement, Luigi Di Maio. Intinya, tim pemerintahan teknokrat Cottarelli sudah siap, tetapi ia dan Mattarella memberikan lebih banyak waktu pada partai-partai populis untuk mencapai kesepakatan.

Pertumbuhan ekonomi AS sedikit melamat dengan pertumbuhan pada laju tahunan 2.2 persen di kuartal pertama, karena belanja konsumen meningkat dengan laju terlamban dalam nyaris lima tahun. Namun demikian, ACY mencatat, aktivitas ekonomi sudah mulai menanjak di tengah pengetatan pasar tenaga kerja dan pemangkasan pajak.

Di sisi lain, Jerman menunjukkan kondisi ekonomi tangguh, disinyalkan dengan CPI year-on-year yang lebih baik dibanding ekspektasi di bulan Mei. Data CPI dinyatakan meningkat 2.2 persen, lebih tinggi dibanding 1.6 persen di periode sebelumnya. Tingginya laju pertumbuhan CPI hingga mencapai level tertinggi 15 bulan, membantu mendongkrak inflasi Zona Euro kembali ke target 2 persen.

Data-data juga menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat di Jerman, dengan laju pengangguran lebih rendah pada 5.2 persen; serta pembukaan 11,000 pekerjaan di bulan Mei, setelah kenaikan lapangan kerja sebanyak 8,000 di bulan April.

Grafik EURUSD Daily

35e690900e3cf2378d1df85fad554053.png

Pada grafik Daily, EUR/USD melesat untuk menghapus kemerosotan hari sebelumnya cenderung menunjukkan potensi reversal (pembalikan harga) dengan didukung oleh Fibonacci Retracement 100.0% dekat 1.552 dan melonggarnya ketegangan politik di Italia. Dalam pandangan ACY, kenaikan harga intraday membuat pasangan mata uang ini menghadapi resisten kunci yang bertempat pada low 12 Desember di 1.17164. Breakout dari level ini mengungkap Moving Average 20-Day yang akan dihadapi berikutnya.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Breakout AUD Bisa Sinyalkan Kenaikan Jelang Putusan RBA

Dolar Australia hanya melandai 0.03 persen dan menetap pada 0.75648 terhadap Dolar AS pada hari Jumat. Sementara itu, harga intraday sepanjang hari itu menurun serendah $0.75137 dikarenakan kenaikan Greenback setelah data menunjukkan ketenagakerjaan AS tetap dalam laju pertumbuhan yang tetap sehat.

Data Departemen Ketenagakerjaan hari Jumat menampilkan perekonomian AS menambah 223,000 pekerjaan di bulan Mei, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sekaligus mengantarkan total kenaikan payroll tahun ini ke lebih dari 1 juta. Sementara itu, tingkat pengangguran yang jatuh ke 3.8 persen, menyentuh level terendah sejak April 2000, bergerak makin jauh dari level 4.5 persen yang dipandang bisa berkelajutan dalam jangka panjang oleh para pejabat Federal Reserve. Rerata pendapatan per jam naik lebih tinggi dibanding ekspektasi pada 2.7 persen dibanding setahun lalu, membantu mendorong inflasi naik lebih cepat.

Untuk saat ini, pasar tenaga kerja yang kuat akan terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, dan data memperkuat ekspektasi pejabat Fed akan menaikkan suku bunga. Dalam pertemuan tanggal 12-13 Juni, Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0.15 persen ke batas atas maupun batas bawah kisaran bunga acuan.

Peristiwa penting Australia yang perlu diamati adalah keputusan suku bunga RBA yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, serta Gross Domestic Product yang akan diluncurkan pada hari Rabu. Banyak perkiraan bahwa RBA akan membiarkan suku bunga tetap pada 1.50 persen; sedangkan GDP diprediksi akan mencapai 2.7 persen, lebih tinggi dari 2.4 persen di periode sebelumnya. Oleh karenanya, menurut ACY, jika data aktual sesuai ekspektasi, maka outlook mingguan untuk AUD akan terapresiasi.

Grafik AUD/USD Daily

3ce957543dba0c4bbaef35166dcb3c3f.png

Pada grafik Daily, harga intraday untuk AUD/USD adalah 0.7609 per pukul 2:50 pm di Sydney, sudah tembus dari resisten penting pada Fibonacci Retracement 23.6%. Nantinya, pasangan mata uang ini diekspektasikan naik lebih lanjut untuk menguji resisten lain dekat 0.76494. Apabila terjadi, maka ACY menilai breakout ini akan menyingkap resisten berikutnya di level 38.2%.

Kondisi uptrend yang nampak pada Demarker Oscillator, sebagaimana terlihat pada 0.5474 dan meningkat terus dengan laju cepat, memperkuat kekuatan naik yang membuat AUD/USD lebih pesat.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
NZD/USD Jangka Pendek Kemungkinan Pertahankan Momentum Naik


Pada grafik Daily, NZD/USD melesat setelah berfluktuasi di atas 0.6979 (Retracement 23.6%) selama dua hari, bertepatan ketika perlintasan antara MA20 dan MA5 bersiap-siap mendorong pasangan mata uang ini meningkat. Harga intraday untuk hari ini masih terus meningkat, tetapi nampaknya kesulitan untuk naik lebih tinggi karena ada halangan resisten dekat 0.7059 (Retracement 38.2%).

Apabila NZD/USD gagal untuk breakout ke level yang lebih tinggi, maka sejumlah Retracement bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun demikian, level rendah RSI yang makin tinggi dan peningkatan MACD menunjukkan momentum Bullish bisa jadi berlangsung untuk periode yang lebih lama. Bilamana pasangan mata uang ini terus meningkat, maka bisa jadi ada titik di mana kita perlu berhati-hati. Selain itu, sebaiknya mulai pertimbangkan aksi jual ketika RSI yang berada di area overbought mundur ke 70.


Grafik NZD/USD Daily

8cb1f7cbafcb7e2e50f8743951f1b20c.png

Berpaling ke grafik Daily DXY, kita bisa menemukan adanya divergen RSI negatif dan menunjukkan bahwa momentum kenaikan berkurang. Hal ini mendukung NZD/USD untuk naik lebih lanjut dalam jangka pendek, sesuai dengan prediksi ACY di paragraf sebelumnya.

Selain itu, DXY telah telah bergumul di bawah Fibonacci Retracement 38.2% selama beberapa hari. Artinya, resisten di depan cukup sulit ditembus dan Greenback kemungkinan mundur untuk menemukan support dekat 93.214.

Grafik Indeks Dolar AS (DXY) Daily

53318a250d9b0a39e17cd52f5b07a462.png

Secara keseluruhan, ACY memperkirakan DXY takkan bertahan dalam uptrend pekan ini. Namun, kenaikan dalam jangka panjang kemungkinan berlanjut berdasarkan tangguhnya kinerja ekonomi di Amerika Serikat, sehingga ini kemungkinan membuat NZD/USD tetap di bawah tekanan.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Tren AUD/USD Mingguan Bisa Berbalik Ke Bawah

Sebagaimana sudah dibahas pada artikel sebelumnya, outlook jangka pendek untuk pergerakan harian AUD/USD boleh jadi dihalangi oleh resisten kunci yang bertempat pada high dan low sesi sebelumnya dekat 0.7649. Ternyata ini benar-benar terjadi.

Sejak awal Februari tahun ini, ACY melihat momentum menurun pasangan mata uang tersebut telah terbentuk, meskipun sempat mencuat naik selama nyaris dua minggu. Harga intraday berupaya menanjak lebih tinggi untuk menembus batas atas pada Channel ini. Namun, berdasarkan posisi DXY saat ini yang boleh jadi akan menemukan support pada Moving Average 20, upaya breakout AUD/USD bisa gagal dan kemudian mundur ke 0.7583 (Retracement 23.6%). Selain itu, divergen negatif RSI menunjukkan bahwa momentum penguatan jangka pendek telah sirna.

Grafik 1: AUD/USD Daily

711df1bb124ed42357d29c6cc2516198.png

Terkait dengan pergerakan pada timeframe 1 jam, AUD/USD sedang menguji resisten kunci (Retracement 61.8%) yang pernah sekali menariknya. Namun, sepertinya AUD/USD tak memiliki cukup kekuatan untuk breakout. Potensi kemunduran akan menemukan support pada batas bawah Ascending Channel berwarna biru, sedangkan apabila terjadi breakout maka akan mengungkap level support lainnya pada Fibonacci Retracement 50.0%. Menurut ACY, prediksi penurunan dalam beberapa jam ke depan juga didukung oleh RSI yang tengah menghadapi halangan pada level tinggi sebelumnya.

Grafik 2: AUD/USD 1-Hour

5bd45f9e5aedfc87287da887ed91bf39.png

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Harga Minyak Terus Merosot Karena Stok Menumpuk Di AS

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Juli jatuh 47 sen ke penutupan pada $64.961 per barel pada hari Rabu, level terendahnya dalam nyaris dua bulan; setelah mundur dari rekor tertinggi sejak 2014. Harga minyak menurun lebih lanjut setelah laporan pemerintah AS menampilkan peningkatan stok minyak mentah domestik secara tak terduga.

Menurut Energy Information Administration (EIA), inventori minyak mentah AS meningkat sebanyak 2.07 juta barel pada pekan lalu. Di periode yang sama, stok gasolin meningkat dalam jumlah terbanyak sejak bulan Desember, karena permintaan atas BBM melemah. Peningkatan pada sisi pasokan di Amerika Serikat menekan harga minyak, sedangkan permintaan Pemerintah AS agar OPEC meningkatkan output sebanyak 1 juta barel per hari (bph) juga membebani harga.

Pada grafik Daily, penurunan baru-baru ini telah menekan harga minyak ke Cloud Ichimoku, sehingga membuka peluang berlanjutnya kemerosotan ketika pergerakan harga menembus ke bawah Cloud. Setelah itu, level support kunci dekat level rendah sebelumnya (61.769) akan nampak.

Namun demikian, dalam pantauan ACY,divergen positif RSI memberitahukan hal berbeda. Apabila harga minyak gagal merosot lebih jauh dan mendapatkan dukungan tambahan dari Cloud, maka divergen bullish RSI kemungkinan menggerakkan aksi pembalikan harga (reversal), disertai dengan dorongan potensial dari area oversold.

Grafik WTICOUSD Daily

62964e108cf3ae0b82b1c41f1e55b28a.png

Sementara pada grafik Hourly, harga telah berfluktuasi dalam kisaran antara 65.90 ke 64.20, tempatnya menemukan overlap dengan wilayah antara Fibonacci Retracement 38.2% dan 0.0%. Pergerakan Hourly mundur setelah menguji Retracement 23.6% dan karenanya ACY mengekspektasikannya untuk jatuh selama beberapa jam ke depan menuju low dekat 64.20.

Grafik WTICOUSD 1-Hour

2566fd663601835b8b5fd863baa27959.png

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Outlook USD/CAD Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

Dolar Kanada jatuh ke level terendah mingguan terhadap Greenback, meskipun indeks Dolar AS (DXY) telah mundur selama empat hari beruntun ke 93.39 pada hari Kamis. USD/CAD naik 28 basis poin ke penutupan pada C$1.29709, berupaya menguji resisten dekat 1.2990 yang sempat dihampiri oleh beberapa level tinggi sebelumnya.

Dari perspektif fundamental, kita bisa menyaksikan sejumlah data penting untuk pasar ketenagakerjaan Kanada akan dirilis pada hari Jumat, termasuk perubahan netto lapangan kerja (Net Change in Employment) dan tingkat pengangguran (Unemployment Rate). Angka sebelumnya untuk perubahan netto lapangan kerja jatuh sebanyak 1,1000, sedangkan data serupa pada bulan Mei diprediksi mengalami kenaikan 22,000 serta menunjukkan sinyal positif bagi perekonomia. Sementara itu, tingkat pengangguran diestimasikan berada pada 5.8 persen, sama dengan sebelumnya.

Dari sini, ACY menilai outlook jangka pendek untuk pasangan mata uang ini kemungkinan mundur (pullback) dalam dua hari ini. Resisten teknikal juga meningkatkan peluang tersebut.

Di sisi lain, outlook jangka panjang untuk USD/CAD kemungkinan tetap bertahan dengan sinyal positif, karena DXY telah bergerak dalam channel naik di tengah solidnya performa ekonomi Amerika Serikat, sebagaimana diungkapkan oleh tangguhnya pasar tenaga kerja dan mantapnya inflasi. Performa ekonomi tangguh tersebut telah meningkatkan ekspektasi kalau Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pekan depan. Sejumlah ekonom meyakini bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga dua kali lagi setelah rapat kebijakan tanggal 12-13 Juni guna mencegah terjadinya overheating dalam perekonomian.

Grafik USD/CAD Daily

19a77aff04efad5ccc4d84a851873eb0.png

Dari perspektif teknikal, garis horizontal yang digambarkan dekat 1.2997 dapat dilihat sebagai halangan jangka pendek yang merintangi USD/CAD saat meningkat. Namun demikian, karena pasangan mata uang ini bergerak dalam Ascending Price Channel, maka ACY memperkirakan apabila USD/CAD berhasil tembus level tersebut, nantinya kisaran lebih tinggi antara 1.2997 hingga 1.3120 akan menjadi ruang untuk pertumbuhan berikutnya.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
S&P 500 Lanjutkan Kenaikan Di Tengah Pertemuan Kim-Trump

Pasar saham AS memperpanjang kenaikan di momen pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pimpinan Korea Utara Kim Jong-un, dengan AS yang akan mempertegas kondisi untuk keringanan sanksi terhadap Korea Utara. Pada hari Senin (11/06), S&P 500 naik 0.12 persen dan ditutup di 2782.1, mendekati High awal Maret.

Para investor masih berpandangan positif, meski ada pula kekhawatiran mengenai diskusi Kim-Trump. Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa ia punya firasat "sangat bagus" tentang pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura.

Setelah momen ini, para trader akan mengalihkan fokus pada pandangan beberapa bank sentral terbesar di dunia. Selain itu, rilis data CPI pada hari Selasa (12/06) mengestimasi pertumbuhan 2.7 persen, sehingga bisa memperkuat dorongan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan Kamis dini hari esok (14/06). Faktor ini dapat melemahkan momentum upside pasar saham.

Dalam skala Intraday, harga di awal sesi trading sedikit menguat selama pertemuan Kim-Trump. ACY memperkirakan jika S&P 500 memiliki kemungkinan untuk menembus resistance di sekitar level 2784.4. Apabila berhasil mempenetrasi resistance ke arah atas, maka harga bisa berlanjut menguat dan menargetkan resistance berikutnya di sekitar High 29 Januari (2876.4).

Grafik S&P500 Daily

f98b4b682d6ca7752647c56dcdef9df5.png

Meskipun demikian, sinyal dari Bollinger Bands justru mengindikasikan peluang penurunan, mengingat harga saat ini sudah menyentuh upper band yang juga bisa dianggap sebagai resistance terhadap kenaikan harga. Namun menurut ACY, proyeksi penurunan ini masih perlu dikonfirmasi dengan indikator RSI (RSI periode 7); ketika RSI jatuh di bawah level 70, maka itu bisa menjadi sinyal dimulainya sell-off.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
GBP/USD Masih Bearish Jelang CPI Inggris

Pound sedikit mengurangi penurunan pada sesi trading pagi ini (13/06), sejalan dengan House of Commons yang menolak amandemen Undang-Undang Brexit melalui hasil Voting 324 lawan 298 suara. Amandemen tersebut dimaksudkan untuk memberikan wewenang lebih banyak bagi Parlemen dalam penentuan strategi Brexit yang diatur oleh Perdana Menteri Inggris. Meski demikian, perjuangan GBP/USD kini sudah terhenti, karena Price Action terkini dari pasangan mata uang tersebut menunjukkan adanya penurunan lanjutan.

PM Theresa May telah berhasil menanggulangi perlawanan dari anggota parlemen pro-Uni Eropa di partainya. Keberhasilan ini sekaligus menghindarkan Inggris dari ancaman krisis politik berskala besar. Kini, yang menjadi sorotan adalah ganjaran atas tunduknya para pembelot dan kemungkinan perlawanan lain yang masih membentang di waktu mendatang.

Di waktu yang sama, rilis data CPI Inggris juga akan menjadi fokus perhatian pasar; proyeksi untuk Core CPI bulan Mei relatif stabil. Sinyal pertumbuhan harga yang menjanjikan bisa semakin meyakinkan Bank of England (BoE) untuk menormalisasi kebijakan moeneternya di tahun 2018.

Pada Chart Daily di bawah ini, ACY memproyeksikan Outlook jangka pendek GBP/USD yang tetap mengarah ke downside, dengan garis MA 20 menurun yang tampak menekan harga, dan Relative Strength Index (RSI) yang memperpanjang formasi bearish dari bentukan awal tahun ini.


Grafik GBP/USD Daily

dd9fe7fd0b817f2d002e24834a15ed4f.png

Di sisi lain, Oulook ACY untuk GBP/USD dalam jangka menengah dan panjang tidak terlalu negatif. Kegagalan Close harga di bawah 1.3328 (Fibo Retracement 50.0%) akan mengungkit peluang Rebound, dan potensi reli didukung oleh sinyal beberapa candlestick sebelumnya yang memiliki ekor panjang. Formasi candle itu secara khusus menandakan terciptanya level support kuat di bawah harga.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Harga Minyak Lesu Karena Rusia Berencana Naikkan Produksi

Harga minyak merosot empat pekan beruntun karena Arab Saudi dan Rusia akan berhadapan dengan aliansi produsen minyak mentah lainnya dalam memutuskan apakah akan menaikkan produksi atau tidak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) tumbang 3.98 persen ke penutupan pada harga $64.322 per barel di hari Jumat. ACY mencatat, ini merupakan penurunan terbesar sejak 25 Mei.

Para pejabat Saudi dan Rusia yang ingin melonggarkan batasan kuota output, akan menghadapi penolakan dari Iran, Irak, dan Venezuela pada pertemuan yang diadakan OPEC minggu depan. Rusia kini mendorong agar diijinkan kenaikan produksi dalam jumlah lebih tinggi daripada ekspektasi kami sebelumnya, dan OPEC kini terpecah, kata John Kilduff, seorang partner di Again Capital LLC. Peningkatan produksi nampaknya sudah pasti disampaikan pada rapat OPEC, tetapi pertanyaannya adalah seberapa banyak peningkatan akan dilakukan.

Pada grafik Daily, tren WTI telah berbalik menjadi downtrend, setelah reli selama dua minggu terakhir. Pergerakannya terhalangi oleh Moving Average 20-Day dan kemudian tembus Cloud Ichimoku, sehingga bisa memicu penurunan lebih jauh. Pergerakan harga saat ini jatuh ke level support di sekitar 63.7 (Retracement 61.8%), hal mana bisa menciptakan persimpangan yang dapat membuat harga reli atau justru makin merosot.

Grafik WTICOUSD Daily

09f0ae898c42d60b9739f320f0ef5e1a.png

Apabila kita lihat pada angka RSI (7) yang telah menjadi flat selama tren menurun, maka ACY menilai ada potensi harga akan rebound dalam jangka pendek.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Forecast Dolar Aussie: AUD/USD Diseret Konflik AS-China

Dolar Australia tumbang ke bawah 74 sen terhadap Dolar AS pada hari Selasa untuk pertama kalinya dalam setahun, di tengah memburuknya konflik dagang antara AS dan China, partner dagang terbesar Australia. Kemerosotan ke level terendah tahun ini dapat membuka peluang penurunan lebih jauh lagi hingga 70 sen karena perlambatan ekonomi China dan rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve. Namun, penggerak sesungguhnya adalah sejauh mana konflik perdagangan antara AS dan China akan berkembang.

Pasar saham global tumbang setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan bea impor lagi atas $200 Milyar barang-barang asal China untuk menanggapi bea impor balasan yang diumumkan Beijing atas $50 Milyar produk AS. Namun, faktanya hampir setiap kali Trump mengarahkan senjata dagangnya pada negara lain, Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya.

ACY mencatat, Aussie menghadapi tekanan lebih banyak karena divergensi kebijakan mengakibatkan yield obligasi Australia jatuh ke level yang lebih rendah dibanding US Treasury. US Treasury 10-tahunan berada pada 2.87 persen, sedangkan obligasi Australia dengan maturitas serupa jatuh 5 basis poin pada hari Selasa. Penurunannya bisa berlanjut hingga 50 basis poin pada tahun 2019 di tengah melebarnya divergensi kebijakan moneter antara bank sentral AS dan Australia.

Di samping selisih suku bunga, ada beberapa faktor lain yang akan membuat outlook Aussie dalam jangka panjang tetap bearish. Salah satunya adalah perkiraan kalau RBA bakal mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah, setidaknya hingga pertengahan tahun depan. Selain itu, ada pula faktor perlambatan pertumbuhan pinjaman lokal di Australia. Grafik berikut ini menunjukkan bahwa para manajer investasi juga mulai berbalik bearish, sesuai laporan Bloomberg.

Grafik 1. Pergeseran Posisi Short pada AUD/USD

da09e8fae04e55349254c57fcb2481a0.png

Secara teknikal, grafik DXY Daily masih dalam pergerakan bullish untuk periode jangka panjang. Konflik dagang yang memburuk kemungkinan mendorongnya naik ke atas resisten dekat 94.990 dan menguji Retracement Fibonacci 50.0% (95.990) dalam dua minggu mendatang. Ada divergen RSI negatif yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai memudar, tetapi ACY menilai unggulnya perekonomian AS cenderung mendukung pertumbuhan jangka panjang bagi Greenback.

Grafik 2. USD Index Daily

64c9a46190d431c38986eec7a2a98919.png

Pada grafik Daily, serentetan lower-lows bisa terus menekan AUD/USD, dengan penutupan di bawah level low hari Selasa (0.73467) meningkatkan risiko pembalikan ke level support dekat 0.7310. Di sisi lain, apabila pergerakan gagal menurun lebih jauh, maka akan membentuk RSI positif yang membuka potensi pembalikan jangka menengah bagi pasangan mata uang ini untuk menguji rintangan dekat 0.7532 (Retracement 61.8%).

Grafik 3. AUD/USD Daily

26eda3e6c04488d1b6edc8f6006a1828.png

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Aussie Tetap Jatuh Meski Profit Industri China Bagus

Dolar Australia selip sedikit pada hari Rabu, setelah dirilisnya kabar bahwa keuntungan industri China tetap tinggi pada bulan Mei, meski agak melambat dibanding bulan sebelumnya.

Data-data resmi dari pemerintah menunjukkan bahwa keuntungan industri China mengalami kenaikan 21.2 persen dalam tahun ini, hanya sedikit lebih rendah dibanding kenaikan 21.9 persen pada bulan April. Data-data China terbaru juga mengindikasikan bahwa perekonomian tetap sehat memasuki paruh kedua tahun 2018. Namun, peningkatan kecemasan mengenai konfrontasi dagang dengan Amerika Serikat dan utang banyak perusahaan China, membayangi negeri ekonomi terbesar dunia kedua tersebut. Para investor boleh jadi diyakinkan oleh rilis data keuntungan industri yang tetap prima, tetapi masih akan menantikan apakah dapat bertahan hingga akhir tahun dan lebih dari itu.

Pada grafik Daily, AUD/USD tetap bergerak dalam downtrend yang melingkup sebagian besar perdagangan tahun ini. Aussie menderita akibat keyakinan pasar bahwa suku bunga domestik akan mandek pada rekor terendah hingga jauh setelah tahun 2019, sementara Federal Reserve AS terus mengetatkan kebijakan moneter mereka.

Latar belakang yang suram itu diperparah oleh tajuk-tajuk mengenai konflik dagang yang cenderung mengurangi minat risiko pasar, dan sebagai konsekuensinya, menyusutkan daya tarik Aussie. ACY mencatat, AUD/USD kini berada pada rekor terendah yang terakhir kali dicapai pada Mei 2017.

Grafik AUD/USD Daily

b75e0b0c9e165101f094bdcfaf0f10c6.png

Kebijakan moneter pekan depan dari Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan hanya akan menggarisbawahi rendahnya urgensi kenaikan suku bunga. Menurut ACY, hal ini dapat membuat pasangan mata uang AUD/USD merosot lebih lanjut.


Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
NZD/USD Kian Menurun Karena Suku Bunga Tak Berubah
Dolar New Zealand telah mengalami penurunan besar terhadpa Greenback sejak pertengahan April. Pasangan mata uang ini jatuh secara dramatis menjelang keputusan suku bunga, sekitar 0.48% ke $0.67524 pada hari Kamis.

Reserve Bank of New Zealand tak memberikan kejutan pada pasar, karena mempertahankan Official Cash Rate tetap pada rekor terendah 1.75%, setelah terakhir kali dilakukan pemangkasan sebanyak 25 basis poin dari 2.00% pada bulan November 2016. Sejak saat itu, RBNZ masih relatif dovish, dan dihadapkan pada sejumlah data positif mengenai perdagangan dalam pekan ini.

Meskipun data perdagangan positif, RBNZ menyampaikan pernyataan yang relatif dovish dengan dirilisnya keputusan suku bunga mereka, dikarenakan adanya sejumlah kekhawatiran mengenai berlanjutnya ketegangan mengenai perdagangan antara AS dan China. Ketegangan tersebut memperburuk outlook pertumbuhan global dan memicu RBNZ untuk mempertahankan suku bunga rendah dalam tempo cukup lama.

Sedangkan terkait dengan gambaran yang lebih luas, ACY mencatat Kiwi memperpanjang penurunan yang telah dimulainya sejak pertengahan April. Pertumbuhan ekonomi New Zealand melambat ke 2.7% dari 2.9% dalam tiga bulan terakhir di tahun 2017. Selain itu, kenaikan bertahap suku bunga AS bisa jadi memicu pullback NZD/USD dalam jangka panjang.

Outlook teknikal NZD/USD yang lebih luas telah berada dalam tren menurun sebagaimana digambarkan dengan garis biru. Namun, nampaknya pasangan mata uang ini akan bertolak naik lagi (rebound) dalam jangka pendek, karena sudah mendekati batas bawah Channel. Apabila NZD/USD sukses reli, maka akan menghadapi resisten penting dekat level rendah yang tercipta di pertengahan Mei pada 0.6851. Namun jika tidak, maka breakout akan memicu penurunan lebih lanjut setelahnya.

Grafik NZD/USD Daily

502070b9221b5c8fba03635adb5ea241.png

Divergen positif yang ditunjukkan oleh RSI dan MACD memberitahu kita bahwa ada lebih banyak peluang untuk reli dalam jangka pendek. Menurut ACY, hal ini merupakan peluang menarik bagi investor jangka pendek.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
EUR/USD Mundur Ketika Perang Dagang Trump Tiba

Euro reli secara signifikan terhadap Dolar AS untuk menghapus kemunduran sebelumnya, hingga naik sebanyak 1 persen ke $1.16827 pada hari Jumat. Dalam dua pekan terakhir, ACY mencatat pasangan mata uang ini terhuyung-huyung di kisaran antara 1.171 dan 1.151, serta cenderung tertekan selama beberapa waktu.

Pasangan mata uang EUR/USD mengalami pullback pada hari Senin pagi, setelah Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan tarif impor balasan atas barang-barang AS senilai $30 Milyar. Jumlah tersebut mencakup sekitar 19% dari total ekspor Amerika Serikat, apabila AS bersikukuh mempertahankan keputusannya untuk memajaki mobil-mobil dari Eropa.

Ada sejumlah peristiwa penting yang akan dirilis minggu ini. Menjelang rilis data pada hari Senin, para ekonom memperkirakan industri manufaktur AS bakal terus bertumbuh dengan laju sehat pada bulan Juni. Sementara itu, data Payroll AS akan dipublikasikan pada hari Jumat, dengan estimasi kenaikan 195,000; lebih rendah dibanding data periode sebelumnya.

Chart 1: EURUSD Daily

fd12bc58fd183b49cc3b5d6c6139bb2f.png

Secara teknikal, EUR/USD kini bergerak di sekitar level terendah dalam setahun, dan kemungkinan akan terus bergumul di situ dalam pekan ini. Apabila pasangan mata uang ini berhasil tembus level terendah sebelumnya dekat 1.151, maka penurunan lebih lanjut dapat disaksikan oleh investor. Namun demikian, RSI yang positif menunjukkan potensi pembalikan harga (rebound). Menurut ACY, arah selanjutnya perlu dikonfirmasi oleh breakout berikutnya.

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
USD/CAD Bisa Reli Jelang Temu Level Support
Dolar Kanada terus menguat, setelah data menunjukkan PMI Manufaktur Markit untuk bulan Juni meningkat ke 57.1 dari 56.2 pada bulan lalu, serta China meyakinkan bahwa Yuan takkan digunakan sebagai senjata dalam perang dagang. ACY mencatat, CAD rebound signifikan setelah Greenback melesat selama dua minggu sebelumnya, dan memperpanjang penguatan hingga 0.35 persen ke penutupan pada C$1.31372.

Menurut IHS Markit, indikator pengukur aktivitas manufaktur di Kanada meningkat ke 57.1 pada bulan Juni, level tertinggi sejak data mulai disusun pada akhir 2010. Rekor tinggi ini menandakan perekonomian Kanada masih dalam fase ekspansi, sehingga memicu pembalikan arah nilai tukar mata uangnya dalam jangka pendek.

Grafik 1. Pergerakan CAD Dibandingkan Selisih Yield Obligasi 2-Tahunan AS Dan Kanada.

c0b4f734f2f7ae100947efe0667792c3.png

Menurut Bloomberg, pelebaran selisih yield antara obligasi pemerintah 2-tahunan Amerika Serikat dan Kanada telah terus menerus menekan Loonie selama tempo cukup lama. Di sisi lain, ada probabilitas sebanyak 84% rapat bank sentral Kanada (Bank of Canada) pada 11 Juli mendatang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

12d3f350105ac01c0edae53291befbcb.png

Pada grafik Daily, USD/CAD tepat berada di depan level Support yang bertempat pada level tinggi (high) yang terakhir dicapai pada 19 Maret. Level Support tersebut bisa membatasi antusiasme bullish CAD dalam jangka pendek. Sebuah rebound dapat mengantarkan pasangan mata uang ini ke batas atas Ascending Channel. Namun, bila tidak ada rebound, maka ACY menilai breakout dapat mendorong penguatan CAD lebih lanjut (penurunan USD/CAD).

Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
 
Back
Top