Cerbung: Dia

Bls: Cerbung: Dia

Damon sendiri.. Entah bagaimana mengatakannya. Ia.. seolah berada di satu dunia. Di mana hanya ada dirinya dan Ara. Ia terus berbaring di sisi Ara. Hanya beranjak untuk makan, minum, dan mandi. Lalu kembali berbaring di sisi Ara. Begitu seterusnya.
Sebulan, dua bulan, tiga bulan, lalu empat, lima, dan, enam bulan. Ia tetap tidak berubah. Wajahnya yang semula halus dan bersih, kini mulai tumbuh kumis dan jenggot. Rambutnya yang hitam cepak, mulai gondrong. Badannya semakin kurus. Ia tidak pernah bicara pada siapa pun.. kecuali pada Ara.
Damon: "Sayang, kamu terlalu cantik di dalam sana.."
Itu alasan Damon, saat dulu menjamin Ara bebas dari penjara.

Sebagai ibu, Novia tidak tega melihat kondisi kedua anaknya.
Novia mendekati Damon yang sedang ngobrol dengan Ara. Ia coba menegur.
Novia: "Damon.."
Seketika itu, Damon langsung diam dan mematung.

Hingga tiba sebuah senja yang memecah keheningan duka..
 
Bls: Cerbung: Dia

Dokter Iqbal seperti biasa memeriksa kondisi Ara. Ia tampak terkejut, saat melihat aliran infus di punggung tangan Ara menimbulkan bengkak. Ia memeriksa denyut nadinya, denyut jantungnya, dan pergerakan bola matanya. Disaksikan semua orang. Gunawan, Novia, Irani, Ray, Bimo, Anton, Nindy, dan Sofi.
Iqbal: "Dari.. kondisinya.. Nona Ara.. sejak semalam.. sudah tiada.."
Sontak, semua orang.. pecah tangisnya. Ara menghampiri Ara.
Ray: "Ara..!! Bangun, Ra..!! Bangun..!!"
Sebagian juga menghampiri Damon. Ingin membantunya untuk tabah. Tapi.. Damon seperti biasa.. tak bergeming. Matanya tanpa berkedip menatap Ara yang telah tiada. Setitik air mata menetes dari kedua bola matanya. Dalam hati.. ia berbisik..
Damon: "Sampai jumpa di surga, Ara.."
 
Bls: Cerbung: Dia

Damon..
Membiarkan DIA pergi dengan tenang, dalam damai. Tanpa perlu tau tentang pahitnya kebenaran jati diri..
Damon..
Membiarkan DIA pergi dengan beribu ketulusan cinta kasih dan sayang yang senantiasa menyertai..
Damon?.
Dalam hatinya yang amat sangat dalam, telah menjanjikan sebuah waktu kepada DIA, akan melanjutkan keluarga kecilnya yang bahagia itu.. di surga.

Sebulan.. dua bulan.. hingga tiga bulan berikutnya.. waktu berjalan tanpa jeda.
Damon tersenyum. Ia tersenyum pada setiap orang yang ada di depan matanya. Ia berjalan keluar dari apartement, dengan mengenakan pakaian rapi, dan bersih. Ia tampan sekali.
Novia: "Kamu mau ke mana, Sayang?"
Damon tersenyum. Ia terus berjalan. Ketika hendak menyeberang jalan saya, ia menoleh pada mamanya, dan tersenyum. Lalu, sambil memejamkan mata, ia menembus ramainya jalan raya.. menuju ke sisi wanita yang paling ia cintai, dan telah menunggu.. di Surga..


T A M A T
 
Bls: Cerbung: Dia

Bila langit tak berhati nurani
Dan ku melagukan puisi
Saat air mata menghujani mimpi
Melihat angin menari-nari

Salahkah bila hati ini jatuh cinta
Kepada seseorang yang tak semestinya
Ku tak pernah menduga
Tak ada rencana
Mengalir begitu saja..

Aku manusia
Bukan berhati baja
Aku pun bisa jatuh cinta
Aku manusia
Juga punya cinta
Aku pun ingin bahagia

Mungkin benar ku salah
Namun ku hanya bisa pasrah
Ku serahkan semua padaNya
Aku tak mau bersandiwara..
 
Bls: Cerbung: Dia

sungguh2 menyentuh....!!
nangis Q mba...!!

haru biru...
pokoke keren...!!!


tp ko`nma dokter n nmanya kelly...
jd pake nma Q ccc....!!

g papalah...!!
numpang tenar lewat tulisannya mba Kalin...!!

buat cerpen lagi yaa...!!

Q tunggu yg selanjutnya,,..
 
Bls: Cerbung: Dia

sungguh2 menyentuh....!!
nangis Q mba...!!

haru biru...
pokoke keren...!!!


tp ko`nma dokter n nmanya kelly...
jd pake nma Q ccc....!!

g papalah...!!
numpang tenar lewat tulisannya mba Kalin...!!

buat cerpen lagi yaa...!!

Q tunggu yg selanjutnya,,..


wahahahaha iya.. dr. Iqbal :D

nih baca yang: The Rose
 
Back
Top