Main Saham Online Kini Lebih Menyenangkan di Lautandhana Online Trading | LOTS

Bursa Hari Ini Friday , 18 Mar 2016

Market Movement


Seharian menguat, IHSG ditutup pada level 4.885,7 atau naik 0,5% pada perdagangan hari Kamis kemarin, terutama berkat penguatan saham-saham tambang yang dipicu tren penguatan harga-harga komoditas. Investor asing tak ketinggalan melakukan aksi beli, dengan nilai beli bersih mencapai Rp374,2 miliar di seluruh pasar. Dari 10 indeks sektoral, hanya saham-saham sektor consumer yang melemah, sementara seluruh indeks sektoral lainnya menguat, seperti saham tambang, aneka industri, dan properti. Nilai tukar Rupiah terhadap USD juga ikut menguat cukup tinggi yaitu 1,4% ke Rp13.075. Sore kemarin, RDG BI mengumumkan penurunan BI rate menjadi 6,75% sejalan dengan terbukanya ruang pelonggaran moneter, terjaganya makro, dan menurunkan tekanan inflasi di 2016. Penurunan BI rate ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menjadi sentimen positif bagi pasar. Sehingga, kami memprediksi IHSG menyambut akhir pekan ini masih berpotensi menguat.

Global Update

Pasar saham AS masih melanjutkan penguatan berkat nilai tukar USD yang melemah yang mendorong harga komoditas, serta harga minyak mentah yang menyentuh titik tertingginya tahun ini ke level US$40,2 (+4,5%) dipicu optimisme bahwa negara produsen minyak akan menahan laju produksinya ke tingkat yang sama seperti di Januari 2016. Indeks Dow Jones, S&p500 dan Nasdaq kompak positif, masing-masing ditutup pada level 17.481,5 (+0,9%), 2.040,6 (+0,7%), dan 4.775,0 (+0,2%).

Economic Update

BI Rate Turun 25bps


Ø Ekonomi global: kebijakan suku bunga negative di Jepang dan Uni Eropa
Ø Neraca perdagangan RI surplus US$ 1,15 miliar di Februari
Ø Derasnya capital inflow dorong penguatan Rupiah
Ø Inflasi yang rendah di bulan Februari 2016
Ø Solidnya system ketahanan perbankan nasional

News Highlights

Ø Pendapatan Turun, Laba INTP Tergerus 17,6%
Ø Pacu Kinerja, SMGR Bentuk Semen Indonesia Aceh
Ø Perkuat Modal, BTEK Gelar Rights Issue
Ø KRAS catat kerugian sekitar US$ 320,03 juta
Ø KRAS siapkan capex US$ 403 juta
Ø KAEF siap lunasi utang MTN Rp 200 miliar
Ø PGAS cetak laba US$ 401,19 juta di 2015

INAF mulai merasakan dampak depresiasi rupiah

sumber
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 21 Maret 2016

Rally indeks bursa saham global, tembusnya harga minyak mentah dilevel US$40 per barrel dan kembali masuknya aliran dana asing ke bursa saham domestik berhasil mengangkat sentimen IDX dengan naiknya IHSG kelevel psikologis 4900. Meski belum berhasil ditutup diatas level 4900, pencapaian tersebut telah cukup baik karena kenaikan harga saham terjadi cukup merata dihampir seluruh sektor dan seluruh lapisan saham.

Namun demikian reaksi pasar terhadap keputusan Bank Indonesia yang kembali menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 6,75% tidak begitu menggembirakan, terutama untuk saham-saham sektor properti yang seharusnya sensitif dengan isu ini. Tidak semua saham properti menguat atau hanya mengalami kenaikan harga yang tipis sehari setelah BI Rate diumumkan turun.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini:
selengkapnya
 
Bursa Hari Ini Monday , 21 Mar 2016
Market Movement


Menutup perdagangan bursa pekan kemarin, IHSG menguat tipis 0,02 poin ke level 4.885,7. Tercatat dana investor asing masuk dan melakukan net buy sebesar Rp747,6 Miliar.Perdagangan saham secara keseluruhan tercatat sangat ramai dengan transaksi tembus Rp 7,9 triliun. Penguatan tertinggi terjadi di sektor aneka industri disusul sektor perdagangan sedangkan pelemahan tertinggi terjadi di sektor pertambangan.Bursa regional kembali menghijau di perdagangan kemarin. Pada perdagangan hari ini, kami memprediksi jalannya bursa akan cenderung menguat di perdagangan awal pekan ini.

Global Update

Bursa AS kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan akhir pekan kemarin ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia dan seiring dengan kenaikan sektor perbankan dan energi di AS.Indeks Dow Jones naik 0,7% ke 17.602,3,indeks S&P 500 naik 0,4% ke 2.049,6 dan indeks Nasdaq naik 0,4% ke 4.795,6.Sementara itu, bursa Eropa ditutupmixed dimana bursa acuan Stoxx tutup pada level 3.059,8naik 0,5% dan FTSE 100 tutup turun 0,2%padalevel 6.189,6.

News Highlights

Ø INTP Siapkan capex Rp2,3 T
Ø Hindari kerugian, MDKA lakukan hedging
Ø MDLN mulai bangun hotel di Cikande
Ø Garap PLTU, TINS incar pinjaman bank
Ø Tambah outlet, ERAA fokus Mega Store dan iBox
Ø VIVA akan refinancing utang senilai USD166 juta
Ø KRAS Perkuat Bisnis Nonbaja
Ø TURI Siapkan Capex Rp100 miliar
Ø Sillo IPO 1H16
Ø Pebisnis Minta Relaksasi Kebijakan Perikanan
Ø BI prediksi pertumbuhan ekonomi 2Q16 di kisaran 5,2%-5,3%
Ø Utang Luar Negeri RI capai US$ 308 miliar

sumber
 
Bursa Hari Ini Tuesday , 22 Mar 2016

Market Movement


Mengawali pekan ketiga di bulan Maret, IHSG ditutup datar ke level 4.885,2 di tengah mixed-nya pasar global dengan nilai transaksi yang berjalan relatif sepi. Investor asing kembali tercatat di posisi beli bersih dengan nilai mencapai Rp368 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral melemah, terutama saham-saham industri dasar sementara saham infrastruktur mengalami penguatan paling tinggi. Nilai tukar Rupiah terhadap USD di awal pekan ditutup melemah tipis ke level Rp13.152,0. Hari ini, IHSG berpotensi menguat di tengah rilis kinerja keuangan 2015 menjelang akhir Maret.

Global Update

Pasar saham AS di awal pekan menguat tipis, dengan saham-saham sektor bioteknologi dan healthcare memimpin penguatan seiring dengan optimisme pasar akan kebijakan moneter the Fed yang akan terus menopang pertumbuhan ekonomi global serta positifnya harga komoditas. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq kompak naik, masing-masing ditutup pada level 17.623,9 (+0,1%), 2.051,6 (+0,1%), dan 4.808,9 (+0,3%). Sementara itu, bursa saham Eropa melemah terseret negatifnya saham-saham energi dan tambang, seperti Total SA dan Arcelor Mittal. Indeks Stoxx50 turun 0,4% ke level 3.048,8 dan FTSE 100 turun super tipis 0,1% ke level 6.184,6.

News Highlights

Ø Laba Bersih TCID Melonjak 209,7%
Ø Laba Bersih LINK Naik 14,67%
Ø GJTL bidik pendapatan tumbuh 10%-15% tahun ini
Ø Konsesi jalan tol JSMR telah mencapai 1088 km
Ø SMGR Siap Tarik Pinjaman Rp2 triliun

BTEK akan Rights Issue Rp5,3 tirliun

sumber
 
Bursa Hari Ini Wednesday, 23 Mar 2016

Market Movement


IHSG ditutup melemah 0,6% turunke level 4.856,1. Investor asing nampak berhati-hati dalam jalannya perdaganan bursa kemarin sehingga mencatat net foreign sell sebesar Rp 269,4 miliar. Indeks sektoral berjalan mixed dimana penguatan dipimpin oleh sektor perkebunan, pertambangan, industri dasar dan aneka industri serta pelemahan dipimpin oleh sektor konsumer, properti dan infrastruktur. Pada perdagangan hari ini, kami memprediksi jalannya bursa akan cenderung melemah ditengah isu global atas peristiwa bom Brussel di Belgia.

Global Update

Bursa AS ditutup melemah menyusul insiden bom Brussel di Belgia. Investor nampak mengalihkan investasinya keluar dari pasar saham.Kekhawatiran ini mendominasi penurunan namun berkat kenaikan saham di sektor kesehatan bursa AS tidak jatuh terlalu dalam. ndeks Dow Jones turun 41,3 poin (0,23%) ke 17.582,57. Indeks S&P 500 turun 1,8 poin (0,09%) ke 2.049,8. Dan indeks Nasdaq naik tipis 12,79 poin (0,27%) ke 4.821,66.Sementara itu, bursa Eropa ditutupmenguat terbatas dimana bursa acuan Stoxx tutup pada level 3.051,2naik 0,1% dan FTSE 100 tutup turun 0,1%padalevel 6.192,7.

News Highlights

Ø CINT alokasikan capex Rp 33 M
Ø Laba MPPA menurun 67,1% YoY
Ø WIKA setor Rp 4 T untuk proyek kereta cepat
Ø NIRO rencanakan akuisisi 10 MAL dengan nilai Rp1,5 T
Ø MDLN Rilis 4 Cluster di 2Q16
Ø PPRO Rilis surat utang Rp900 miliar
Ø SMBR Incar Pertumbuhan Laba 16%
Ø Pabrik Semen Slag Beroperasi Akhir Tahun
Ø Menhub tolak wacana revisi UU transportasi
Ø Pengenaan Cukai Bagi Produk Plastik akan Bebani Industri
Ø Pemerintah akan menurunkan anggaran 2016.
Ø BI jaga agar rupiah tidak terlalu menguat
Ø CAD tahun ini diproyeksikan 2,5% dari PDB

Yield Sukuk Global Tinggi Demi Cegah Capital Outflow

sumber
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 28 Maret 2016

Menjelang libur panjang akhir pekan, IHSG melanjutkan koreksinya yang kali ini melibatkan lebih banyak saham-saham lapis kedua dan ketiga dengan penurunan yang signifikan. Hal ini tidak lepas dari penurunan harga minyak mentah dan komoditas lainnya seperti nickel, timah dan gold. Alhasil saham-saham sektor tambang dan energi seperti ADRO, PTBA, INCO, ANTM dan ELSA harus ikut terkoreksi 2% hingga 4%. Adapun saham konsumer juga masih cenderung melemah walau moderat.

Beberapa saham yang menahan indeks dari penurunan yang lebih dalam adalah ISAT, JSMR, SCMA, TLKM dan LPKR. Saham ISAT yang baru saja merilis laporan keuangan full year 2015 dengan kerugian yang menurun mendapat respon positif dari pasar. Sementara TLKM rebound dari koreksi signifikan sehari sebelumnya setelah pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif interkoneksi yang lebih rendah dari perkiraan semula, yaitu 10% vs 50% ekspektasi awal.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini:

sumber
 
Bursa Hari Ini Monday , 28 Mar 2016

Global Update


Positifnya data GDP AS di 4Q15 sebesar 1,4% YoY diatas ekspektasi ekonom sebesar 1% YoY mendorong perdagangan bursa regional akhir pekan cenderung bergerak mixed dimana indeks Nikkei 225 naik 0,7% dan Shanghai naik 0,6%, sedangkan indeks STI dan KLSE terkoreksi masing-masing 1,2% dan 0,7%. Adanya serangan bom bunuh diri di Brussel, Belgia dan Lahore, Pakistan mendorong munculnya kekhawatiran para pelaku pasar sehingga mengkontribusikan pergerakan mixed bursa regional tersebut.

News Highlights

Ø RUPST LPKR bagikan dividen Rp 3,51 per saham
Ø TOTL bukukan laba bersih 2015 Rp 191,4 miliar
Ø Rights Issue KAEF Belum Jelas
Ø Fitch Turunkan Outlook SMAR
Ø ISAT Turunkan Porsi Utang Valas Menjadi 10-15%
Ø PPRO Tambah Landbank
Ø ICBP Tumbuh 5,7% Sepanjang 2015
Ø Tahun 2015, laba bersih IDPR naik 21,11% YoY
Ø TBIG cetak laba Rp 1,42 triliun
Ø Pemerintah ajukan cadangan penyangga minyak nasional di APBN-P 2016
Ø Pemerintah tunda rencana Holding Farmasi tahun ini

sumber
 
0904.jpg


Free Seminar "Day Trading: Trading Saham Tanpa Beban" 09 April 2016

Trading for A Living, Day Trade, High Speed Trading, Tektok, Nyopet, atau apapun Anda menyebutnya, terdengar ringan dan mudah namun kadang sulit dalam pelaksanaannya. Kurangnya persiapan dan minimnya pengetahuan serta kedisiplinan seringkali membuat Anda terjebak menjadi “investor jangka panjang.” Padahal Anda awalnya hanya berniat trading jangka pendek saja. Free seminar "Day Trading: Trading Saham Tanpa Beban" akan membantu Anda mempelajari hal-hal apa saja yang perlu disiapkan dan diketahui untuk memulai Day Trading dengan profit yang konsisten. Seminar diadakan pada:

Hari : Sabtu
Tanggal : 9 April 2016
Pukul : 09.30 – 11.30 WIB
Tempat : Kantor Pusat PT. Lautandhana Securindo Wisma Keiai Lt. 15 . Jl. Jend. Sudirman Kav. 3, Jakarta

Objektif :

> Menata workspace sistem online trading yang ideal untuk Day Trading, apapun OLT Anda;
> Menggunakan analisis teknikal yang tepat untuk Day Trading;
> Mengumpulkan informasi & berita yang dapat memicu kenaikan harga saham seketika;
> Memanfaatkan tools LOTS untuk mengevaluasi hasil Day Trading Anda;
> Bagaimana fitur CHAT & TRADE membantu Anda pertajam Day Trading;

Peserta :

> Masyarakat / publik yang ingin mengetahui cara trading saham jangka pendek;
> Investor pemula dengan orientasi investasi jangka pendek;
> Investor yang ingin berinvestasi saham tanpa dibebani rasa khawatir dan was-was.

Mengingat terbatasnya tempat, maka kami mohon agar keikutsertaan Anda dalam seminar ini dapat dikonfirmasikan kepada kami dengan cara mem-forward email ini ke cs@lots.co.id dan cantumkan data berikut:

- Nama Lengkap :
- No Telepon : (untuk konfirmasi kehadiran)
- Email :

Demikian undangan kami, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
 
Bursa Hari Ini Friday , 01 Apr 2016

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin kembali ditutup menguat sebesar 0,6% di level 4.845,4 ditengah perdagangan yang berfluktuatif. Investor asing tercatat agresive melakukan aksi beli saham terutama saham-saham sektoral perkebunan dan aneka industri, sehingga membukukan transaksi net buy senilai Rp 411 miliar. IHSG akhir pekan ini kami perkirakan bergerak fluktuatif dengan potensi terjadi koreksi sejalan dengan pergerakan koreksi bursa regional pagi ini.

Global Update


Bursa As dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup kompak terkoreksi akibat meningkatnya data pengangguran AS sebanyak 11.0000 mencapai sebanyak 276.000 di bulan Maret 2016, dibandingkan dengan ekspektasi ekonomi sebanyak 265.000. Disisi lain, konsultan global, Gray & Christmas menyatakan telah terjadi 48.207 phk di AS pada bulan Maret 2016, turun 21,7% dibandingkan data bulan Februari 2016. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup terkoreksi terbatas masing-masing pada level 17.685,1 dan 2.059,7. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan Dj Euro Stoxx ditutup turun masing-masing sebesar 0,5% dan 1,3%.

Result Update

RALS – NETRAL TP Rp 800/saham

Ø RALS cetak penjualan Rp 7,8 triliun
Ø RALS siapkan capex Rp 300 miliar
Ø Netral TP Rp 800 per saham

News Highlights

Ø ANTM dan Freeport garap anode slime
Ø ANTM alokasikan capex sebesar US$ 160 juta
Ø Laba SHID 2015 Rp 150 juta
Ø MLPT bagikan dividen Rp 13,125 miliar
Ø Rugi bersih NIRO 2015 turun 82% YoY
Ø CSAP taregtkan penjualan Rp 8,5 triliun
Ø MLPT Siapkan Capex Rp337 miliar
Ø BI prediksikan Maret terjadiinflasi 0,3%

sumber
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 4 April 2016

IHSG rebound dari koreksi yang terjadi pekan sebelumnya dengan dukungan aliran dana asing yang kembali masuk bursa domestik. Kembalinya kepercayaan pemodal dipicu oleh pidato Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengatakan membaiknya data inflasi dan manufaktur Amerika bukan jaminan kenaikan suku bunga Fed Fund rate karena The Fed masih mengacu pada pelambatan ekonomi global, ketidakpastian China dan masih tertekannya harga komoditas.

Harga minyak mentah sempat rebound ke level $40 per barrel namun ditutup turun tajam dibawah $37 per barrel pada akhir pekan setelah data cadangan minyak Amerika terus menanjak ke level tertinggi barunya dan naiknya produksi minyak Rusia, mengabaikan wacana pembekuan produksi yang sempat disepakati sebelumnya bersama Arab Saudi dan Venezuela.

Dari dalam negeri, sentimen pasar juga terdorong oleh keluarnya paket kebijakan ekonomi XI yang menguntungkan sektor farmasi dan properti, rendahnya inflasi Maret dan penurunan harga BBM bersubsidi yang akan menjaga laju inflasi tetap rendah setidaknya hingga akhir tahun 2016 nanti. Pemerintah juga telah memberikan jaminan bahwa harga BBM tidak akan naik hingga September mendatang.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini:

selengkapnya
 
Bursa Hari Ini Tuesday , 05 Apr 2016

Market Movement


Di awal pekan IHSG ditutup stagnan di level 4.850,2 setelah sepanjang hari berada di zona merah. Saham-saham perkebunan, konsumer, dan perdagangan menjadi sasaran aksi jual dan memimpin pelemahan di pasar, sementara saham-saham tambang, industri dasar dan aneka industri menguat paling tinggi sepanjang perdagangan. Investor asing tercatat berada di posisi beli bersih mencapai Rp282,4 miliar di sleuruh pasar. Nilai tukar Rupiah tercatat flat pada level Rp13.190. Hari Selasa ini IHSG kami perkirakan berpotensi menguat terbatas di tengah penantian data IKK yang akan dirilis BI hari ini.

Global Update

DI awal pekan bursa saham AS melemah, dipicu pelemahan harga minyak dan tembaga yang membawa saham-saham sektor material dan energi mempimpin pelemahan pasar. Selain itu, pasar juga menanti kinerja 1Q16 yang diprediksi melemah. Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.737,0 (-0,3%), 2.066,1 (-0,3%) dan 4.891,8 (-0,5%). Sementara itu bursa Eropa rebound merespons penguatan data ekonomi AS yang dipercaya akan mengangkat pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, penguatan tertahan oleh lemahnya harga-harga komoditas dan minyak mentah. Indeks Stoxx50 dan FTSE 100 kompak menguat masing-masing 0,3% ke level 2.962,3 dan 6.164,7.

Result Update

KLBF –TP Under review


Ø Penjualan 2015 naik tipis 3% YoY di tengah tekanan pelemahan ekonomi;
Ø GPM, EBIT margin dan NPM juga melemah akibat pelemahan nilai tukar;
Ø Targetkan pertumbuhan 8-10% YoY tahun ini;
Ø TP under review

News Highlights

Ø Tahun lalu, laba SCMA naik 4,7%
Ø Laba Bersih PJAA Melonjak 22%
Ø Tahun ini, ELSA fokus cari tender luar negeri
Ø TBIG jajaki penerbitan notes senilai US$ 500 juta
Ø JPFA targetkan kenaikan pendapatan 15% YoY
Ø JPFA akan buyback utang dollar Amerika
Ø KRAS siapkan dana US$ 105,6 juta
Ø MDLN incar penjualan residensial Rp 3 triliun
Ø MKPI catat pertumbuhan kinerja hingga 103%
Ø TBIG akan rilis utang US$ 500 juta
Ø Awal tahun 2016, pangsa pasar ASII tergerus

RUU Tax Amnesty mulai dibahas bulan April


sumber
 
Bursa Hari Ini Wednesday, 06 Apr 2016

Market Movement


IHSG pada perdagangan hari Selasa ditutup naik tipis 0,2% ke level 4.858,07 setelah melemah di awal perdagangan. Investor asing tercatat masih dalam posisi beli bersih dengan nilai transaksi mencapai Rp362,8 miliar di seluruh pasar. Hanya 3 sektor yang menghijau, antaralain saham konsumer, manufaktur, dan perbankan, sementara 7 sektor lainnya melemah, dipimpin oleh saham-saham aneka industry, perkebunan dan industry dasar. Nilai tukar Rupiah masih stagnan di kisaran harga Rp 13.190 per dolar AS. Hari ini, IHSG diprediksi akan kembali menguat terbatas.

Global Update

Bursa AS ditutup melemah menyusul perkiraan turunnya kinerja perusahaan di kuartal pertama tahun 2016 ini dan ditambah lagi oleh peringatan dari IMF bahwa terjadi peningkatan perlambatan ekonomi global. indeks Dow Jones turun 0,75% ke 17.603,32. Indeks S&P 500 turun 20,96 poin ke 2.045,17. Sementara indeks Nasdaq turun 0,98^ ke 4.843,93. Begitu juga dengan bursa Eropa ditutupmelemah tajam dimana bursa acuan Stoxx tutup pada level 2.890,4 turun 2,4% dan FTSE 100 tutup turun 1,2%padalevel 6.091,2.

News Highlights

Ø SMRA Cetak marketing sales Rp675 M di 1Q16
Ø ADHI targetkan kontrak baru sebesar Rp37 T di 2016
Ø DILD Incar Pendapatan Tumbuh 20% YoY
Ø 1Q16, BNI keluarkan KUR Rp 2,9 T
Ø Laba bersih SSMS 2015 turun 22,4% YoY
Ø ABMM peroleh kontrak baru senilai US$ 82 juta
Ø TURI targetkan pendapatan 2016 Rp 11 triliun
Ø Pemerintah bisa pinjam US$ 2,5 milair dari AIIB
Ø Realisasi penerimaan pajak 1Q16 Rp 199,4 triliun
Ø R&I pertahankan peringkat RI investment grade

Optimisme konsumen melemah di 3M16

Berita Emitenb Wednesday, 06 Apr 2016

SMRA Cetak marketing sales Rp675 M di 1Q16

SMRA mencatat pendapatan marketing sales sebesar Rp675 miliar dalam tiga bulan pertama di 2016.Jumlah tersebut setara 15% terhadap total target prapenjualan sepanjang tahun ini sebanyak Rp4,5 triliun.

ADHI targetkan kontrak baru sebesar Rp37 T di 2016

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memproyeksikan total kontrak (order) yang diperoleh sepanjang tahun ini mencapai Rp37,395 triliun, naik 72% YoY dibandingkan realisasi tahun sebelumnya hanya Rp21,720 triliun.

DILD Incar Pendapatan Tumbuh 20% YoY

DILD optimis bisa mencatat kinerja positif tahun ini di tengah kondisi ekonomi yang sudah mulai membaik dan memproyeksikan pendapatan tumbuh 20% YoY dibanding dengan tahun 2015.

1Q16, BNI keluarkan KUR Rp 2,9 T


BBNI diberi jatah oleh pemerintah untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) tahun ini sebesar Rp 11,5 triliun. Hingga 1Q16, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 2,9 triliun. Dengan melihat kondisi ekonomi saat ini, bank pelat merah itu berencana akan menghabiskan penyaluran KUR pada bulan Juli 2016.

Laba bersih SSMS 2015 turun 22,4% YoY

SSMS membukukan penurunan penjualan di tahun 2015 sebesar 9,3% YoY mencapai senilai Rp 2,4 triliun dibandingkan dengan penjualan 2014 senilai Rp 2,6 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama juga turun sebesar 22,4% YoY dari Rp 722,7 miliar menjadi Rp 560,9 miliar.

ABMM peroleh kontrak baru senilai US$ 82 juta

ABMM melalui anak perusahaannya, PT Cipta Kridatama memperoleh kontrak baru jasa pertambangan senilai US$ 82 juta dari PT Indomining, anak perusahaan TOBA. Kontrak tersebut berjangka waktu 5 tahun yang berupa jasa overburden removal sebanyak 65 juta bcm diatas tambang seluas 683 ha di Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimanan Timur.

TURI targetkan pendapatan 2016 Rp 11 triliun

TURI menargetkan perolehan pendapatan tahun ini sebesar Rp 11 triliun, tumbuh sebesar 11% YoY dibandingan realisasi pendapatan tahun 2015 Rp 10,2 triliun sejalan dengan pemulihan ekonomi RI di tahun ini. Sementara itu, laba bersih perseroan ditargetkan tumbuh 9,9% YoY dari Rp 291 miliar menjadi Ro 320 miliar.

sumber
 
0904.jpg


Free Seminar "Day Trading: Trading Saham Tanpa Beban" 09 April 2016

Trading for A Living, Day Trade, High Speed Trading, Tektok, Nyopet, atau apapun Anda menyebutnya, terdengar ringan dan mudah namun kadang sulit dalam pelaksanaannya. Kurangnya persiapan dan minimnya pengetahuan serta kedisiplinan seringkali membuat Anda terjebak menjadi “investor jangka panjang.” Padahal Anda awalnya hanya berniat trading jangka pendek saja. Free seminar "Day Trading: Trading Saham Tanpa Beban" akan membantu Anda mempelajari hal-hal apa saja yang perlu disiapkan dan diketahui untuk memulai Day Trading dengan profit yang konsisten. Seminar diadakan pada:

Hari : Sabtu
Tanggal : 9 April 2016
Pukul : 09.30 – 11.30 WIB
Tempat : Kantor Pusat PT. Lautandhana Securindo Wisma Keiai Lt. 15 . Jl. Jend. Sudirman Kav. 3, Jakarta

Objektif :

> Menata workspace sistem online trading yang ideal untuk Day Trading, apapun OLT Anda;
> Menggunakan analisis teknikal yang tepat untuk Day Trading;
> Mengumpulkan informasi & berita yang dapat memicu kenaikan harga saham seketika;
> Memanfaatkan tools LOTS untuk mengevaluasi hasil Day Trading Anda;
> Bagaimana fitur CHAT & TRADE membantu Anda pertajam Day Trading;

Peserta :

> Masyarakat / publik yang ingin mengetahui cara trading saham jangka pendek;
> Investor pemula dengan orientasi investasi jangka pendek;
> Investor yang ingin berinvestasi saham tanpa dibebani rasa khawatir dan was-was.

Mengingat terbatasnya tempat, maka kami mohon agar keikutsertaan Anda dalam seminar ini dapat dikonfirmasikan kepada kami dengan cara mem-forward email ini ke cs@lots.co.id dan cantumkan data berikut:

- Nama Lengkap :
- No Telepon : (untuk konfirmasi kehadiran)
- Email :

Demikian undangan kami, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
 
Bursa Hari Ini Monday , 11 Apr 2016

Market Movement


Menutup perdagangan di akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,2% ke level 4.846,3. Indeks sektoral bergerak mixed dimana penguatan dialami di sektor industri dasar dan pelemahan terkuat dipimpin oleh sektor keuangan dan aneka industri.Berbalik arah dalam hampir sepekan melakukan net buy, namun pada akhir pekan kemarin total net sell mencapai Rp 47 miliar. Sentimen positif bursa global pada akhir pekan kemarin akan diprediksi memngikuti jalannya perdagangan IHSG pada awal pekan ini sehingga kami memprediksi penguatan jalannya bursa hari ini.

Global Update

Bursa Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat kemarin sejalan dengan membaiknya harga minyak mentah dunia. Secara global, pengaruh keputusan The Fed diantaranya isu kenaikan suku bunga acuan kembali menguat sehingga akan memberi optimisme bahwa ekonomi masih dalam jalur yang benar. Indeks Dow Jones naik 35 poin (0,2%) ke level 17.576,96, Indeks S&P 500 bertambah 5,69 poin (0,28%) ke level 2.047,6 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 2,32 poin (0,05%) ke level 4.850,69.Begitu juga dengan bursa Eropa ditutupmenguat dimana bursa acuan Stoxx tutup pada level2.912,0 naik 1,4% dan FTSE 100 naik 1,1%padalevel 6.204,4.

News Highlights

Ø DPUM bidik pasar ekspor di AS
Ø 1Q16, realisasi kontrak baru ADHI hanya 9%
Ø Laba TARA naik 135% YoY di 2015
Ø 2015, Laba BIKA merosot 42% YoY
Ø RALS bidik penjualan tumbuh 6,7%
Ø PGAS siapkan caex US$ 500 juta
Ø Moody’s naikkan peringkat TPIA
Ø MDKA peroleh pinjaman US$ 130 juta
Ø KUR BMRI 1Q16 Rp 3,65 triliun
Ø OJK perlonggar alokasi modal untuk intensif NIM

Subsidi energi dipangkas Rp 20 triliun

sumber
 
Bursa Hari Ini Tuesday , 12 Apr 2016

Market Movement


IHSG terkoreksi tajam di perdaganan awal pekan ini sebesar 0,9% ke level 4.798,5. Investor pasar modal banyak melepas sham sektor perbankan dengan mengasumsikan laporan keuangan kuartal 1 yang akan memberikan hasil buruk. Secara keseluruhan, total dana asing melakukan net sell sebesar Rp 427,7 miliar. Hampir seluruh indeks sektoral bergerak negatif dan hanya sektor pertambangan dan industri dasar yang mengalami penguatan. Nilai tukar rupiah berada dalam posisi stagnan ditutup pada kisaran Rp13.134 per dolar AS .Kami memprediksi sedikitnya katalis positif di perdagangan hari ini serta melemahnya bursa global dapat mengakibatkan lanjutnya koreksi IHSG pada hari ini.

Global Update

Bursa Wall Street ditutup melemah di awal pekan ini.Pelaku pasar mengantispasi kinerja emiten di kuartal pertama tahun 2016 ini. Ekspektasi pasar tidak terlalu tinggi sehingga membawa keputusan wait and see dalam perdagangan bursa kemarin. Indeks Dow Jones turun 20,55 piun (0,12%) ke 17.556,41. Indeks S&P 500 turun 5,61 poin (0,27%) ke 2.041,99. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 17,29 poin (0,36%) ke 4.833,40.Begitu juga dengan bursa Eropa ditutupmelemahdimana bursa acuan Stoxx tutup pada level2.924,2naik 0,4% dan FTSE 100 turun 0,1%padalevel 6.200,1.

News Highlights

Ø AALI siapkan dana capex Rp 2,5 triliun
Ø DSNG Kantongi Pinjaman Rp728,05 M
Ø PGAS Anggarkan Capex US$500 Juta
Ø SMBR bagikan Dividen Rp88,5 M
Ø WIKA turunkan capex di tengah ketidakpastian PMN
Ø ITMG Bagikan Dividen Rp60,56 Per Saham
Ø PTBA tutup operasional tambang Ombilin
Ø SMBR peroleh pinjaman perbankan Rp 1,5 triliun
Ø LTLS Siapkan Capex Rp200 miliar
Ø Kinerja Manufaktur Mulai Membaik
Ø Lemahnya Permintaan Global, Nilai Ekspor Turun
Ø Realisasi belanja modal pemerintah 1Q16 Rp 10,2 triliun

Penerimaan Pajak Turun

sumber
 
Berita Emiten Tuesday , 12 Apr 2016

AALI siapkan dana capex Rp 2,5 triliun

AALI menyiapkan dana alokasi capex sekitar Rp 2,5 triliun pada tahun ini yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi tanaman kelapa sawit, sarana infrastruktur dan pengembangan pabrik. Sumber dana capex perseroan akan didanai dari kas internal.

DSNG Kantongi Pinjaman Rp728,05 M

DNSG memperoleh dana pinjaman sebesar Rp 728,05 miliar yang diperoleh perseroan dari BBCA. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

PGAS Anggarkan Capex US$500 Juta


PGAS menganggarkan belanja modal sebesar US$500 juta yang akan digunakan untuk pengembangan industri hulu, hilir serta pemeliharaan rutin.

SMBR bagikan Dividen Rp88,5 M


SMBR dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp88,53 miliar.Besaran pembagian dividen tersebut merupakan 25 % dari perolehan laba bersih perseroan di 2015 yang mencapai Rp354,18 miliar.

WIKA turunkan capex di tengah ketidakpastian PMN

WIKA menurunkan target capex di tengah ketidakpastian mengenai usulan PMN di tahun 2016. WIKA berencana menyiapkan capex sebesar Rp 6,9 triliun, turun dari rencana awal yakni Rp 10,6 triliuni karena belum ada kepastian PMN. Sekitar Rp 1 triliun capex akan dianggarkan dari kas internal dan Rp 5 triliun selebihnya akan diandalkan dari pinjaman bank.

ITMG Bagikan Dividen Rp60,56 Per Saham


ITMG membagikan dividen tunai Rp60,56 per lembar saham atau sebesar Rp68,05 miliar tahun buku 2015.

PTBA tutup operasional tambang Ombilin


PTBA berencana menutup operasional tambang batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat akibat tingginya biaya beban operasional ditengah masih terkoreksinya harga batubara. Di 2015, tambang Ombilin memproduksi batubara sebanyak 21.119 ton meningkat signifikan 132,7% YoY dibandingkan produksi batubara 2014 9.077 ton.

SMBR peroleh pinjaman perbankan Rp 1,5 triliun


SMBR memperoleh pinjaman perbankan dari BBNI senilai total Rp 1,5 triliun yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik Baturaja II berkapasitas produksi sebanyak 1,85 juta ton dengan total nilai investasi Rp 3,3 triliun.

LTLS Siapkan Capex Rp200 miliar

LTLS pada tahun ini berencana menganggarkan capex sekitar Rp200 miliar dengan asumsi situasi ekonomi tahun ini lebih baik dari tahun lalu, sesuai dengan pertumbuhan yang ditargetkan pemerintah. Anggaran capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik pemanis atau fruktosa di kawasan Cikande, Banten, yang sempat tertunda akibat perlambatan ekonomi, serta merampungkan penambahan kapasitas produksi pabrik non dairy creamer di Surabaya dari 21.600 ton menjadi 60.000 ton/tahun. 50%-70% capexd akan berasal dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal perseroan.
 
Bursa Hari Ini Friday , 15 Apr 2016

Market Movement

IHSG akhirnya terkoreksi di posisi 4.814,84turun 0,79% ditengah kompaknya bursa Asia yang menghijau di perdagangan kemarin. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 199,2 miliar. Indeks sektoral kompak melemah dan hanya sektor perkebunan yang menguat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih stabil di kisaran Rp 13.180. Pada perdagangan akhir pekan ini, kami memprediksikan jalannya perdagangan akan stagnan.

Global Update

Bursa AS bergerak flat di perdagangan kemarin setelah dua hari bergerak cukup atraktif. Hasil positif pada kuartal pertama ini cukup memuaskan namun tidak mampu mendongkrak bursa yang telah dua hari berturut-turut menguat. Maish diharapkan lebih banyak lagi berita baik atas laporan keuangan kuartal pertama agar menambah optimisme pelaku pasar.Indeks Dow Jones naik 18,15 poin (0,1%) ke 17.926,43. Indeks S&P 500 naik 0,36 poin (0,02%) ke 2.082,78. Sementara indeks Nasdaq turun 1,53 poin (0,03%) ke 4.945,89.Begitu juga dengan bursa Eropa ditutupmenguatdimana bursa acuan Stoxx tutup pada level3.039,2naik 3,3% dan FTSE 100 naik 1,9%padalevel 6.362,9.

News Highlights

Ø PTBA Bagi Dividen Rp611 M, 30% Dari Laba Bersih
Ø RMBA Cari Dana Rp16,2 T lewat right issue
Ø WIIM anggarkan belanja modal senilai Rp70 M
Ø PPRO Siapkan Proyek Mal di Bandung
Ø EXCL suntik dana US$ 30 juta ke Elevenia
Ø JSMR butuh dana Rp 16 T buat bebaskan lahan tol
Ø Penjualan mobil ASII kuartal I turun 7,2 % YoY
Ø PTBA Tunjuk Dirut Baru
Ø Ruas Solo-Kertosono Kantongi Pendanaan
Ø Laju PDB 1Q16 Diprediksi Melambat
Ø Tarif Pajak akan lebih kompetitif
Ø Moratorium Tambang dan Sawit Memacu Produksi

Harga Alumunium Diharapkan Menguat

sumber
 
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 18 April 2016

Pekan lalu indeks harga saham gabungan berada dalam tekanan saham-saham bank berkapitalisasi besar menyusul terbitnya suku bunga acuan baru pengganti BI Rate oleh Bank Indonesia. Namun demikian indeks tidak sampai mengalami koreksi tajam karena penurunan saham perbankan mampu diimbangi oleh saham big-caps non-bank seperti ASII, TLKM dan UNVR dan juga oleh banyak saham berkapitalisasi menengah kecil.

Sejumlah saham small-caps BUMN bahkan mengalami kenaikan harga yang tajam seperti yang terjadi pada SMBR, PPRO, ELSA, KRAS, GIAA dan AGRO. Ini adalah fenomena baru yang terjadi saham-saham BUMN yang telah lebih dahulu dimulai oleh rally saham INAF, KAEF, TINS dan ANTM. Semua saham-saham tersebut memiliki cerita sendiri-sendiri dan tidak sedikit yang mengalami kenaikan tanpa didukung oleh faktor fundamental saham yang positif.

Memanfaatkan momentum tersebut kami telah memasukkan saham PPRO dan KRAS kedalam Tabel Saham Portfolio yang masing-masing telah membukukan potensial gain sebesar 45% dan 15%.

Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini:

selengkapnya
 
Bursa Hari Ini Monday , 18 Apr 2016

Market Movement


IHSG berhasil tetap berada di zona hijau di perdagangan akhir pekan kemarin, naik tipis 0,18% ke 4.823,57. Transaksi investor asing hingga sore hari tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 21,81 miliar di seluruh pasar. Datarnya perjalanan bursa diiringi oleh melemahnya bursa regional Asia. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.165 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin Rp 13.170. Kami memprediksi jalannya bursa hari ini akan cenderung melemah di tengah pelemahan bursa global.

Global Update

Pasar saham AS dan Eropa di akhir pekan kompak terkoreksi di tengah harga minyak mentah global yang kembali terpuruk, turun 2,7% ke level US$40,4 per barel, jelang pertemuan negara-negara produsen minyak di Doha untuk membahas pengurangan produksi minyak dunia. Di Wall Street, saham-saham teknologi dan energy memimpin pelemahan pasar. Indeks Dow Jones,S&P500 dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.897,5 (-0,2%), 2.080,7 (-0,1%) dan 4.938,2 (-0,2%). Sementara pelemahan di pasar saham Eropa dipimpin oleh saham-saham sector otomotif, energy dan pertambangan, dengan indeks Stoxx50 dan FTSE 100 kompak turun masing-masing 0,2% ke level 3.054,3 dan 0,3% ke 6.343,8.

News Highlights

Ø SIPD segera lakukan rights issue
Ø BALI utang ke Sinarmas
Ø HRUM menahan ekspansi produksi
Ø BLTZ targetkan Rp 859 M dari right issue
Ø Laba MARI melonjak 51% YoY di 1Q16
Ø BUMI hadapi gugatan di Pengadilan Niaga
Ø LINK bagi dividen Rp 127,7 miliar
Ø Pemerintah targetkan PP holding BUMN terbit Juli 2016

1Q16, pemerintah masih kurang optimal

sumber
 
Bursa Hari Ini Tuesday , 19 Apr 2016

Market Movement


IHSG pada perdagangan awal pekan ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,9% di level 4.865,5 ditopang oleh aksi borong saham investor terutama sahama-saham unggulan di sektoral perbankan dan infrastruktur. Investor asing tercatat membukukan transaksi net buy senilai Rp 330 miliar. IHSG hari ini kami perkirakang bergerak dalam rentang yang terbatas dan berpotnei melanjutkan penguatannya.

Global Update

Bursa AS dan Eropa di perdagangan awal pekan cukup bergairah sejalan dengan reboundnya harga minyak dunia kemarin sehingga mengerek naik saham-saham sektoral energi, salah satunya saham Chevron yang ditutup menguat 1,5%. Alhasil indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat masing-masing sebesar 0,6% dan 0,7% sedangkan indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 cenderung ditutup menguat terbatas ke level 3.064 dan 6.353,5.

News Highlights

Ø TRIS targetkan penjualan 2016 Rp 1 Triliun
Ø TBMS stock split 1:20
Ø CINT bagi dividen Rp 8 miliar
Ø NRCA kantongi kontrak baru Rp 1,17 triliun
Ø 1Q16, TOTL raih kontrak baru Rp 314 miliar
Ø WSKT siap akuisisi 60% saham Tol Kapal Betung
Ø ADRO mencari pendanaan untuk PLTU Batang
Ø ADRO Tebar Dividen Rp996,7 M
Ø Harga rights issue RMBA Rp 480 per saham
Ø PTBA proyeksikan margin laba bersih 15%
Ø LEAD Jual 19 Kapal
Ø Produsen Produk Konsumer Tolak Pengenaan Cukai
Ø Produksi Alat Berat Anjlok
Ø Ekspor Mobil 1Q16 Merosot
Ø ULN RI Naik 3,7%

sumber
 
Back
Top