Politik Reaksioner, yaitu sikap rakyat yang selalu mempertanyakan dan banyak menuntut sikap pemerintah akan membuat negara Indonesia semakin cepat ber

Kelompok anda masuk ke dalam tim:


  • Total voters
    30
  • Poll closed .
Status
Not open for further replies.
yang ijo cuma keliatan darkgrey doank

Pemerintah sebenarnya terbuka terhadap aspirasi rakyat yang disampaikan dengan cara" yang baik. Mbok misalnya kalo mo demo yo minta izin dulu ke kepolisian.. protesnya juga dengan kata" yang baik.. ndak usah pake acara hujat"an.. rusak"an.. tar kalo kena pentung ma polisi malah dikiranya polisi yang bertindak berlebihan.. padahal yo seringkali para pendemo itu sendiri yang cenderung mengundang anarkisme dalam aksi mereka.
 
Sebenarnya banyak banget tanggapanku yang nggak ditanggapi balik. Tapi Nggak apa-apa wis, semoga juri bisa melihatnya. :))


legislatif sm eksekutif memang berbeda. saya tahu yg d bahas memang yg eksekutif, dan saya rasa d postingan saya udh jelas. d postingan saya ada badan legislatif karena sbg gambaran klo badan legislatif sudah tidak berfungsi semestinya, maka rakyat pantas menanyakan dan menuntut sikap kpd pemerintah. ini gambaran nya:



dan ini solusinya:
Sadar nggak kalau jawaban seperti di atas ini malah memperlemah argumen anda?
saya juga.
lihat yang saya tuliskan sebagai.. "terhadap setiap kebijakan sekalipun"





diangkat secara massive nya ini juga kan belum bisa saya setujui.. xixixi..
reaksioner is one thing..
tapi making it massive, or menggiring opini publiknya.. adalah hal yang sama sekali berbeda..
Berbeda kah?
Terus yang dimaksud dengan reaksioner di sini itu apa ya?
Bedanya apa dengan oposan?
Di Perancis Vichy dan Action Franchaise itu reaksioner, tapi oposannya adalah partai konservatif, di Portugal pengikut Franco itu reaksioner dan bukan oposan, di Portugal ada yang namanya Salazar yang lagi-lagi bukan menempatkan diri sebagai oposisi. Dan in the name of democracy mereka ini melakukan "serangan" terhadap pemerintahnya dengan cara yang massive, dan sama sekali beda dengan golongan yang menempatkan dirinya sebagai oposan. Daku tidak menyoroti siapanya, tapi bagaimana sifatnya.

Jadi kalau menurut kelompok hijau, bedanya di mana?
 
yang ijo cuma keliatan darkgrey doank

Pemerintah sebenarnya terbuka terhadap aspirasi rakyat yang disampaikan dengan cara" yang baik. Mbok misalnya kalo mo demo yo minta izin dulu ke kepolisian.. protesnya juga dengan kata" yang baik.. ndak usah pake acara hujat"an.. rusak"an.. tar kalo kena pentung ma polisi malah dikiranya polisi yang bertindak berlebihan.. padahal yo seringkali para pendemo itu sendiri yang cenderung mengundang anarkisme dalam aksi mereka.

itu.. om red.. karena.. hijau tidak menanggapi pembicaraan yang ga nyambung semacam demonstrasi..
xixixi
dan saya juga demikian..
karena.. demonstrasi.. sama sekali ga nyambung dengan pembahasannya..

bahkan kak Dipe sendiri di paling awal postingannya mengakui bahwa bahasan tentang demonstrasi adalah.. pengembangan dari topik..
bisa menangkap maksud team hijau..??

kita sama sekali tidak bahas masalah demonstrasi..or cara penyampaian protes.. silahkan team merah sendiri yang membahasnya.. so..jika terlihat team hijau tidak posting, dan hanya team merah.. ya karena sampai detik ini masih bahasan demonstrasi terus dari team merah..

Kecuali satu orang.. dan hanya postingan dari satu orang itu yang kita tanggapi.. gitu om..

jadi.. maafkan team hijau jika terlihat sepi posting..





Berbeda kah?
Terus yang dimaksud dengan reaksioner di sini itu apa ya?
Bedanya apa dengan oposan?
Di Perancis Vichy dan Action Franchaise itu reaksioner, tapi oposannya adalah partai konservatif, di Portugal pengikut Franco itu reaksioner dan bukan oposan, di Portugal ada yang namanya Salazar yang lagi-lagi bukan menempatkan diri sebagai oposisi. Dan in the name of democracy mereka ini melakukan "serangan" terhadap pemerintahnya dengan cara yang massive, dan sama sekali beda dengan golongan yang menempatkan dirinya sebagai oposan. Daku tidak menyoroti siapanya, tapi bagaimana sifatnya.

Jadi kalau menurut kelompok hijau, bedanya di mana?


hmmm...
bahkan saya belum membedakan antara oposan dengan reaksioner lho.. karena oposan sendiri pun belum tentu reaksioner..
yang saya angkat diatas adalah.. reaksioner is one thing.. dan making it massive sampai menggiring opini publiknya adalah hal yang sama sekali beda..

bedanya adalah..
usaha nya
untuk membuatnya massive, tentu diperlukan usaha kearah sana bukan..??
begitu pula untuk menggiring sehingga membentuk opini publik sesuai dengan keinginan kaum reaksioner tersebut.. butuh usaha tentunya

itu bedanya menurut kami..

being reaksioner, ya reaksioner aja.. (dan menurut kelompok kami sama sekali tidak salah, -and remember, kami belum bahas tujuannya-) tapi meneruskannya agar diterima oleh sebagian besar publik, adalah langkah lanjutannya. yang masih berupa option.. akan digunakan atau tidak..
bahkan bisa saja kaum yang sama sekali berbeda yang menggunakan langkah menjadikannya massive..
 
Last edited:
^
Kecuali satu orang.. dan hanya postingan dari satu orang itu yang kita tanggapi.. gitu om..
maaf, "satu orang saja"..??
mohon koreksi lagi ya?

jika maksud dari perdebatan anda adalah memojokkan, mohon maaf.. kita sedang berdebat, bukan sedang beradu yang lain..

kalau memang tidak ada yang posting, dari team hijau mengapa mesti mencari-cari alasan karena tidak mau menyanggah pendapat kami..??

 
^

maaf, "satu orang saja"..??
mohon koreksi lagi ya?

jika maksud dari perdebatan anda adalah memojokkan, mohon maaf.. kita sedang berdebat, bukan sedang beradu yang lain..

kalau memang tidak ada yang posting, dari team hijau mengapa mesti mencari-cari alasan karena tidak mau menyanggah pendapat kami..??


Oh iya ya.. salah salah.. postingan dari kak princess juga kita tanggapi kok, dan kita masih selalu menunggu postingan dari teman teman yang lain di kelompok merah..
jangan khawatir.. akan kami tanggapi.. sepanjang yang ga bahas demonstrasi or cara cara yang baik dan benar dalam menyampaikan protes..

no offense.. kita juga sedang berdebat..dengan tema yang telah ditentukan.. oleh karenanya kita hanya mau menanggapi yang pantas untuk diperdebatkan..

dengan postingan ini, saya meralat postingan saya sebelumnya.. nggak hanya satu orang deng..

my mistake.. my mistake
 
hmmm...
bahkan saya belum membedakan antara oposan dengan reaksioner lho.. karena oposan sendiri pun belum tentu reaksioner..
yang saya angkat diatas adalah.. reaksioner is one thing.. dan making it massive sampai menggiring opini publiknya adalah hal yang sama sekali beda..

bedanya adalah..
usaha nya
untuk membuatnya massive, tentu diperlukan usaha kearah sana bukan..??
begitu pula untuk menggiring sehingga membentuk opini publik sesuai dengan keinginan kaum reaksioner tersebut.. butuh usaha tentunya

itu bedanya menurut kami..

being reaksioner, ya reaksioner aja.. (dan menurut kelompok kami sama sekali tidak salah, -and remember, kami belum bahas tujuannya-) tapi meneruskannya agar diterima oleh sebagian besar publik, adalah langkah lanjutannya. yang masih berupa option.. akan digunakan atau tidak..
bahkan bisa saja kaum yang sama sekali berbeda yang menggunakan langkah menjadikannya massive..

reaksioner rakyat yang selama ini terjadi adalah secara massive dan uncontrolled, dan ini menyebabkan kerugian pada sisi pemerintah, semisal terjadi perusakan fasilitas negara. selama ini itu terjadi karena rakyat yang secara reaksioner dan terus menerus akan berimbas pada kinerja pemerintahan.

Yang jadi masalah itu adalah kritik yang reaksioner, dan pasti sifatnya massive. Itu yang merugikan
 
itu.. om red.. karena.. hijau tidak menanggapi pembicaraan yang ga nyambung semacam demonstrasi..
xixixi
dan saya juga demikian..
karena.. demonstrasi.. sama sekali ga nyambung dengan pembahasannya..

bahkan kak Dipe sendiri di paling awal postingannya mengakui bahwa bahasan tentang demonstrasi adalah.. pengembangan dari topik..
bisa menangkap maksud team hijau..??

kita sama sekali tidak bahas masalah demonstrasi..or cara penyampaian protes.. silahkan team merah sendiri yang membahasnya.. so..jika terlihat team hijau tidak posting, dan hanya team merah.. ya karena sampai detik ini masih bahasan demonstrasi terus dari team merah..

Kecuali satu orang.. dan hanya postingan dari satu orang itu yang kita tanggapi.. gitu om..

jadi.. maafkan team hijau jika terlihat sepi posting..





hmmm...
bahkan saya belum membedakan antara oposan dengan reaksioner lho.. karena oposan sendiri pun belum tentu reaksioner..
yang saya angkat diatas adalah.. reaksioner is one thing.. dan making it massive sampai menggiring opini publiknya adalah hal yang sama sekali beda..

bedanya adalah..
usaha nya
untuk membuatnya massive, tentu diperlukan usaha kearah sana bukan..??
begitu pula untuk menggiring sehingga membentuk opini publik sesuai dengan keinginan kaum reaksioner tersebut.. butuh usaha tentunya

itu bedanya menurut kami..

being reaksioner, ya reaksioner aja.. (dan menurut kelompok kami sama sekali tidak salah, -and remember, kami belum bahas tujuannya-) tapi meneruskannya agar diterima oleh sebagian besar publik, adalah langkah lanjutannya. yang masih berupa option.. akan digunakan atau tidak..
bahkan bisa saja kaum yang sama sekali berbeda yang menggunakan langkah menjadikannya massive..
Dalam ilmu politik, dalam mahzab apapun, ketika kita berbicara soal reaksioner, itu pasti bercirikan massive, insidental, dan repetitif. Massive dalam artian, hal yang kecil bisa dianggap besar dan dilakukan berulang-ulang dengan subyek yang sama ataupun berbeda.
Kita di sini bicara soal politik reaksioner, bukan? Itu yang jadi pembahasan utama, kan? Ketika ada golongan/kaum yang cuma sekedar bereaksi, dia nggak bisa digolongkan dalam apa yang disebut reaksioner. Kalau cuma sekedar bereaksi memang nggak punya pengaruh apa-apa, karena bukan hal seperti itu yang dimaksud dengan politik reaksioner.

Coba sedikit daku contohkan, karena sepertinya terjadi mispersepsi (atau bisa juga karena tidak menguasai bahan) soal reaksioner. John Calvin atau Jean Cauvin dalam bahasa perancisnya, ketika dia bereaksi terhadap kebijakan gereja katolik roma, dia belum dikatakan sebagai kaum reaksioner, tapi ketika setiap kebijakan gereja katolik roma yang ada Calvin bereaksi dan beraksi (dengan membuat gerakan protestan), dia digolongkan dalam kaum reaksioner. Begitu juga dengan sisa-sisa white Army di Rusia, kelompok ini kalau cuma bereaksi dan sekedar omong doang, nggak bakalan akan dimasukkan ke dalam kubu yang namanya reaksioner.

Atau biar gampang, gimana kalau daku lontarkan pertanyaan yang mesti dijawab, bagi kelompok hijau sebagai tim yang pro politik reaksioner, kira-kira siapa saja golongan yang dimasukkan ke dalam kaum reaksioner atau contoh reaksi seperti apa yang bisa dimasukkan ke dalam golongan ini di Indonesia?

Last, yang namanya reaksioner itu kalau di dalam kamus adalah lawan kata dari progresive, Jadi bisa disimpulkan sendiri, apakah lawan dari progresive itu bisa bikin maju dan berkembang.
 
...bahkan kak Dipe sendiri di paling awal postingannya mengakui bahwa bahasan tentang demonstrasi adalah.. pengembangan dari topik..
bisa menangkap maksud team hijau..??
...

pengembangan bukan berarti penyimpangan topik.. justru yang gw bilang di atas merupakan contoh tindakan nyata dari politik reaksioner yang menjurus ke arah aksi yang anarkisme
 
Sebenarnya banyak banget tanggapanku yang nggak ditanggapi balik. Tapi Nggak apa-apa wis, semoga juri bisa melihatnya. :))

bagaimana mau ditanggapi jika meminta bukti bahwa pemerintah tidak membungkam rakyat jika menyuarakan aspirasinya? Bukankah peristiwa Mei 1998 adalah bukti nyata akan hal itu?

Ketua Team Hijau menganjurkan agar kami hanya menanggapi argumen yang pantas ditanggapi aja
=b=
 
rakyat jangan memanfaatkan kebebasan demokrasi untuk tujuan sendiri

wah,

saya beserta kawan-kawan sangat setuju dengan pernyataan anda, [<:)[<:)

Politik Reaksioner, menurut saya, akan lebih banyak membuat negara semakin ketinggalan jaman, karena keinginannya untk selalu kembali ke kebijakan yang dulu, yang lama.. Padahal Dunia semakin berkembang di luaran sana.. jika kita tidak mengikuti perkembangan, jadi apa kita?
 
rakyat jangan memanfaatkan kebebasan demokrasi untuk tujuan sendiri

setuju den :D....kebanyakan kaum reaksioner mementingkan kepentingan/kepuasan pribadi atau kelompok mereka sendiri demi suatu tujuan yg ingin mereka capai. yang biasa menelusup dg mengatasnamakan rakyat. bisa dikatakan reaksioner ini bagian dari sikap onani intelektual.

rakyat yg baik seharusnya tak selalu menuntut/protes kebijakan kebijakan yg dibuat oleh pemerintah, kita sudah memilih ( memberikan amanah kpd pemerintah), dalam arti tak langsung kita menganggap pemerintah adalah orang yg paling bisa menjalankan visi ini..hidup selalu maju, jadi jika warga negara berpola pikir ke belakang (tak mau menerima kebijakan baru / cari aman) maka negara ini akan sulit berkembang.
 
Pendapat dan opini den Yuri, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, dianggap tidak valid...
Isi postingan aku hapus...

Jika den Yuri ingin masuk ke dalam salah satu kelompok, silahkan menghubungi salah satu koordinator...den Nizhami untuk kelompok merah, dan den Darkgrey untuk kelompok Hijau...

Tapi untuk topik yang sekarang ini, belum bisa untuk posting...dan menunggu untuk topik pada debat kelompok selanjutnya...


Thanks...:)(



-dipi-
 
setuju den :D....kebanyakan kaum reaksioner mementingkan kepentingan/kepuasan pribadi atau kelompok mereka sendiri demi suatu tujuan yg ingin mereka capai. yang biasa menelusup dg mengatasnamakan rakyat. bisa dikatakan reaksioner ini bagian dari sikap onani intelektual.

rakyat yg baik seharusnya tak selalu menuntut/protes kebijakan kebijakan yg dibuat oleh pemerintah, kita sudah memilih ( memberikan amanah kpd pemerintah), dalam arti tak langsung kita menganggap pemerintah adalah orang yg paling bisa menjalankan visi ini..hidup selalu maju, jadi jika warga negara berpola pikir ke belakang (tak mau menerima kebijakan baru / cari aman) maka negara ini akan sulit berkembang.

Oohoo.oo.. tidak bissa... klo begitu anggapannya den, saya juga bisa mengembalikan kata-katanya den, klo pemerintah juga mementingkan kepentingan/kepuasan pribadi atau kelompok..
klo itu yang di omongin "masalah kepentingan"..
itu gak bakalan habis di bahas,, malahan kyaknya kebanyakan dari pihak pemerintah yang banyak kesorot di media2 tentang "kepentingan pribadi",.
yaahh sbagai gambaran banyak kasus2nya di berita TV, gak usahlaaah di sebutin 1per1,, klo sering nonton berita pasti tahu..:D

trus next point,..
katanya yaa.. sebagai rakyat yang baik tak harus selalu menutut/protes kepada kebijakan2 yg udah di buat.
yaa,, sebagai rakyat yang baik kita jugakhan memperingatkhan pemerintah yg sering kelupaan,. mungkin gara2 kabanyakan kebijakan yg uah di buat kalee, sedangkan kita bersuara aja kadang gak kedengeran,,(ato emang gak didengerin) apa lagi diem aja bisa2 sariawan daah,..

truss masalah pilih milih.. yaa makanya itu mereka yg sudah di pilih sbgai wakil rakyat tunjukan donk.. klo mereka itu gak bklan sia2 udah di percaya menuju kursi panass.. emang waktu rapat banyak program2 yg bakal di jalanken. tapi mana hasilnya..??

jadi jika warga negara berpola pikir ke belakang (tak mau menerima kebijakan baru / cari aman)
WWaahh.. klo ini gimana yaahh..?? klo kami berpola pikir ke belakang..?? buat apa kami sekolahkan anak atau kami sendiri sampe tinggi2..??
klo memang masyarakat berpola pikir kebelakang gak mau maju..??
 
Tidak menguntungkan buat pemerintah, bukan berarti nggak menguntungkan buat negara dan rakyat.
Jadi lebih penting mana, menguntungkan buat pemerintah atau menguntungkan buat negara dan rakyat?
Bolehlah kelompok merah mengambil contoh Kaum Vichy di Perancis. Memang dia reaksioner dan jadi lawan pemerintah, tapi bukan berarti vichy nggak berguna buat perancis. Sementara pemerintah perancis bertekuk lutut dan bersembunyi di bawah ketiak Hitler tanpa perlawanan yang berarti, vichy ini salah satu yang membebaskan paris lho.
Bisa berguna khan buat negaranya?
 
yang harus dilakukan aparat adalah melakukan dialog dengan masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya.

jika menunjuk bukti wah sangat banyak bukti jika pemerintah selalu mengekang masyarakat yang ingin bersuara. Dan pintarnya lagi pemerintah ini dengan enteng mengatakan menyesal atas kejadian itu dan dilain pihak membiarkan aparatnya menembaki masyarakat seperti kasus ditembaknya seorang mahasiswa bernama Farel ketika menuntut tanggung jawab presiden atas berbagai hal di tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono


kami kelompok merah dituntut untuk tidak menggunakan demo, tapi anda sendiri malah menggunakannya... lengkap dengan fotonya???? parahhhh
 
Last edited by a moderator:
rakyat jangan memanfaatkan kebebasan demokrasi untuk tujuan sendiri
Sekali lagi terima kasih untuk dukungannya. [<:)
bagaimana mau ditanggapi jika meminta bukti bahwa pemerintah tidak membungkam rakyat jika menyuarakan aspirasinya? Bukankah peristiwa Mei 1998 adalah bukti nyata akan hal itu?

Ketua Team Hijau menganjurkan agar kami hanya menanggapi argumen yang pantas ditanggapi aja
=b=
Loh ini gimana sih? Kok jadi lucu dan dagelan gini? Tanggapan daku itu khan awal mulanya berusaha mengcounter postingan anda. Lupa? Ini daku ingatkan lagi:
Dipostingan ini, anda menyebutkan begini

terjadinya demonstrasi itu tak berdiri sendiri. Sikap reaksioner rakyat tidak berkonotasi demonstrasi. Pemerintah justru menggunakan aparat keamanan untuk mengacaukan situasi. Tuntutan rakyat seharusnya tidak dihalang2i dengan barikade berlapis2. Bahkan melakukan tembakan2. Ini provokasi namanya. Dan memang pemerintah ini arogan. Tak boleh satupun rakyatnya menyuarakan pendapat.
Nah terus daku tanya, apa buktinya "tak boleh satupun rakyatnya menyuarakan pendapat" ?? Apa dengan pernyataan itu kelompok merah harus diam saja, tanpa perlu bukti lebih lanjut? Pernyataan anda itu konsekuensinya banyak sekali lho. Jadi wajar kalau daku minta bukti.

Dan itu masih daku minta dan daku tunggu.

d-net said:
Bukankah peristiwa Mei 1998 adalah bukti nyata akan hal itu?
What?? Itu mau dijadikan bukti? :facepalm:
Kenapa nggak cari bukti yang lain sekalian, peristiwa Malari tahun 1974 misalnya. Atau peristiwa penahanan Bung Karno pada era pemerintahan kolonial misalnya. Atau pembungkaman muhammad Hatta pada jaman orde lama misalnya.

Oohoo.oo.. tidak bissa... klo begitu anggapannya den, saya juga bisa mengembalikan kata-katanya den, klo pemerintah juga mementingkan kepentingan/kepuasan pribadi atau kelompok..
klo itu yang di omongin "masalah kepentingan"..
itu gak bakalan habis di bahas,, malahan kyaknya kebanyakan dari pihak pemerintah yang banyak kesorot di media2 tentang "kepentingan pribadi",.
yaahh sbagai gambaran banyak kasus2nya di berita TV, gak usahlaaah di sebutin 1per1,, klo sering nonton berita pasti tahu..:D

trus next point,..
katanya yaa.. sebagai rakyat yang baik tak harus selalu menutut/protes kepada kebijakan2 yg udah di buat.
yaa,, sebagai rakyat yang baik kita jugakhan memperingatkhan pemerintah yg sering kelupaan,. mungkin gara2 kabanyakan kebijakan yg uah di buat kalee, sedangkan kita bersuara aja kadang gak kedengeran,,(ato emang gak didengerin) apa lagi diem aja bisa2 sariawan daah,..

truss masalah pilih milih.. yaa makanya itu mereka yg sudah di pilih sbgai wakil rakyat tunjukan donk.. klo mereka itu gak bklan sia2 udah di percaya menuju kursi panass.. emang waktu rapat banyak program2 yg bakal di jalanken. tapi mana hasilnya..??

jadi jika warga negara berpola pikir ke belakang (tak mau menerima kebijakan baru / cari aman)
WWaahh.. klo ini gimana yaahh..?? klo kami berpola pikir ke belakang..?? buat apa kami sekolahkan anak atau kami sendiri sampe tinggi2..??
klo memang masyarakat berpola pikir kebelakang gak mau maju..??
Baca dulu soal politik reaksioner Mas.
Postingan anda itu sangat menunjukkan kalau anda tidak menguasai topik.

Tidak menguntungkan buat pemerintah, bukan berarti nggak menguntungkan buat negara dan rakyat.
Jadi lebih penting mana, menguntungkan buat pemerintah atau menguntungkan buat negara dan rakyat?
Bolehlah kelompok merah mengambil contoh Kaum Vichy di Perancis. Memang dia reaksioner dan jadi lawan pemerintah, tapi bukan berarti vichy nggak berguna buat perancis. Sementara pemerintah perancis bertekuk lutut dan bersembunyi di bawah ketiak Hitler tanpa perlawanan yang berarti, vichy ini salah satu yang membebaskan paris lho.
Bisa berguna khan buat negaranya?
Darimana bisa menguntungkan perancis, kalau Philipe Petain itu membawa Vichy untuk bergabung dengan Axis power bersama Jerman, Jepang dan Italia.
Petain hanya mementingkan golongannya sendiri yang bekerja sama dengan Jerman yang pada waktu itu sudah menduduki perancis.
Dan salah besar kalau Vichy yang membebaskan Paris, karena bagaimana mau dibebaskan lha wong Vichy lah yang menguasai Paris atas restu dari Hitler.
Petain hanya membawa vichy dan perancis sebagai boneka dari Hitler. Charles de gaule lah yang membebaskan Perancis dengan bantuan sekutu pada operasi overlord.
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top