Massa Tak Ingin Dibedakan

Adamsuhada

New member
Pembalap Ferrari Felipe Massa yakin dirinya akan bertambah baik musim depan. Sebab itu dia ingin diperlakukan sama seperti rekannya, Kimi Raikkonen.

Dalam sebuah konperensi pers pembalap asal Brasil itu percaya dirinya telah mendapat status baru sejak pensiunnya Michael Schumacher. Massa pun yakin bahwa kini dia memiliki peranan penting dalam tim.


"Banyak yang berubah sejak tahun lalu. Saat itu saya tidak memiliki mobil yang kompetitif dan saya sedang belajar. Wajar kalau tim lebih memperhatikan Schumi," ujar Massa seperti dilansir Eurosport, Kamis(11/1/2007).

Saat ini dia mendapat rekan setim baru, yakni pembalap yang disebut-sebut sangat potensial, Raikkonen. Massa pun mengakui bahwa Kimi sangat diharapkan dan pembalap penting bagi timnya. Namun dia berharap agar timnya tidak memberikan perlakuan berbeda.

"Kimi telah menunjukkan dirinya sebagai pembalap yang cepat dan salah satu yang terbaik di F1. Tapi kami adalah dua pembalap muda dan saya pikir tim akan memberi perlakukan setara," harap dia.

Musim Depan Dengan Aroma Berbeda​

Massa menambahkan bahwa pemberlakukan regulasi baru akan memberi suasana yang berbeda. Regulasi itu mengharuskan semua tim memakai ban Brigestone sehingga akan membuat kompetisi berjalan lebih ketat.


"Akan sangat kompetitif dan sulit. Ada banyak pembalap dan tim bagus. Kami harus berusaha keras dari awal kompetisi," tegas Massa.

Pensiunnya Schumi, imbuh Massa, juga tak pelak akan memberi aroma baru bagi kompetisi F1. "Akan sangat aneh memulai kompetisi tanpa dirinya. Tapi hidup harus terus berjalan," tandas pembalap 25 tahun itu.
 
Ini memang bisa jadi masalah di Ferrari. Betul kata Massa, F1, terutama team Ferrari, tdk akan sama sepeninggal Schumi. Selama ini Ferrari identik dgn Schumi dan demikian juga sebaliknya, seakan tdk ada pembalap lain di team itu selain Schumi. Bahkan Schumi begitu berkuasa di Ferrari, sampai2 bisa ikut "mendiktekan" klausul dlm kontraknya.

Ketika sang raja lengser, tentu terjadi kevakuman kekuasaan di team. Nah, melihat kesempatan ini, tentu Massa melihat peluang unt naik ke atas. Wajar saja, dia tak mau jadi pembalap pendamping abadi, spt yg dialami rekan satu negaranya, Barichello.

Barangkali memang sdh jadi nasib Massa, ketika Schumi mundur, team tdk mengangkat Luca Badoer atau Marc Gene jadi pembalap tetap, tapi malah merekrut Kimi. Tongkat estafet yg mestinya otomatis jatuh ke tangan Massa bisa jadi diserobot Kimi. Sebelum hal ini jadi kenyataan, Massa hrs angkat bicara.

Posisi Massa di team kuda jingkrak memang agak terjepit. Kimi ditarik ke Ferrari tentu dgn suatu konsesi yg menarik, disamping gaji yg gede. Dia tentu dijanjikan fasilitas yg lebih. Dan semua juga mahfum bahwa Ferrari selalu memberlakukan team order, baik terang?an atau pun terselubung.

Menarik untuk disimak bagaimana Ferrari mengelola "bibit konflik" ini unt mendongkrak prestasi team. Setelah dua musim diasapi oleh Renault, tentu mereka ingin kembali ke puncak. Dan Massa dianggap blm cukup matang unt mengemban tugas berat ini, maka direkrutlah Kimi.

Kalau aku jadi Massa, tdk akan berkomentar macem?. Mendingan diam aja jadi anak manis sambil berusaha membuktikan di sirkuit bahwa dia bisa meraup point maksimal dan lbh baik dari rekan seteam nya. Daripada membuat psy-war yg bisa jadi bumerang buat karirnya ke depan.
 
Back
Top