Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Ini cerita pribadi. Tapi bukan curhat ya.. Hanya, mungkin bisa berbagi hikmah.. Tentang betapa indahnya KESABARAN. Betapa manisnya BERSYUKUR. Dan betapa asyiknya PANTANG MENYERAH. Dan betapa mahal harga sebuah KEBEBASAN. Yang terpenting, JANGAN BERHENTI BERSYUKUR.

Aku coba kemas dalam sebuah cerita. Terserah disebut cerpen atau cerbung. Ini kisah nyata, saat aku berada di sebuah tempat yang mereka sebut PESANTREN.

Seperti kita tau, Pesantren adalah sebuah tempat yang digunakan untuk belajar agama, dan banyak hal yang berbau Islam. Aku sepakat, bahwa Pesantren itu baik. Tapi aku kurang sependapat kalau disebut TEMPAT SUCI. Karena, tempat suci tidak akan menjadi momok menakutkan bagi manusia, dan tidak akan membuat lebam pada kulit tangan dan kaki mereka yang berniat belajar. Tempat yang suci sudah pasti bisa memberikan ketenangan untuk khusyuk beribadah kepada Allah. Bagaimana menurutmu?
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360

Loading...
       





Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Cerita bermula, saat aku lulus sekolah dasar. Orang tuaku mengirim aku ke sebuah pesantren di kota Pasuruan. Bukan keinginanku. Tapi kalo orang bertanya, Mamaku selalu bilang ini keinginanku.

Aku ditempatkan di sebuah kamar yang namanya Ampel II. Ruangan berukuran kurang lebih 2 x 2 meter persegi. Dihuni 10 orang. Sebut Neng Rifa, Mbak Nanik, Mbak Has, Mbak Zulfa, Mbak Hani, Mbak Hal, dan Mbak Anggi. Karena kamar ini kecil, sebagian tidur di pendopo dan musholla. Aku sendiri tidur di kamar. Karena masih anak baru.

Hari-hari pertama, mereka baik padaku. Terutama Mbak Anggi. Mungkin karena kami berasal dari kota yang sama, Jember, dan sama-sama muallaf (sebutan untuk orang yang baru masuk Islam).
Ya. Aku memang demikian. Seorang anak perempuan Tionghoa tulen. Papa dan Mamaku asli Tionghoa. Aku gak punya darah campuran mana pun. Hanya ada darah Tionghoa. Bisa kalian liat foto-foto aku di Facebook. Kadang aku agak sebal, karena sekali orang melihatku, mereka langsung tau aku Tionghoa.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Karena aku masih kecil, aku gak boleh pegang uang sendiri. Semua uangku dititipkan ke Neng Rifa. Tiap hari aku dikasih 3000 rupiah untuk beli sarapan. Untuk makan sore, udah bayar di awal untuk sebulan. Karena lewat jam 5 sore, santri dilarang keluar pesantren. Kecuali yang piket ambil air. Nah.. ini mulai aneh. Anak kecil kayak aku tau, minum air yang sehat kayak gimana, sedangkan mereka air mentah dikonsumsi tiap hari, dan aku gak bisa menolak, karena gak ada pilihan lain. Air matang? Di mana? Mati dulu mungkin. Maaf, emosi pertama..
Air ini diwadahin ember. Setiap kamar punya sejumlah ember, tergantung jumlah penghuninya. Kalo di kamarku, ada dua ember. Dua kali sehari di isi. Pagi, dan sore. Airnya ambil di kran, yang ada di depan gedung pesantren. Entah itu air sumbernya dari mana. Udah diteliti oleh badan kesehatan apa engga, diminum deh. Kenapa gak merebus air? Nah ini.. hari kedua, aku gak tahan dengan air mentah itu. Mulai sakit perut dan gak cocok pokoknya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Aku pinjam kompor minyak tanah, dan panci ke salah satu teman kamar. Aku mulai deh merebus air. Aku ingat, kata guruku waktu sd, cara merebus air. Sampai keluar gelembungnya. Ini saatnya aku praktekin.
Trus, ada santri nanya, "Wah, pagi-pagi udah makan mie rebus?"
Aku jawab, "Bukan mie rebus, Mbak. Ini air untuk minum."
Dia malah ketawa. Kesannya menghina, sih. Tapi aku cuek, dan dia pergi.
Ternyata, dia lapor sama temen sekamar. Alhasil, pas aku balik ke kamar, aku kena deh tuh ceramah. Katanya, air dari kran itu suci dan mengandung apalah itu namanya, aku lupa. Udah gitu aku diketawain.
Mereka bilang, "Nanti kamu juga akan terbiasa."

Mulai sekolah..
Wah, aku menanti pelajaran kesukaanku, Bahasa Inggris dan Kesenian. Berharap, pelajaran makin seru dan seru.
Aku pelototin papan tulis. Aku baca satu per satu. Nama pelajaran yang aneh. Nahwu, Sorof, Bahasa Arab, dan lainnya. Aku gak begitu ingat. Yang pasti aku kecewa. Gak satu pun pelajaran yang aku kenal.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Seneng sih gak ada matematika. Tapi mana Bahasa Indonesianya? Bahasa Inggrisnya? IPA IPS? Kesenian? Atau mungkin Penjaskes? GAK ADA. Padahal sebelum aku masuk pesantren ini, Orang tuaku bilang, "Ada kok, pelajaran yang kamu suka. Malah lebih bagus." Sumpah kecewa..
Tapi mau gimana lagi? Aku coba jalani. Walau pelajaran Bahasa Arab sangat menyebalkan sulitnya. Walau pelajaran Tafsir Juz 30 agak ngebosenin Ustadzahnya. Aku coba dan coba. Lumayan.. Saat hafalan, aku selalu yang paling gak hafal, dan sering berdiri di depan kelas.

Teman sekamar, yang semuanya adalah kakak kelas, gak ada yang mau bantu aku belajar. Minimal kasih tips atau trik mungkin? Gak satu pun. Bahkan Mbak Anggi. Dia bilang, "Aku juga bodo, Lin.."
Temen sekolah? Ada sih yang mau bantu. Tapi, yaa gak jauh beda sama aku. T.T aku mulai bosan. Aku mau belajar, tapi bukan begini.

Suatu hari, aku yang gak punya teman ini, tau kalau tiap sore bisa baca koran yang udah di mading, letaknya di pendopo besar. Aku pun menuju TKP! Aku sangat suka baca.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360



loading...



Reply With Quote     #6   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Ya, koran Jawa Pos favoritku, yang kalau di rumah, tiap hari aku tunggu. Tapi kok aneh, dikit banget yang dipajang. Rubrik Show & Selebritinya mana? Rubrik olahraga? Rubrik berita international? Gak dipajang. Yang ada cuma halaman utama dan Radarnya. Uh makin bosen.

Saat itulah, perhatianku tertuju pada rak besar berisi buku-buku milik DepDikBud (sekarang DikNas). Aku coba ambil dan baca. Wow buku pelajaran Sejarah, Geografi, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Pelajaran yang aku inginkan. Jadi, aku setiap hari ke pendopo itu. Habis baca koran, aku baca buku-buku itu. Terutama Sejarah manusia purba, dan geografi. Baik itu pelajaran smp atau sma, aku baca semua, sampai aku bawa tidur juga. Hehe

Aku makin gak betah di pesantren ini..

Siang itu, cuaca sangat panas. Aku dan temanku Ila, lagi menghafalkan Surat At Tiin. Tugas dari sekolah. Gak terasa, ngantuk.. trus tidur, deh di kelas. Pas bangun, gak nyadar udah jam dua siang. Aku telat pulang.. ke kamar. Buru-buru deh.
Tapi, sampai kamar..
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Mbak Has dan Mbak Nanik terbangun dari tidur siang mereka, karena mendengar suara derit pintu kamar. Ops..
Mbak Has dengan matanya yang setengah terpejam, menanyai aku, "Dari mana kamu? Jam segini baru pulang.."
Aku menjawab dengan tenang, "Tadi habis belajar sama teman. Trus ketiduran di kelas."
Mereka gak mau menerima alasan ini.
Bahkan, Mbak Nanik bilang, "Kamu main di pendopo itu ya? Jangan dikira kami gak tau apa aja yang kamu baca."
Aku terus mengatakan alasanku, mereka gak percaya.
Mbak Has mengambil gantungan baju, dipukulkan ke kakiku. Tepat di betis. Gak sakit sih, tapi aku sakit hati. Tapi aku terlalu takut untuk melawan. Terserah mereka lah..

Ya, hari demi hari aku di kamar itu sering gak dipercaya. Bahkan saat ada barang hilang, aku duluan yang diperiksa. Aku ingin pulang ke Jember. Tapi Mamaku gak mengizinkan.

Aku pasrah..

Nah, di saat-saat sedih ini, aku curhat pada buku. Aku menulis.. menulis.. dan menulis. Aku jadi sering berkhayal.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #8   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Daya imajinasiku cukup tinggi. Dan para santri itu, maaf.. gak bisa kayak aku.
Di usiaku yang masih 12 tahun, aku sudah menganggap diriku ini seperti gadis berusia 18 tahun. Ngerti pacaran, bisa hamil, dan rada genit. Novel pertamaku, tentang roman picisan yang biasa ditulis orang dewasa. Bahkan aku sengaja ngebuncitin perut, supaya terlihat hamil.. padahal itu kembung kebanyakan minum air. Aku pernah loh, ngaku hamil anaknya Mark Westlife!! Haha kalau dipikir-pikir, saat itu aku lagi gila dan stres.

Aku mulai menjalani kehidupan di dalam dunia fantasi ciptaanku sendiri. Dunia ini membuat aku lupa belajar. Pelajaranku di sekolah menurun. Untungnya, setiap ujian selalu siap contekan. Ya, aku mulai nakal..

Paling parah, saat Mbak Anggi memutuskan untuk keluar dari pesantren. Aku sedih. Aku nangis. Satu-satunya yang mau berteman sama aku pergi..

Teman sekamar makin gak ramah.
Waktu mereka tau aku suka menulis.. mereka sita semua buku berisi tulisanku, trus dibuang.. entah ke mana.. Aku makin benci mereka.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Aku akhirnya punya teman. Yang bisa aku ajak curhat ini itu. Namanya Arsyiah. Dia orang Banjar, Kalimantan Selatan. Dia menyarankan, gimana kalau pindah kamar aja. Oke, aku terima saran ini, setelah pertimbangan ini itu.

Maka aku sampaikan hal ini ke Neng Rifa. Orang tuaku dan semua pengurus pesantren memberi izin.

Aku pindah ke kamar Ampel IX. Ada beberapa teman sekelas dan seangkatan sama aku. Aku mulai punya teman. Ami, Ulfa, Nurus, dan banyak deh. Mereka ngajakin aku belajar ini itu.

Sayangnya..
Mereka akhirnya juga melarang aku untuk menulis, membaca pelajaran umum, dan melakukan kegiatan yang aku suka. Walau mereka friendly sama aku, tapi aku merasa dikekang. Novel aku dirampas. Puisi aku disobek, dibakar. Aku sampai bertanya, Tuhan ada di mana, sih?

Next..
Mungkin kalian akan berpikir, bahwa aku memang gila.

Setiap sore aku ke pesarean. Tempat makam Kyai. Banyak yang suka berdoa dan mengaji di sana. Aku salah satunya. Aku berdoa, supaya bisa keluar dari tempat ini!

TERKABUL..!
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #10   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Tapi gak serta merta langsung keluar. Aku melewati sejumlah tantangan.

Di pesarean itu aku mendapat semacam wangsit. Entah dari jin setan, atau hantu, atau siapa pun..
Cara pertama untuk keluar dari pesantren ini..
Adalah dengan melanggar semua peraturan yang ada. Yaa yang ringan-ringan dululah.. Misal, mestinya bangun jam tiga pagi, aku bangun jam lima. Dihukum deh, ngepel kamar. Yang mestinya ikut sholat berjamaah, aku malah gak sholat. Dihukum deh, baca Al-Quran sampai hatam. Hehe aku sangat pintar berpura-pura. Al-Quran memang aku buka. Tapi gak aku baca. Di dalam Al-Quran ada buku novel karya STA, Layu Sebelum Berkembang. Hehe Yusuf dan Maria. I love this. Untung bacanya di musholla. Gak ada yang mengawasi aku! Macam-macam deh, tapi tetap, aku gak dikeluarin dari pesantren.

Cara kedua.. PACARAN!
Umurku udah 13 tahun. Tapi kan tetap bukan masanya.
Demi bisa dikeluarin, aku rela melakukan apapun. Tapi.. pacaran? Sama siapa? Ini pesantren khusus cewek..
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
(Story) Ponds Love Story, kekasih yang sudah tidak bertemu bertahun2 indonesiaindonesia Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung 1


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2021, Jelsoft Enterprises Ltd.