Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Ada sih, cowok. Beberapa. Mereka adalah kuli bangunan yang lagi ngebangun kelas. Haruskah?
Kalian boleh bilang aku perempuan nakal, binal, atau apapun. Aku jadi kegenitan. Aku deketin salah satu kuli. Namanya Mas Ahmad. Seorang duda beranak satu. Kami sering kirim-kiriman surat. Padahal, aku hanya memanfaatkan dia. Soalnya, Pacaran adalah salah satu pelanggaran berat. Celakanya, tuh kuli naksir beneran sama aku. Sengaja aku buat gosip jadi satu pesantren. Sampai pada para pengurus juga.
Ya, dihukum.. tapi lagi-lagi aku gak dikeluarin... T.T

Wangsitku mulai liar..
Kali ini aku disuruh mencuri. Ya Allah.. ampuni aku.. Aku mencuri barang-barang mahal, aku jual lagi ke pemiliknya, yang merasa kehilangan. Biar cepet laku, aku banting harga. Yang mestinya 8000 rupiah, aku jual 500 rupiah. Laris manis.. Uangnya gak aku pakai sendiri. Aku kasih ke orang ngemis yang kalau siang berjejer di depan pesantren.
Ya, sudah kesalahan fatal. Aku gak dihukum! Malah uang jajanku ditambah. Dikiranya aku kekurangan uang. Sebel!
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360

Loading...
       





Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Wangsitku mulai kesal, dan kehabisan akal.
Jurus terakhir..
Aku lebih baik gak usah belajar. Biar nilai jelek. Hehe aku manfaatin momen ini untuk banyak baca buku-buku pelajaran umum dan novel.

Tiba saat ujian kenaikan kelas. Dari kelas dua ke kelas tiga. Aku ngawur semua jawabannya.

Manjur.. aku gak naik kelas..
Aku bilang ke mamaku, "Ma.. aku mo berhenti aja dari sini.."
Mungkin Mamaku terlalu malu. Karena bolak balik bermasalah, anaknya bodo juga.
"Oke. Kita pulang ke Jember.."

Aku langsung sujud syukur. Aku ke pesarean. Aku ucapin terimakasih sama wangsitku itu. Usahaku selama ini, walau pun gak bener, tapi membuahkan hasil.

Aku pulang ke Jember. Demi membuang malu, Mamaku mendaftarkan aku di Kejar Paket, supaya bisa dapat ijazah SMP.
Alhamdulillah, belajar otodidakku yang sembunyi-sembunyi itu, membawaku menjadi pemilik NEM tertinggi nomer dua.

Sayang.. kebahagiaanku atas kebebasan yang selama ini ku raih dengan sulit.. terlepas lagi dari genggaman..

To be continue..
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #13   Report Post  

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

seru juga kisah hidupmu mbak kalin :D
aku juga tamatan pesantren lho (pesantren modern tentunya :D), itulah suka dukanya, kalo aku sih 99% kisahnya suka semua :D
masykur
masykur masykur is offline
Mod

Post: 2.100
 
Reputasi: 176






Reply With Quote     #14   Report Post  

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

kapan mau dilanjut ? kok belum ada lanjutannya lagi ?
jakasunda jakasunda is offline
Village Level

Post: 26
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Oke lanjut yaa

Nah, SMA kelas satu, aku dikembalikan ke pesantren. Pesantren yang berbeda. Terletak di kota Jombang, Jawa Timur. Awalnya aku agak sedih. Tapi seneng juga. Karena ini pesantren modern. Pelajaran umum dan agama komplit.
Aku bisa menyalurkan bakatku menulis. Ada komputer, internet, dan berbagai macam. Di tempat ini aku mengenal internet. Mulai MIRC.
Aku bertempat tinggal di Asrama Muzamzamah nomer 9. Beberapa orang baik dan care kepadaku. Kami sekamar sama-sama kelas satu, di sekolah yang sama. Aku lulus ujian test masuk, dan berhasil sekolah di SMA Unggulan.
Tapi.. karena waktu SMP aku hanya belajar pelajaran Sejarah, Geografi, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia, dengan otodidak, jangan heran kalau aku sama sekali tidak mengerti apa itu rumus phytagoras, dan berbagai rumus sulit lainnya. Sekolah ini sangat ketat. Untuk naik kelas, minimal tiga mata pelajaran, nilainya gak boleh di bawah enam. Kerja keras? Belajar? Setiap hari aku lakukan. Hingga tidur hanya 4 jam setiap malamnya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360



loading...



Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Beberapa teman mulai menjauhi aku karena aku bodoh. Setiap ada pelajaran kelompok, mereka gak mau aku ada dalam kelompok mereka.
Aku pasrah. Kalau guru tanya, aku ya jawab apa adanya.

Di pesantren ini, sekolah putra putri campur. Aku mulai naksir seseorang. Guru Bahasa Inggris. Sebut aja Pak Umar. Gak tau gimana ceritanya hal ini tersebar hingga ke seluruh pesantren! Huft. Naksirnya sih sekedar naksir. Untuk pacaran? Aku masih tau adat, kok. Sayangnya, gosip makin gak bener, nih. Aku sampai dipanggil ke ruang Badan Konseling (BK). Untungnya, guru BK sangat baik sama aku. Beliau suka mendengar keluh kesahku.

Aku mengenal seorang teman. Dia sekolah SMP di pesantren ini. Kelas dua. Namanya Ari. Cewek Surabaya. Kami sangat akrab. Ke mana-mana bareng. Aku sering traktir dia makan. Kami juga sering jalan-jalan ke sana ke mari.

Di pesantren ini ada sebuah gedung universitas. Letaknya tepat di depan asramaku. Gedung itu kalau hari minggu kosong. Paling hanya ada santri yang mojok di kesunyian sendirian. Belajar.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #17   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Hari itu, tanggal 1 Januari 2004. Libur tahun baru. Aku dan Ari libur sekolah juga. Kami main ke gedung itu. Beli dua bungkus cilok, makan berdua, di lantai tiga. Lalu.. terdengar suara dua orang cowok lagi ngobrol dan ketawa-ketawa. Hehe penasaran. Siapa ya? Soalnya tadi pas datang, mereka gak ada. Kami melongok keluar, lewat jendela. Oh.. Mahasiswa. Yang satu tinggi berambur ikal. Jawa banget. Yang satu lagi tinggi, tampangnya, orang timur. Malah ku kira Arab.
Mereka nyapa.
"Gak tahun baruan, dek?" tanya yang Jawa.
Aku dan Ari menggeleng.
Eh, kami malah ngobrol panjang dan lebar. Si Ikal sebut aja Ilham. Yang orang timur.. waktu itu nggak jelas dia menyebut namanya. Tapi dia orang Ambon. Aku dan Ari sepakat menyebutnya Phitecantropus Erektus. Salah satu manusia purba. Dia tuh Ambon banget.
Semenjak itu kita akrab. Mereka sering ngajarin kami kalo ada tugas sekolah kesulitan.
Ya.. kami memulai zona terlarang. Kalau ngobrol dengan mereka ya di gedung itu. Terutama kalau lagi sepi.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #18   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Ada yang gak suka..
Seorang pengurus asramaku. Sebut aja Mbak Indah. Dia kalo ngeliat aku sinis banget. Apalagi kalo bareng dengan kakak-kakak itu. Tapi kami cuek.

Akhirnya aku tau nama si kakak Ambon. Kak Thalib Tumanggola. Ambon banget, kan? Kami berempat jadi saudara angkat. Hingga.. terjadi hal yang tidak diinginkan..

Sore yang baru basah terkena guyuran hujan.. Hari minggu yang kelam.. Aku dan Ari udah janjian dengan Kak Ilham dan Kak Thalib. Dah lama gak ketemu. Karena kakak-kakak itu sibuk ujian. Saat itu, gedung universitas benar-benar sepi. Kak Thalib lagi dititipin ruang radio sama temennya, di lantai tiga. Jadi, ya ngobrol dulu lah sama Kak Ilham. Banyak yang diomongin. Terutama antara Ari dan Kak Ilham. Aku sih nyamuk dikit.
Tiba-tiba, seorang lelaki datang. Mengagetkan kami dengan suaranya yang lantang, "Kalian sedang apa di sini?!"
Kak Ilham langsung bersikap melindungi kami berdua. "Ini Pak, lagi ngomongin kiriman dari orang tua." ya, tampang Kak Ilham dan Ari sama-sama Jawanya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #19   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Lelaki yang belakangan aku tau namanya Pak Huda itu gak percaya. Dengan nada bicaranya yang kasar, dia berkata, "Ayo bubar-bubar!"
Aku dan Ari pun meninggalkan Kak Ilham. Kami berdua agak takut. Trus Ari bilang deh, siapa Pak Huda ini. Dia adalah Kamtib. Terkenal sangat galak.

Aku dan Ari heran. Kenapa kok pimpinan keamanan datang dengan mobil mercynya ke asrama tempatku tinggal. Sore itu benar-benar mencekam.
Kyai asramaku berdiri di depan pintu rumahnya. Dihampiri seorang pria berbaju hitam. Kata Ari, dia adalah Syahlan. Lebih galak dari Pak Huda.
"Kami cari Paulin." Dia menyebut namaku. Kagetlah.. Ada apa ini?
Kyai itu tanpa pakai bertanya apapun, langsung menunjukku. "Itu dia anaknya! Bawa aja, Mas!"
Lalu, pimpinan keamanan, sebut aja Kyai Syadat turun dari mobilnya. Menghampiri aku dan Ari. Dia berkata, "Kalian tau kan, dalam Islam pacaran itu dilarang. Dan di pesantren ini, memiliki peraturan, melarang santriwati bertemu santri di tempat sepi."
Aku kesal banget. Tentu aku melawan. "Anda salah paham!"
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #20   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

"Kalian keliru. Hubungan kami gak seperti yang kalian pikir. Ya kami mengakui salah, karena ngobrol di tempat sesepi itu. Tapi kan kami tidak cuma berdua.. Jadi gak papa, kan?"
Mereka gak menerima penjelasanku. Ari mencengkeram lenganku erat. Dia ketakutan.
Para keamanan malah berdiskusi soal hukuman untuk kami.
"Yang santri, biar kami yang urus. Yang santriwati biar Kyai asramanya yang mengurus."

Saat sholat jamaah Maghrib.. Kyai asramaku mengumumkan tentang aku dan Ari. Kami berdua sengaja tidak ikut jamaah. Kami sembunyi di lantai dua, tepat di atas aula. Kyai itu malah menjelekkan nama kami.

Keesokan harinya, aku sedang akan ke koperasi asrama. Gak sengaja aku melihat Kak Thalib. Ada yang aneh. Pipinya lebam. Merah biru hijau. Kenapa?

Mbak Indah cerita padaku. Malam, setelah kedatangan pimpinan keamanan, Kak Thalib dan Kak Ilham datang ke rumah Kyai asramaku. Tujuannya untuk menjelaskan permasalahan. Tapi apa yang mereka dapat? Mereka berdua dipukulin, karena membela aku dan Ari.
Oh.. Kakakku..
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
(Story) Ponds Love Story, kekasih yang sudah tidak bertemu bertahun2 indonesiaindonesia Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung 1


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2021, Jelsoft Enterprises Ltd.