Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Upload Foto Video Umum Radio & TV Online


Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #21   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Sejak saat itu, kami gak ketemu kedua kakak lagi. Aku dan Ari juga bingung. Kami berdua didenda tiga buah kipas angin besar, yang biasanya ditempel di internit.
Aku takut untuk bilang ke Mama.

Aku dan Ari putus asa. Akhirnya mencoba bunuh diri. Dengan minum obat sakit kepala. Aku habis 9 butir. Sedangkan Ari, gak terhitung.. dia bolak balik pingsan. Dan aku.. kenapa waktu itu gak mati, ya? Cuma pusing.

Karena bunuh diri gak berhasil, aku dan Ari berencana kabur dari pesantren.
Hari itu, aku dan Ari udah izin mau pergi keluar untuk membeli sesuatu. Aku juga udah mengambil uang tabungan sebesar 140 ribu rupiah. Kami memakai seragam khusus untuk keluar. Dan membawa tas isinya baju biasa.

Sampailah kami di luar pesantren. Jauh di tengah kota Jombang. Mau ke mana?
Di tengah jalan, kami bertemu seorang teman. Aku gak tau namanya. Tapi, dia membantu kami! Kami harus ganti pakaian. Aku menyarankan, tidak ganti pakaian di masjid. Karena pasti mengenali seragam kami.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360

Loading...
       





Reply With Quote     #22   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Kami menemukan kelenteng yang sangat megah. Patung Budha dan Dewi Kwan Im nya juga indah. Kami masuk. Aku melakukan pai pai tiga kali. Seperti yang sering kakek nenekku lakukan. Seorang biksuni menghampiri kami. Dan kami minta ngampung ke kamar mandi. Alhamdulillah, usaha kabur lancar.
Dari Jombang, kami ke kota Surabaya. Bingung mau ke mana. Ari juga gak berani mengajak ke rumahnya. Kami malah muter-muter ke Tunjungan Plasa. Gak beli apa-apa. Tapi kami mampir ke Texas Chicken. Cuma makan nasi putih dan sebuah perkedel. Itu pun untuk berdua.

Hari semakin sore. Aku berpikir, sebaiknya pulang ke Jember.

Sampai di terminal kota Jember.. Aku ingat, salah satu teman Mama yang sangat akrab denganku rumahnya dekat terminal itu. Dia seorang janda, dan anak-anaknya udah pada menikah dan punya rumah sendiri.
Setelah bertanya ke sana ke mari, ketemu deh rumahnya.
Alangkah kaget ibu itu. Melihatku.. Aku menceritakan apa yang terjadi. Aku heran, kenapa aku gak bisa nangis..

Ibu itu mengizinkan aku dan Ari tinggal.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #23   Report Post  

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

aku jadi ingat temen pondokku dulu, muallaf tionghoa juga, teman terbaik dan terakrab, dia punya cerita hidup yg mirip mbak kalin, aku gk pernah ketemu dia lagi selama 7 tahun ini
masykur
masykur masykur is offline
Mod

Post: 2.100
 
Reputasi: 176






Reply With Quote     #24   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Oh ya?


Hehe mari lanjut..

Pagi itu setelah sarapan, aku dan Ari duduk di ruang tamu sambil nonton tv.

Tiba-tiba, muncul seorang wanita, yang gak lain adalah mamaku!

Ya pertama, ia menunjukkan kemunafikannya dengan ekspresi sedih. Takut kehilangan aku. Tapi, sesampainya di rumah, aku malah dipukul.. hampir ditusuk pisau dapur! Untung saat itu di rumah lagi banyak orang. Ada nenekku yang ngelindungin aku.
Sementara Ari, dengan diantarkan oleh Omku, dia pulang ke Surabaya.

Seminggu penuh aku di rumah. Hingga dikembalikan lagi ke pesantren itu.
Kata kyai, "Kenapa kamu tuh kok cowok cowok terus?"
Aku jawab, "Bukankah berteman gak boleh pilih-pilih? Tanpa cowok, apa artinya cewek? Pak Kyai juga cowok, kan?"
Mungkin tersinggung. Sehingga obrolan kami dibawa ke dalam pidato maghribnya. Aku cuek.

Teman-teman sekamar semakin banyak yang menjauhi aku. Dan Ari.. ia telah dipindahkan ke asrama lain. Aku gak punya teman lagi..

Aku pasrah. Yang penting belajar belajar belajar.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #25   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Aku mulai stress lagi. Tapi aku gak bisa nangis, marah, atau yaa mengekspresikan kesedihan aku lagi. Curhat ke guru BK juga gak bikin puas perasaanku. Aku kembali ke dunia fantasiku. Menulis menulis dan menulis.
Stress membuatku lapar. Aku makan dan makan terus. Sehari bisa habis 10 mangkuk mie instant, dan makanan lainnya. Aku semakin gendut, dan keseksianku hilang. Seperti yang kalian lihat sekarang. Aku gendut. Ya, aku lampiaskan kemarahan ke makanan. Aku punya banyak uang. Gak takut kehabisan.

Aku juga jadi seorang yang individual. Gak peduli dengan siapa pun. Waktuku habis di lab komputer, chatting. Atau perpustakaan, baca. Atau koperasi, belanja. Keliling pesantren, jalan-jalan.

Hingga suatu hari. Ini pengalaman paling buruk untukku.
Aku pura-pura sakit. Dan gak masuk sekolah. Otomatis aku sendirian di kamar.
Sorenya aku merasa baikan, dan mau ambil uang ke bank asrama. Aku ambil sebesar 50 ribu. Aku baru menyelesaikan ketikan novelku. Aku mau mengeprintnya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360



loading...



Reply With Quote     #26   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Di jalan ke tempat pengetikkan, aku ketemu sama temen sekamar. Dia melihat aku bawa uang 50 ribu itu.

Malamnya..
Semua penghuni kamar diminta berkumpul. Ketua kamar, Ifa mengatakan keperluannya, "Teman kita, Ella kehilangan uang sebesar 50 ribu rupiah. Kami sudah tau pelakunya. Ada di antara kalian. Jadi, mau mengaku, atau ditunjuk?"
Aku dengan spontan menyahut, "Ditunjuk aja. Kalo nunggu ngaku, kelamaan."
Aku sama sekali gak nyangka, Ifa menunjuk aku.
"Lin, kembalikan uangnya Ella."
"Loh, kok aku? Aku kan gak ngambil.."
"Semua bukti udah jelas. Mengarah ke kamu. Kami menanyakan ini pada Pak Cilok. Dia kan bisa lihat. Pelaku berambut pendek, mata sipit, kulit putih, dan sifatnya sulit ditebak. Kamu kan? Sekarang, ngaku aja!"
Aku tetap bersikukuh gak mau mengakui perbuatan yang sama sekali aku gak lakukan.
Trus teman yang tadi melihat aku bawa uang 50 ribu ikut bikin aku terpojok. "Uang yang tadi trus dari mana?"
Aku juga jelaskan. Bahkan mau kasih bukti berupa buku tabungan. Mereka gak percaya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #27   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Mela, cewek tomboy di kamar kami, memegang sapu lidi. Sementara Ema memegang alat penggebuk kasur. Semuanya dipukulkan ke aku. Sakit.. Aku mau kabur, minta tolong sama orang di luar. Mereka dengan sigap dan kuat menahanku.
Sampai pukul sebelas malam.. Aku disiksa seperti itu. Aku dilarang cerita pada siapa pun. Termasuk guru BK.
Lalu nasibku gimana?
Dua hari aku dipaksa mengakui perbuatan itu. Di bawah bayang-bayang sakitnya dipukul. Aku cuma bisa nangis. Ya nangis. Setiap menit setiap detik, aku cuma bisa nangis. Aku mau mengadu, tapi mereka mengawasi aku.
Lagi-lagi aku bertanya, Tuhan ada di mana?

Akhir bulan, mamaku datang. Dia menemui kepala sekolah untuk menanyakan perkembanganku. Dan menungguku di ruangan itu. Aku sempat khawatir, bisa nangis lagi aku.

Kutip:
Duh mataku panas. Ya aku sampai detik ini masih suka nangis kalau ingat.
Benar aja. Aku gak sanggup menahan tangis. Dengan suara yang sulit keluar dari mulutku, aku cerita di depan mama, kepala sekolah, dan guru BK.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #28   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Guru BK sampai heran, dan bertanya, "Bagaimana kamu bisa bertahan dan gak cerita sama ibu?"
Aku bilang, "Saya takut, Bu.."
Lalu aku menunjukkan bukti penarikan uang sebesar 50 ribu rupiah pada hari kejadian.
Aku diminta menyebutkan nama-nama yang udah bertindak jahat ke aku. Takut..
Trus kata guru BK, "Kamu jangan takut.."
Aku sebutin, deh. Mereka dipanggil dan diadili. Tapi gak mengusut soal pelaku sebenarnya.

Akhir cerita..
Aku diDO dari sekolah. Karena nilaiku di bawah rata-rata. Sebenernya bisa pindah ke sekolah lain, di pesantren itu. Tapi aku gak mau.
Aku pun pulang ke Jember. Dan melanjutkan sekolah SMAku di MAN Jember 1. Aku menemukan kehidupan baruku di sini. Aku baru bisa merasakan hidup bebas. Kayak abis di penjara..

Hehe aku jadi banyak belajar. Seburuk apapun nasib kita, jangan pernah berhenti berharap untuk yang lebih baik. Aku yakin, secuek-cueknya Takdir, pasti singgah ke kita, untuk memberikan banyak warna perasaan. Love you God..
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.531
 
Reputasi: 360






Reply With Quote     #29   Report Post  

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Kutip:
Oleh Kalina Maryadi View Post
Aku semakin gendut, dan keseksianku hilang
masykur
masykur masykur is offline
Mod

Post: 2.100
 
Reputasi: 176






Reply With Quote     #30   Report Post  

Bls: Real Story.. KETIKA AKU DALAM PENJARA SUCI

Kutip:
Oleh masykur View Post
seru juga kisah hidupmu mbak kalin :D
aku juga tamatan pesantren lho (pesantren modern tentunya :D), itulah suka dukanya, kalo aku sih 99% kisahnya suka semua :D
aku juga pernah tinggal di pesantren....sama deh kayaknya yang gua alamin sama non kalin gk betah bgt...
HulkHogan
HulkHogan HulkHogan is offline
Continent Level

Post: 9.404
 
Reputasi: 184

__________________
Generasi biru

"Manusia dapat bertahan hidup empat puluh hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, delapan menit tanpa udara.
Tapi hanya satu detik tanpa harapan"

- Hal Lindsey -
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
(Story) Ponds Love Story, kekasih yang sudah tidak bertemu bertahun2 indonesiaindonesia Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung 1


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2021, Jelsoft Enterprises Ltd.