Ajak Beralih ke Kompor Fermentasi Tebu

Kalina

Moderator
BANTUL - Penggunaan kompor berbahan bakar spiritus hasil fermentasi pengolahan tebu gencar dikampanyekan. Upaya itu merupakan alternatif pengganti minyak tanah maupun sumber energi lain, termasuk gas elpiji, yang harganya terus naik.

General Manager PT Madubaru Rahmad Edi Cahyono mengatakan, pihaknya mampu memproduksi spiritus cukup besar untuk mendukung penggunaan kompor spiritus. Pihaknya saat ini bisa menghasilkan spiritus 27 ribu liter per hari. Kapasitas itu masih mungkin untuk ditingkatkan.

"Kami optimistis bisa memenuhi kebutuhan spiritus untuk mendukung peredaran kompor ini. Luas lahan tebu yang ada saat ini sangat memungkinkan untuk meningkatkan kapasitas produksi spiritus," katanya di depan Bupati Bantul H M. Idham Samawi, Kapolres Bantul AKBP Stephen M. Napiun SIK SH, dan para pejabat Pemkab Bantul di Gedung Parasamya kemarin (4/7).

Selain menyediakan bahan bakar spiritus, PT Madubaru merintis pembuatan kompornya. Sebuah tim sengaja dibentuk guna melakukan riset pembuatan kompor berbahan bakar spiritus tersebut. Dari hasil riset itu, akhirnya ditemukan beberapa bentuk dan model kompor.

Pribadi Prasetyo, pria yang ditunjuk PT Madubaru dan pemerintah untuk melakukan penelitian pembuatan kompor berbahan bakar spiritus, mengatakan bahwa kompor berbahan bakar spiritus tersebut relatif cepat panas daripada kompor minyak tanah. Ia juga tidak berbau dan tidak berasap.

Harga setiap unit kompor itu mulai Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu. Ada beberapa model kompor. Mulai yang sederhana seperti kompor minyak penjual mi ayam hingga kompor sejenis kompor gas. (din/jpnn/ami)

Jawa Pos
 
Back
Top