Belajar PHP with me, yuk?

Beberapa Fungsi dalam php.

Note:
* Sebelum baca ini harus baca postingan2 sebelumnya.
* Siapkan Palu didekat anda, barangkali kepala sobat tambah pening setelah baca ini.
* Apa yg saya copas ini belum pernah saya coba so kemungkinan error 90% :D:D* jangan minta screenshoot hasilnya bgmn? cos seperti yg udah saya tulis diatas saya juga belum coba! (saran saya ambil screenshoot hasilnya entar biar dilihat sama aden2 dan nona2 cantik yg udah lebih lama belajar php.-nya)
----------------------------------------------

Beberapa Fungsi dalam php.


Engine PHP akan mengeksekusi kode PHP setelah (<?) sampai ketemu dengan (?>), jika kode PHP anda benar maka hasilnya akan ditampilkan, tetapi apabila salah maka terdapat pesan error dengan memberi tahu anda pada baris berapa terdapat error nya. Sekarang buka teks editor favorit anda dan cobalah kode berikut ini:

PHP:
<?
print ("Hello World!");
?>
print() merupakan fungsi untuk mengoutput data. Apa saja yang dituliskan oleh print() akan ditampilkan pada browser. print() merupakan salah satu fungsi yang terdapat dalam PHP untuk menampilkan data, biasanya dimodifikasi dengan data yang dimasukkan, Dalam kasus ini anda menjalankan fungsi print() yang berisi sekumpulan karakter (Hello World) atau disebut String. String harus diapit oleh tanda ".

Note: Setiap baris dari kode PHP selalu diakhiri dengan tanda titik koma " ; "

Comments

Sama seperti HTML, anda pun bisa menuliskan komentar di kode PHP anda. Untuk menuliskan komentar satu baris pada PHP harus diawali dengan dua tanda // atau sebuah tanda #. Semua teks setelah tanda tersebut tidak akan dibaca oleh PHP. Jika anda ingin menuliskan komentar lebih dari satu baris anda dapat menggunakan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */. Contoh:

PHP:
<?
// Ini merupakan kode pertama saya
print ("Hello World!");
?>


Variables


Variabel merupakan sebuah tempat yang anda definisikan untuk menyimpan sebuah nilai. Variabel mempunyai nama yang anda definisikan dan diawali dengan tanda $. Nama variabel bebas anda dapat menuliskan dengan karakter, angka dan garis bawah "_". Nama variabel tidak boleh mengandung spasi atau karakter lain selain angka dan huruf. Contoh:
PHP:
<? $nama="bobi"; $umur=30; $negara="Indonesia"; print "Halo nama saya $name, saya $age tahun dan tinggal di $country"; ?>
Kita juga dapat mengisi variabel dengan variabel yang lain serta dapat memanipulasinya. Ini contohnya:

PHP:
<? 
$x=3; 
$y=4; 
$hasil=$x+$y; 
print "$x + $y = $hasil<br>"; 
$firstname="Dhimas"; 
$lastname="Ronggobramantyo"; 
$fullname="$firstname $lastname"; 
print "Nama saya adalah $fullname"; 
?>
Kita melakukan manipulasi yaitu menambah nilai variabel x dan y yang hasilnya disimpan pada variabel hasil. Sebelum anda meneruskan, coba anda pahami terlebih dahulu mengenai variabel, cobalah untuk mengubah kode-kode yang ada.

Array

Array merupakan sekumpulan elemen yang memiliki tipe yang sama. Di dalam array data tersimpan dengan menggunakan index untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut. Variabel hanya memiliki sebuah nilai sedangkan array dapat mempunyai sejumlah nilai. Data dalam suatu array disebut elemen-elemen array. Semua elemen array yang tersimpan mempunyai tipe data yang sama. Array dapat berdimensi satu atau lebih (multidimensi). Oke sekarang cobalah contoh berikut ini:

PHP:
<? 
$name[0]="James"; 
$name[1]="Bobi"; 
$name[2]="Robert"; 
print "Halo nama saya $name[0] dan teman saya adalah $name[2]"; ?>
Hasilnya Mirip dengan variabel kan, hanya saja terdapat kurung siku atau dikenal dengan istilah vektor untuk membedakan antara $name yang satu dengan yang lain. Untuk membuat array anda dapat menggunakan cara lain yaitu menggunakan fungsi array(). Contoh:

PHP:
$name = array("James", "Bobi", "Robert");
Pada bagian vektor (yang didalam kurung siku) tidak hanya dapat di isi angka saja tetapi juga dapat di isi oleh teks. Contoh:
PHP:
<? 
$country["james"]="United States"; 
$country["bob"]="United Kingdom"; 
$country["robert"]="Singapore"; 
print "Hallo $country[james]"; 
?>


If statement


Belajar pemrograman tidak akan lengkap jika belum ada if. Fungsi if digunakan untuk membuat berbagai ekspresi yang berbeda, apabila ekspresinya benar maka kode yang didalam ekspresi tersebut akan dijalankan. Untuk gampangnya perhatikan diagram kode diabawah ini:
PHP:
if ( expression 1 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 benar
}
elseif ( another expression 2 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 salah
// dan ekspresi 2 benar
else
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 dan 2 salah
}
Apabila ekspresi 1 bernilai benar maka kode didalamnya akan dijalankan, dan setelah itu selesai. Tetapi apabila ekspresi 1 salah maka program akan membaca ekspresi 2, apabila ekspresi 2 maka kode didalamnya akan dijalankan dan selesai. Tetapi apabila ekspresi 2 salah maka program akan menjalankan kode yang berada didalam else karena semua ekspresi sebelumnya salah.

Anda dapat menambahkan elseif sebanyak apapun yang anda mau. Cobalah kode berikut ini:

PHP:
<? 
$x=3; 
if ($x > 5) 
{     
print "$x lebih besar dari 5"; 
} 
else if ($x < 5) 
{     
print "$x lebih kecil dari 5"; 
} 
else if ($x == 5) 
{     
print "$x sama dengan 5"; 
} 
else 
{    
print "$x bukan merupakan angka";
} 
?>
Variabel $x menyimpan nilai yaitu "3". Angka "3" tidak lebih besar dari "5", Maka ekspresi pertama akan dilewati. Pada elseif berikutnya diuji apakah 3 < 5, tentu saja hasilnya benar. Maka blok kode didalamnya akan dijalankan.

Cobalah untuk mengganti nilai variabel $x agar mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pahamilah perbedaannya. Contoh lainnya:

PHP:
<? 
$score=67;
 if ($score < 20) 
{ 
print "Nilai anda: $score, anda dapat E"; 
} 
elseif ( ($score > 20) && ($score < 40) ) 
{ 
print "Nilai anda: $score, anda dapat D"; 
} 
elseif ( ($score > 40) && ($score < 60) ) 
{ 
print "Nilai anda: $score, anda dapat C"; 
} 
elseif ( ($score > 40) && ($score < 80) ) 
{ 
print "Nilai anda: $score, anda dapat B"; 
} 
else 
{ 
print "Nilai anda: $score, anda dapat A"; 
} 
?>


Switch Statement


Perintah switch merupakan alternatif pengganti dari If. Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta-konstanta yang ada didalam case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta pertama sampai terakhir. Jika kondisi ditemukan maka program akan membaca kode didalam konstanta tersebut, dan ketika bertemu perintah break; maka program akan keluar dari fungsi switch. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram kode berikut ini:

PHP:
switch ( expression )
{
case result1:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
case result2:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
default:
// Kode akan dijalankan apabila break tidak dijalankan
}
Pada dasarnya mirip dengan if, coba anda perhatikan contoh berikut ini:

PHP:
<? 
$sex=cowok; 
switch ( $sex ) 
{     
case "cowok": print "Saya cowok";         
break;     
case "cewek": print "saya cewek";        
break;     
default: print "Saya bukan cowok/cewek  tapi  $sex"; 
} 
?>


Pengulangan (while)


Fungsi while digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok kode. Jumlah pengulangan yang terjadi tergantung dari ekspresi yang ditentukan. Anda akan sering menggunakan fungsi while untuk mengambil data dari database. Blok diagram kode while kira-kira seperti ini:

PHP:
while (ekspresi) 
Kode yang diulang
endwhile;
Inilah contohnya:

PHP:
<? 
$i=1; 
while ($i <= 10) 
{     
echo "Loop $i<br>";     
$i++; 
} ?>
autoincrement (++) dan autodecrement (--) sama saja artinya dengan menjumlahkan/mengurangkan nilai variabel dengan nilai satu, jadi jika kita memiliki variabel i yang bernilai 1 kemudian kita menjalankan $i++; maka nilai i akan menjadi 2.

Pada kode diatas pertama-tama kita memberi nilai variabel i dengan 1. Kemudian dibawahnya ada kode while yang artinya jika nilai i lebih kecil sama dengan 10 maka kode yang berada didalam while akan dijalankan. Karena nilai i adalah 1 maka kode dijalankan yaitu mencetak teks Loop dan nilai variabel i yaitu 1. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 2.

Kembali mengecek apakah nilai i (yaitu 2) lebih kecil 10? karena benar maka kode didalam while dijalankan yaitu mencetak Loop dan nilai variabel i yaitu 2. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 3. Begitu seterusnya hingga nilai i betambah terus sampai ekspresi while salah (yaitu saat nilai i tidak lebih kecil dari 10) dan kode didalam tidak dijalankan.
Perlu di ingat apabila kita tidak memasang kode $i++; maka nilai i akan selalu 1 tidak bertambah sehingga kondisi i lebih kecil selalu tercapai dan pengulangan tidak berhenti. Hal ini akan membuat sistem berhenti bekerja, karena terus melakukan pengulangan.

(Hayoo... tambah mumet pa tidak??? kalo mumet wajar... q juga!)

Pengulangan (for)

Perintah for digunakan untuk mengulang perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah diketahui. Pada perintah for anda tidak perlu menuliskan kondisi untuk diuji. Anda hanya menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung ini akan bertambah atau berkurang setiap kali sebuah pengulangan dilakukan. Karena itu pengulangan yang tidak berhenti (seperti dalam kasus while) tidak akan terjadi. Diagram kodenya seperti ini:

PHP:
for ( variable awal; 
ekspresi; 
variabel increment/decrement )
{
// Kode yang dijalankan
}
Ekspresi pertama merupakan variabel awal / nilai awal, sedangkan yang kedua merupakan kondisi yang harus dicapai agar pengulangan dilakukan, sedangkan yang ketiga merupakan peningkatan/penurunan nilai variabel. Contoh diatas yang menggunakan while jika kita menggunakan for akan seperti ini:
PHP:
<? 
for ($i=1; $i<=10; $i++) 
{  
echo "Loop $i<br>"; 
} 
?>


Fungsi


Fungsi merupakan sekumpulan kode yang dapat kita panggil kembali. Ketika dipanggil maka kode-kode didalam fungsi tersebut akan dijalankan. Dengan menggunakan fungsi, program akan lebih mudah dibaca dan kita tidak perlu menulis kode yang sama berkali-kali. Kita dapat mengirimkan nilai variabel kedalam fungsi dan ketika fungsi selesai dijalankan nilai variabel tersebut dapat kita ambil kembali. Oke untuk lebih jelasnya, misalkan kita memiliki kode PHP seperti ini:

PHP:
<?  
$i=7; $a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>";  
$i=7; 
$a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>";  
$i=7; 
$a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>";  
$i=7; 
$a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>";  
$i=7; 
$a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>"; 
?>
Jika kita menulis kode tersebut, kita telah membuang-buang waktu karena kita menulis kode yang sama sebanyak 5 kali. Jika kita menggunakan function() maka kita cukup menulisnya sekali saja, dan sisanya tinggal memanggil fungsi tersebut. Oke sekarang kita coba buat kode diatas menggunakan fungsi:

PHP:
<? function myfunction() { 
$i=7; 
$a=9; 
$x=$i+$a; 
print "$x<br>"; 
}  
myfunction(); 
myfunction(); 
myfunction(); 
myfunction(); 
?>
Kita membuat fungsi dengan nama myfunction, kita bebas memberikan nama untuk fungsi yang kita buat. Didalam fungsi myfunction terdapat sekumpulan kode. Nah untuk memanggil fungsi myfunction kita cukup menulis nama fungsinya saja yaitu myfunction();

Anda juga dapat mengirim variabel kedalam sebuah fungsi. Misal anda memiliki kode seperti dibawah ini yang dibuat tanpa fungsi:

PHP:
<? 
$i=1; 
$j=2; 
$x=$i+$j; 
print "$x<br>";  
$i=3; $j=4; 
$x=$i+$j; 
print "$x<br>";  
$i=5; $j=6; 
$x=$i+$j; 
print "$x<br>";  
$i=7; 
$j=8; 
$x=$i+$j; 
print "$x<br>"; 
?>
Seperti yang anda lihat pada kode diatas sama semua hanya saja nilai variabelnya berbeda, kita dapat membuat fungsi dimana nilai variabelnya bisa kita masukkan. Seperti ini kodenya jika kode diatas dibuat menggunakan fungsi:

PHP:
<? 
function anotherfunction($i,$j) { $x=$i+$j; 
echo "$x<br>"; }  anotherfunction(1,2); 
anotherfunction(3,4); 
anotherfunction(5,6); 
anotherfunction(7,8); 
?>
function anotherfunction($i,$j). $i dan $j adalah variabel yang memiliki nilai 1 dan 2 ketika kita memanggil fungsi anotherfunction(1,2) Jika kita memiliki fungsi:

function add($i,$j) {
...
}

Dan anda memanggil fungsi tersebut dengan add(1,2); maka nilai $i didalam fungsi tersebut adalah 1 dan nilai $j adalah 2.
Jika anda memiliki fungsi:

function substract($i,$j,$k) {
...
}

Dan anda memanggil fungsi substract(5,6,8); maka nilai $i = 5, $j = 6 dan $k = 8. Sekarang jika anda memanggil fungsi seperti ini:
$x=10;
substract(8,9,$x);

maka $i=8, $j=9 dan $k=10.

Bagaimana? sebelum anda lanjut akan lebih baik jika anda pahami betul mengenai fungsi, karena semakin besar kode PHP yang anda buat maka semakin banyak fungsi yang akan anda gunakan. Anda bisa saja membuat kode PHP tanpa fungsi, tetapi seperti yang saya bilang dengan fungsi anda bisa menghemat penulisan kode yang berulang-ulang.

Forms

Didalam dunia World Wide Web, form HTML merupakan tempat dimana kita bisa mengirimkan informasi dari pengguna ke server. PHP didesain agar dapat bekerja dan menerima informasi dari form HTML. Oke sekarang cobalah kode berikut ini dan simpan dengan nama form.php:

PHP:
<form action="result.php" method="POST"> 
Name: <input type="text" name="myname" size="20"><br> 
Address: <input type="text" name="myaddress" size="40"><br> 
<input type="submit" name="submit" value="Send"> 
</form>
Sekarang tuliskan kode dibawah ini dan simpan dengan nama result.php:

PHP:
<? 
print "Selamat Datang, $myname.<br>"; 
print "Alamat anda adalah $myaddress"; 
?>
Jika anda buka result.php maka isi dari variabel $myname dan $myaddress kosong, karena memang belum anda deklarasikan isinya. Tetapi jika anda membuka file form.php terdapat text field dengan nama "myname" dan "myaddress".

Nah nama textfield ini akan menjadi nama variabel apabila kita mengirimkannya ke PHP. Buka form.php dan coba anda isi text nama dan alamat. Ketika tombol diklik maka variabel tersebut akan dikirim ke file post.php. Dan file post.php akan menerimanya dan menampilkannya.
Anda dapat mengirim nilai variabel tersebut ke file itu sendiri. Metode ini biasanya yang paling sering digunakan.

Untuk mengirim variabel ke file dirinya sendiri ubah saja form action ke <?=$PHP_SELF?>. Cobalah kode dibawah ini dan simpan dengan nama self.php:

HTML:
<html>
<head> 
</head> 
<body> 
<? If ($ok) { 
print "Selamat Datang, $myname.<br>"; 
print "Alamat anda adalah $myaddress<br>"; } 
?> 
<form action="<?$PHP_SELF?>" 
method="POST"> 
Name: <input type="text" name="myname" size="20"><br> 
Address: <input type="text" name="myaddress" size="40"><br> 
<input type="submit" name="ok" value="Send"> 
</form> 
</body> 
</html>
 
Operator

adalah simbol yang digunakan dalam program untuk melakukan suatu operasi, misalnya penjumlahan atau perkalian, pembagian kesamaan dua buah nilai, atau bahkan memberikan nilai ke variabel.

Nilai yang dioperasikan oleh operator membentuk ekspresi. Contoh:
2 + 3 * 4
disebut ekpresi. Tanda + dan * disebut operator, sedangkan 2, 3, 4 adalah operand atau argumen.

pada PHP terdapat sejumlah kelompok operator, misalnya yang tergolong sebgai operator matematika dan operator logika.
 
1. Operator Aritmetika


berikut daftar operator Aritmetika

Operator ~~~~~ Kegunaan ~~~~~~ Prioritas
(+) ~~~~~~~~~~ Penjumlahan ~~~~~~ Ketiga
(-) ~~~~~~~~~~~ Pengurangan ~~~~~~ Ketiga
(*) ~~~~~~~~~~~ Perkalian ~~~~~~~~ Kedua
(/) ~~~~~~~~~~~ Pembagian ~~~~~~~ Kedua
(%) ~~~~~~~~~~ Sisa Pembagian~~~~~ Kedua
(++) ~~~~~~~~~ Penaikan~~~~~~~~~~ Pertama
(--) ~~~~~~~~~~ Penurunan ~~~~~~~~ Pertama
 
Last edited:
2. Prioritas Operator

Berikut Urutan Operator mulai dari prioritas tertinggi hingga terrendah.

() {}
~ ! ++ -- - $ &
* / %
+ -
<> <= >=
== !=
&
^
!
&&
||
= += -= *= /= &= |= ^= .=
and (&&)
xor (||)
Or


--------------------------------------
Note:
a.) Operator-operator yang terletak pada baris yang sama mempunyai prioritas yang sama
b.) Bila dalam sebuah ekspresi terdapat lebih dari satu operator yang mempunyai prioritas yang sama, pengerjaan akan dimulai dari yang terkiri.
 
Last edited:
3. Operator Penugasan


Operator penugasan pada PHP yang telah diperkenalkan adalah =. Selain operator ini terdapat sejumlah operator yang tergolong sebagai operator penugasan, sebagaimana berikut ini...

[ Singkatan: O untuk Operator, G untuk kegunaan, C untuk Contoh]
--------------------------------------------------------------------------------
(O) +=
(G) Menambahkan variabel di sisi kiri dengan nilai di sisi kanan
(C) X += 2; Identik dengan: X := X + 2;

(O) -=
(G) Mengurangi isi variable di sisi kiri dengan nilai di sisi kanan
(C) X -= 2; Identik dengan: X := X - 2;

(O) /=
(G) Membagi variabel di sisi kiri dengan nilai di sisi kanan
(C) X /= 2; Identik dengan: X := X / 2;

(O) %=
(G) Memperoleh sisa pembagian antara variabel di sisi kiri dengan nilai di sisi kanan.
(C) X %= 2; Identik dengan: X := X % 2;
 
4. Operator Pembanding

Dikenal juga sebagai operator relasional, adalah operator yang digunakan untuk melakukan pembandingan dua buah operand dan menghasilkan nilai benar atau salah. Berikut pengelompokannya:

== untuk sama dengan
< untuk Kurang dari
> untuk Lebih dari
<= untuk Kurang dari atau sama dengan
>= untuk Lebih dari atau sama dengan
!= untuk tidak sama dengan
<> untuk tidak sama dengan.


hasil pembagian berupa 1 bila oprasi pembandingan bermakna benar atau 0 jika operasi pembandingan bermakna salah.
 
non.. mau tanya donk..

kenapa php itu sering2 di sebut aplikasi pemrograman object oriented yah (oop)?

mungkin maksud den nightside adalah apa bedanya PHP OOP dengan PHP murni,
mungkin begitu, lebih tepatnya..

CMIIW


jadi, PHP OOP (Pemrograman Berorientasi Objek) selain syntax beda. PHP OOP mempermudah kamu dalam mengelola aplikasi yang besar. karena skrip2 yang rumit akan dikumpulkan dalam satu class.
 
5. Operator Logika

operator ini biasa digunakan untuk menggabungkan kondisi berganda dan menghasilkan sebuah ekspresi yang bernilai benar (nilai 1) atau salah (nilai 0). Yang tergolong sebagai operator kelompok ini adaah

a) and atau &&
b) or atau ||
c) xor
d) !

operator and atau && menghasilkan nilai benar jika kedua operand bernilai benar.

operator or atau || menghasilkan nilai ebnar kalau ada operand yang bernilai benar.

Operator xor menghasilkan nilai benar jika hanya salah satu diantara operand yang bernilai benar.

dan adapun operator ! dikenakan di depan sebuah operand. Misalnya:
! $h
akan menghasilkan salah kalau $h bernilai benar atau benar jika $h bernilai salah
 
Komentar

komentar biasa dilibatkan dalam skrip PHP terutama kalau kode cukup panjang. Tujuannya ada;ah untuk memberikan penjelasan bagi pembaca skrip supaya mudah untuk memahami alur kode. Komentar bisa ditulis dengan diawali //. semua tulisan yang dimulai dari tanda tersebut hingga akhir bars akan diperlakukan sebagai komentar. Misalnya

$i++; // Menaikkan variabel $i sebesar satu

Baris di atas identik dengan:

$i++;

Namun komentar yang ditambahkan mungkin akan berarti bagi pembaca skrip.

Kalau yang dijadikan komentar beberapa baris, pasangan /* dan */ bisa digunakan. Contoh:

/* Skrip: akses.php
Untuk mengakses database

Dibuat tanggal today */


Tanda /* dan */ sering dipakai untuk mematikan perintah tertentu sewaktu melakukan pencarian kesalahan. dengan menjadikan satu atau beberapa pernyataan sebagai komentar, pernyataan - pernyataan tersebut tidak lagi berfungsi. Contoh:

/*

echo "Hai";

*/

pada contoh diatas, echo tidak berkedudukan sebagai pernyataan, namun hanya sebatas komentar.
 
Menciptakan Fungsi

istilah fungsi menyatakan blok kode yang diberi nama. SEbagai contoh, Anda telah mengenal fungsi bawaan seperti count(). Selain menyediakan sejumlah fungsi bawaan, PHP juga memperkenalkan pemrogram untukmendefinisikan sendiri suatu fungsi. Bentuk pendefinisiannya sebagai berikut:

function nama (daftar_parameter) {
pernyataan_1;

pernyataan_2;

pernyataan_n;
}


sebagai contoh, diinginkan untuk membuat sebuah fungsi bernama jumlah yang akan menghasilkan jumlah kedua nilai argumennya. conoth pemanggilan yang diharapkan:

$c = jumlah (2, 3);

Pada contoh diatas, argumen (biasa disebut juga parameter) jumlah ada dua, yaitu bernilai 2 dan 3. Hasil fungsi (disebut nilai balik atau return value) diberikan ke variable $c.

cara pengimplementasiannya adalah sebagai berikut:

function jumlah ($x, $y) {
$hasil = $x + $y;

return (hasil);
}


pernyataan pertama dalam fungsi berupa:

$hasil = $x + $y;

pernyataan ini menjumlahkan kedua argumen, $x dan $y, dan memberikan hasilnya ke variabel $hasil.

Pernyataan kedua, yaitu pernyataan return, digunakan untuk memberikan nilai balik fungsi. Perlu diketahui bahwa pernyataan return akan membuat fungsi berakhir dan menghasilkan nilai yang sesuai dengan isi variabel $hasil, yakni berupa penjumlahan kedua argumennya.
 
contoh Fungsi,


jumlah.php
-----------------------------------------------------

<html>
<head>
<title> Contoh Fungsi </title>
</head>

<body>
<?php
function jumlah($x, $y) {
$hasil = $x + $y;

return $hasil;
}

$z = jumlah (2, 3);

print ($z);
print ("<br>");
print (jumlah(4, 5));
?>

-----------------------------------------------------

screenShot:
1_jumlah.png
 
Menyertakan Fungsi dari File Lain

Kode PHP berada dalam suatu file dapat disertakan ke dalam suatu file melalui require_once atau include. Sebagai contoh buatlah file dengan isi seperti berikut ini,

fungsi.php

----------------------------------------------------
<?php
//File ini berisi definisi Fungsi jumlah()

function jumlah ($x, $y)
{
$hasil = $x + $y;

return $hasil;
}
?>

----------------------------------------------------

supaya isi file di atas disertakan dalam suatu file yang berisi skrip PHP maka diperlukan pernyataan PHP berikut:

require_once("fungsi.php");

buat file ini,

jumlah.php

---------------------------------------------------
<html>
<head>
<title> Contoh Fungsi </title>
</head>

<body>
<?php
require_once("fungsi.php");

$z = jumlah(2, 3);

print ($z);
print ("<br>");
print (jumlah(4, 5));
?>

</body>
</html>

---------------------------------------------------

ScreenShot
1_jumlah.png
 
Pernyataan if

Sebagaimana telah kita pelajari pada Javascript, (yg belajar, yg enggak ngga tau saya ), pernyataan if pada PHP juga berguna untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap lebih dari satu alternatif. Bentuk pernyataan if yang tersedia pada PHP adalah:

a) if
b) if .. else
c) if .. elseif
 
Back
Top